Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_115


__ADS_3

Di dalam Villa, Ray dan Kaituo berlari menaiki anak tangga dengan cepat menuju lantai dua, "Kenapa kamu ke lantai dua, berpencarlah!" Ucap Kaituo


"Kamu yang pencar, aku yang cari ke lantai dua" Ucap Ray


"Lantai dua hanya untuk keluarga besar Osamu, biar aku aja!"


"Aku ingin pastiin secara langsung"


Sesampainya di tangga teratas, mereka terhenti dengan nafas yang terengah engah, "Huh.. huh.. Huhh..", "Tinggi juga tangganya" Ucap Kaituo sembari menstabilkan pernafasannya


"Huuh.. Huhh...", "Lemah, naik tangga satu lantai aja capek begitu" Ucap Ray dengan nafas terengah engah


"Kamu sendiri sama! Lari non stop dari pantai sampai sini emang cukup menguras tenaga. padahal ada lift di bawah, kenapa lari ke tangga" Ucap Kaituo


"Aku nggak sadar ada lift di bawah. lupakan itu, sekarang,lihat.. Dimana kamar Vani?!" Ucap Ray sembari mengamati seisi lantai dua yang sangat luas


"Aaaa.. Hufh.." Kaituo menarik nafas panjang dan mengeluarkannya, "Ayo cek satu persatu" Ajaknya. Ray menoleh ke arahnya, "Berpencar?" Tanya Ray


"Jangan, kita belum kenal tempat ini, giman kalau kamu nyasar?!" Ucap Kaituo


"Ingatanku tajam, tenang aja" Ucap Ray


"Jangan.. kita cari sama sama!!" Ucap Kaituo ngotot, ("Jangan sampai dia nemuin Vani lebih dulu daripada aku") sambung batinnya


"Baiklah, setuju"


Mereka berdua berjalan menelusuri lorong Villa untuk mencari keberadaan Vani. Mereka mengecek setiap kamar yang mereka lewati dengan teliti. Hingga saat Kaituo hendak membuka sebuah pintu kamar, ia melihat sesuatu


"Eh.. hey, Lihat ini. Dua kamar yang kita lalui tadi nggak ada papan namanya. Tapi ini bertuliskan Kim Osamu, berarti ini kamar milik Kim. Kalau begitu.. Udah jelas.." Ucap Kaituo terhenti. Ray langsung menghampiri Kaituo dan melihat apa yang sedang di lihat Kaituo. Kaituo melirik ke arah Ray yang berdiri di sampingnya dengan tatapan penuh kecurigaan. Begitu juga dengan Ray, ia merasa Kaituo memiliki suatu hal yang sudah di rencanakan tanpa ia ketahui


Setelah beberapa detik saling bertatapan penuh kecurigaan. Tanpa aba aba mereka berdua berlari bersaing untuk menemukan papan nama Vani di kamar kamar selanjutnya


Di ujung lorong, mereka terhenti di depan suatu kamar, "Ketemu!" Ucap mereka kompak. Mereka berdua sempat saling menoleh satu sama lain. Namun dengan cepat mereka mengalihkan pandangannya dan membuka paksa kamar dengan papan nama Vani


"Brakk..." Pintu terbuka dengan lebar


"Vani!!!" Panggil mereka berdua kompak


Vani yang sedang tertidur pulas, terkejut dan terbangun dari tidurnya, "Hah?!" Ia menoleh ke asal suara dengan cepat. Saat melihat keberadaan Kaituo dan Ray, ia kembali merasa tenang, "Oh.. Kalian, ngagetin aja" Ucap Vani sembari mengalihkan pandangannya


"Huffh.. Syukurlah" Ucap Kaituo dan Ray kompak. Mereka kembali menoleh ke arah satu sama lain


