Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_028


__ADS_3

Setelah berjalan cukup jauh meninggalkan kantin, mereka terhenti di depan sebuah tangga yang berujung ke rooftop, "Kantin udah Jauh nih, mau ngapain sekarang?" Tanya Vani sambil tersenyum


"Hm.. Ngapain ya, main game nggak bisa, handphonemu kan nggak ada" Ucap Agnes


"Masa iya, harus balik ke kelas" Ucap Awani Lesu


"Jangan lah.. Masih jamnya pak Azka" Ucap Putri


"Eh... Btw nggak kelihatan kalau di samping kita ada tangga wkwk" Ucap Vani sambil tersenyum


"Awokawok, yang berhenti disini duluan kan kamu" Ucap Agnes yang ikut tersenyum kecil


"Kuylah, bolos ke atap" Ajak Vani


"Skuyy" Ucap Putri


Mereka berempat menaiki tangga hingga sampai di depan pintu rooftop. Saat Vani mencoba membuka pintu, Pintu itu terkunci, "Cklekk...", "yahh kekunci" Ucap Vani dengan muka datar


"Ah masa sih, biasanya kan nggak di kunci" Ucap Agnes


"Meneketehe" Ucap Vani


"Terpaksa kita harus ambil kuncinya di ruang guru" Ucap Awani


"Kunci atap di ruang guru?" Tanya Vani


"Iya, di kantor ada papan kunci buat naruh kunci seluruh ruangan SMA ini" Jelas Awani


"Mantan Wakil Ketua osis emang hebat yak" Puji Agnes


"Hehe, ini nggak seberapa" Ucap Awani bangga


"Kuy lah ke kantor" Ajak Awani


"Tunggu... Kita perlu rencana" Ucap Vani


"Apaan?" Tanya Agnes


"Jam segini, sebagian guru guru pasti lagi ngajar di kelas" Ucap Vani


"Trus?" Tanya Agnes


"Tamat" Ucap Vani


"Njerrr, penjelasan macam apa itu" Ucap Agnes dengan muka datar


"Jadi maksud perkataanku tadi. Masing masing dari Kalian bertiga mengalihkan perhatian satu guru yang ada di kantor, trus aku yang bakal ambil kuncinya" Jelas Vani


"Sebenarnya itu rencanaku tadi, kamu baca pikiranku ya Van" Ucap Putri


"Setahuku. Rencana Putri selalu gagal. Kalau ini rencana Putri, Lebih baik kita ganti aja" Ucap Awani


"Eh.. Jangan jangan, berhubung rencana ini sudah kuberikan pada Vani. Jadi rencana ini milik dia" Ucap Putri

__ADS_1


"Njerrr, mana bisa begitu" Ucap Agnes sambil tertawa kecil


"Ayo woy! Mau sampai kapan kita ngobrol trus" Ucap Vani. mereka berempat berjalan menuju ruang guru


Sesampainya di ruang guru, "Aku akan cek" Ucap Vani yakin. ia mengintip ke dalam ruangan, "Njirrr, satu" Ucapnya lirih dengan muka datar


"Berapa Van?" Tanya Awani yang berdiri di belakangnya. Vani menoleh ke arahnya


"Satu" Ucap Vani dengan muka datar


"Kenapa kesanmu kecewa njerr" Ucap Agnes


"Nggak sesuai rencana awalku" Ucap Vani, "Rencana Awalku itu. Kalian bertiga mengalihkan perhatian masing masing satu guru. Nah sekarang, di sana cuma ada satu guru. Rencanaku jadi hancur kan"


"begitu doang dimasalahin" Ucap Agnes


"Hm.. Kita harus memikirkan rencana lain" Ucap Vani serius


"Aku nggak tahu kenapa kamu bisa jadi ranking satu di sekolah ini" Ucap Agnes


"Pake dukun pasti" Sambung Putri


"Tunggu.. Aku akan pikirin rencana yang matang" Ucap Vani serius


"Yang medium rare padahal enak loh" Ucap Awani


"Njirr.. Kamu bisa makan daging setengah mateng?" Ucap Putri terkejut


"Yokay" Ucap Awani menyetujui


Agnes masuk ke dalam ruangan guru dan menghampiri satu guru yang sedang sibuk dengan komputernya, ("Njerr,  pak Gibran") batin Agnes, "Permisi pak" sapanya sopan


