Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 106


__ADS_3

Mereka kini terlihat sangat akrab sekali bahkan Felisha dan Mel sejak tadi pun telah bercanda bersama seperti layak nya kakak dan adik.


"Apa benar nona jika kakak Mel sangat galak ?". Tanya Shawn


"Iya bahkan galak nya bisa memakan orang juga ". Kata Felisha


"Aku juga tidak takut nona jika di makan bahkan aku juga bisa memakan nya balik jika perlu ". Kata Shawn


"Hati-hati loh Shawn nanti gak dapat restu kamu dari nya ". Kata Felisha


"Jangan banyak bicara makan dulu ". Kata Dave


Mereka pun melanjutkan makan nya dan kini Dave juga beberapa kali melirik Robin dan juga Revan serta Shawn sebab mereka bertiga terlihat mencuri pandang ke adik nya bahkan Sean pun juga begitu


"Makanan ada di depan kalian jadi mata kalian semua jangan kemana-mana". Kata Dave tapi tetap dalam posisi menatap makanan nya bahkan dia juga terlihat sangat santai sekali ketika mengatakan nya


"Mel tadi Lo gak kuliah ya, kok ada di sini ?". Tanya Revan


"Libur ". Kata Mel


"bukan libur Lo tapi bolos kan ". Kata Shawn


"Dan Lo pun juga sama kan jadi gak usah banyak bicara ". Kata Mel


"Kita memang satu hati Mel , kuliah saja bisa tidak masuk bersamaan ". Shawn sambil tersenyum


"Jangan senyum-senyum seperti itu, Lo bukan tambah ganteng malah seperti orang gila ". Kata Mel


"Mel , bahkan banyak wanita yang mengidolakan nya tapi kenapa Lo mengatakan jika dia seperti orang gila , wah Shawn kerja ekstra Lo untuk menaklukkan hati Mel ". Kata Revan


Mel masih saja tidak perduli bahkan dia kini kembali makan dan terlihat makanan Mel juga sudah hampir habis .


"Ah sudah habis, kak Gerland ayo kita pergi , kan sudah janji kemarin mau traktir belanja ". Kata Mel


"Ya sudah ayo . Aku pergi dulu ". Kata Gerald lalu beranjak dari duduk nya dan kini dia pun segera pergi bersama dengan Mel dan yang lain nya pun kini melanjutkan makan nya


"Dia bukan kakak Mel jadi jangan berpikir aneh dan kalau Lo mau tahu siapa kakak Mel cari tahu lebih dalam lagi ". Kata Revan


"Jangan menyarankan hal bodoh Revan ." Kata Dave


"Sudah Dave makan saja dan biarkan mereka melakukan apapun yang mereka sukai ". Kata Felisha


"Iya sweety tapi aku hanya mengingatkan saja ". kata Dave


"Jangan mencampuri urusan orang lain tidak baik Dave ". Kata Felisha


"Iya iya sweety ". Kata Dave


Felisha kembali makan dan terlihat dia juga sudah sangat Kenyang sekali bahkan Felisha pun kini sudah duduk santai sambil bersandar di kursi


"Sudah kenyang ?". Tanya Dave


"Iya , kenyang sekali ". Kata Felisha


"Mau langsung pulang atau pergi jalan-jalan ?". Tanya Dave


"Kita langsung pulang saja karena aku juga lelah dan mengantuk saat ini ". Kata Felisha


"Ya sudah kita pulang". Kata Dave yang hendak mengeluarkan kartu nya untuk membayar makanan namun di tahan oleh Shawn


"Biar aku yang membayar nya seperti apa yang aku katakan tadi kepada Mel ". Kata Shawn


"Ya sudah kalau begitu Terima Kasih dan kita bertemu di lain waktu nanti. Robin langsung pulang saja Jangan ke kantor lagi ". Kata Dave


"Baik tuan ". Kata Robin


"Aku pulang duluan dan kalian lanjut kan saja makan nya , ayo sweety ". Kata Dave


"Pergi dulu ya , Shawn semangat ya ". Kata Felisha sambil tersenyum lalu pergi bersama dengan suami nya


"Sudah dapat lampu hijau kau rupa nya ". Kata Carles


"Seperti nya kau hanya perlu meluluhkan hati Mel saja kali ini ". Kata Morgan


"Banyak dukungan Shawn dan seperti nya kau akan menjadi pemenang nya , bukan begitu Robin ". Kata Revan membuat Robin menatap nya kali ini

__ADS_1


"Saya tidak tahu tuan dan saya pergi dulu , terima kasih atas traktiran nya ". Kata Robin lalu meninggalkan mereka.


