
Mereka sudah merencanakan semua dengan baik bahkan mereka juga sudah mengintai kediaman Dave dalam beberapa bulan terakhit ini untuk melancarkan serangannya . Mereka tahu jika Dave sangat melindungi dan menjaga calon penerus nya maka dari itu mereka kini menargetkan istri Dave untuk membalas kan dendam nya nanti dengan cara yang akan membuat Dave sangat terpukul menurut mereka semua
Di kediaman Rafael kini Jane tinggal dan dia juga berpisah dengan kedua orang tua nya sebab Rafael mengajak nya untuk tinggal di rumah nya sendiri agar tidak selalu mendapat kan sindiran dari Dave
" Sayang aku ingin ke mall ". Kata Jane
" Aku sedang sibuk sayang jadi kamu pergi saja dengan anak buah ku ya ". Kata Rafael yang masih duduk di depan laptop nya
" kenapa kamu jadi tidak memperdulikan aku malah lebih mementingkan pekerjaan saja ". Kata Jane terlihat kesal bahkan dia kini selalu bertingkah kekanakan semenjak diri nya hamil anak pertama
Rafael yang mendengar itu pun langsung menutup laptop nya dan beranjak mendekati istri nya itu yang kini marah dengan nya
" Aku kerja juga untuk memenuhi kebutuhan kamu dan calon anak kita nanti ". Kata Rafael sambil mengelus rambut sang istri dengan manja nya
" bahkan Dave saja bisa meluangkan waktu untuk istri nya tapi kenapa kamu tidak bisa melakukan nya ?". Tanya Jane
Sejak kejadian di mana Sheryl ingin meracuni Felisha waktu itu membuat semua nya berubah drastis sebab Dave memberikan hukuman yang sangat mengerikan Kepada Sheryl dan Kon dia hanya bisa duduk di kursi roda saja sebab dia mengalami kelumpuhan akibat ulah dari menantu nya sendiri yaitu suami Felisha dan hal itu membuat Jane tidak berani lagi mengganggu Felisha bahkan mengejek nya seperti dulu pun dia tidak Berani meskipun ada suami nya yang akan membela nya karena dia merasa Dave sangat lah mengerikan sekali jika memberikan hukuman kepada orang yang berani menyakiti istri nya yang dia Cintai
" Mana mungkin aku tidak meluangkan waktu ku untuk mu bahkan aku juga sudah bekerja dari rumah sayang apa itu masih belum cukup juga ?". Tanya Rafael dengan lembut agar tidak membuat mood Jane kembali hancur berantakan jika dia bicara Dengan nada agak tinggi nya
" Ya tapi sekarang aku ingin sekali pergi ke mall ". Kata Jane
" Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi ke mall sekarang ". Kata Rafael
Mau tidak mau dia harus menuruti apa yang istrinya itu minta agar dia tidak marah lagi karena jika dia marah dia tidak akan mau melayani nya sama sekali dan itu sangat lah membuat Rafael frustasi sekali
Di rumah kediaman Dave terlihat Felisha dan juga kedua sahabat nya masih mengobrol bahkan Kini mereka ada di dapur untuk membuat cemilan sederhana
" Fel kamu sebaik nya duduk saja deh nanti lelah dan Dave pasti akan marah dengan kita ". Kata Kristal
" Aku tidak akan lelah dan jangan takut jika Dave marah kan ada aku yang akan melihat kalian mendapat kan kemarahan nya ". Kata Felisha lalu tertawa
" Yah kami ini , aku kira kamu akan melindungi kita dari kemarahan suami mu tapi nyatanya malah hanya menonton saja ". Kata Kristal
" Kan lumayan tontonan gratis dan sangat menghibur sekali ". Kata Felisha
" Iya deh nyonya tahu deh suka sekali di hibur ya ". Kata Kristal
" Sudah deh kristal jangan menggoda Felisha Mulu nanti semakin merah saja pipi nya seperti badut ". Kata Ericka
Mereka membuat makanan sambil bercanda dan tertawa bersama bahkan Terdengar dengan jelas oleh Dave suara tawa sang istri yang menghiasi dapur nya saat ini
" Lihat lah mereka senang sekali rupa nya Dave ". kata Sean yang memang berada di rumah Dave bersama dengan Morgan dan Revan
" Itu bukan nya Kristal ya , kenapa dia ada di sini atau dia mencari Robin ?". Tanya Revan
" Lihat dulu siapa wanita di samping kristal bukan nya dia sahabat nya jadi pasti dia kesini untuk menemui sahabat nya ". Kata Sean
" Menemui sahabat nya sekaligus mengejar cinta nya juga bukan ". Kata Revan
" Dia memang memang wanita yang tangguh dan tak kenal lelah bahkan Robin sudah pernah menolak nya juga tapi dia tetap saja mengejar Robin ". Kata Morgan
" Kejar saja dia Morgan siapa tau kau dan dia berjodoh ". Kata Revan
Morgan hanya menatap Revan saja dan dia kini kembali melihat ke depan sana yang terlihat mereka masih sibuk mengacak-acak dapur dan juga mengobrol di sana
" Kita ke depan saja menunggu mereka selesai membuat makanan nya ". Kata Dave mengajak mereka untuk duduk bersama di sofa ruang tamu nya . Mereka duduk dengan santai sambil membicarakan pekerjaan yang di lakukan masing-masing
