CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 103 [LAST]


__ADS_3

Oek . . . oek . . . oek . . .


“Utu utu utu, anak Papa. Kenapa menangis sayang? Diapersnya basah, ya? Sini Papa gantikan.”


“Sini, Pa. Biar aku yang menenangkan Dipta.” Pinta Tia. Setelah mereka memiliki bayi mungil itu, mereka berdua memutuskan mengganti nama panggilan masing-masing agar lebih terbiasa nanti.


“Sudah, Ma. Kamu tidur saja. Kamu pasti lelah setelah mengasuh Dipta dari pagi sampai sore. Sekarang giliranku untuk membantumu.”


“Tapi besok pagi kamu ada rapat penting kan dengan Kak Raka?”


“Tak apa. Aku bisa bangun pagi. Tubuhku lebih kuat. Sudah tidurlah lagi. Biar aku yang menenangkan Dipta malam ini. Aku akan memberikan padamu nanti jika dia haus.”


“Baiklah, aku tidur dulu, ya.”

__ADS_1


“Ya, Sayang.” Rio mengecup mesra bibir merah Tia.


Sudah satu bulan Tia dan Rio merasakan menjadi orang tua dari seorang bayi laki-laki. Pradipta Erens Dewanto, nama itulah yang akan disandang cucu pertama dari keluarga Gunawan Erens Dewanto, yang tidak lain merupakan orang tua Rio. Setiap pagi sampai sore, Dipta akan bersama Tia karena Tia masih memberikan asi ekslusif. Bunda Ajeng juga dengan cekatan membantu Tia untuk mengasuh Dipta yang terkadang menangis disela-sela tidurnya. Orang tua Rio datang ke Indonesia saat usia kandungan Tia sudah menginjak 9 bulan. Mereka berdua sangat bersemangat menyambut kehadiran cucu pertama dikeluarga mereka. Sedangkan pekerjaan rumah seluruhnya dipegang oleh Bik Inah kembali, Bibi yang pernah membantu membersihkan rumah Rio dulu sebelum Rio menikah dengan Tia.


Setiap malam dengan sabar Rio menenangkan Dipta yang rewel. Sebisa mungkin Rio tidak mengganggu Tia tidur karena dia tahu jika istrinya kelelahan setelah mengasuh Dipta seharian. Rio tetap ingin menjadi suami dan seorang ayah yang siap tanggap demi keluarga kecilnya, walaupun pekerjaan padat sudah menunggunya esok pagi.


***


Tia tersenyum bahagia saat melihat orang-orang disekitarnya tertawa lepas dan hidup dengan damai. Wajah-wajah tersenyum mereka begitu menenangkan bagi yang memandang. Tak lupa Tia mengucap syukur kepada Sang Pencipta akan hidup yang penuh kebahagiaan setelah bertemu dengan seseorang yang tepat, yaitu suaminya.


Jika kita kehilangan sesuatu, percayalah jika Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang lebih berharga untuk kita. Hal itulah yang melandasi kebesaran hati yang Tia miliki. Dengan bersabar dan berbesar hati memaafkan orang-orang yang telah menyakitinya dimasa lalu, Tia bisa hidup dengan lebih damai dengan ketenangan hatinya tanpa ada rasa dendam.


...END...

__ADS_1


Hallo . . . disini dengan penulis. Sampai saat ini saya masih terus belajar dalam pembuatan alur cerita novel. Semoga terhibur dengan isi cerita didalamnya. Mohon maaf jika masih terdapat penulisan kata. Terimakasih banyak atas dukungannya dengan favorit, like, dan koment. Sampai berjumpa lagi dikarya berikutnya.


-One Hearth of Mine


-One Hearth of Mine : After Storm (Chat Story)


-Forbidden Love Story


-Every Night With You


-Choice In My Life


 

__ADS_1


__ADS_2