
'hmm...' gumam Vani. Saat itu Agnes memperhatikan Vani dengan teliti, “eh Van? Kamu abis mewek yaa?” Ejek Agnes. Vani menatap balik Agnes
“mana ada. woahhh... ngantuk aku, mataku sampe berair. keluar gih” Ucap Vani sambil menguap
“yeee.. ngusir. Nggak biasanya kamu tidur jam segini” Ucap Agnes
“besok kan mau liburan, dah jan banyak nanya woy. keluar sana, mau tidurr!” Ucap Vani ngegas
“nah gitu dong ngegas. ya udah aku keluar. bye bye” Ucap Agnes. Ia berbalik dan berjalan keluar dari kamar Vani. Saat Agnes keluar dan menutup pintu kamarnya, Vani langsung bangkit dari duduknya dan berlari kecil menghampiri pintu kamarnya, ia mengunci pintu itu
(“bahaya juga Agnes, untung tadi ku udah ngga nangis. bisa malu sampe ke ubun ubun kalau sampai ketahuan nangis”) batin Vani lega, “hmm.. sekarang apa?? oh ya inget..” Ucapnya. ia mengambil handphone disakunya dan menelepon seseorang
“tutt..”
“moshi moshi... Zuan nii koko ni iru?” Sapa Vani
[“hallo... kak Zuan disitu??”]
'hai’, watashi koko ni iru. Nani ka arimasen ka?' Sapa balik Zuan di telepon
[“iya, saya ada disini. Apa ada sesuatu”]
“ano.. Zuan nii wakaru??” tanya Vani
[“anu.. kak Zuan mengerti?”]
'hai’... watashi wa hoka no kuni kara itsutsu no gengo o hanashimasu' Ucap Zuan di telepon
[“iya... saya menguasai bahasa dari lima negara”]
“ha?? Nggak ngerti. pake bahasa yang biasa aja kak” Ucap Vani bingung
'ahahahaa.. saya kira Little Van menguasai bahasa itu' Ucap Zuan di telepon
“dikitt doang.. btw tadi yang ngomong panjang artinya apa?” Tanya Vani penasaran
'oh itu.. saya mengusai lima bahasa dari berbagai negara' Jelas Zuan di telepon
“wihh keren... aku baru dua bahasa doang loh” Ucap Vani kagum
'ahahaha... Little Van terlalu berlebihan memuji saya. Presdir Kim lebih hebat dari saya, beliau sudah menguasai belas bahasa lebih dari berbagai negara' Ucap Zuan di telepon
“wihh... Khakim bisa begitu? Ngga nyangka aku” ucap Vani takjub
__ADS_1
'Bukannya di sekolah Little Van ada lima mapel bahasa? setahu saya, presdir Kim sudah mulai menguasai bahasa asing dari sekolah menengah pertama dan saat masuk sekolah menengah akhir, beliau juga meneruskan ke sekolah yang sama dengan Little Van' Ucap Zuan di telepon
(“kok dia lebih tau tentang khakim dari pada aku”) batin Vani heran, “iya ada... lebih dari lima malahan. cuman aku jarang masuk kelas bahasa” sambungnya
'maksudnya Little Van sering bolos kelas bahasa??' Tanya Zuan
“ah bukan bukann... udah lah lupakan, btw besok ku butuh Kak Zuan' Ucap Vani mengalihkan topik
'besok... em.. sore bisa Little Van. Kalau pagi siang malam, saya ada rapat' jelas Zuan di telepon
“sibuk amat” Ucap Vani
'kalau boleh tau, ada apa Little Van membutuhkan saya?' Tanya Zuan di telepon
“aku butuh kendaraan, akhir pekan aku mau ajak temen temenku pergi liburan ke Villa” Ucap Vani
'Villa? Yang di mana?' Tanya Zuan dari telepon
“haishh.. lupa nama tempatnya. yang deket pantai itu loh” Ucap Vani
'Villa orang tua Little Van? Atau milik Presdir Kim?' Tanya Zuan di telepon