__ADS_1
" Apa Robin belum pulang juga Dave dari Australia ?". Tanya Sean
" Dia tidak di sana karena Beberapa Minggu yang lalu dia pergi ke Jepang untuk melakukan meeting di sana ". Kata Dave
" Wah jadi super sibuk sekali ya Robin kali ini bahkan dia bisa mengalahkan kita semua yang ada di sini ". Kata Revan
" Dia mengganti kan ku sementara hingga Felisha melahir kan ". Kata Dave
" Kasihan sekali dia tidak ada waktu untuk pacaran ". Kata Morgan
" Dia kan masih belum memiliki kekasih jadi mana mungkin juga dia akan pacaran ". Kata Sean
Dave hanya diam jika membahas tentang Masalah percintaan Robin sebab dia juga tidak tahu untuk siapa hati dan cinta Robin karena dia tidak pernah mengatakan nya bahkan jika Dave bertanya pun dia hanya menjawab dengan jawaban yang ambigu sekali menurut Dave
"Bagaimana Dave , apa Matthew menujukkan tanda ingin memulai pertempuran ?". Tanya Sean
" Aku masih belum melihat nya tapi aku juga akan tetap waspada sebab dia juga pasti akan melakukan nya nanti ". Kata Dave
" Kita harus tetap waspada Dave dan kau juga bisa meminta bantuan anak buah Shawn sebab mereka sangat ahli sekali dan skill nya juga sangat bagus ". Kata Revan
" Shawn sudah membantu dengan menjaga Mel jadi untuk masalah istriku biar aku sendiri yang mengurus nya ". Kata Dave
Jika Dave memang tidak mau maka Revan pun juga tidak bisa memaksa nya karena semua tergantung dengan Dave sendiri mau nya bagaimana dan Revan tidak bisa memaksa hanya bisa memberikan saran saja kepada bos dari Geng nya itu
Di dapur Felisha dan yang lain nya sudah selesai membuat kue dan kini mereka pun segera membawa nya ke depan
" sayang sudah selesai bekerja nya ?". tanya Felisha ketika melihat ada Dave sedang duduk manis di sana dengan para sahabat nya
" Iya baru selesai . Apa yang kamu bawa swety ?". Tanya Dave
" Aku tadi membuat cemilan bersama mereka berdua dan ini kue nya sangat enak sekali loh coba deh ". Kata Felisha sambil menyuapi suami nya dengan senyum yang mengembang juga di bibir nya
" Sangat enak sekali sweety ". Kata Dave
" Yang benar jangan bohong?". Tanya Felisha tidak yakin karena dia tahu Dave selalu saja ingin membuat nya bahagia jadi bisa saja jika kue tersebut tidak enak tapi dia mengatakan jika itu enak jadi Felisha pun ingin memastikan kembali apa suami nya jujur atau tidak saat ini
" Ini enak sekali Felisha , wah berbakat sekali kamu ya membuat kue . Kenapa tidak buka tokoh saja ". Kat Revan yang tadi mengambil kue nya tanpa meminta persetujuan membuat Dave memukul kepala nya saat ini dengan keras
" Sorry Dave aku hanya ingin mencoba nya saja untuk memastikan apa memang benar-benar enak masakan buatan istri mu ini ". Kata Revan
" sayang jangan main pukul biarkan saja Revan mencicipi nya aku juga suka jika dia mau memakan kue nya ". Kata Felisha
" Enak kok Felisha jadi kamu juga bisa membuka tokoh kue nanti dan Dave akan membantu usaha mu nanti nya ". Kata Revan
" Jangan memberikan saran bodoh Revan bahkan aku tidak akan mungkin mengizinkan istri ku bekerja walaupun dia hanya ingin membuka usaha saja ". Kata Dave
" Kan bagus juga Dave jika dia memiliki usaha sendiri lumayan juga kan. ". kata Revan
" Aku bahkan tidak kekurangan uang jadi untuk apa juga dia bekerja keras ". Kata Dave
" Sudah jangan ribut Mulu ayo di coba kue nya yang lain jangan sungkan dan takut ". Kata Felisha
Mereka pun memakan makanan hasil buatan Felisha dan itu memang sangat enak sekali menurut mereka bahkan Sean pin ketagihan setelah memakan nya
" Benar kata Revan sebaik nya kau buatkan tokoh kue Dave untuk istri mu ini agar bakat nya bisa tersalurkan ". Kata Sean
" Nah benar kan kenapa kau sama sekali Tidka percaya dengan ku sih Dave ". kata Revan kesal dengan Dave sebab dia tidak pernah mau mendengarkan apa yang di katakan oleh sahabat nya itu
__ADS_1
" Aku juga tidak mau membuka tokoh karena jika sudah melahirkan juga aku pasti akan sangat sibuk dengan anak kita nanti nya ". Kata Felisha
" Kan bisa Fel di rawat babysitter ". Kata Revan
" Dia kan anak ku bukan anak babysitter jadi aku tidak mau jika dia bukan aku yang merawat karena menurut ku juga percuma banyak harta jika tidak mendapat kan kasih sayang orang tua ". Kata Felisha
Dave memeluk dan mencium sang istri karena ucapan nya itu sangat benar sekali . Harta memang di perlukan untuk menunjang kehidupan mereka namun jika anak tidak mendapat kan kasih sayang itu juga akan berpengaruh penting dalam pertumbuhan nya dan bisa jadi dia akan menjadi pemberontak untuk mendapat kan perhatian .