"Kenapa kau meniru setiap perkataanku?!" Ucap Kaituo nyolot


"Siapa yang menirumu?! Jelas jelas kau yang meniruku!!" Ucap Ray nyolot


"Berisik! Debat di tempat lain sana, jangan ganggu tidurku!" Ucap Vani sambil menutup telinganya dengan bantal. Mereka berdua berjalan mendekati kasur tempat Vani berbaring, "Vani.. Kenapa kamu pergi tanpa kasih tau aku?!" Tanya Kaituo serius


"Emmm.." Gumam Vani. Ia mencoba untuk kembali menidurkan matanya yang masih sangat mengantuk


"Jawab dulu!" Ucap Kaituo sembari menarik paksa bantal yang menutupi telinga Vani. Vani refleks langsung menoleh ke arah mereka berdua dan memasang ekspresi kesalnya, "Apaan sih?!"


"Kenapa kamu pergi semaumu sendiri?!" Tanya Kaituo


"Aku ngantuk Kaiii"


"Kamu tau nggak? Kamu udah buat yang lainnya cemas! Mereka semua sekarang lagi bingung cari kamu!" Ucap Kaituo kesal

__ADS_1


"Bodoamat. Akhh.. Aku ngantuk!!" Ucap Vani sembari menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya


"Vani! Sekarang bukan saat tidur, kamu harus minta maaf sama yang lain!" Ucap Kaituo Kesal


"Kamu perwakilan" Jawab Vani


"Nggak! Harus kamu langsung!" Ucap Kaituo ngotot


"Ray.. Kamu.." Ucap Vani


"Vani!" Panggil Kaituo


"Cukup Kaituo. Biarin dia tidur, aku yang akan kasih tau ke yang lain" Ucap Ray


"Nice Ray" Saut Vani dari balik selimut


"Dasar anak ini, jangan sampai hal ini terulang lagi!" Ucap Kaituo mengalah


"Hmmm.." Gumam Vani


"Satu lagi.. Jangan pernah deketin hutan, apa lagi masuk ke dalamnya!" Ucap Kaituo serius


"Iya iyaa.. Sana keluar, aku mau lanjut tidur.. Good night!!" Ucap Vani


"Huh.. Good night" Ucap Kaituo, "Ayo pergi" Sambungnya. Mereka berdua melangkah keluar dari kamar Vani dan kembali menuju lantai dasar dengan menaiki lift


"Lah? kan hampir pagi" Ucap Kaituo teringat


"Tingg.."


Mereka berdua melangkah keluar. Di sana mereka di sambut oleh teman teman mereka yang penasaran dengan hasil pencarian mereka


"Hahhhh.. Percuma" Ucap Ray dengan ekspresi murung


"Kenapa? Apa yang terjadi?!" Tanya Jack


"Iya Ray.. Kenapa?!" Sambung Citra


"Dia tidur di kamarnya" Ucap Kaituo. Mendengarnya dari Kaituo, mereka semua merasa lega


"Huhh.. Syukurlah kalau begitu" Ucap Jorhan


"Terima kasih udah cemasin dia" Ucap Kaituo


"Heh.. Udah kuduga" Ucap Agnes


"Tapi menurut kesaksian Nona Awani, Little Van pergi ke hutan" Ucap Zou. Mereka semua menoleh ke arah Awani, Namun Awani sudah tidak berada di tempatnya berdiri sebelumnya, "Aku tidur duluann" Teriak Awani sembari berlari menuju kamarnya di lantai dasar


"Hahh.. Kalian berempat, selalu aja nggak bisa serius disituasi apapun!" Ucap Kaituo sembari menghela nafas panjang


"Kenapa aku ikut?" Tanya Agnes


"Sudahlah, yang penting Little Van baik baik saja. Sekarang pergilah ke kamar kalian dan kembali beristirahat" Ucap Zuo


"Lihat.. Di luar udah terang" Ucap Jorhan


"Tidur saja, kalian pasti lelah. Saya akan membangunkan kalian di siang hari untuk agenda selanjutnya" Ucap Zuo dengan senyuman kecil di wajahnya

