Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 97


__ADS_3

Dave semakin hari memang selalu menunjukkan sisi lembut dan romantis nya kepada Felisha bahkan tak jarang juga dia selalu menggoda istri nya itu


"Felisha apa sudah selesai masak nya ?". Tanya Dave


"Ya sebentar lagi ". Kata Felisha


Pagi ini memang Dave ada pertemuan penting maka dari itu pagi-pagi Felisha sudah memasak karena semalam Dave sudah mengatakan jika dia ingin sekali setiap hari istri nya itu memasak untuk nya. Setelah selesai memasak Felisha segera menghidangkan nya dan dia pun kini duduk bersama Dave untuk segera makan bersama


"Mel kemana ?". Tanya Dave


"Dia tadi pagi sudah berangkat dan terlihat terburu-buru juga ". Kata Felisha


"Apa tadi Revan datang untuk menjemput nya ?". Tanya Dave


"Tidak , tadi Mel di antar oleh sopir di sini. Mungkin saja dia buru-buru dan Revan tidak tahu jika Mel harus berangkat pagi tadi ". Kata Felisha


Dave hanya mengangguk kan kepala nya saja bahkan dia juga kini kembali makan dengan santai nya dan terlihat sangat lahap sekali. Sesekali juga dia melirik ke arah Felisha yang sedang makan . Kini Dave mendekati istri nya itu membuat Felisha kaget lalu memundurkan tubuhnya namun Dave semakin mendekat kan wajah nya membuat Felisha pun memejam kan mata nya ketika Dave semakin mendekat


"Ada sisa Nasi di bibir mu sayang ". Kata Dave membuat Felisha membuka mata dan dia memalingkan wajah nya karena kebodohan nya tadi dan pasti nya Dave sangat suka sekali melihat jika Felisha malu-malu seperti sekarang ini.


"Apa kamu menginginkan lebih sayang ?". Tanya Dave


"Jangan menggoda ku terus dan atau sendok ini akan melayang di kepala mu ". Kata Felisha


"Wah istri ku sangat kejam juga rupa nya ". Kata Dave lalu melanjutkan makan nya kali ini bahkan dia terlihat senang sekali setiap selesai menggoda istri nya itu.


"Aku akan pergi ke kantor dan nanti setelah pulang akan mengajari kamu latihan menembak lagi ". Kata Dave


Dia kini berdiri dari duduk nya setelah selesai makan dan langsung mencium bibir sang istri kali ini dan segera pergi berangkat kerja sebab Robin juga sudah menunggu nya sejak tadi di depan


"Ayo kita berangkat Robin ". Kata Dave

__ADS_1


Kini Dave duduk di depan bersama dengan Robin seperti biasa nya jika mereka hanya berdua saja tidak ada kata bos dan asisten sebab Dave sudah menganggap Robin seperti saudara sendiri bahkan dia juga selalu memberikan apa yang Robin butuhkan juga walaupun dia sering menolak namun Dave tetap saja tidak perduli dan akan selalu memberikan apa yang sudah seharusnya Robin dapat kan ketika berada bersama dengan dirinya .


"Apa hadiah untuk nanti malam sudah siap Robin ?". Tanya Dave


"Sudah tuan , saya sudah menyiapkan yang terbaik sesuai dengan perintah anda ". Kata Robin


"Tidak terasa juga aku akan menjadi saudara ipar Dengan Rafael si licik itu ". Kata Dave


"Dia tidak bisa mendapat kan nona Mel dan sekarang beralih ke nona Jane ". Kata Robin


"Mana mungkin juga aku memberikan restu ku untuk dia mendekati Mel dan kau jangan memanggil Mel nona Robin panggil nama saja seperti biasa nya ". Kata Dave


"Baik tuan ". Kata Robin


Kini tak terasa juga mereka sudah sampai di kantor dan Dave serta Robin pun segera masuk ke dalam untuk segera menemui tamu yang kata Dave sangat penting itu. Para karyawan di sana terlihat menunduk hormat ketika Dave datang bahkan mereka juga terlihat diam tanpa kata di sana


