Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 220


__ADS_3

Shawn masih duduk manis di kafe tersebut dan kini dia hanya sendiri saja di sana sambil menikmati pemandangan yang dia rasa indah dan menenangkan pikiran nya sekali sekarang ini. Shawn memang selalu mengalami percintaan yang rumit dan kini dia pun tidak mau kehilangan cinta nya maka dari itu dengan cara apapun juga dia akan merebut Mel agar bisa bersanding dengan nya nanti bahkan dia rela mengorbankan segala nya agar Mel bisa bersama dengan diri nya nanti . Dunia ini memang sangat lah kejam sekali dan siapa yang bisa bertahan dia lah yang menjadi berkuasa dan siapa yang berkuasa maka dia lah yang dia mendapatkan apapun yang di inginkan nya . Kini Shawn pun mengalami nya dan dia sebenar nya juga tidak tega sekali melihat kesedihan di mata Mel tadi tapi mau bagaimana lagi , dia tidak mungkin juga melepaskan Mel karena dia sudah terlanjur jatuh hati kepada Mel dan mungkin saja perlahan tapi pasti Mel akan mulai mencintai nya nanti ketika mereka sudah menikah dan Shawn pun akan dengan sabar menantikan nya


" Shawn, Lo ada di sini ". Kata Revan yang juga baru masuk ke dalam kafe tersebut dan kini dia pun memilih untuk duduk bersama dengan Shawn saja sekarang


" Lo ngapain duduk di sini Revan , apa tidak ada kursi kosong lain nya hingga Lo duduk di sini sekarang ?". Tanya Shawn


" Kenapa memang nya jika gue duduk di sini , apa Lo keberatan jika gue di sini ?". Hanya Revan


" Tidak juga , gue kan hanya bertanya saja bukan berarti keberatan kan ". Kata Shawn


" Lo tumben sekali di sini , sendirian juga ". Kata Revan


" Gue memang ingin bersantai saja di sini maka nya gue sendiri datang ke sini dan kehadiran Lo mengganggu gue sekali ". kata Shawn


" Dasar mulut gak pernah sekolah sama sekali dan selalu saja Berkata bodoh seperti itu ". kata Revan


" Lo ada perlu apa di sini , apa ingin bertemu dengan klien atau mau bersenang-senang saja di sini dengan wanita yang Lo kencani ". Kata Shawn


Revan memukul pelan Shawn dan kini dia pun menatap Shawn dengan tajam nya


" Dasar bodoh selalu saja berpikir buruk tentang gue dan mana mungkin juga gue kencan dengan cewek di sini yang ada gue kencan nya di hotel bukan di sini ". Kata Revan


" Malah lebih parah lagi di hotel ". Kata Shawn


" Lo juga begitu kan dulu tapi sekarang seperti nya Lo tidak pernah melakukan nya sama sekali ". kata Revan


" Buat apa melakukan hal yang tidak perlu dan gue juga tidak ada waktu untuk melakukan nya sekarang ini Revan jadi gak penting juga hal itu bagi gue ". Kata Shawn


" Shawn, apa Lo masih cinta Mel dan tidak bisa melepaskan nya ?". Tanya Revan


" Menurut Lo bagaimana, apa gue cinta dia dan jika iya apa gue bisa melepas nya ?". Tanya Shawn kembali ke Revan


" Kebiasaan buruk Lo Shawn, di tanya malah balik nanya lagi . Bikin orang emosi saja ya Lo ini Shawn ". Kata Revan


" Dan Lo juga seperti itu Revan jadi kita pun sama ". kata Shawn


" Oh ya Shawn, kenapa Lo dan para sahabat Lo dekat dengan Kristal, apa kalian merencanakan sesuatu untuk merebut pujaan hati kalian secara bersamaan dan bekerja sama nanti nya ?". tanya Revan


Tentu saja Shawn langsung memukul kepala Revan kali ini karena dia berpikir buruk tentang Kristal dan mana mau juga Kristal jika di ajak untuk bekerja sama seperti itu yang ada dia akan tidak mau dekat dengan Shawn nanti nya jadi Shawn pun tidak melakukan nya


" Gue tidak memiliki rencana seperti itu dengan Kristal dan gue dekat dengan nya karena ada pekerjaan saja dan lagi Dean menyukai nya maka dari itu gue mencoba untuk dekat dengan nya agar bisa mendekatkan Dean dengan nya nanti ". Kata Shawn menatap Revan sambil menyeruput minuman nya


" Dean Suka dengan Kristal, kenapa bisa dan sejak kapan dia suka dengan Kristal ?". Tanya Revan tidak percaya


" Sejak kapan nya ya gue tidak tahu , tanya saja sendiri kepada Dean nya langsung jangan tanya kepada gue ". Kata Shawn


" Lo kan sahabat nya jadi Lo pasti tahu lah bagaimana sahabat Lo itu ". kata Revan

