
Dave dan Rafael hanya saling tatap dan diam sekarang karena ultimatum dari dua ibu negara tadi membuat mereka pun hanya memperhatikan kedua nya saja saat ini
" Lihat lah Dave jika begini maka kita berdua pun seperti anak kecil yang menuruti perintah mama nya jika di suruh Diam ". Bisik Rafael
" Dan jika kita tidak diam , apa kau bisa mengatasi istri mu jika dua sudah marah nanti ?". tanya Dave
" Ya sama seperti mu tentu saja tidak karena marah Jane sangat lah berbahaya sekali dan mungkin saja aku tidak akan bisa tidur di kamar ku sendiri nanti nya karena hal tersebut". kata Rafael
" Mereka para wanita selalu saja menggunakan senjata itu untuk membuat kita tunduk kepada nya dan untung nya aku cinta dengan Felisha kalau tidak sudah ku cari wanita lain di luar sana ". kata Dave
" Wah Felisha, suami mu mengatakan jika dia ingin mencari wanita lain karena aku tidak memperdulikan nya malah menyuruh nya diam saja saat ini ". Kata Rafael memancing kegaduhan di sana
Felisha pun mini langsung menatap ke arah mereka berdua saat ini dan dua buah bantal sofa pun melayang dan mengenai wajah mereka karena sudah membuat Felisha kesal di sana
" Mau cari wanita lain , sana berangkat". kata Felisha menatap Dave tajam
" Mana mungkin swety aku melakukan nya dan itu hanyalah akal-akalan Rafael saja ". Kata Dave
" Oh jadi sebenarnya kamu ya yang ingin mencari perempuan lain karena aku sudah tidak cantik lagi sekarang sebab sedang hamil besar saat ini ". Kata Jane yang kini sudah berdiri dan berada di depan Rafael
" Tidak sayang kamu tetap cantik seperti biasa nya walaupun sedang hamil bahkan kecantikan kamu semakin bertambah saat ini ". Kata Rafael
" Gombalan buaya seperti mu sangat lah tidak mempan sekali , iyakan Felisha". Kata Jane
" Benar sekali dan sebagai hukumannya kalian harus memasak makanan untuk kita sekarang". Kata Felisha memerintahkan kedua nya untuk memasak saat ini
" Apa kamu lapar Felisha?". Tanya Jane
" Iya aku sangat lapar sekali dan ingin sekali makan saat ini ". Kata Felisha
Jane bahkan tidak banyak makan makanan yang dia bawah tadi dan kebanyakan Felisha lah yang menghabiskan nya tapi kenapa sekarang dia malah mengatakan jika Sangat lapar sekali sekarang
" Fel jangan menyuruh memasak ya , lebih baik suruh yang lain saja ". Kata Rafael
" Tidak ada negosiasi ya kak dan aku mau kalian berdua masak sekarang ." Kata Felisha
" Padahal sebelum kita datang juga kamu sudah makan banyak sekali swety dan sekarang kamu lapar lagi , apa tidak salah ?". Tanya Dave
" Apa kamu tidak mau memasak untuk ku sayang?". Tanya Felisha menatap Dave dengan tatapan sendu nya saat ini
" Tentu saja aku mau dan tadi aku hanya bertanya dan memastikan saja ". Kata Dave
" Aku memang sangat lapar sekali jadi ayo masak untuk ku dan aku akan menunggu di dapur nanti ". Kata Felisha yang kini sudah berjalan menggandeng tangan Dave sekarang untuk menuju dapur dan memasak di sana sedang kan Jane dan suami nya masih terdiam di sana saat ini menatap kepergian mereka berdua
" Apa Felisha serakus itu hingga dia ingin makan lagi sekarang?". Tanya Rafael
" Ku rasa tidak sayang karena dia akan makan secukupnya saja ". kata Jane
Rafael hanya mengangguk kan kepala nya saja dan kini Jane pun menatap nya membuat dia kini tersenyum saja sekarang
" Apa aku juga harus masak di sana ?". Tanya Rafael
__ADS_1
" Menurut kamu ?". Tanya Jane balik dan Rafael tidak menjawab melainkan kini dia segera pergi menuju dapur menyusul Dave sekarang yang sudah ada di sana . Kini mereka berdua memasak sesuai dengan instruksi ibu negara masing-masing dan di sana mereka seperti seorang master chef yang sedang berlomba sebab sejak tadi Jane dan juga Felisha memberikan mereka instruksi tanpa henti
" Sayang jangan lambat kalau bekerja, cepat lah sedikit karena aku sangat lapar sekali ". Kata Felisha
" Iya sabar Sweety tangan ku hanya dua jadi aku tidak bisa melakukan semua nya dengan cepat ". Kata Dave
" Alasan saja ya kamu , bukti nya chef di rumah kita sangat cepat dan cekatan sekali setiap melakukan pekerjaan nya dan kenapa kamu tidak bisa seperti mereka juga ". Kata Felisha yang kini duduk manis sambil menopang dagu nya dengan kedua tangan nya di sana
" Ya mana mungkin juga suami mu bisa sehebat chef Felisha karena semua itu juga butuh keahlian ". Kata Jane
" Dan dia cuma ahli menembak orang saja tapi memasak dia sama sekali tidak bisa ". Kata Felisha meremehkan Dave saat ini membuat Dave hanya memicingkan mata menatap istrinya yang kini terlihat senang sekali menjahili nya di dapur
" Sebaik nya diam saja Felisha agar aku bisa konsentrasi ". Kata Rafael
" Jangan memerintah istri ku Rafael jika kau masih ingin hidup dengan tenang di dunia ini ". Kata Dave
