Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 175


__ADS_3

Marvin kini memang sangat intens dalam mengawasi Mel agar dia bisa merusak hubungan nya dan kini dia pun merasa sedikit senang karena Mel terlihat cemburu dengan apa yang dia lihat tadi


" Mel kenapa ?". Tanya Felisha


" Apa nya kak ?". Tanya Mel balik


" Kamu kenapa kok diam saja Mel ". Kata Felisha


" Capek kak dan ngantuk juga ". Kata Mel sambil tersenyum


Dave tau apa yang sedang di pikirkan adik nya itu dan dia pun kini masih belum bisa menenangkan Mel karena ada Felisha di sana dan dia juga belum tahu akan hubungan yang terjalin antara Mel dan juga Robin


" Kita langsung pulang atau mau mampir cari makan dulu ?". Tanya Dave


" Langsung pulang saja karena kasihan Mel sudah lelah sayang". Kata Felisha


" Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang ". Kata Dave


Dia kembali menginjak gas dan menambah kecepatan mobil nya saat ini dan terlihat juga di sana Mel masih saja bengong sambil menatap lurus ke depan . Dave hanya mengamati dari kaca saja adik nya itu yang kini mungkin sangat bingung sekali . Mobil Mereka sudah sampai di rumah dan Mel pun segera turun lalu masuk terlebih dahulu ke rumah


" Mel kenapa ya , kok seperti nya aneh gitu sayang". Kata Felisha


" Mungkin saja dia lelah jadi ya seperti itu , ayo masuk swety istirahat". Kata Dave


Mereka berdua jalan masuk ke dalam sambil bergandengan tangan dan terlihat kini Felisha pun duduk manis di atas ranjang nya sekarang ini sambil dia menatap suami nya itu


" Kenapa sweety ?". Tanya Dave


" Kok aku merasa jika kamu semakin hari semakin tampan ya sayang". Kata Felisha


Dave pun menghampiri istri nya lalu mengecup bibir nya sekarang dan dia pun berjongkok di hadapan Felisha


" Aku sedari dulu juga sudah sangat tampan sekali swety , apa kamu melupakan nya ". Kata Dave


" Uh narsis sekali ya suami ku ini ". Kata Felisha sambil mencubit pipi Dave gemas


Dave memeluk nya sekarang dan dia pun menaruh dagu nya di pundak Felisha saat ini seraya mencium pipi nya juga


" Bagaimana kalau kita honeymoon swety agar kita bisa memiliki waktu berdua saja ". Kata Dave


" Bukan nya setiap hari juga kita selalu berdua ya dan sekarang mau berdua seperti apa lagi coba ". Kata Felisha


" Ya beda dong swety , honeymoon kan lebih ke ya kamu pasti tahu lah dan aku pun tidak akan memperdulikan pekerjaan jika kita sudah berada dalam masa honeymoon nanti , jadi semua pekerjaan akan di lakukan oleh Robin nanti nya ". Kata Dave


" Halah setiap hari pun juga Robin kan yang menghendel semua pekerjaan kamu dan kamu memang bos yang se enak nya ya suka sekali membuat susah asisten nya ". Kata Felisha


" Dia di gaji besar swety untuk menghendel semua nya dan Robin pun tidak akan rugi juga melakukan pekerjaan itu karena di posisi nya yang seperti ini dia malah akan lebih mudah mendapat kan wanita yang di cintai nya Karena jabatan dia sudah tinggi ". Kata Dave


" Cinta tak memandang hal tersebut ya sayang dan lagi kenapa kamu harus melimpahkan semua nya kepada Robin kan kasihan dia tidak bisa berkencan dengan siapapun jika dia selalu saja sibuk ". Kata Felisha


" Kamu yakin jika dia tidak berkencan dengan siapapun ?". Tanya Dave


" Ehm seperti nya sih begitu atau dia memang sudah memiliki kekasih ya , siapa kekasih nya sayang ?". Tanya Felisha penasaran