Yang lain pun juga sama mereka pergi untuk urusan masing-masing dan di sana tinggal lah Revan dan juga Shawn. Kini mereka terlihat mengobrol berdua di sana .


"Seperti nya Dave sangat mencintai istri nya ". Kata Shawn.


"Ya dia memang sangat mencintai nya bahkan itu tidak kita ragukan sama sekali ". Kata Revan


"Maka dari itu dia melatih nya agar tidak lemah karena musuh nya banyak dan tentu pasti akan mencari titik kelemahan nya juga ". Kata Shawn


"Lo benar Shawn dan seperti nya musuh dia juga sudah mulai bergerak mencari mana yang harus di target kan terlebih dahulu ". Kata Revan


"Memang nya ada target lain selain nona Felisha ?". Tanya Shawn


"Felisha dekat dengan Mel jadi mungkin saja mereka juga menarget kan Mel juga ". Kata Revan membuat Shawn kini menatap nya karena merasa tidak suka dengan apa yang di katakan Revan bahkan Shawn pun tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi nanti nya


"Apa Dave berurusan dengan Matthew ?". Tanya Shawn


"Ya dan Matthew bukan lah orang sembarangan dan dia juga bisa menjadi musuh dalam selimut ". Kata Revan


Shawn hanya mengangguk kan kepala nya saja dan tanpa mereka tahu juga di sebrang sana ada orang yang menatap mereka sejak tadi bahkan sebelum Dave datang dia sudah ada di sana terlebih dahulu untuk menemui klien nya dan kebetulan juga dia melihat Dave dan juga Shawn masuk ke dalam restoran itu secara bersamaan.


"Ternyata Dave bisa meluluhkan hati si bodoh itu dan dia juga terlihat memang sangat mencintai istri nya . aku akan mengatakan hal tersebut kepada Matthew nanti ". Batin Vincent


Kini dia masih menatap Shawn dari kejauhan dan dia menyeringai menganggap bahwa Dave berhasil melakukan nya sesuai dengan rencana padahal Dave tidak membantu nya dan dia bertemu dengan Shawn juga karena Revan yang mempertemukan mereka.


Terlihat kini mobil Dave sudah sampai di rumah nya , dia segera berhenti di garasi mobil. Dave tersenyum sambil mengusap pipi sang istri dengan sangat lembut nya bahkan dia kini tersenyum melihat Felisha yang tertidur pulas setelah makan dari Restoran tadi. Dave turun dari mobil lalu dia pun menggendong istri nya untuk masuk ke dalam rumah. Liam yang melihat hal tersebut pun hanya menunduk kan kepala nya saja dan Dave pun mengangguk lalu terus berjalan menuju lantai atas sambil menggendong istri nya .


"Kalau tidur seperti ini kamu sangat cantik sekali sayang ". Kata Dave yang kini sudah membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang.


Lalu Dave segera keluar untuk menuju ruang kerja nya kali ini . "Liam jika Robin datang suruh dia ke ruang kerja ku ". Kata Dave


"Baik tuan ". Kata Liam lalu dia pun turun ke bawah sebab dia tadi selesai ke lantai atas untuk mengecek keadaan di sana dan kini Dave segera masuk ke ruang kerja nya lalu duduk santai di kursi sambil menunggu kedatangan Robin .


Tok Tok Tok


"Masuk ". Kata Dave


Dan terlihat Robin masuk ke dalam tak lupa juga dia memberikan hormat kepada Dave dengan membungkuk kan badan nya


"Iya tuan ". Kata Robin


"Apa tadi kau melihat Vincent di restoran ?". Tanya Dave


"Saya melihat nya tuan dan dia bersama dengan seorang yang akan di ajak bekerja sama untuk memulai usaha baru nya di sini ". Kata Robin yang memang sudah mengetahui nya .


