CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 98 [5 MORE EPS TO THE LAST]


__ADS_3

“Sudah sampai. Aku masuk dulu.” Pamit Tia didepan lobi hotel. Dia tidak mengizinkan Gilang untuk mengantarnya sampai kedepan pintu kamar hotelnya.


Tia naik kelantai dua dimana kamarnya berada, tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Gilang sebenarnya sudah mengetahui dilantai berapa Tia menginap karena sejak perempuan cantik itu menginjakkan kakinya di Singapura, diam-diam Gilang mengikutinya dari belakang. Dengan bantuan Reza, Gilang bisa mengejar Tia sampai ke Singapura.


Gilang menaiki tangga darurat menuju lantai dua. Dengan berlari, dia bisa dengan cepat sampai kelantai itu dan berhasil mencegah Tia saat akan menutup  pintu kamarnya. Terkejut ada seseorang yang menahan pintu kamarnya, Tia membulatkan matanya saat melihat Gilang sudah berada dihadapannya dengan nafas yang tersengal-sengal.


“Gilang! Apa yang kamu . . . ” belum selesai Tia berbicara, tubuhnya sudah didorong Gilang untuk masuk kedalam kamarnya. Gilang menutup dan mengunci kamar Tia berada.


“Apa yang kamu lakukan, Gilang! Jangan bertindak yang macam-macam padaku!” teriak Tia ketakutan karena Gilang berjalan mendekatinya.

__ADS_1


Terpojok dengan dinding dibelakangnya, Tia harus menerima himpitan tubuh Gilang yang sudah memperangkapnya dengan kedua tangan Gilang. Wajah Tia menunjukkan rasa takut yang begitu besar karena takut mantan suaminya itu akan membahayakannya.


“Aku masih mencintaimu, Tia. Aku menjadi gila saat tahu jika kamu sudah menikah dengan laki-laki lain.” Gilang memaksa memeluk tubuh Tia yang menggigil karena ketakutan.


“Gilang . . . Gilang, tolong jangan begini. Aku perempuan sudah bersuami, Gilang. Hubungan kita sudah selesai. Aku mohon jangan seperti ini. Kita bisa bicarakan baik-baik, ya.” Tia berpikir keras bagaimana caranya bisa terlepas dari cengkraman mantan suaminya.


“Tidak ada lagi yang bisa dibicarakan, Tia. Kamu akan tetap memilih Rio daripada kembali menjadi milikku. Ini jalan satu-satunya agar kamu bisa menjadi milikku kembali.” Gilang menangkup wajah Tia dengan kedua tangannya dan ingin mencium bibir Tia.


“Gilang, kumohon sadarlah. Apa kamu tidak takut berurusan dengan Rio. Dia akan segera kemari!” ancam Tia ditengah rasa paniknya.

__ADS_1


“Dia tidak akan kesini, Sayang. Suamimu itu sedang bermain dengan perempuan lain. Jangan kamu kira aku tidak tahu jika Rio juga menghianatimu. Jadi kembalilah bersamaku. Menjadi milikku, Tia. Aku akan memperlakukanmu lebih baik lagi. Aku sungguh menyesal, Tia. Aku sangat mencintaimu.


“Gilang, tolong jangan seperti ini. Tolong hentikan . . . ” air matanya meleleh bersama rasa takutnya. Bayangan akan percobaan perkosaan dimasa lalunya membentang di ingatannya.


Belum bisa melepaskan diri dari Gilang, pria itu sudah berhasil mengambil alih bibir merah Tia. Dengan buas Gilang menciumi bibir seseorang yang sangat dicintainya. Dia tidak memperdulikan Tia yang masih memberontak dan menginginkan lepas dari kungkungannya.


Gilang mendorong tubuh Tia keatas tempat tidur, dia tidak perduli walaupun Tia menangis dan ketakutan dihadapannya.


“Gilang, kumohon jangan seperti ini . . .” ucapnya ditengah isakan tangisnya.

__ADS_1


“Maafkan aku, Tia. Maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya jika kamu berjanji mau kembali kepelukanku, Sayang. Setelah ini kembali ke Jakarta bersamaku, ya. Aku janji akan berlaku lebih baik lagi. Aku mohon, Tia.” Balas Gilang sambil mengusap air mata yang meleleh dipipi Tia. Gilang begitu putus asa dalam kalimatnya dan mengharapkan perempuan dihadapannya itu menerimanya kembali.


__ADS_2