Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_051


__ADS_3

"Hufttt... Dasar perawat" Ucap Vani kesal. ia duduk di pinggiran hospital bed


Beberapa saat kemudian, suster masuk ke dalam ruangan membawa perban ganti, "Permisi" Ucap suster


"Hm.." Jawab Vani dengan ekspresi datar


"Bagaimana keadaan Nona Vani? Apa sudah merasa enakan?" Tanya suster sambil tersenyum


"Hm" Gumam Vani singkat


"Kalau begitu permisi lepas bajunya" Ucap suster


"Hah? Mau ngapain?" Ucap Vani terkejut sambil menghindar


"Katanya ganti perban" Ucap Suster sambil tersenyum


"Oh iya, lukaku dipunggung. Bantuin" Ucap Vani


"Baiklah" Ucap Suster. Suster itu membantu Vani melepas bajunya. Setelah itu ia mengganti perban punggung Vani


"Sus, punggungku emangnya kenapa?" Tanya Vani


"Loh, kamu yang punya luka kok kamu nggak tahu sih" Ucap Suster


"Ga jadi" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Ahahaaa.. Becanda" Ucap suster sambil tertawa kecil


"Ihihihi.. Bicindi" Ucap Vani lirih. Beberapa saat kemudian, Suster selesai mengganti perban Vani. ia kembali membantu Vani memakai bajunya


"Nah, sudah selesai" "Masih ada yang dibutuhkan?" Ucap suster


"Nggak ada" Ucap Vani

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" Ucap suster. ia pergi dari ruangan Vani


"Tcih.. bosen banget disini" Ucap Vani. ia kembali turun dari hospital bed dan berjalan mengelilingi ruangan. Saat itu, ia membuka pintu ke teras, ("Hum.. semeter doang ini mah") batinnya sambil membandingkan tinggi pagar teras dengan tingginya, ("Mereka beneran masuk lewat sini ya") ia melihat sekitarnya, ("Sepi amat") batinnya senang. ia mencoba memanjat pagar teras itu dengan satu tangannya, "Susah njerrr" Ucap Vani kesal sembari memanjat


"srakk.." "baggg.." kakinya terpeleset dan ia terjatuh, "Fck!!" Ucap Vani kesal. ia mencoba bangkit kembali


("Sakit njirr, nyerinya kambuh lagi kalau kebanyakan gerak") batin Vani. ia berniat untuk mencoba memanjat lagi, "Akhh... Susah amat" Ucap Vani kesal. Saat ia sudah memanjat setengah dari pagar teras, ia terhenti karena mendengar sesuatu, "Ceklekk*.." "Vani!!" Teriak seseorang dari dalam ruangan


"Hah!??" Vani terkejut dan kembali terjatuh, "bugg..."


"Akh,, Siapa sih ganggu!" Ucap Vani kesal. Orang yang memanggilnya segera menghampirinya di teras, "Kamu nggak  papa?" Tanya orang itu


"F*ck!“ Ucap Vani kesal sembari menoleh ke arah orang itu, "Eh.. Kai.. hahaha.. maksudkuu.. bukan begitu.. refleks ngomong gitu, jangan kasih tau Khakim ya, pliss" Ucapnya dengan senyum kecil


"Kamu baik baik aja? Ayo berdiri" Ucap Kaituo sambil membantu Vani berdiri


"Akh.. Sakit sakit, jangan pegang lengan kananku" Ucap Vani kesakitan


"Oh, maaf" "Pasti sakit banget ya?" Ucap Kaituo


"Dasar, kasihan kamu. kamu nggak kangen aku?" Tanya Kaituo sambil memeluk Vani


"Dikit sih" "Tapi, lepasin woy.. tanganku kegencet" Ucap Vani panik


"Ah.. Maaf maaf" Ucap Kaituo sambil melepaskan pelukannya. Suasana tiba tiba menjadi hening, mereka berdua hanya saling bertatap mata, "Bhaks.. Ahahahahaaaaa.." Tiba tiba mereka berdua tertawa tanpa sebab


"Ahahaaa.. kenapa kamu ketawa?" Tanya Vani sambil tertawa


"Kamu juga ketawa ahahahaaaa.." Ucap Kaituo sambil tertawa


"Ga jelas" Ucap Vani yang menghentikan tawa mereka, "Kenapa kesini?"


"Tentu aja buat liat kamu" Jawab Kaituo sambil tersenyum

__ADS_1


"Hm... Udah liat kan? pulang sana. kan bukan hari libur, kau bolos ya" Ucap Vani


"Aku jauh jauh terbang dari negara A cuma buat diusir gini?" Ucap Kaituo


"Bodoamat, blweeee.." Ucap Vani mengejek


"Dasar, masih ngeselin aja" Ucap Kaituo, "Badanmu udah mendingan kan?"


"Tanya itu mulu, bosen dengernya" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Kamu dari kecil nggak pernah bilang kalau kamu ngerasa sakit, kamu selalu anggap sepele dan tetap lakuin aktivitas biasanya walaupun badanmu lagi sakit, udah ku bilang kerjaan orang sakit itu istirahat bukan keluyuran!. Aku tau kamu nggak mau bikin orang orang disekitarmu khawatir, tapi buat kali ini tolong jawab sejujur jujurnya" Ucap Kaituo


"Yee.. Sok tau! aku gapapa beneran juga" Ucap Vani datar


"Kamu ingat kejadian dulu pas..." Ucap Kaituo terhenti, "Nggak" Jawab Vani


"Lagi ngomong jangan di potong" Ucap Kaituo kesal


"Ahahaha.. becanda Tuan Kai, silahkan dilanjut" Ucap Vani


"Hah.. mendadak males cerita"


"Hum.. Aku pernah gitu ya?" Tanya Vani


"Jadi cerita juga enggak" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar


"Ahahaha.. ga jelas emang" Ucap Vani sambil tertawa


"Vani, kamu harus tau waktu yang pas buat bercanda sama waktu yang pas buat serius" Ucap Kaituo


"Maksudnya?" Tanya Vani bingung


"Sekarang aku lagi serius" Ucap Kaituo

__ADS_1


"Ya terus??"


"Ah...  udahlah. Kenapa aku bisa punya temen kayak gini" Ucap Kaituo kesal


__ADS_2