Dave memeluk istrinya itu kembali dengan erat nya dan beberapa kali juga mencium nya membuat Felisha pun beberapa kali juga memukul Dave karena perlakuan nya itu sungguh membuat dia malu


" Tidak usah malu swety wajar saja bukan jika kita melakukan nya , nama nya juga suami istri ". Kata Dave


" Bos mafia memang selalu ganas ya ". Kata Felisha


" Bagaimana kalau sekarang kamu merasakan keganasan ku yang sesungguh nya ". Kata Dave yang kini sudah merebahkan Felisha di tempat tidur dan dia pun kini segera melakukan aksi nya yaitu membuat Dave junior


Di dalam kamar nya Mel terlihat menatap layar laptop nya dan kini dia mencoba untuk menyibukkan diri nya agar dia tidak teringat dengan kejadian tadi bahkan beberapa kali Robin melakukan panggilan telepon namun tidak di jawab oleh nya satu pun juga karena dia masih saja kesal dengan Robin


" Dasar lelaki , katanya saja tidak suka dengan kak Kristal tapi nyatanya apa , sekarang mau kan di suruh menjaga dia ya walaupun itu memang harus dia lakukan karena kak Kristal kan celaka karena dia juga tapi ya gak harus sampai menginap di sana juga kan ". Kata Mel mengomel sendiri sekarang


Drt Drt Drt


Kini ponsel Mel kembali berdering dan dia pun segera mengangkat nya

__ADS_1


Calling


" Ah Hay Marvin kebetulan sekali ya Lo menelfon gue ". Kata Mel


" Kebetulan , maksud Lo apa Mel , apa ada yang mengganggu Lo atau Lo Sedang tidak baik-baik saja sekarang ?". Tanya Marvin dengan senyuman yang mengembang di bibir nya dan tentu saja Mel tidak mengetahui nya


" Iya aku sangat bete sekali hari ini dan apa Lo sibuk sekarang Marvin ?". Tanya Mel


" Gue free sekarang , mau bertemu ?". Tanya Marvin


" Lo datang ke rumah dan jemput gue deh sekarang karena gue ingin pergi menenangkan pikiran ". Kata Mel


" Mel , Lo gila ya , mana bisa gue masuk ke rumah Lo kan penjagaan nya sangat ketat sekali Mel ". Kata Marvin


" Tidak masalah nanti gue bilang ke Liam kalau Lo adalah sahabat gue jadi Lo nanti bisa masuk ke dalam , ayolah Marvin bantu gue kali ini saja ". Kata Mel dengan nada memelas nya


" Lo ya memang selalu saja bisa sekali membuat gue menuruti semua keinginan Lo ". Kata Marvin


" Kita kan sahabat jadi gak apa-apa dong saling membantu dan membahagiakan ". Kata Mel


" Ya sudah gue akan ke sana sekarang dan Lo tunggu saja ". Kata Marvin


Percakapan mereka pun kini terputus dan Mel segera keluar dari kamar nya mencari keberadaan Liam sekarang


" Liam ". Panggil Mel yang memang sejak tadi berkeliling mencari Liam namun belum juga ketemu


" Liaaam ". Teriak Mel


" Nona Mel , ada apa mencari saya ". Kata Liam


" Liam nanti ada sahabat ku datang kesini jadi suruh saja langsung masuk dia ". Kata Mel sambil menunjukkan foto Marvin kepada Liam


" Apa sudah mendapat izin dari tuan ?". Tanya Liam


" Kak Dave sedang tidur Liam jadi akan lama bangun nya dan jika seperti itu kasihan kan sahabat ku harus menunggu lama ". Kata Mel


" Tapi nona , semua yang masuk ke sini harus mendapat kan persetujuan dari tuan terlebih dahulu dan jika tidak maka saya tidak akan bisa mengizinkan nya masuk ". Kata Liam


