
Pelan-pelan Tia melangkah agar kedatangannya tidak diketahui Rio, dan saat membuka kamar utama, berharap jika suaminya terkejut akan kedatangannya namun nyatanya dirinyalah yang mendapatkan sebuah kejutan besar yang bisa mempengaruhi kehidupan pernikahannya dimasa depan. Seorang perempuan telah duduk diatas tubuh suaminya tanpa benang sehelaipun yang menutupi tubuhnya. Sedangkan Rio hanya menyisakan ****** ***** yang masih melindungi daerah sensitifnya.
Mata Tia membulat, nafasnya memburu, kedua mata indahnya sudah mulai menggenang cairan bening. Hatinya terluka, hatinya tersayat melihat orang yang dicintainya berada diatas ranjang sedang melakukan hal yang tidak seharusnya. Tia melihat hampir seluruh dada Rio terdapat bercak merah akibat keganasan permainan keduanya. Inikah alasanmu tidak menghubungi selama beberapa minggu ini? Pikiran Tia sudah terpaut akan hal buruk yang membuat suaminya sampai melupakannya. Bisa saja Rio kesepian selama berada jauh darinya dan mengharapkan sentuhan pengganti dari perempuan lain. Tidak mau mundur dan mengalah seperti dirinya dimasa lalu, dengan nafas yang masih memburu karena menahan emosi, Tia memasuki ruangan itu dimana sang perempuan sudah turun dari atas Rio dan terduduk disudut ranjang.
“Apa yang kalian berdua lakukan? Cepat jelaskan padaku Rio!” Tia membentak Rio dengan segenap kekuatannya.
Rio dengan nafas memburu berusaha sekuat tenaga untuk bisa duduk dan ingin menjangkau Tia berada. “Aku bisa menjelaskannya padamu, Sayang. Ini tidak seperti yang kamu lihat.” Jelas Rio dengan susah payah. Nafasnya menderu seakan sedang menahan gejolak besar yang melingkupi jiwanya.
__ADS_1
“Apa yang tidak seperti kelihatannya? Apakah ini masih kurang jelas?” Tia sudah mulai melelehkan air matanya.
“Dan kamu! Perempuan sialan! Pergi kamu dari sini sebelum aku merontokkan rambutmu dengan paksa dengan jambakan!” ancam Tia dengan garang. Wajahnya sangat mengerikan saat menatap perempuan yang masih telanjang itu. Takut akan ancama Tia, perempuan itu pergi mencari bajunya yang terserak dilantai kamar.
“Untuk apa kamu mencari pakaianmu? Bukankah kamu tidak tahu malu karena menggoda suami orang!” Tia dengan langkah besar mendatangi perempuan itu dan menyeret paksa perempuan yang berperawakan lebih kecil darinya itu untuk keluar dari ruangan kamar Rio. dengan kasar Tia mendorong perempuan itu keluar sampai tersungkur kelantai.
“Apa kamu bilang? Baju? Sudah baik kamu ku izinkan membawa selimut itu. Kamu perempuan tak tahu malu, harusnya kamu juga sudah terbiasa jika berjalan diluar tanpa mengenakan baju. Pergi dari sini!” puas meneriaki perempuan asing diluar itu, Tia langsung membanting pintu kamar itu dengan kasar, tak peduli jika tindakannya mengganggu tamu lainnya. Sekarang waktunya menyelesaikan urusannya dengan pria yang saat ini masih berstatus suaminya. Tia melangkahkan kakinya lagi dikamar dan mendapati Rio masih terduduk diatas ranjang dengan nafas dan mata yang masih memburu.
__ADS_1
“Rio! kamu berhutang penjelasan padaku. Jelaskan padaku apa yang kamu . . . emmmm.” Belum selesai dengan kalimatnya, Rio sudah membungkam mulutnya dengan ciuman yang menggebu. Tia mencoba memberontak tapi tetap saja usahanya tidak membuahkan hasil kaena tubuh Rio yang lebih besar dan kuat. Dengan kasar Rio menghempaskan tubuh Tia keatas ranjang.
“Maafkan aku, Sayang. Tapi aku sudah tak bisa menahannya lagi. Aku tak mampu . . .” ucap Rio dengan segenap kekuatannya yang tersisa. Matanya sedikit memerah, tubuhnya bergetar hebat karena menahan sesuatu.
“Kenapa kamu begini? Apa yang terjadi padamu?” Tia merasa khawatir pada suaminya, walaupun pria yang sekarang sudah mengkungkungnya itu telah mengecewakannya.
“Aku akan menjelaskannya nanti. Tapi tolonglah aku sekarang. Aku sudah tidak tahan.” Setelah itu Rio langsung menciumi seluruh tubuh Tia dengan kasar. Tia menuruti keinginan suaminya dan memilih untuk menunda amarahnya karena kondisi Rio yang lebih utama harus dikhawatirkan. Rio melampiaskan seluruh gairahnya dengan kasar kepada istrinya. Permainannya kali ini lebih kasar dan keras dibanding sebelumnya. Tia menerima semua perlakuan Rio dan memilih untuk menikmati perlakuan kasar yang tidak pernah Rio lakukan padanya. Perlu beberapa kali pelampiasan untuk Rio, agar bisa melepaskan api yang bergelora didalam tubuhnya. Gairahnya diluar kendalinya saat ini, karena melampiaskan pada orang yang dicintainya, tanpa harus menahan lagi, Rio mencurahkan segalanya.
__ADS_1