" Tuh kan dengar dia hanya bisa mengancam orang saja ". Kata Felisha bukan nya membela Dave malah menyalahkan dia sekarang ini
Mereka masih saja bersemangat memasak kali ini tanpa memperdulikan jika mereka adalah orang hebat dan mungkin Dave kali ini juga sudah melupakan jika dia adalah bos Mafia yang sangat ditakuti juga di luar sana yang kini terlihat tunduk dan takut dengan sang istri saja di sana Sekarang ini
" Mereka ternyata pintar juga ya memasak nya dan lihat lah keahlian Dave melebihi seorang chef ". kata Jane pelan saja agar mereka tidak mendengar nya dan besar kepala nanti nya
" Tapi aku tidak yakin dengan rasa masakan mereka nanti dan sebaik nya kau nanti jangan memakan nya sebab aku kasihan sekali dengan bayi yang kau kandung itu nanti malah keracunan lagi kak ". Kata Felisha
" Iya juga , Kits belum tahu bagaimana rasa masakan mereka berdua Sekarang jadi sebaik nya kita suruh saja mereka nanti untuk memakan nya terlebih dahulu untuk memastikan apa itu layak di makan atau tidak ". Kata Jane
" Ya aku sangat setuju sekali dengan hal tersebut". Kata Felisha
" Sayang kenapa kau lama sekali dan lihat Dave sudah selesai memasak sekarang". Kata Jane
" Iya sabar sebentar lagi aku juga selesai jadi tunggu lah sebentar". Kata Rafael yang kini masih saja memasak di sana sementara Felisha kini sudah memakan masakan buatan Dave dengan lahap sekali
" Masakan kamu sangat enak sekali sayang dan seperti nya aku ingin jika setiap hari kamu memasak untuk ku nanti di rumah ". Kata Felisha
Memasak di rumah , itu tidak akan Dave lakukan setiap hari sebab kerjaan dia juga sangat banyak sekali dan tadi dia pun juga harus mempelajari resep nya dari google jadi dia tidak mungkin juga mau memasak nanti tapi ini yang meminta adalah Felisha wanita yang dia cintai tentu dia tidak akan berani untuk menolak nya juga nanti
" Jangan menolak Dave karena membahagiakan istri itu sangat lah penting sekali ". Kata Rafael yang juga sudah selesai memasak sekarang ini . Jane juga terlihat mencicipi masakan Rafael dan dia langsung memuntahkan nya membuat Dave tertawa terbahak-bahak melihat hal tersebut
" Kamu masak apa , kenapa rasa nya sangat berbeda sekali dan tidak enak juga ". kata Jane
" Aku memasak sesuai dengan instruksi kamu sayang dan apa nya yang tidak enak ?". Tanya Rafael
" Coba saja sendiri". kata Jane sambil menyodorkan sendok nya sekarang ke Rafael. Dia pun kini mencicipi nya dan juga langsung memuntah kan nya saat itu juga
" Sangat asin sekali ya masakan nya ". kata Rafael membuat Felisha tertawa begitu kencang nya karena Rafael seperti nya tidak bisa membedakan gula dan garam
" bodoh nya kau kak hingga tidak bisa membedakan bumbu dapur ". Kata Felisha mengejek
" Oh Begitu ya kau Felisha, mentang-mentang suami mu bisa memasak dan kau menghina ku sekarang". kata Rafael
" Tapi itu memang kenyataan nya jika kau sangat bodoh bahkan memasak seperti itu saja kau tidak bisa kak, dasar payah ". Kata Felisha kembali mengejek Rafael di sana
__ADS_1
" Sudah kamu jangan mengejek nya terus nanti dia menangis sweety, sekarang habiskan saja makanan nya dan ayo pulang setelah ini ". Kata Dave
Felisha segera menghabiskan nya dan setelah semua habis dia pun kini segera pergi meninggalkan kediaman Alexander dan pulang lagi ke rumah Dave sekarang
" Kapan-kapan aku akan datang lagi kemari kak ". Kata Felisha sambil memeluk dan juga mencium Jane sekarang
" Ya datang lah kapanpun jika kalian suka dan aku akan sangat senang sekali menyambut kedatangan kalian kemari ". Kata Jane
Felisha segera masuk ke dalam mobil menyusul Dave tadi dan kini mobil pun sudah pergi meninggalkan kediaman Alexander
Di sebuah restoran terlihat kini Mel dan juga Robin Tengah bersama tak jarang juga mereka tertawa bersama di sana membuat beberapa pengunjung melihat ke arah mereka yang terlihat begitu romantis itu . Dan tadi pun robin sempat menyuapi Mel begitu juga sebaliknya mereka kini memang terlihat sangat mesra sekali membuat iri Saja
" Kamu selalu doyan makan ya sayang ". Kata Robin
" Iya dong , kan memendam rasa juga butuh tenaga ekstra ". Kata Mel membuat Robin mengacak rambut nya pelan dan mereka kini tersenyum bersama di sana
" Mel , Lo ada di sini juga . Kenapa kita slalu pas sekali ya bertemu di tempat yang tak terduga ". Kata Marvin dengan ekspresi wajah biasa nya . Padahal juga dia tahu karena sejak tadi mengikuti Robin dan Mel bahkan Marvin pun merasa janggal sekali dengan kedekatan mereka saat ini namun dia tidak akan melaporkan hal tersebut kepada Shawn sebab dia merasa itu mungkin saja karena mereka memang selalu bersama sajak dulu jadi kedekatan seperti itu memang sangat wajah sekali terjadi.
