CHOICE IN MY LIFE

CHOICE IN MY LIFE
BAGIAN 9


__ADS_3

“Tia, Ma?” gadis itu terkejut dengan kalimat yang baru saja dia dengar.


“Iya, dong. Kamu yang harus bayar! Ini kan pesta pernikahan kalian sendiri, juga untuk kalian sendiri. bukan untuk Mama.”


“Tapi, Ma. Biasanya kan jika orang tua yang mengadakan pesta, semua pembiayaan juga berada pada pihak orang tua. Kalau Tia yang harus memilih, Tia ingin yang sederhana saja.”


“Jadi kamu mau atau tidak menikah dengan Gilang? Jangan bikin Mama kecewa ya, Tia!” mama Ratna mulai meninggikan nada suaranya.


“Iya, Ma. Tapi . . . “


“Bukannya biasanya yang mengadakan pesta pernikahan yang utama itu dari pihak perempuan? Karena kamu tidak punya keluarga, jadi kamu yang harus mewakilinya dan membayar semua biaya pernikahanmu.”


Tia yang mendengarnya diserang rasa sakit hati karena diingatkan bahwa dia hanyalah sebatang kara didunia ini. Dia harus menahannya demi orang yang dikasihinya. Bagaimanapun perempuan dihadapannya ini adalah seorang ibu yang sangat dihormati oleh calon suaminya.


“Bu Ajeng, tolong beri saya nomor rekeningnya, saya akan transfer sekarang juga. Maaf ya, Bu!”


“Untuk apa kamu minta maaf, orang kamu nggak punya salah apa-apa kok.” Jawab Bu Ajeng sembari menepuk ringan lengan Tia. Setelah itu Bu Ajeng menunjukkan nomor rekeningnya dan dicatat oleh Tia kerekening tujuan yang akan segera dia bayarkan melalui mobile banking.

__ADS_1


“Kalau begitu, saya pamit. Saya akan beri kabar tentang ketersediaan gedung. Tanggal 15 Maret kan?”


“Betul, Bu. Mari saya antarkan kedepan.” Tia mempersilahkan Bu Ajeng untuk berpamitan.


“Tia, nanti setelah menikah, kamu bisa langsung pindah kerumah ini.” Kata mama Ratna setelah Tia kembali keruang keluarga.


“Tapi, Ma . . .”


“Apa kamu berfikir akan tinggal terpisah dengan kami? Apa kamu tega meninggalkan Mama dan adik perempuanmu sendirian tanpa Gilang?”


“Bagus. Kamu memang menantu yang baik, Tia. Mama tinggal kekamar dulu ya, tunggulah Gilang pulang.”


Saat mama Ratna ingin beranjak menuju kamarnya, dia kembali menemui Tia yang sudah duduk diruang keluarga.


“Tia, sini Mama ingin bicara sebentar lagi dengan Tia.” Mama Ratna menunjuk kursi yang ada disebelahnya, meminta Tia untuk duduk mendekatinya.


“Ada apa, Ma?”

__ADS_1


“Maafkan Mama, ya. Tanpa sadar sedari tadi Mama terus saja bersikap kasar kepadamu. Tapi sungguh Mama tidak punya niatan buruk.” Mama Ratna menggenggam kedua tangan Tia. “Dan juga untuk biaya pernikahan, Mama juga lupa memberitahu Tia, setelah Mama ditinggal oleh papanya Gilang, seperti yang kamu tahu jika tulang punggung keluarga ini sekarang adalah Gilang, Mama tidak punya uang sebesar itu untuk pesta pernikahan, tapi Mama juga tidak bisa jika dirayakan dengan sederhana, karena Mama tidak akan punya muka jika berkumpul dengan keluarga dari mendiang papanya Gilang.”


“Iya, Ma. Tia mengerti. Andai saja Mama mau mengatakannya dari awal, Tia tidak akan berkata apa-apa tadi didepan Bu Ajeng. Maaf ya, Ma.” Balas Tia dengan sangat lembut.


“Apalagi kamu tahu sendiri, Gilang hanya karyawan biasa diperusahaannya, Mama yakin jika dia pasti akan keberatan dengan biayanya. Dan hanya Tia yang mampu karena Tia memiliki uang yang berlebih.”


“Nanti uangmu akan Mama kembalikan setelah pesta kalian, pasti banyak yang memberikan kado berupa uang ataupun barang yang bisa dijual kembali, tak apakan Tia?” tambah mama Ratna.


“Sudah, Ma. Nanti uangnya buat Mama simpan saja untuk keperluan mendadak. Tia ikhlas, Ma.”


“Kamu memang anak yang baik, Tia.” Mama Ratna memeluk Tia dengan hati yang penuh haru.


“Kalau begitu, Mama pamit lagi untuk masuk kekamar, ya. Mama ingin istirahat sebelum Gaby pulang dari kursusnya.”


“Baik, Ma. Kalau Mama perlu sesuatu, Tia ada disini.” jawab Tia dengan senyum lebar diwajahnya.


Setelah itu mama Ratna beranjak dan menghilang dari balik pintu kamar tidurnya. Sedangkan Tia akan menunggu Gilang yang akan pulang. Saat waktu menunjukkan pukul empat sore, Tia menumpang mandi dikamar mandi tamu, dan juga menghangatkan makanan yang tersedia di meja, karena kekasihnya sebentar lagi akan segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2