CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 91


__ADS_3

Kehidupan pernikahan Tia dan Rio sudah berjalan selama 6 bulan. Pernikahan mereka nyaris sempurna karena diliputi penuh perasaan cinta walau terkadang ada pertengkaran kecil didalamnya. Ibu mertuanya juga tak pernah absen sebulan sekali untuk menanyakan kabar keduanya. Bunda Ajeng tidak mau membebani menantunya dengan sering menanyakan kabar.


Beberapa bulan yang lalu juga Tia mendapatkan panggilan video dari sahabatnya yang berada diluar negeri. Cindy mengabarkan jika dia sudah melahirkan baby boy yang tampan. Wajahnya sangat mirip dengan Cindy, tapi mata, rambut, dan kulit bayi itu sepenuhnya milik Yose yang merupakan suami Cindy. Hal itu menambah kebahagiaan bagi kedua orang tua baru itu, yang berarti bahwa selama ini benih yang dikandung Cindy adalah benar-benar milik Yose.


Tia sangat bersyukur akan hidupnya setelah berpisah dengan Gilang. Kebahagiaannya datang bertubi-tubi seiring waktu. Tapi terkadang hal itu membuatnya takut. Dia takut akan kehilangan momen-momen indah yang beberapa bulan ini dia rasakan. Karena saat ini Rio semakin sibuk sampai-sampai terkadang mereka bertemu hanya satu minggu dua kali yaitu dihari Sabtu dan Minggu, walaupun Raka sudah kembali memimpin perusahaan, tapi persiapan pembangunan kantor cabang diluar negeri membuat Rio harus bertanggung jawab penuh dan berakhir dengan tumpukan kesibukannya.


“Rio, makanan sudah siap. Makan malam dulu, yuk.” Ajak Tia. Rio saat ini sedang tenggelam dengan tumpukan berkas diruang kerjanya yang dulu dipakai Tia sebagai kamarnya. Sejak mereka menikah secara sah, Tia secara resmi berpindah kekamar Rio dan kemudian mengubah kamar lama Tia menjadi ruang kerja.


“Sebentar ya, Sayang. Makanlah dulu. Aku akan menyusulmu.” Jawab Rio tanpa melihat istrinya yang masih berdiri diambang pintu.


“Oke.” Jawab Tia berat. Tia turun kelantai satu menuju meja makan yang menyatu dengan dapurnya. Sudah satu bulan ini waktu mereka berdua untuk bersama berkurang cukup banyak. Sering Rio pulang sudah larut malam dan berakhir dengan tidur disebelah Tia karena dia sangat kelelahan, tanpa obrolan tanpa permianan malam yang biasa mereka lakukan. Tia tidak berani memprotesnya karena dia tahu jika pembukaan kantor cabang tidaklah mudah. Banyak dokumen yang harus di urus, juga banyak berkaitan dengan pihak-pihak investor.


Tia melahap makanannya dengan lambat, dia berharap suaminya akan segera turun sehingga mereka bisa makan bersama. Tapi sampai makanannya tandas tak bersisa dipiringnya, Rio tak juga terlihat.

__ADS_1


“Hmmm . . . Tia, kamu harus mengerti keadaan suamimu. Dia sedang sibuk. Kamu harus mendukungnya.” Gumamnya sendirian. Selama satu bulan ini terus saja dia memotivasi diri sendiri untuk tetap mendukung suaminya walaupun dia merasa kesepian. Sesekali dia menghubungi Cindy disaat dia sedang bosan dirumah sendirian, tapi perbedaan waktu membuatnya kesulitan menentukan saat yang tepat untuk menghubungi Cindy, apalagi saat ini dia sedang mempunyai baby yang masih berumur 2 bulan yang memerlukan banyak perhatian.


Setelah membersihkan piringnya, dan meninggalkan piring makanan untuk suaminya, Tia tak langsung naik keatas kamarnya. Dia terduduk kembali dikursi meja makan itu sambil melihat sosial media miliknya. Sudah lama sekali Tia tidak pernah membagikan kabar darinya untuk bisa dikonsumsi publik. Setelah menikah dengan Gilang dulu, Tia memutuskan jika sosial media hanya untuk melihat kabar maupun  berita dari dunia maya tanpa harus meng-post tentang dirinya.


Tidak mendapati sesuatu yang menarik disosial medianya, Tia memilih untuk naik kelantai atas, menuju kamarnya. Langkah kakinya terhenti memandangi ruang kerja dari celah pintu yang sedikit terbuka. Dihatinya terasa ada sesuatu yang hampa karena perhatian suaminya yang selama ini untuknya penuh harus terbagi dengan pekerjaan.


***


“Sayang, maaf aku harus pergi pagi-pagi, ada masalah dipembangunan kantor cabang Singapura. Aku harus berada disana secepat mungkin. Jaga diri baik-baik. Love you, honey.” Isi pesan singkat dari Rio.


Tia menghembuskan nafas beratnya karena harus kehilangan waktu bersama suaminya walau dihari libur kantornya. Tia memperhatikan jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan. Dia memutuskan untuk membersihkan dirinya dan mengenakan celana jeans juga kaos  polos setelahnya. Dia ingin mengisi perutnya yang sudah mulai lapar. Karena hari ini dia sendirian dirumah, Tia memutuskan untuk makan diluar.


***

__ADS_1


Gilang memasuki sebuah restaurant yang didominasi dengan warna putih. Restaurant itu memiliki dua ruangan yang bisa digunakan pengunjung untuk menyantap makanan mereka. Didalam ruangan yang sejuk dengan pendingin ruangan atau diluar yang dapat dinikmati dengan sentuhan angin dan matahari yang terhalang oleh pepohonan yang sengaja ditanam untuk meneduhkan kursi-kursi dan meja yang berjajar dibawahnya.


Gilang memilih duduk didalam ruangan setelah memesan capcay seafood pesanan mamanya dan secangkir kopi untuknya. Dia mengedarkan pandangan keluar ruangan karena restaurant itu hanya tersekat kaca bening dihampir seluruh bangunannya. Pandangannya terhenti saat mengenali seseorang yang sedang menyantap makanannya diluar sana. Hatinya terasa sakit karena penyesalan yang masih melingkupi hatinya. Tatapannya tak berganti walaupun pramusaji mengantarkan secangkir kopi kemejanya. Kedua mata itu masih menatap lekat sosok perempuan cantik yang pernah disakitinya.


“Saya perhatikan jika Anda terus saja memperhatikan nyonya Rio Erens Dewanto sedari tadi.”


Otomatis Gilang mendongakan kepalanya melihat seseorang yang tiba-tiba berbicara disebelahnya.


“Kalau saya tidak salah tebak, Anda punya perasaan kepada perempuan itu.” Laki-laki itu menunggu reaksi dari Gilang, dan tersenyum setelah tidak mendapatkan bantahan dari orang yang duduk dihadapannya.


“Saya mau menawarkan sebuah kerja sama. Kita bisa mendapatkan keuntungan bersama. Anda bisa mendapatkan perempuan itu, dan saya bisa menghancurkan laki-laki angkuh yang bernama Rio itu.”


Gilang menatap lekat laki-laki yang sekarang sudah duduk didepannya, menghalangi pandangannya keluar dimana Tia berada.

__ADS_1


__ADS_2