
" permisi apa toko nya sudah buka " ucap nana membuka pintu toko dan melihat sisil sedang sibuk merapikan kue di lemari kaca
" maaf toko nya blm buka " ucap sisil yg blm melihat kedatangan nana
" apa aku blh menunggu di sni " ucap nana yg sudah duduk di meja kasir
" maaf kak kita blm buka dan kalau kakak ingin menunggu tolong jgn di sni " ucap sisil tanpa menoleh sedikit pun ke nana
" kenapa aku tdk boleh duduk di sini, biasa nya aku selalu duduk di sni " ucap nana yg menggoda sisil
" anda mau.... " sisil yg terkejut pun langsung menghentikan ucapan nya dan memeluk nana
" nana.... ya ampun kamu tuh kemana aja sih, kamu tau aku itu hampir frustasi nyari kamu, sebenernya kamu tuh kmna, tunggu ko kaya ada yg berbeda ya dri kmu dan baju ini sejak kapan kamu memakai baju seperti ini saat bekerja " banyak pertanyaan yg sisil lontarkan ke nana yg hanya di balas oleh nana dgn tutup telinga
" sudah bertanya nya, apa aku blh menjawab "ucap nana
" oke shilakan " ucap sisil yg ikut duduk di sebelah nana
" maaf kalau aku sudah pergi tanpa bilang ke kamu dan beberapa hari ini aku tinggal di sebuah rumah pria yg sebentar lgi akan jdi calon suami ku " ucap nana
" maksud kamu jdi kamu sudah tinggal satu rumah dgn pria asing dan kamu mau menikah " ucap sisil yg nampak terkejut dgn ucapan nana
" iya dan aku kesini sebenar nya ingin bertemu kamu dan sekalian ingin mengundurkan diri " ucap nana
" tunggu kamu mau nikah secara mendadak apa jangan jangan kamu ..... " ucap sisil sambil menunjuk perut nana
" huuusss... Ngaco kamu, aku msh perawan " ucap nana yg menepis tangan sisil karna kesal akan tuduhan sisil
" syukurlah kalau kamu tdk melakukan nya, lalu knp kamu ingin menikah terburu buru " ucal sisil yg penasaran
" aku di paksa dan hati ku jga tidak menolak " ucap nana
" apa kamu nyakin dgn pernikahan ini " ucap sisil yg memegang kedua tangan nana
" entah lah " ucap nana
Saat mereka sedang berbicara salah satu pengawal yg josh tugaskan untk menjaga nana masuk
" maaf nyonya muda ada tlfn dari tuan " ucap pengawal
__ADS_1
" iya " ucap nana yg langsung mengambil handphon dri tangan pengawal nya
" hallo josh " ucap nana
" hay sayang kmu lgi dmna " ucap josh di sebrang saluran telfon
" aku msh di toko kue " ucap nana
" apa kamu sudah makan siang " ucap josh
" blm mungkin sebentar lgi, dan kamu sendiri apa sudah makan " ucap nana
" blm, sebenarnya aku berniat ngajak kamu makan siang bareng di luar apa kamu mau " ucap josh
" hhmmm blh tpi apa aku blh mengajak sisil bersama ku " ucap nana
" oke blh,, aku sudah kirim kan alamatnya " ucap josh yg langsung mematikan sambungan telfon nya
" ikh menyebalkan langsung di matikan gtu aja " ucap nana yg mengerutu sendiri karna tingkah josh
" eeehhhmmmm, knp cie nona ngedumel aja " ucap sisil yg manghampiri nana dan duduk di kursi depan nana
"Gak apa apa ko, okh ya kamu ikut aku makan siang yuk sekalian aku mau ngenalin kamu ke calon suami ku " ucap nana
" ayo dong sil kita kan udah lama gak makan bareng " Bujuk nana
" aku coba izin dlu nya " ucap sisil yg langsung pergi ke kantor bos nya
Tidak lama sisil keluar dri ruangan dengan raut wajah yg sedikit kecewa dan menghampiri nana
" gimna sil apa blh " ucap nana dgn penuh harap
" maaf nana " ucap sisil yg menunduk kan wajah nya
" ya sudah lah gak apa apa mungkin bsa lain waktu " ucap nana yg sedikit kecewa dgn jawaban sisil
" ya sudah yuk kita berangkat sekarang " ucap sisil dgn senyum manis ke arah nana
" maksud nya " ucap nana yg sedikit bingung
__ADS_1
" hahahahaha, aku hanya ngerjain kamu doang, " ucap sisil yg mencubit pipi nana dgn gemas
" aaawww, sisil sakit tau " ucap nana yg memegangi pipi ya
" sudah yuk nanti kekasih mu terlalu lama nunggu kita nya " ucap sisil yg menarik tangan nana agar kelaur toko
Tidal lama mereka pun sampai di tempat yg sudah di tentukan olah josh
" nana apa kamu nyakin kita makan di sini " ucap sisil yg nampak tidak nyakin dgn tempat tujuan mereka
" pak her apa benar ini restoran yg di kirim oleh tuan josh " ucap nana ke pada sopir yg membawa mereka
" iya nyonya ini alamat yg tdi di kirim oleh tuan " ucap pak her
" apa kamu sudah dengar, sudah yuk kita masuk " ucap nana yg menarik tangan sisil agar keluar dari mobil
Saat mereka baru memasuki restoran itu sudah di sambut oleh doni yg menunggu nana di depan pintu restoran
" nona shilakan ikuti saya tuan sudah menunggu " ucap doni menunjukan jalan ke nana dan sisil
" nana apa kamu tau ini adalah restoran paling termewah dan termahal di kota ini " bisik sisil yg masih menggandeng lengan nana
" iya aku tau, memang knp " ucap nana
Setelah menaiki lift dan melewati lorong yg sepi mereka pun sampai di depan pintu ruangan yg sudah di pesan oleh josh
Mereka pun memasuki ruangan namun nana yg nampak bingung dan melihat seluruh isi ruangan yg nampak sepi dan tidak menemukan josh di sna
" doni di mana josh " ucap nana ke pada doni
" mungkin tuan sedang ada di kamar kecil " ucap doni yg menunjuk salah satu pintu yg ada di sna
Benar apa kata doni tidak lama pintu itu pun terbuka dan josh keluar dri kamar kecil dan tersenyum saat melihat nana yg sudah menunggu nya
" hay sayang apa sudah lama kamu nunggu aku di sni " ucap josh yg langsung mencium kening nana dgn sayang
" enggak aku baru datang ko " ucap nana dgn senyuman manis nya
Sisil yg mengenali sosok josh dia pun terkejut dan namapak tidak percaya bahwa yg di depan ya adalah sosok pria yg selalu di idolakan nya
__ADS_1
" apa kamu benar tuan joshua wiratmaja pembisnis muda yg terkenal di asia dan eropa itu " ucap sisil dgn wajah kagum kepada josh
" iya benar ternyata kamu kenal jga sma saya tdk seperti sahabatmu ini yg tdk mengetahui syapa saya " ucap josh yg menggoda nana