Dave mengangguk angguk kan kepala nya bahkan dia juga beberapa kali mengetuk kan jadi nya di atas meja kerja nya itu di sana.


"Jadi dia akan lama di sini karena membuka usaha baru ". Kata Dave


"Kemungkinan tuan Vincent akan pergi jika Shawn bisa dia bawah dan untuk usaha baru nya tidak akan ada masalah tuan karena tujuan utama dia datang ke negara ini adalah untuk kebaikan membawa tuan Shawn kembali lagi ". Kata Robin


"Sebenar nya apa yang dia harapkan dengan membawa Shawn ke Amerika ". kata Dave


Dia memang tidak terlalu perduli dengan urusan orang lain tapi kali ini dia ingin tahu apa alasan Vincent untuk membawa Shawn karena dia tahu jika Vincent sudah bekerja sama dengan Matthew jadi dia juga sudah cukup kuat jika di usik orang tapi kenapa dia masih membutuhkan Shawn juga


"Tuan seperti nya anda harus mengatakan pertemuan anda dengan tuan Vincent Kepada Shawn agar dia tidak salah paham dengan anda ". Kata Robin


"Dia cukup cerdas robin dan aku rasa dia juga tidak akan mudah terhasut dengan omongan orang ". kata Dave


Walaupun Demikian Robin tidak ingin mengambil resiko jadi dia tidak mau juga jika masalah ini nanti menjadi rumit apalagi Shawn mengejar Mel juga membuat nya selalu saja kesal setiap melihat bagaimana Shawn menatap dan memperlakukan Mel .


"Mereka bekerja sama untuk menjebak anda tuan ". Kata Robin


"Aku tahu Robin dan kali ini aku ingin fokus melatih Felisha dulu sebab mereka kini memindah kan Incaran nya menjadi ke Felisha ". Kata Dave


Dia selalu saja tidak salah dalam menebak dan kali ini juga dia memang merasa bukan Mel lagi yang mereka target kan tapi istri nya . Dave batu bertemu dengan sahabat kecil nya itu dan dia tidak akan mau membuat nya terluka lagi karena janji nya dulu adalah membahagiakan dan melindungi nya . Dave akan melakukan apapun untuk mewujudkan nya.


"Untuk penyelidikan bagaimana Robin ?". Tanya Dave


"Saya menemukan kejanggalan tuan bukti yang saya temukan ". Kata Robin


"Apa dalam bukti itu mengarah ke Wira ?". Tanya Dave


"Tidak tuan tapi bukti tersebut mengarah ke tuan Marko ". Kata Robin

__ADS_1


Terlihat sekali Dave kini mengepalkan tangan nya dan juga mengeras kan rahang nya karena dia sangat marah sekali bahkan dulu dia menjalin hubungan dengan Anatasya anak Marko.


"Apa hubungan ku dengan Anatasya dulu juga ada kaitannya Robin ?". Tanya Dave


"Saya kurang tahu akan hal itu tuan ". Kata Robin


"Baik lah . seperti nya aku harus menemui Marko nanti ". kata Dave


Entah apa Sekarang rencana Dave bertemu dengan Marko tapi Robin akan tetap waspada di rumah karena tidak menutup kemungkinan juga jika Marko juga bekerja sama dengan Matthew untuk menghancurkan Dave.


"Aku pergi dulu sebentar Robin , kau tetap lah di rumah jaga Felisha dan Mel ". Kata Dave


"Baik tuan ". Kata Robin


Dave ada sedikit pekerjaan dengan Sean jadi dia kini pergi menemui nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yaitu membantai orang yang memang sangat mengganggu usaha dan bisnis Sean


"Aku berangkat Sean dan kita bertemu di lokasi ". Kata Dave dari sambungan telfon nya kemudian dia pergi menggunakan mobil biasa nya


Dave mengemudi dengan cepat nya bahkan dia kini terlihat sangat serius sekali wajah nya dan tak main-main. Dalam dasboard mobil nya memang tersimpan pistol kesayangan nya bahkan dia juga memiliki beberapa senjata lain juga untuk dia bawa dan gunakan jika memang di perlukan.