__ADS_1


" Tidak semua hal bisa gue ketahui karena kita memiliki privasi masing-masing jadi yang gue tangkap hanya lah dia kini ada rasa dengan Kristal karena dia selalu saja berusaha membantu kristal selama ini " kata Shawn


" Gue sama sekali tidak menyangka jika Dean si muka menyeramkan itu bisa suka juga dengan wanita dan aku berpikir dia hanya suka kepada hantu saja karena muka nya sama menyeramkan nya dengan dari nya ". Kata Revan


" Gila Lo ya, suka sekali berkata seperti itu bahkan Lo juga sama seperti dia Revan ". kata Shawn


" Jangan samakan gue dengan nya karena sahabat Lo yang lain nya itu Memang sangat tidak baik sekali ". kata Revan


" Bukan nya Lo juga sahabat gue jadi bagaimana pun Lo juga sama seperti mereka bukan ". Kata Shawn


" Sudah gue bilang bukan , jangan sama kan gue dengan mereka karena kita tidak sama dan para sahabat Lo yang lain nya itu sangat lah menyebalkan dan menakut kan sekali muka nya berbeda dengan gue yang sangat tampan ini ". Kata Revan sambil tersenyum menatap Shawn


" Percaya diri Lo terlalu tinggi Revan hingga Lo bisa saja nanti menajdi gila bukan karena kepercayaan diri Lo yang melangit itu ". Kata Shawn


" Ah bicara dengan Lo membuat gue menjadi haus sekali Shawn sekarang ini ". kata Revan


" Pesan saja minum dan gue akan membayar nya untuk Lo nanti ". kata Shawn


" Hanya minum saja yang bisa Lo belikan untuk gue , pelit sekali Lo ya kepada gue Shawn". kata Revan


" Bukan nya Lo juga kaya sekali jadi untuk apa juga gue membelikan Lo makanan juga Karena uang Lo pun tidak akan habis jika hanya di gunakan untuk membeli makanan saja ". Kata Shawn


" Tidak mau membelikan tapi banyak sekali alasan nya , dasar Lo ya bisa saja berkata banyak hal seperti sekarang ini ". kata Revan


Dia kini membeli minuman dan beberapa makanan tentu nya dan dia tidak memperdulikan apa yang di katakan Shawn sekarang ini karena dia memesan banyak sekali dan nanti yang akan membayar semua nya adalah Shawn bukan diri nya . Revan dan Shawn memang sudah mengenal sejak lama jadi mereka pun bisa mengerti sifat masing-masing tanpa ada salah paham juga di antara mereka nanti nya


Dan di tempat lain nya kini Robin masih saja bersama dengan Jordan dan dia masih mengerjakan pekerjaan nya sekarang ini di temani Jordan


" Dia ketua Geng Black World yang sangat di takuti dan identitas nya di sembunyikan dari semua orang ". kata Robin


" Apa Lo tidak takut jika bersaing dengan nya ?". Tanya Jordan


" Tidak ada yang harus ku takuti dari nya karena aku pasti akan menjadi pemenang nya bahkan sekarang saja aku dan Mel sudah bertunangan jadi dia tidak bisa mendapat kan Mel dengan mudah nya ". Kata Robin


" Semua orang tahu dan mengenal nya dengan baik Robin jadi tidak mungkin juga bukan jika dia akan menyerah begitu saja untuk mendapat kan nona Mel nanti nya ". Kata Jordan


" Apapun rencana nya aku akan menggagalkan nya dan aku juga akan memperjuangkan Mel nanti nya apapun yang terjadi karena dia memang di takdirkan untuk ku bukan untuk yang lain nya ". Kata Robin


" Aku hanya takut saja Robin jika nanti akan terjadi perang besar antara bos dan tuan Shawn karena nona Mel ". Kata Jordan


" Jika itu harus terjadi maka kau juga harus bersiap bukan untuk melakukan nya karena ini adalah tugas kita sebagai anak buah tuan Dave ". Kata Robin


" Kau bukan lagi anak buah nya Robin tapi sekarang ini kau adalah adik ipar nya karena status mu sudah menjadi tunangan nona Mel ". Kata Jordan


" Itu hanya sebuah status saja dan aku tidak menganggap nya begitu karena aku akan selalu menganggap diriku adalah asisten tuan Dave tidak akan lebih dari itu juga ". Kata Robin


" Dan tentu nya tuan Dave akan marah sekali jika mendengar apa yang kau ucapkan tadi bahkan kau tidak mau mengakui nya sebagai kakak ipar mu Robin ". kata Jordan

__ADS_1


" Tuan tidak seperti itu dan dia bukan kau yang suka sakali bertingkah seperti itu Jordan ". kata Robin


" Kau memang benar juga dan tuan kita itu memang berbeda sekali Robin jadi kita beruntung sekali bukan bekerja sama dengan nya selama ini ". kata Jordan


" Ya sangat beruntung sekali dan aku juga beruntung bisa di terima menjadi calon dari adik nya juga ". kata Robin