__ADS_1


"Humm.. Udah jam setengah enam. Woahh... Good morning, selamat tidur kembali" Ucap Agnes sambil menguap. Ia berjalan pergi ke kamarnya untuk beristirahat


"Aku juga" Ucap Putri. Ia menyusul jalan Agnes dan kembali ke kamarnya


"Oke.. Kita juga tidur" Ucap Jorhan. Jorhan, Citra dan Zuo pergi dari tempat itu dan kembali ke kamar masing masing


"Dimana Nova?!" Tanya Kaituo tersadar


"Nova?" Tanya Ray


"Pacarku"


"Entah.. Aku udah ngantuk, cek ke kamarnya, kalau nggak cari diluar" Ucap Ray


"Oh oke"


Ray kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan Kaituo mencari keberadaan Nova. Di kamar Nova, Kaituo tidak menemukan keberadaannya. Ia berlari keluar dari Villa. Di depan Villa, ia mengamati seluruh sudut dan sisi tempat itu. Ia merasa lega saat melihat keberadaan Nova yang sedang duduk seorang diri tanpa alas di pasir pesisir pantai menghadap ke arah lautan lepas. Ia dengan cepat berlari menghampirinya dan duduk di sampingnya, "Hey.. Lagi apa disini?" Tanya Kaituo dengan senyuman manis di wajahnya. Nova menoleh ke arahnya sejenak


"Sayang.. Aku cuma lagi menikmati keindahan lautan" Ucap Nova dengan senyum kecil di wajahnya. Kaituo merasa ada yang aneh dengan Nova, "kamu kenapa?"


"Nggak ada.. Aku cuma ngerasa malu ke diriku sendiri" Jawab Nova tertunduk


"Hey.. Liat aku, ceritain aja ke aku"


"Aku ngerasa malu karena aku dilahirkan di keluarga yang nggak setara sama kalian semua"


"Apa maksudmu?"


"Apa.. Aku pulang aja ya"


"Ada yang menyinggungmu?"


"Nggak ada.. Hanya saja, tadi aku sempat ngobrol sama ketiga temen Vani secara langsung"


"Agnes, Awani sama Putri?"


"Iya mereka bertiga" Jawab Nova sembari menoleh ke arah Kaituo


"Apa yang mereka katakan?"


"Aku cuma mau ajak mereka berteman. Tapi mereka bilang, mereka dari keluarga ternama. Mereka nggak pantas berteman denganku yang nggak setara sama mereka" Jelas Nova dengan senyum pahitnya


"Apa?! Mereka benar benar bilang itu semua ke kamu?!" Tanya Kaituo kesal


"Iya.. Tapi, sudahlah sayang. Nggak apa, mereka benar kok"


"Nggak bisa dibiarin!! Aku nggak nyangka, bisa bisanya mereka cari teman dengan status sosial yang setara. Aku akan tegur mereka langsung!"


"Jangan sayang.. Jangan. Aku beneran nggak apa apa kok. Aku juga nggak mau kamu marah ke mereka. Bagaimanapun juga, mereka junior kita. Kita bisa menuntun mereka perlahan ke arah kebaikan"


"Benarkah? Kamu nggak mempermasalahkannya?"


"Iya sayang. Selama ada kamu disisihku, aku nggak akan ngerasa sedih sedikitpun. kamu nggak mungkin biarin aku sedih kan?" Ucap Nova dengan senyuman di wajahnya. Kaituo membalasnya dengan senyuman juga


"Sayangku ini baik banget sih, Jadi makin sayang" Ucap Kaituo. Saat Kaituo hendak mengusap usap rambut Nova, ia teringat sesuatu dan mengurungkan niatnya, "Kamu nggak ngantuk?" Sambungnya


"Uwaaa.. Kamu tahu aja" Ucap Nova bersemangat. Ia berdiri dari duduknya, "Ayo sayang, kembali ke Villa dan tidur"

__ADS_1


"Hmmm.." Kaituo hanya mengangguk kecil dan tersenyum menanggapinya. Mereka berdua kembali ke Villa dan pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat


__ADS_2