" Kristal betah sekali ya kau menunggu Robin mencintai mu ". Kata Revan
" Ya mau gimana lagi . Sebelum janur kuning melengkung maka aku tidak akan pernah gentar sama sekali ". Kata Kristal
" Kamu memang sangat hebat sekali bahkan bisa menunggu selama ini ". Kata Sean
" Terima kasih ya atas dukungan kalian semua ". kata Kristal dengan percaya diri nya
" Kita bukan mendukung kali hanya kagum saja ". kata Sean
" Dan aku menganggap nya sebagai dukungan . Oh ya ngomong-ngomong kapan ya Robin akan kembali lagi ke sini , sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan nya dan tadi Felisha bilang jika dia ada di luar negeri ". Kata Kristal
" Untuk hal itu kau bisa menanyakan kepada bos nya langsung ". Kata Revan
Kristal pun menatap Dave menunggu jawaban nya namun Dave hanya diam saja saat ini tanpa ingin berkata apapun juga membuat Felisha gemas dan memukul suami nya itu sekarang
" Jawab sayang Jangan diam saja ". Kata Felisha
" Dia tidak akan pulang dan jika ingin mencari nya datang lah ke Singapura sebab dia akan melakukan perjalanan bisnis ke sana dan mungkin juga akan lama di sana ". kata Dave
" Jadi setelah dari Jepang dia akan ke Singapura , wau Robin benar-benar asisten yang hebat sekali dan sangat dapat di andalkan ". Kata Revan kagum dengan Robin
" Jadi dia akan agak lama di sana wah sayang sekali ya aku tidak bisa melihat nya dalam waktu yang cukup lama ". Kata Kristal
" Minta saja kepada papa mu Kristal untuk menugaskan kamu ke Singapura kan papa mi juga memiliki perusahaan di sana ". Kata Ericka
" Wah benar juga ya dan aku bisa lebih dekat dengan nya nanti ". Kata Kristal dengan penuh semangat nya bahkan Felisha yang melihat itu pun hanya bisa menggeleng kan Kepala nya karena Kristal sang sahabat sangat lah bucin kepada Robin .
Terlihat di sana Mel masuk ke dalam dengan kesal nya bahkan dia terlihat bertengkar dengan seseorang di samping nya saat ini
" Lihat lah pasangan yang satu ini selalu saja rusuh dan membuat keributan di mana pun berada ". kata Revan
" Diam Lo Revan dan jangan banyak bicara ". kata Mel sambil menduduk kan diri nya dan kini bersandar di sofa
" Lo apakan dia Shawn hingga SE lelah itu ?". Tanya Revan membuat bantal sofa pun melayang di muka nya saat ini
" Sudah gue bilang diam ya diam dan lagi siapa juga yang berbuat aneh-aneh dengan nya manusia Sombong dan sok ganteng sekali di manapun berada ". kata Mel sambil menatap jengkel ke arah Shawn
" Kenapa kalian tidak akur dan berteman saja sih Mel ". Kata Felisha
" Bisa sakit aku kak jika berteman dengan nya karena para fans nya pasti akan menyerang ku nanti nya ". Kata Mel
" Jadi Shawn banyak yang menyukai sama seperti Mel ya ". Kata Kristal
" Tapi hanya dia saja yang tidak menyukai ku ". Kata Shawn
" Ya itu karena Lo playboy sekali dan juga suka main wanita kan ". Kata Mel
" Kan sudah gue bilang jika itu dulu sebelum bertemu dan mengenal Lo nona cantik , Jika tidak percaya tanya Revan saja ". kata Shawn
__ADS_1
" Tanya dia pun sama saja bohong karena dia pasti akan membela Lo nanti nya ". kata Mel
Perdebatan di antara Mel dan Shawn pun sangat memberikan hiburan untuk mereka semua bahkan Ericka yang melihat nya pun sajak tadi juga tertawa dengan kelakuan Mel yang sajak tadi terlihat dengan jelas nya dia marah dan kesal sekali kepada Shawn