CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 75


__ADS_3

“Tia? Kamu ada didalam?” Rio mengetuk pintu kamar Tia. Rio tidak mendapati Tia diseluruh rumah saat dia pulang malam itu.


“Kamu sudah pulang?” tanya Tia saat dia membukakan pintu untuk Rio.


Rio melihat jika kedua mata Tia bengkak seperti habis menangis. Dia mengetahui kejadian siang ini dari Bagas.


“Maafkan aku karena tidak ada disampingmu.” Rio memeluk Tia, dan perempuan cantik itu membalas pelukan suaminya dan senang karena mendapatkan penghiburan dari Rio.


“Pekerjaanku sangat banyak karena Raka tidak ada, jadi aku harus menjalankan tanggung jawabnya. Lain kali hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Aku akan meningkatkan keamanan dilobi depan agar tidak bisa sembarangan orang masuk.”

__ADS_1


“Aku sudah tidak apa-apa, Rio. Aku baik-baik saja sekarang.” Tia mengendurkan pelukannya.


“Lihat kedua matamu.” Rio mengusap kedua mata Tia yang bengkak. “ Mata cantik ini terlihat begitu sedih. Adakah yang bisa kulakukan agar dia kembali ceria?” tanya Rio dengan penuh rasa perhatian lalu dia mengecup lembut kening Tia.


“Ada kamu saat ini bersamaku, itu jauh lebih baik daripada penghiburan apapun. Terimakasih karena sudah menenangkanku tanpa bertanya apapun padaku. Rasanya aku tak mampu untuk membendung air mataku lagi jika aku menceritakannya padamu sekarang.”


Rio melekatkan kepala Tia kedadanya lagi, “Aku akan menjadi pendengar yang baik jika kamu sudah bisa menceritakannya. Tapi bila hal itu tetap tidak bisa kamu ungkapkan, aku akan memberikanmu kenangan yang indah sehingga kamu bisa melupakan sedihmu.”


“Aku akan mandi dan menemanimu dikamar nanti. Boleh?”

__ADS_1


“Tentu saja boleh. Jangan terburu-buru untuk menemaniku. Aku sudah baik-baik saja.” Tia memaksakan senyumnya, tapi Rio tahu jelas jika Tia berpura-pura kuat dihadapannya.


“Baiklah, aku akan kekamarku. Jangan kunci pintu kamarmu. Aku akan menghampirimu sebentar lagi.”


Rio masuk kekamar Tia setelah selesai menyegarkan badannya. Saat dia membuka pintu kamar Tia pelan-pelan, Tia sudah tertidur lelap dengan mata yang masih meninggalkan bekas tangisnya. Perlahan Rio membetulkan posisi tidur Tia. Dengan penuh perhatian Rio meletakkan kepala Tia dibantal yang empuk dan juga memberikan selimut yang hangat untuk istrinya.


Rio berbaring disebelah Tia dan membelai lembut rambutnya. Dia begitu menyayangi perempuan yang saat ini tertidur pulas dihadapannya. Ada sebuah penyesalan yang hinggap dihatinya karena tidak bisa melindunginya secara langsung. Tia belum menginginkan hubungan mereka berdua terbuka untuk publik, dan Rio dengan sungguh-sungguh menepati janjinya untuk melakukan apapun yang Tia inginkan.


“Tidurlah, sayang. Aku akan menjagamu malam ini.” Rio merapatkan tubuh Tia dan memeluknya hangat. Pria itu begitu tenang setiap kali berada disisi istrinya. Tidak pernah sekalipun Rio merasakan perasaan ingin memiliki seseorang, tapi dengan Tia, dia memiliki perasaan lebih dari sekedar ingin memiliki, Rio juga ingin memonopoli seluruh hidup Tia hanya untuknya.

__ADS_1


***


Pagi itu Gilang datang kekantor seperti biasanya. Tapi ada suatu hal yang tak biasa yang dia rasakan sejak menginjakkan kakinya kekantor, semua orang yang bersisipan dengannya, memandang dan berbisik dengan wajah yang menghina. Beberapa orang bahkan dengan terang-terangan berbicara dengan suara keras tanpa berfikir panjang jika ucapan mereka menyakiti hati orang yang mendengarnya. Ada yang mengatakan jika Gilang tak tahu malu karena masih berani datang kekantor, ada juga yang menggeleng-gelengkan kepalanya karena mengetahui berita perselingkuhannya, ada juga yang menghardiknya, semua caci maki dan tindakan tidak menyenangkan Gilang terima dengan berat hati. Dia harus bertahan demi meneruskan karirnya diperusahaan ini dan menelan mentah-mentah semua caci maki yang mereka katakan dibelakang.


__ADS_2