CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 92 [11 MORE EPS TO THE LAST]


__ADS_3

“Saya mau menawarkan sebuah kerja sama. Kita bisa mendapatkan keuntungan bersama. Anda bisa mendapatkan perempuan itu, dan saya bisa menghancurkan laki-laki angkuh yang bernama Rio itu.”


Gilang menatap lekat laki-laki yang sekarang sudah duduk didepannya, menghalangi pandangannya keluar dimana Tia berada.


“Siapa Anda? Dan kenapa Anda mengira jika saya mau menerima tawaran Anda.” tanya Gilang pada pria misterius didepannya. Wajahnya sangat serius menghadapi pria yang baru sekali ditemuinya.


“Saya tahu jika Anda memiliki perasaan khusus pada istri Rio. Saya memperhatikannya sejak Anda duduk dikursi ini. Oh, ya. Perkenalkan, nama saya Reza.”


“Anda mengenal Tia dan Rio?”


“Jika dengan perempuan itu, jujur saja saya tidak terlalu mengenalnya. Tapi yang pasti, karena perempuan itu, Rio berani mempermalukan saya didepan banyak orang. Dan karena pengaruh Rio, saya harus kehilangan posisi saya diperusahaan. Hidup saya menderita. Saya mau Rio juga merasakannya bahkan lebih dari yang saya rasakan.”


“Kerjasama apa yang Anda tawarkan?” tanya Gilang sedikit tertarik dengan kerjasama itu.


“Saya tahu jika kedudukan Rio cukup kokoh didunia bisnis ini. Jika tidak bisa menghancurkannya disana maka dia harus dihancurkan dari sisi lemah lainnya. Yaitu istri tercintanya.” Reza menyeringai setelah mengeluarkan rencananya.


“Saya peringatkan Anda, jangan pernah menyentuh Tia secuilpun. Jika Anda harus melukai seseorang, Rio lah yang harus berada diposisi itu.”

__ADS_1


“Itu bisa diatur. Ditambah informasi yang saya dapat jika Rio akhir-akhir ini sedang sibuk mengerjakan pembangunan kantor cabang baru. Itu kesempatanmu untuk mulai mendekat kepada perempuan cantik diluar itu. Jika sudah waktunya, saya akan menghubungimu. Kita cukup bertukar nomor ponsel saja.”


Gilang berfikir sejenak tentang ajakan kerja sama ini. Didalam hatinya, dia sadar jika masih ada cinta untuk Tia, dan dia masih menginginkan mantan istrinya itu kembali kepelukannya. Tapi dia juga sedikit khawatir dengan pria didepannya, karena diwajahnya tersimpan senyum licik yang sedikit membuat Gilang merinding.


“Baiklah. Saya akan bekerja sama dengan Anda.” Putus Gilang pada akhirnya. Keinginannya untuk mendapatkan Tia lebih besar dibandingkan rasa takutnya.


***


“Hai, sendirian?”


“Kenapa kamu ada disini?” tanya Tia acuh.


“Aku membelikan makanan pesanan mama.” Gilang menunjukkan kotak bungkusan yang terbuat dari mika tebal itu.


“Hmm . . . kalau sudah selesai, silahkan pulang saja.”


“Kenapa kamu sendirian? Dimana Pak Rio?” tanya Gilang lagi tak menghiraukan Tia yang sudah mengusirnya.

__ADS_1


“Dia sedang sibuk mengurusi pembangunan kantor cabang.” Jawab Tia seadanya.


“Pulanglah. Aku ingin makan dengan tenang.” Usir Tia kedua kalinya.


“Kamu masih marah padaku? Aku mohon maafkan kesalahanku dimasa lalu, Tia. Aku sungguh-sungguh menyesal.”


“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Semuanya sudah berlalu. Aku juga sudah tidak merasakan sakit hatiku atas perbuatanmu. Jadi kamu bisa tenang dan lanjutkan hidupmu.” Tia beralasan. Dia enggan berlama-lama berada ditempat yang sama dengan Gilang.


“Apa kita bisa berteman?”


“Kamu gila?” tanya Tia dengan tatapan anehnya.


“Tidak. Hanya saja, sayang sekali harus kehilangan seseorang yang berharga. Aku tahu jika kamu mempunyai hati yang baik, Tia. Dan aku telah mengecewakanmu. Jadi untuk menebus kesalahanku, izinkan aku untuk menjadi temanmu sehingga aku bisa membantumu disaat tersulitmu.”


“Terimakasih atas tawaranmu. Tapi aku punya suami yang selalu berada disampingku. Selamat tinggal.” Tia langsung berdiri dari kursinya tanpa menyelesaikan makannya. Dia merasa terganggu dengan kehadiran Gilang yang merusak nafsu makannya siang ini.


Gilang memperhatikan punggung Tia yang mulai menjauh dari tempat duduknya. Sejujurnya dia sangat merindukan menyentuh dan memeluk perempuan cantik itu. Tapi dalam hatinya timbul semangat cukup besar bahwa ia bisa merebutnya kembali dari Rio.

__ADS_1


__ADS_2