" Ya sudah nona saya akan membuka pintu nanti untuk sahabat Anda . " Kata Liam


" Nah begitu dong , Liam memang sangat baik sekali terima kasih ya ". Kata Mel yang kini sudah beranjak ingin masuk kembali ke kamar nya


" Nona ". Panggil Liam membuat Mel menghentikan langkah nya


" Kenapa lagi ?". Tanya Mel


" Bukan nya dia adalah dokter yang menangani anda dulu ". Kata Liam


" Ya dia memang dokter yang menangani aku dan dia adalah sahabat ku Liam jadi kak Dave pun juga kenal dengan nya ". Kata Mel


" Ya sudah nona anda masuk saja dan nanti jika sahabat anda sudah datang , saya akan memanggil anda nanti nona Mel ". Kata Liam


" Iya dan sekali lagi terima kasih buat kak Liam yang baik hati ". Kata Mel lalu kembali berjalan menuju kamar nya saat ini dengan suasana hati yang sudah mulai membaik kali ini ya walaupun masih ada rasa sedih nya juga


Sementara itu Marvin yang sejak tadi memang ada di dekat rumah Mel hanya diam saja di sana dan menunggu beberapa jam untuk dia pergi ke rumah Mel karena tidak mungkin juga setelah melakukan panggilan itu dia bisa langsung sampai nanti Mel malah curiga dengan nya dan itu sangat lah tidak baik untuk nya nanti .


" Ini sudah tiga puluh menit jadi aku rasa sudah pas waktu nya ". Kata Marvin yang mulai melajukan Kendaraan nya sekarang ini dan dia pun tidak memerlukan waktu yang lama sudah sampai di gerbang rumah Dave dengan penjaga yang ketat sekali


" Ma'af apa bisa saya bertemu dengan Mel ". Kata Marvin yang sudah keluar dari dalam mobil dan bertanya kepada penjaga di sana


" Biarkan dia masuk karena dia sahabat nona Mel ". Kata Liam yang datang menghampiri mereka di sana


Mereka segera membuka kan pintu gerbang tersebut dan kini Marvin Segera melajukan mobil nya masuk ke halaman rumah Dave


" Anda sudah di tunggu oleh nona Mel sejak tadi ". Kata Liam


" Ah iya terima kasih tuan ". Kata Marvin


" Panggil Liam saja jangan tuan karena saya bukan majikan anda ". Kata Liam

__ADS_1


" Ya baiklah Liam ". Kata Marvin


Dia kini mengikuti Marvin dan segera masuk ke dalam dan kini dia duduk di sofa menunggu Liam memanggil Mel sekarang


" Marvin , wah Lo sudah datang ya ". Kata Mel yang kini senang melihat sahabat nya itu


" Semua karena Lo dan kalau Lo bukan sahabat gue maka gue tidak akan membuang waktu berharga gue Mel ". Kata Marvin


" Ayolah bukan kah kita sahabat jadi tak seharusnya Lo berkata seperti itu ". Kata Mel


" Sudah , sekarang gue tanya kenapa Lo menyuruh gue datang ke mari ". kata Marvin


" Gue bosan di rumah sendiri saja jadi gue mau Lo di sini dulu menemani gue dan banyak hal yang harus kita bicarakan Marvin ". kata Mel


" Mel , gue sama sekali tidak tertarik dengan percintaan Lo jadi jangan membahas nya sama gue apalagi jika Lo meminta saran , mana bisa gue mengabulkan nya ". Kata Marvin


" Makan nya jangan kelamaan jomblo Marvin agar Lo bisa tahu gimana enak nya jatuh cinta ". Kata Mel


" Yang ada cinta malah membuat orang sengsara Mel ". Kata Marvin


" Jangan membahas di sini kalau begitu ke balkon saja sekarang ". Kata Mel mengajak Marvin untuk pergi ke balkon sekarang mengobrol bersama dan dia pun juga menggandeng tangan Marvin


