
Tentu mendapat ejekan seperti itu membuat Eza pun bersemangat sekali melawan Shawn dan juga Rico karena dia tidak suka juga jika di remehkan seperti tadi bahkan dia pun merasa jika Rico Sangat lah sombong sekali sekarang ini kepada diri nya
" Jangan terlalu sombong dan mari kita buktikan saja sekarang siapa yang lebih hebat ". kata Eza
" Kasih paham dia Shawn biar tahu jika dia masih saja bodoh dalam permainan ini ". Kata Rico
" Lawan Lo saja dulu dan jika dia bisa menang baru nanti melawan gue ". kata Shawn
" Seperti nya kalian memang sangat penakut ya untuk melawan gue sekarang jadi kalian pun tidak ada yang mau bermain saat ini ". Kata Eza
" Sekarang terlihat dengan jelas sekali siapa yang sombong bukan ". Kata Rico
" Sudah main sana Rico biar dia tidak mengatakan jika Lo sombong ". Kata Shawn
Kini Rico pun meladeni apa yang Eza inginkan dan mereka pun kini bermain bersama sementara itu Shawn hanya melihat nya saja sambil dia juga memainkan ponsel nya untuk mengetahui kabar dari Marvin tentang pujaan hati nya itu yang tadi tidak dia tolong dan hanya dia abaikan saja .
Dan di rumah nya Mel kini tengah duduk manis dsn mengobrol saja dengan Rose setelah dia selesai mengobati luka nya tadi
" Rumah kamu bagus sekali loh Mel dan sangat enak sekali di lihat nya ". Kata Rose
" Sama saja bukan dengan rumah Lo dan gue juga belum pernah datang ke rumah Lo juga kan selama ini ". kata Mel
" Kalau begitu kapan-kapan kamu datang saja ke rumah dan kita bisa mengobrol nanti di rumah aku ". Kata Rose
" Boleh juga itu dan kapan-kapan gue akan ke sana untuk main ke rumah Lo ". Kata Mel
Mel memang tidak pernah main ke kediaman Rose sekali pun tapi dia tahu di mana rumah Rose dari Rose sendiri dan dia juga tahu siapa orang tua Rose jadi Mel pun sedikit banyak mengetahui tentang sahabat nya itu juga sekarang ini walaupun dia tidak pernah datang ke rumah Rose sekali pun
" Meilani Miller ". Sapa Revan yang baru saja datang ke rumah itu
__ADS_1
" Ngapain Lo di sini jam segini Revan ?". tanya Mel
" apa Lo lupa jika gue di tugaskan Dave untuk menjemput Lo dan ternyata Lo sudah pulang tadi dari kampus ". kata Revan yang kini sudah duduk manis di samping Mel
" Tadi ada insiden sedikit kak hingga membuat kita pulang duluan ". Kata Rose membuat Mel menatap nya dan kini Revan pun menatap ke arah Rose dan Mel bergantian
" Wajah Lo kenapa Mel ?". Tanya Revan sambil ingin memegang nya namun di tepis oleh Mel
" Jatuh tadi ". Kata Mel
" Jika jatuh tidak seperti ini Mel dan ini seperti sengaja di pukul seseorang". Kata Revan
" Tadi memang ada yang memukul Mel kak di kampus". Kata Rose yang menjawab apa yang di katakan Revan tadi
" Siapa yang berani melakukan nya dan apa dia tidak tahu siapa Lo Mel dan bagaimana bisa Shawn tidak membantu Lo sama sekali ". Kata Revan tanpa henti nya
" Wah benar-benar kurang ajar sekali Shawn dan bisa-bisa nya dia tidak membantu Lo Mel . Lihat saja nanti akan gue jitak itu kepala nya karena dia bermain sekali tidak membantu Lo ". Kata Revan
" Sudah lah Revan lagian ini juga sudah terjadi jadi mau bagaimana lagi coba ". kata Mel
" Ya tapi seharusnya dia membantu Lo Mel walau pun dia tidak mendapat kan cinta Lo tapi setidak nya kalian bisa bersahabat dengan baik bukan ". Kata Revan kesal sekali dengan Shawn sahabat nya yang satu itu sebab dia tidak mau membantu Mel yang kesusahan
" Tidak apa-apa dan jangan memikirkan hal itu lagi ". Kata Mel
" Jika Dave pulang dan melihat ini tentu saja dia akan sangat marah sekali Mel nanti nya apalagi bekas ibu terlihat sangat jelas sekali Mel ". Kata Revan
Mel juga sebenar nya takut sekali jika kakak nya akan marah namun mau bagaimana lagi dia juga tidak bisa berbuat apapun tadi bahkan ilmu bela diri nya seolah sirna Karena kejadian tadi
Dan di rumah Kristal kini Hendri dan juga istri nya sudah pulang dan kini mereka sedang berbicara bersama dengan Dave di sana
__ADS_1
" Jika anda butuh bantuan maka katakan saja dengan ku jangan sungkan tuan Hendri ". Kata Dave
" Saya sangat berterima kasih tuan jika anda mau membantu namun kali ini saya masih belum menemukan kesulitan sama sekali karena kemarin juga sudah di bantu oleh tuan Shawn ". Kata Hendri
" Bukan Shawn yang membantu tapi Dean yang membantu kita papa ketika di Singapura ". Kata Kristal
" Sama saja bukan baik itu tuan Shawn atau tuan Dean yang membantu kita ". Kata Hendri
" Berbeda itu pa , jika Shawn tentu akan menyenangkan sekali tapi ini Dean yang sangat menyebalkan sekali ". Kata Kristal
" Memang apa beda nya sih kan sama saja mereka sama-sama membantu kita dan mereka juga patner bukan ". Kata Hendri
" Tapi Dean lebih menyebalkan pa dibandingkan dengan Shawn ". Kata Kristal
" Jangan berkata seperti itu dan jika tuan Dean tahu pasti dia akan sangat marah sekali dan itu akan berdampak buruk nanti kepada kerja sama kita jadi kamu harus menjaga ucapan dan sikap kamu itu Kristal ". Kata Hendri
" Kenapa kalian malah berdebat sih seperti anak kecil saja ". Kata mama Kristal
" Memang nya kenapa dengan Dean sih Kris ?". tanya Felisha
" Dia itu sangat Menjengkelkan sekali bahkan dia selalu saja tidak suka jika laporan ku tidak sempurna sama sekali ". kata Kristal
" Itu bagus kan untuk kamu agar bisa mengetahui bagaimana laporan yang baik itu bagaimana". Kata Felisha
" Tapi kesalahan nya hanya sedikit saja tapi dia malah menyuruh ku untuk merevisi nya dan di kasih jam lagi seperti di kampus saja , itu membuat ku sangat tidak suka sekali dengan nya ". Kata Kristal
" Hati-hati benci bisa jadi cinta nanti nya " Kata Felisha
" Aku tidak akan jatuh cinta kepada nya dan dia juga buka cowok idaman ku juga jadi tidak akan mungkin kita saling jatuh cinta sebab aku hanya menganggap nya Sebagai partner saja tidak lebih dari itu ". kata Kristal yang memang terlihat kesal sekali jika harus membicarakan tentang Dean sekarang ini yang dia tahu jika dia sangat menyebal kan sekali
__ADS_1