“emm... kayaknya punya mama papa” Jawab Vani
“bukan yang itu. itu loh, yang aku nyasar ke hutan trus Khakim sama Kak Zuan temuin” Jelas Vani
'oh tempat itu... Little Van benar akan mengajak teman teman Little Van kesana? Sudah bilang ke Presdir Kim?' Tanya Zuan dari telepon
“abis ini ku telpon Khakim, kak Zuan siapin transportasi sama yang lainnya juga.. kita berangkat besok sore” Ucap Vani
'besok sore?' Tanya Zuan terkejut
“yapp.. onegaii nee” ucap Vani
[“yapp... pliss ya”]
'agak susah kalau mendadak begini, tapi akan saya usahakan' Ucap Zuan dari telepon
“okeysip.. ku serahin itu ke Kak Zuan. kalau kak Zuan yang tangani pasti bisa” Ucap Vani yakin
'api maaf Little Van, saya tidak bisa ikut menemani Little Van. sebagai gantinya saya akan kirimkan lima bodyguard untuk mengawal Little Van' Ucap Zuan dari telepon
("Bawa bodyguard nggak bebas, ntar malah canggung") batin Vani, "Jangan Kak! Nggak usah.. Aku nggak mau liburan sama bodyguard!!" Sambungnya ngegas
__ADS_1
'Heh?? Tapi saya tidak mungkin mengizinkan Little Van pergi tanpa pengawasan dari saya' Ucap Zuan di telepon
"Humm.. Yahh.. Trus gimana?" Tanya Vani
'Oh.. Saya tau Little Van. Kebetulan adik saya berada di negara B, Saya akan meminta dia menggantikan tugas saya mengawal Little Van' Ucap Zuan di telepon
"Adiknya Kak Zuan ya. Humm... nggak masalah, yang penting jangan bodyguard hehe" Jawab Vani dengan tawa kecil
'Baiklah Little Van, masih ada yang ingin disampaikan?' Tanya Zuan di telepon
"Oh nggak nggak, udah kak" Jawab Vani
'Jangan lupa untuk menghubungi Presdir Kim, Little Van' Ucap Zuan di telepon
"Okeysip.. Ku tutup dulu ya Kak, bye bye" Ucap Vani. Ia memutus teleponnya dengan Zuan. Setelah itu, ia mencoba menghubungi Kim
"Tut.. Tutt... Tutt.."
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah..."
"Tutt"
"Nggak aktif? Hahh.. Kirim chat aja deh" Ucap Vani sambil menghela nafasnya. Ia mengirimkan sebuah chat pada Kim
Di Chat
Vani : "Besok ku ajak tmen² liburan ke Villa ortu kita, Khakim izinin kan??:3. Oh ya.. Gimana keadaan Khakim??? Aku kangen nih, jan lupa bales chatku ya.. Kalau udah nggak sibuk, telpon aku yaaa.. bye Kak, jaga kesehatan selalu :>> "
Vani menonaktifkan handphonenya dan meletakkannya di atas meja dekat kasurnya, ia membaringkan badannya di atas kasurnya dan memejamkan kedua matanya untuk tidur
Di sisi lain, Kaituo pergi menghampiri Agnes yang berada di kamar tamu. Di depan kamar tamu, ia mengetok pintu beberapa kali
"Tok.. Tok.. Tok.."
"Siapa?" Saut Agnes dari dalam Kamar
"Kaituo!" Saut balik Kaituo
"Darimana? Bawa apa? Buat siapa?" Saut Agnes, ("Eh?? Nggak asing.. Waktu sd ku pernah main itu dulu wkwk") Sambung batinnya. Ia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju pintu kamar tamu. Ia membuka pintu itu dan langsung bertatap muka dengan Kaituo
"Whats up?" Tanya Agnes
"Bisa ngobrol bentar?" Tanya balik Kaituo
__ADS_1
"Masuk" Jawab Agnes singkat. Agnes berbalik dan pergi duduk di sofa panjang di kamar tamu. Kaituo menutup pintu kamar itu dan pergi menyusul Agnes