
Dalam perjalanan Revan dan Mel masih saja bercanda bersama bahkan terlihat Revan beberapa kali mengejek nya juga membuat Mel sangat kesal saja.
"Apa sudah ada lelaki yang mendekati tuan putri yang satu ini". Kata Revan
"Apa sih gak Lucu banget". Kata Mel
"Pasti sudah ada kan yang mendekati Lo Mel ". kata Revan
"Ada atau tidak pun bukan urusan Lo kali". Kata Mel
"Ya gue tahu Mel tapi Lo kan sahabat gue jadi wajar lah gue ingin tahu". kata Revan
"Kepo banget Lo jadi cowok ". Kata Mel
"Kan kepo nya kepada Lo saja , kalau yang lain nya mah gak ". Kata Revan
Mel pun langsung memukul nya karena bercanda Revan gak lucu dan malah membuat dia kesal saja saat ini.
"Kita pulang ke rumah atau kembali ke rumah kak Felisha ini?". Tanya Mel
"Lo mau nya kemana, tadi kakak Lo gak bilang apapun hanya menyuruh menjemput Lo saja ". Kata Revan
"Seharus nya tadi bukan Lo yang menjemput karena pasti nanti akan ada yang tahu, kan Lo juga terkenal ". Kata Mel
"Kalau mereka tahu pun pasti akan mengira jika Lo adalah kekasih gue". Kata Revan
__ADS_1
"Iya juga sih tapi ya gak masalah kalau dengan Lo ". Kata Mel
"Apa tadi ada yang membuat masalah dengan Lo ?". Tanya Revan
"Tidak ada dan kalau pun ada gue juga bisa menyelesaikan nya nanti". Kata mel, dengan senyuman yang mengembang di bibir nya
Revan pun mengusap rambut nya dengan lembut penuh sayang karena dia kini sudah menganggap Mel sebagai adik nya walaupun dulu mereka pernah menjalin hubungan yang cukup lama juga
"Mel apa Rafael masih mendekati Lo ?". Tanya Revan
"Iya, si gila itu masih saja mencari kesempatan untuk dekat dengan gue". Kata Mel
"Jangan pernah mendekati nya Mel bahkan jangan memberikan celah untuk dia bisa mendekati Lo karena dia adalah orang yang sangat tidak di sukai kakak Lo ". Kata Revan
"Iya iya cerewet banget sih dari tadi. Sekarang kita ke kantor kak Dave saja ". Kata Mel
Mobil Revan kini sampai di kantor dan dia kini segera turun juga bahkan Mel kini dengan semangat nya menggandeng tangan Revan untuk masuk ke dalam kantor. Mel yang sangat ramah dan ceria itu pun selalu tersenyum kepada setiap karyawan di sana bahkan dia terlihat sangat senang sekali menyapa para karyawan di sana saat ini
"Kak Dave ". Panggil Mel yang langsung masuk ke ruangan kakak nya dan dia sana juga ada Robin yang tengah memberikan laporan yang sudah dia periksa tadi
Mel masuk di ikuti oleh Revan dan kini dia pun segera memeluk kakak nya itu penuh dengan sayang
"Bagaimana kuliah nya tadi, apa ada masalah?". Tanya Dave
"Tidak ada kak". Kata Mel
__ADS_1
"Jika ada masalah katakan kepada Robin agar dia nanti mengurus nya". Kata Dave
"Siap kak". Kata Mel
"Terima Kasih sudah mengantar dan menjemput Mel ". Kata Dave
"Tidak masalah Dave bahkan aku juga senang melakukan nya ". Kata Revan
"Kalau kau tidak sibuk bisa mengantar dia setiap hari?". Tanya Dave
"Kak aku tidak mau jika dia yang mengantar jemput pasti nanti akan ada yang curiga". Kata Mel
"Tenang saja tidak akan ada yang curiga sama sekali nanti nya ". Kata Dave
Mel tetap saja tidak suka jika di antar dan jemput oleh sahabat kakak nya itu karena menurut dia pasti akan sama saja nanti nya
Di tempat lain kini Stevie sedang melaporkan apa yang terjadi kepada dirinya dengan papa nya bahkan dia menambahkan beberapa cerita yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi tadi dan hal membuat papa nya pun murka terhadap penghinaan itu
"Siapa dia, berani sekali dia mengatakan hal tersebut". Kata Jorge
"Dia sangat Sombong sekali pa bahkan dia menantang papa juga". Kata Stevie
"Benar om bahkan dia bilang tidak takut sama sekali kepada om dan menunggu apa yang bisa om lakukan kepada nya ". Kata Firly
"Papa akan datang ke kampus kamu besok untuk memberikan dia pelajaran bahkan papa akan membuat dia tidak ingin pergi ke kampus lagi nanti nya ". Kata Jorge
__ADS_1
Stevie dan kedua sahabat nya itu terlihat sangat senang sekali karena rencana dia akan berhasil untuk membuat Mel Malu apalagi kini papa nya Terlihat sangat marah sekali dan tidak terima sekali