" Itulah baik nya tuan , dia tidak pernah membedakan sama sekali kita dengan diri nya jadi kita pun merasa nyaman sekali bukan bekerja bersama dengan bos sekarang ini ". Kata Jordan


Robin hanya mengangguk saja dan dia masih saja fokus pada pekerjaan nya karena dia ingin sekali segera menyelesaikan nya juga agar setelah nya dia bisa fokus untuk menyusun rencana pernikahan nya dengan Mel yang akan di langsung nanti . Robin akan membuat pesta yang meriah dan sesuai dengan apa yang Mel ingin kan dan dia juga akan membuat semua nya menajdi sempurna lebih dari acara pertunangan kemarin yang sudah di lakukan bahkan dia tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan biaya pernikahan nya agar pernikahan itu akan menjadi sangat terkesan sekali untuk Mel nanti nya Karena dia hanya akan menikah sekali saja dalam seumur hidup nya jadi Robin tidak akan mau mengecewakan wanita yang sangat dia cintai itu dalam membuat acara untuk nya


" Robin seperti nya bos menelfon mu ". Kata Jordan ketika melihat ponsel Robin menyala


Ternyata memang Dave menelfon nya dan dia mengajak Robin untuk bertemu sekarang ini untuk membahas hal penting katanya


" Seperti nya ada yang akan di bicarakan tuan dengan ku jadi aku harus pergi dulu ". Kata Robin


" Aku juga akan pergi sekarang Robin untuk mengerjakan pekerjaan ku yang lain nya juga agar segera selesai". Kata Jordan


" Semangat bekerja nya Jordan dan jangan mudah menyerah sedikit pun juga dengan keadaan yang kita alami nanti nya ". kata Robin yang kini juga terlihat sudah bersiap sekarang akan menemui Dave sesuai dengan percakapan nya tadi di telfon


" Perkataan mu sangat bijak sekali Robin dan itu sangat menyentuh sekali bagi ku ". kata Jordan


Mereka berdua keluar dari apartemen Robin dan turun menuju mobil masing-masing sebab mereka memiliki pekerjaan masing-masing jadi akan pergi ke tempat yang berbeda sekarang ini . Robin juga bingung kenapa Dave menelfon nya tadi padahal tadi juga mereka sudah bertemu dan sekarang ini dia mendadak mengajak Robin untuk bertemu dan dia juga mengatakan akan membicarakan hal Sangat serius sekali jadi kini Dave mengunggu nya di rumah sekarang di ruang kerja nya untuk membahas hal serius itu dengan Robin sekarang juga


Sesampai nya di rumah Dave , Robin langsung masuk ke dalam dan di sana ada Liam yang tengah berjalan melewati diri nya


" Tuan ada di dalam Liam ?". Tanya Robin


" Tuan berada di ruang kerja Robin jadi ke sana saja jika Sudah memiliki janji dengan tuan ". kata Liam


" Baiklah Liam kalau begitu aku tinggal ke sana dulu sekarang ". Kata Robin


Dia segera menaiki anak tangga menuju ruangan kerja milik Dave dan tak lupa juga dia mengetuk pintu ruangan tersebut dengan sopan nya sebelum masuk ke dalam karena Robin tidak mau lancang dengan main masuk saja ke dalam ruangan kerja bos nya itu


" Duduk lah Robin". Kata Dave


" Ada apa tuan hingga anda memanggil saya kemari sekarang ini ?". Tanya Robin yang sudah duduk manis di kursi depan Dave


" Aku ingin berbicara serius sekali dengan mu Robin maka dari itu aku meminta mu untuk datang ke mari sekarang juga ". Kata Dave


" Hal penting apa yang akan tuan bicarakan dengan saya ?". Tanya Robin sopan


" Bagaimana jika pernikahan mu dan juga Mel di percepat Robin agar hal yang buruk tidak terjadi nanti nya ?" tanya Dave sambil menatap Robin sekarang mencari jawaban dari nya apa dia mau atau tidak


" Kenapa di percepat tuan , bukan nya rencana nya dua Minggu lagi itu sudah sangat cepat sekali bahkan saya juga belum menyiapkan nya sekarang ini " kata Robin


" Untuk persiapan nya jangan khawatir sama sekali karena akan banyak orang yang akan membantu mu Robin jadi kau jangan menghawatirkan soal itu ". Kata Dave

__ADS_1


" Apa ini ada hubungan nya dengan Shawn tuan maka dari itu anda meminta untuk mempercepat pernikahan saya dan juga Mel nanti nya ". Kata Robin


" Ya itu memang benar sekali Robin dan aku juga tidak mau jika Shawn nanti merusak segala nya dan aku juga ingin menghindari hal buruk yang akan merusak kebahagiaan dari Mel nanti jika dia batal menikah dengan mu " kata Dave yang masih saya menatap tajam namun dengan santai juga


__ADS_2