CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 46


__ADS_3

“Bagaimana harimu hari ini, Tia?” tanya Cindy saat mereka berdua sudah bersiap untuk tidur malam.


“Hari-hariku seperti biasanya, dan ini sangat menyenangkan.” Jawab Tia dengan semangat.


“Aku tahu jika kamu memang seharusnya berada ditempat itu. Lihatlah senyummu yang tidak pudar saat menceritakan pekerjaanmu.”


“Terkadang kita baru menyadari suatu hal begitu berharga setelah merasakan kehilangan. Dan aku menyadari bahwa aku memang sangat suka bekerja dibidangku saat ini.”


“Lalu, bagaimana proses perceraianmu? Kamu jadi menggunakan jasa pengacara?”


“Aku sudah bertemu dengannya tadi saat jam makan siang. Dia memastikan padaku akan menyelesaikan semuanya tanpa aku harus datang ke pengadilan. Hahhh . . . bagaimanapun pekerjaan cukup menyita waktuku. Waktu luangku hanya di jam makan siang.”


“Semoga kamu cepat terlepas dari belenggu pernikahanmu.”


“Semoga saja, Cindy. Rasanya sudah lelah harus menghadapi Gilang dikantor yang masih menyalahkanku.”


“Memang brengsek Gilang itu. Dia yang berbuat salah, malah dia menyalahkanmu. Mana sampai menuduhmu ada hubungan dengan Pak Rio.”

__ADS_1


“Hmmm, kamu tahu dari mana? Aku tidak pernah bercerita tentang hal itu.”


“Kamu lupa, cantik. Aku kan masih didalam group chat, jadi aku tahu semua yang mereka bicarakan. Kamu tahu? Mereka menghajar habis Gilang dengan kekuatan ucapan, sampai-sampai dia keluar dari group.”


“Jadi benar yang dibicarakan Gilang kemarin?”


“Apalagi yang membuatmu bersimpatik pada dia? Hinaan yang ditujukan padanya karena kelakuannya sendiri, bukan karena kamu, Tia. Dan yang lebih menyenangkan saat membacanya, saat mereka membicarakanmu dengan Pak Rio. Ada yang cemburu, ada yang marah, tapi pada akhirnya mereka merelakan Pak Rio karena pilihannya jatuh padamu. Sungguh menyenangkan ikut dalam group itu.”


“Keluarlah! Kamu bukan lagi bagian dari perusahaan. Jangan mengintip masalah perusahaan orang.”


“Biar saja. Habisnya aku sangat kesepian saat kamu kerja dan saat Yose masih dalam proses pengurusan berkasnya.”


“Kenapa dia yang harus menjadi pasanganku?”


“Dia pasti menolak untuk menolongku, dan kamu harapanku satu-satunya untuk menariknya kepesta pernikahanku. Aku mau dipernikahanku nanti ada pria tampan yang pastinya akan menjadi daya tarik sendiri bagi teman-temanku yang lapar akan kehadiran laki-laki tampan dan gagah seperti Pak Rio.”


“Kamu ingin mengumpankan Rio?”

__ADS_1


“Biar saja. Aku sedikit jengkel karena memperlakukanku semena-mena, tapi aku juga butuh bantuannya.”


“Kamu tidak takut sorotan tamu tertuju pada Rio dan bukan Yose?”


“Tentu saja! Aku tidak mau mereka memelototi suamiku dengan pikiran kotor mereka. Kamu tidak tahu saja, teman-teman perempuanku itu lebih menakutkan dibanding serigala betina. Saat mereka melihat mangsa, dengan cepat mereka membidik dan menerkanmnya. Maka dari itu aku perlu Pak Rio.”


“Luar biasa rencanamu.”


“Tentu saja, selain itu juga dia bisa mendampingimu selama pesta pernikahanku. Aku tahu kamu tidak kenal siapapun dilingkaran pertemanan setanku itu, jadi aku perlu Pak Rio untuk menjagamu. Karena temanku yang akan datang bukan hanya perempuan, tapi juga ada laki-laki yang setiap harinya selalu bergonta-ganti pasangan. Aku tidak mau mereka macam-macam padamu, Pak Rio akan menjagamu.”


“Oke. Kita lanjutkan besok lagi. Sekarang beristirahatlah.” Tia menyusun bantal agar Cindy merasa senyaman mungkin.


“Selamat malam, Cindy.”


“Selamat malam, dan jangan lupa matikan lampu.”


Waktu begitu cepat berlalu, kini Tia sudah keluar dari rumah Cindy setelah mendapatkan gaji pertamanya. Walaupun harus dengan memaksa karena Cindy tidak memperbolehkan Tia untuk keluar dari rumahnya. Tia belum mendapatkan gaji penuhnya karena masa kerjanya belum terhitung genap satu bulan. Dengan gaji yang masih dibawah sepuluh juta, dia harus memutar otak untuk bertahan hidup dikota besar itu. Dia tidak mungkin terus menerus menyusahkan Cindy dengan cara menumpang atau meminjam uang darinya, karena Cindy sendiri memerlukan uang untuk mengurus segala keperluan pernikahannya. Saat ini, Cindy hanya mengandalkan uang dari tabungannya, sedangkan Yose belum bisa membantu Cindy karena dia sendiri sedang melengkapi beberapa berkas dan itu semua memerlukan biaya.

__ADS_1


Pada akhirnya Tia mengontrak rumah sedikit jauh dari kota karena hanya disitu harga yang bisa dijangkau saat ini untuk Tia. Walau lingkungannya sedikit kurang aman, tapi perempuan cantik itu akan lebih berhati-hati dimulai dari pakaian kantornya yang biasanya menggunakan rok diatas lutut, kali ini Tia lebih banyak menggunakan celana panjang dan blazer berlengan panjang. Dia tidak mau menarik perhatian yang berlebih, dan sudah dua minggu ini dia tinggal, tidak ada sesuatu hal aneh yang terjadi, namun tanpa dia sadari, kecantikannyalah yang membuatnya menarik perhatian beberapa pria penghuni lingkungannya setempat.


__ADS_2