"Bos , tuan Revan sudah menunggu di ruang meeting ". Kata sekertaris nya


"Dave kenapa kau lama sekali bahkan aku dan Shawn sudah menunggu mu sejak lama ". Kata Revan yang baru melihat Dave langsung saja mengomel kali ini bahkan dia tidak takut sama sekali dengan Dave


"Shawn Adrian Raymond ". Kata Dave


"Dave Lawrence Miller ". Kata Shawn dan mereka berdua pun kini berjabat tangan lalu duduk kembali


"Ada apa kau ingin bertemu dengan ku ?". Tanya Shawn langsung


"Aku hanya ingin bekerja sama dengan mu saja dalam bidang perhotelan ". Kata Dave


Tentu saja bukan hanya itu alasan nya kenapa Dave ingin bertemu dengan Shawn bahkan dia juga ingin sekali tahu bagaimana sosok lelaki yang menyukai adik nya itu secara langsung


"Aku tidak tertarik dengan kerjasama itu ". Kata Shawn

__ADS_1


"Lalu aku akan mengajak mu bekerja sama dalam penjualan senjata ilegal , tentu saja itu akan sangat menguntungkan untuk kita berdua nanti nya ". Kata Dave


Shawn kini terlihat menatap Dave bahkan tatapan nya itu terlihat sangat menajam sekali seperti ingin memangsa Dave


"Jika kerja sama itu aku akan menyetujui nya ". Kata Shawn


"Shawn, apa Lo tahu jika Vincent ada di negara ini ?". Tanya Revan dengan santai nya dan mereka pun menunggu jawaban dari Shawn saat ini


"Gue tahu akan hal tersebut dan gue juga tahu jika dia menyewa anak buah untuk menjaga nya namun anak buah siapa yang dia sewa gue masih belum tahu sebab gue juga tidak perduli sama sekali dengan hal tersebut ". Kata Shawn Dengan Santai nya


"Gue mendengar kabar jika dia akan membawa Lo kembali lagi ke Amerika ". Kata Revan memang sengaja memancing pembicaraan ke sana agar Dave tahu bagaimana Shawn


"Jika dia bisa membawa gue silahkan saja tapi itu akan membuang tenaga dan uang nya saja bahkan gue tidak akan meninggalkan negara ini ". Kata Shawn


"Tapi Shawn jika dia tahu Lo sekarang sudah menemukan cinta Lo pasti dia akan menjadikan itu sebagai kelemahan Lo ". Kata Revan


"Tentang Mel , gue akan menjaga nya dengan baik walaupun wanita cantik itu masih sangat sulit di taklukan ". Kata Shawn sambil tersenyum mengingat bagaimana Mel selalu saja bisa membuat Shawn menahan amarah nya karena ulah wanita itu.


Dave pun masih menyimak apa yang menjadi obrolan mereka berdua karena itu menyangkut adik nya Mel sementara Robin pun juga sama dan dia terlihat sangat santai sekali dan tetap mendengar kan dengan baik juga


"Mel memang sulit di taklukan Shawn tapi banyak sekali yang menyukai nya ". Kata Revan


"Termasuk Lo dan sesuai kesepakatan, kita akan bersaing dengan sehat karena gue juga sudah kenal siapa Lo Revan ". Kata Shawn


"Apa kalian Sedang memperebutkan wanita yang sama ?". Tanya Dave


"Dia menyukai Meilani dan Mel adalah wanita yang dekat dengan ku . Bahkan ke kampus pun selalu aku yang mengantar jemput nya ". Kata Revan


"Sial nya , gue sama sekali tidak bisa mengetahui di mana rumah Mel ". Kata Shawn


Revan hanya tersenyum saja bahkan dia memang sengaja memancing obrolan itu agar Robin tahu ada seseorang yang mencintai Mel dan akan selalu memperjuangkan nya bahkan dia juga ingin melihat bagaimana reaksi nya juga kali ini sebab Robin sama sekali Sulit untuk di tebak percintaan nya

__ADS_1


__ADS_2