" Jika bos Shawn tahu bisa hilang tangan ini dan gak bisa makan enak dong gue menggunakan tangan ini ". Batin Marvin


Di tempat lain kini Justin sedang bersama dengan Marko dan Vincent, mereka bertiga semakin intens bertemu untuk membahas rencana melakukan perlawanan kepada Dave


" Shawn sangat berbahaya jadi hindari berhadapan dengan nya kalau bisa bekukan dia dulu ". Kata Vincent


" Ya itu memang benar sekali apalagi jika menyakiti Mel pasti dia akan sangat marah ". Kata Marko


" Shawn, lelaki yang selalu bersama dengan adik Dave dan dia adalah adik tiri mu itu Vincent ". Kata Justin


" Benar , dia sangat hebat dan sebenar nya memiliki banyak sekali anak buah yang handal apalagi dia juga bos Mafia tapi aku tidak tau bos dari anggota mana dia karena Shawn terlalu misterius ". Kata Vincent


" Apa mungkin kecelakaan kita waktu itu karena membuntuti mereka itu di sebab kan karena Shawn tuan ". Kata Demian memberikan kesimpulan


" Kalian pernah membuntuti mereka, hati-hati karena Shawn paling tidak suka jika ada yang mengancam keselamatan Mel wanita yang sangat dia cintai ". Kata Marko


" Ternyata adik Dave banyak sekali yang menyukai ya dan banyak yang melindungi juga ". Kata Justin


" Tapi dia juga menjadi kelemahan dua lelaki yang katanya hebat sekali itu ". Kata Vincent


" Lalu jika kita tidak menyerang nya dari adik nya lalu dari siapa lagi ?". Tanya Justin


" Langsung saja ke Dave ". Kata Vincent


" Itu sama saja bunuh diri jika kita langsung menyerang dia dan percuma selama ini aku mengintai nya jika akhir nya kita akan gagal ". Kata Justin


" Lalu kita harus bagaimana?". Tanya Marko


" Jika melalui perusahaan sama saja tuan karena perusahaan juga di jaga dengan sangat ketat sekali jadi kita tidak bisa membawa penyusup untuk masuk ke dalam ". Kata Demian


" Kita kepung nanti rumah para sahabat Dave sama seperti yang di lakukan Matthew dulu setelah itu kita serang rumah Dave secara besar-besaran ". Kata Justin


" Itu benar sekali , itu sangat efektif sekali ". kata Marko


" Dan kita harus menghalangi Shawn juga agar dia tidak bisa datang membantu Dave nanti nya ". Kata Justin


" Menghalangi Shawn itu sangat mustahil karena tidak ada satu pun yang tahu apa Shawn ada di rumah nya atau tidak karena dia tidak tentu berada di mana nya ". kata Vincent


" Itu adalah tugas mu untuk mencari tahu Vincent dan kau harus berhasil melakukan nya agar rencana kita berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang kita inginkan". Kata Justin


" Baik lah aku akan mengusahakan semua nya nanti ". Kata Vincent


" Tuan , apa anda jadi meminta bantuan tuan Jack ?". Tanya Demian


" Tidak dan Jack juga tidak merespon sama sekali panggilan telfon ku jadi kita sudah tidak membutuhkan bantuan dia lagi . Dan tugas mu tetap sama Demian , cari tahu dengan baik siapa saja orang yang selalu melindungi adik Dave ". Kata Justin


" Ya tuan saya sudah melakukan nya dan mengintai nya beberapa hari ini dari kejauhan ". Kata Demian

__ADS_1


Justin memang lah tidak terlalu gegabah dalam melakukan rencana nya itu karena dia juga masih mengumpulkan data tentang musuh nya yang masih saja belum valid . Dave memang hebat apalagi dia kini di bantu banyak orang hebat maka kekuatan dia pun juga semakin kuat apalagi Shawn, pria misterius yang selalu bersama dengan Mel , itu membuat Justin sangat penasaran sekali


__ADS_2