"Eh Marvin kenapa dunia sempit sekali ya dan kita selalu saja bertemu". Kata Mel
Robin memang merasa sedikit aneh karena di mana ada Mel di situ pasti akan ada Marvin secara tidak sengaja dan tentu nya Robin tidak percaya karena kebetulan itu selalu saja terjadi setiap tidak ada Shawn di dekat Mel
" Apa yang kau lakukan di sini dokter Marvin , apa pasien mu pindah di sini ?". Tanya Robin
" Robin jangan tidak sopan seperti itu kepada Marvin karena dia adalah sahabat ku ". Kata Mel
" Iya aku tahu dan tadi aku hanya bertanya saja apa itu tidak boleh ". kata Robin
" Tidak masalah Mel . Iya Robin aku di sini karena memang ada urusan tadi dengan klien dan asal kau tahu saja aku juga memiliki perusahaan bukan hanya sebagai dokter saja ". Kata Marvin
" Oh jadi kau memiliki perusahaan juga hebat ya . Bagaimana jika bekerja sama dengan perusahaan tuan Dave ". Kata Robin mengajak Marvin melakukan kerja sama dengan perusahaan Dave sekarang ini
" Aku baru merintis nya jadi tidak mungkin jika kita bekerja sama sebab perusahaan ku sangat kecil sekali dan belum juga berkembang dengan pesat ". Kata Marvin mencoba untuk menolak nya
" Maka untuk itu lah aku membantu mu agar perusahaan mu bisa menjadi besar nanti dan kau adalah sahabat Mel jadi tidak masalah juga membantu mu apalagi jika tuan Dave tahu pasti dia akan senang sekali karena bisa membalas Budi nanti nya kepada mu ". Kata Robin
" Sudah menjadi tugas ku Robin untuk menyelematkan nyawa Mel waktu itu jadi tidak ada balsa Budi sama sekali yang harus kalian lakukan ". Kata Marvin
" Ya sudah Kalau begitu duduk lah Marvin dan ayo kita makan bersama sekarang di sini mumpung kita sedang bersama dan berkumpul juga di sini ". kata Mel
Tanpa menolak dan sungkan sedikit pun kini Marvin pun memilih untuk bergabung dengan mereka berdua dan dia juga ingin tahu seberapa dekat mereka berdua ini karena dia ingin memastikan jika nanti bos nya tidak akan kecewa dan latah hati nanti nya karena Mel
Dan di markas kini Shawn terlihat menggebrak meja dan itu membuat aura menakutkan dari nya pun muncul sekarang
" Jack jangan memancing ku dengan hal bodoh dan Lo pasti mendengar bukan apa yang gue lakukan kepada Justin barusan ". Kata Shawn
" Ya Shawn kami semua di sini tahu apa yang terjadi kepada Justin tapi seperti yang aku bilang Shawn jika gue bekerja sama dengan nya gue bisa memastikan jika tidak akan melukai Mel nantinya ". Kata Jack masih mencoba untuk menjelaskan kepada Shawn sekarang ini
" Jika itu adalah keputusan Lo maka gue pun akan membuat keputusan juga nanti nya dsn Lo jangan menyesal nanti jika gue akan membunuh Lo di Medan perang yang Lo lakukan bersama dengan Justin nanti nya ". Kata shawn
" Ayolah Shawn ini hanyalah bisnis saja jadi jangan membuat gue bingung sekali sekarang ini ". Kata Jack
__ADS_1
" Gue tidak pernah membuat Lo bingung dan sudah jelas kan apa yang gue katakan ". Kata shawn dan itu kembali membuat Jack frustasi sekali karena jika melawan Shawn tentu hasil nya akan sangat buruk sekali. Walaupun dia mendapat kan bayaran besar tapi dia juga akan banyak kehilangan anak buah bahkan nyawa nya pun juga akan terancam karena penyerangan itu seperti apa yang di katakan oleh Shawn tadi kepada nya