Dave kini sudah sampai di sebuah bar dan dia pun segera memarkir kan mobil nya lalu masuk ke dalam. Scurity melihat kedatangan Dave setelah datang nya Sean pun agak sedikit curiga namun dia tidak berani menggeledah atau melarang Dave untuk masuk ke dalam karena mereka tahu siapa Dave dan bagaimana dia jika sedang marah .


Dave masuk dan kini berjalan dengan santai nya . Dia melihat ada Lucas sahabat Matthew di sana dan Dave pun tidak perduli sama sekali. kini dia segera menuju lantai atas di mana Sean berada dan menunggu nya di sana


"Dave ". Panggil Sean membuat beberapa orang di sana menoleh karena kehadiran Dave di sini pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Apa dia sudah datang Sean ?". Tanya Dave yang kini duduk manis di depan Sean


"Belum Dave , mungkin sebentar lagi ". Kata Sean


"Mau minum ?". Tanya Sean


"Tidak. apa kau yakin dia akan datang malam ini, jangan membuang-buang waktu ku untuk hal bodoh seperti menunggu nya sekarang ini Sean ". Kata Dave


"Sorry Dave kita tunggu sebentar lagi pasti dia akan segera datang ". Kata Sean


Mereka berdua pun kini menunggu bahkan terlihat muka Dave tetap saja serius seperti awal dia datang tadi dan hal itulah yang membuat mereka semua takut dengan nya bahkan tidak berani menatap nya sama sekali sejak tadi


"Dave lihat , itu dia ". Kata Sean sambil menunjuk orang yang memang mereka berdua tunggu dan menjadi target mereka saat ini. Tanpa berpikir lama kini Dave segera menghampirinya nya


Bug


Satu pukulan Dave berikan tepat di wajah Neo membuat nya langsung jatuh tersungkur kali ini di lantai


"Kurang ajar sekali kau Dave , kenapa memukul ku ". Kata Neo


"Karena kau terlalu banyak bicara ". kata Dave


Bug


Bug


Pyar


Beberapa kali pukulan dan tendangan dia arahan ke wajah dan perut Neo membuat dia tidak bisa menghindar dan berkutik sama sekali dan Dave juga memukul nya dengan kursi besi yang ada di sana membuat darah segar mengalir begitu deras dari kepala nya


"Aku tidak ada urusan dengan mu Dave Lawrence Miller ". Teriak Neo


Dave menyeringai saja mendengar nya bahkan kini dia pun mengeluarkan pistol nya saat ini dan mengarah kan nya ke Neo sekarang


"Apa yang kau lakukan Dave , kita tidak punya masalah sama sekali ". Kata Neo


"Tapi kau memiliki masalah dengan Sean dan dia sudah membayar ku mahal untuk membunuh mu saat ini juga ". Kata Dave lalu dia pun menarik pelatuk pistol nya dan menembak Neo tepat di kepala dan perut nya


Dor


Dor


Dor


Tiga kali tembakan di Lesatkan Dave membuat semua pengunjung di sana pun berhamburan keluar bahkan mereka semua berlari ketakutan setengah melihat dan mendengar kejadian tersebut tadi


"Dave sudah gila bahkan dia melakukan nya di tempat umum ". Kata Lucas lalu bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut saat ini setelah melihat apa yang Dave lakukan tadi.


"Dave sudah, biar anak buah ku yang membereskan mayat nya dan terima kasih atas bantuan nya . Uang nya sudah ku transfer". Kata Sean

__ADS_1


"Bereskan dengan benar sean dan aku akan pulang sekarang ". Kata Dave lalu turun dari lantai atas saat ini karena pekerjaan nya sudah selesai bahkan Neo juga sudah mati setelah dia tembak tadi bahkan Dave tadi sempat juga menginjak tubuh Neo sebelum dia menghembuskan nafas terakhir nya


__ADS_2