"Oh, kamu anak IPA ya?" Tanya Gibran


Saat itu Awani menyelinap masuk dan mengendap endap menghampiri papan Kunci dan mencari kunci rooftop, 'Kunci atap.. mana.. kunci.. Kunci kunci..' Ucapnya lirih sambil mencari kunci


"Iya pak, ada yang mau saya tanyakan" Ucap Agnes


"Iya? Katakan saja" Ucap Gibran


"Bagaimana keadaan pak Gibran sekarang?" Tanya Agnes


'Oh.. Ini dia' Ucap Awani lirih saat menemukan kunci rooftop


"Oh, baik baik aja. Memangnya ada apa?" Tanya Gibran penasaran. Awani telah mendapatkan kunci rooftop, ia memberikan kode kepada Agnes dan segera keluar dari sana


"Ahahaha, nggak ada pak. Cuma tanya aja. Kalau begitu, saya permisi dulu" Ucap Agnes sambil tertawa kecil.


ia pergi keluar dari ruangan itu


"Murid yang aneh" Ucap Gibran dengan muka datar


"Dapet?" Tanya Putri

__ADS_1


"Dapet voss... Mantap kali" Ucap Awani senang. Setelah itu Agnes juga keluar dari ruang guru


"Kuy jalan" Ajak Agnes


"Kuylah" Ucap Putri


"Eh? Rencanaku gimana?" Tanya Vani


"Kepintaranmu, kita gunakan lain kali" Ucap Agnes. mereka berempat pergi ke rooftop. Di depan pintu, Awani membuka pintu rooftop menggunakan kunci yang ia bawa


"Cklekk", "Kebuka dong" Ucap Awani senang


"Nice nice nice!!" Ucap Agnes yang ikut senang. Mereka berempat segera keluar ke rooftop . Tanpa mereka sadari, mereka lupa mencabut kunci dari pintunya


"Mueheheehee, cuacanya cukup hangat" Ucap Vani senang sambil menatap langit


"Enak nih buat berjemur" Sambung putri senang


"Swossshhh...." Angin bertiup, "Anginnya juga seger" Sambung Agnes


"Waktunya tidur siang" Ucap Vani. ia mengambil beberapa kardus bekas yang menumpuk di samping pintu rooftop dan menggelarnya di lantai. Setelah itu ia berbaring di atas kardus itu


"Njirrr, ngenes amat hidupmu" Ucap Agnes iba yang melihat tindakan Vani


"Wkwk, yang penting nggak tidur di lantai" Ucap Vani senang, "Gabung sini" ajaknya. mereka berempat tidur berderet di atas sebuah kardus dan menikmati suasana tidur siang yang menenangkan


Suasana hati Vani terasa tidak enak, hal itu membuatnya susah tertidur. Namun berbeda dengan Awani dan Putri, mereka berdua sudah tidur terlelap dari awal berbaring


"Mereka cepet banget tidurnya" Ucap Agnes terheran


"Njirr, kok aku rasanya gelisah gini sih. Kenapa ya" Ucap Vani cemas


"Kenapa apanya?" Tanya Agnes


"Malah balik nanya" Ucap Vani, "Perasaanku nggak enak, pasti bakal ada kejadian nih"


"Coba pikirin, hal apa yang bisa sebabin kamu dalam masalah?" Ucap Agnes


"Yang lagi kita lakuin ini, pasti bakal jadi masalah" Ucap Vani


"Bukan yang ini, yang lainnya" Ucap Agnes


"Aku coba pikirin" Ucap Vani. ia mencoba mengingat hal yang membuatnya merasa cemas. Karena terlalu lama berfikir, ia tertidur, "Zzzzzzzzz...."


" Udah ketemu jawabannya?" Tanya Agnes. ia tidak mendapatkan respon dari Vani. ia menoleh ke arah Vani, "Njerr, tidur", "Aku juga deh" Ucapnya. ia ikut tertidur pulas


```


```


Beberapa jam kemudian, seorang penjaga sekolahan yang melintas di samping tangga rooftop, melihat pintu rooftop yang sedikit terbuka. ia naik untuk mengeceknya


Saat ia mengamati daerah rooftop dari pintu, ia tidak melihat seorang pun di sana, "Nggak ada orangnya. Mungkin ketinggalan kali" Ucap penjaga sekolahan. ia menutup pintu rooftop dan menguncinya dari dalam, "Balikin ke ruang guru deh, kali aja dapet bonus hehe" ia turun dari rooftop dan pergi ke ruangan guru untuk mengembalikan kunci

__ADS_1


__ADS_2