
‘Ruang rapat terbesar S&D Group’
“Selamat pagi. Kita hari ini berada disini untuk melaksanakan rapat tahunan dan juga pengumuman nama-nama karyawan yang akan naik jawabatan.” Bagas memimpin pembukaan rapat hari ini.
Semua karyawan yang mengikuti rapat tersebut terdiam dan tidak ada satupun yang mencoba untuk berbicara dengan orang desebelahnya. Karena direktur utama mereka terkenal sangat disiplin dan tidak akan mentolelir kesalahan jika ada yang berbicara dalam rapat sebelum dipersilahkan. Dan Raka sudah duduk paling depan bersama para pimpinan lainnya.
Satu jam pertama, beberapa pimpinan divisi utama menjelaskan tentang kinerja mereka masing-masing, ada beberapa bagian yang mengalami penurunan kinerja, tapi dibagian lainnya didominasi dengan adanya kenaikan kinerja yang membuat keuntungan besar untuk perusahaan, terutama di divisi yang Tia naungi.
Setelah semua selesai, tibalah pengumuman nama-nama yang akan mendapatkan promosi jabatan. Semua karyawan berharap dalam diam, karena dari tigaratus limapuluh karyawan S&D Group dikantor pusat, hanya akan ada empat puluh nama yang akan menerima promosi jabatan.
Bagas sudah berada didepan podium dan akan menampilkan daftar nama dilayar besar. Setelah nama-nama itu muncul, kontan saja beberapa bagian berteriak karena bahagia namanya masuk kedalam daftar, tapi ada juga yang kecewa karena namanya tidak terdata dan mencoba bertanya-tanya apa kekurangannya sehingga tidak masuk kedalam daftar, ada juga yang langsung menerimanya karena merasa kinerjanya memang kurang.
Gilang yang memperhatikan namanya tidak ada didaftar yang ditampilkan, merasakan kekecewaan berat karena telah menanggung harapan selama beberapa bulan terakhir.
__ADS_1
“Ton, bagaimana bisa namaku tidak ada didalam daftar itu?” tanya Gilang dengan penuh rasa kecewa.
“Mana aku tahu, Lang? tapi aku jelas mendengar jika Pak Erwin akan memasukkanmu kedalam nominasi yang akan mendapatkan promosi jabatan.”
“Kamu tahu betapa kecewanya aku karena kabar yang kamu berikan padaku?”
“Maafkan aku, Gilang. Aku mengatakannya padamu karena aku merasa itu akan menjadi kenyataan. Tapi tak pernah kusangka jika kamu akan bermasalah saat dikantor.” Jawab Toni ragu.
“Itu hanya perkiraanku saja.”
“Tenang saja kawan, masih ada kesempatan mendatang.” Ciko mencoba memberikan semangat kepada Gilang yang kekecewaannya hampir berubah menjadi amarah karena harapan yang tak terpenuhi. Keinginannya untuk sedikit mensejajarkan posisinya dengan Tia juga tertunda dan akan memakan waktu.
“Baiklah, nama-nama diatas adalah nama-nama yang terpilih, selamat untuk kalian yang namanya termasuk kedalam daftar. Besok, setelah kalian membereskan semua dokumen perjanjian kontrak kerja terbaru, kalian bisa mulai menempati jabatan terbaru sesuai daftar.” Jelas Bagas.
__ADS_1
Hampir seluruh karyawan masih ramai membicarakan promosi jabatan yang hanya bisa didapat dua tahun sekali ini. “Dan sebelum kita menyelesaikan rapat ini, Direktur utama ingin menyampaikan beberapa kata, silahkan, Pak.” Bagas mempersilahkan untuk Raka mulai maju kedepan. Dan saat posisi Raka disebut, seisi ruangan tiba-tiba saja sunyi tanpa ada satupun yang berbicara.
“Saya ucapkan selamat untuk nama-nama yang ada didalam daftar promosi jabatan. Saya pastikan kalian mendapatkan gaji diatas rata-rata perusahaan lain di Jakarta. Saya harap kalian yang berada dalam daftar ini akan terus meningkatkan kinerja demi kemajuan perusahaan. Dan sebelum kita mengakhiri rapat tahunan ini, saya akan mengumumkan jika untuk sementara saya akan mundur dari semua management perusahaan, karena saya akan fokus menemani istri saya karena sudah mendekati bulan-bulan melahirkan. Dan seluruh kekuasaan atas keputusan yang akan dijalankan dalam perusahaan ini, saya akan menyerahkannya kepada wakil direktur utama S&D Group.”
Salah satu manager angkat tangan karena ingin bertanya, dia bertanya setelah dipersilahkan “Maaf Pak Raka, bukankah wakil direktur utama selama ini sedang memegang kendali dikantor cabang Amerika?” tanya Pak Erwin.
“Betul, tapi dia sudah berada bersama kita disini selama ini.” Jawab Raka dengan suara beratnya.
Betulkah? Siapa, dia? Jangan-jangan dia menyamar demi melihat kinerja kita? Beberapa pertanyaan datang dari seluruh karyawan. Mereka bertanya-tanya dengan teman disebelahnya sambil tetap menjaga volume suara.
“Sudah cukup kalian menerka-nerka. Saya akan langsung memanggilnya untuk maju kedepan.”
Seluruh karyawan langsung terdiam karena mereka ingin melihat siapa yang dimaksud oleh Raka.
__ADS_1