
josh hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah sang istri yang menggemaskan
setelah sarapan dan tenaga nana pun sudah pulih kembali. josh yang mengendarai mobil dengan kecepatan sedang pun hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat antusias
" josh sebenarnya kita mau kemana " ucap nana yang penasaran dengan tujuan yang mereka tuju
" rahasia " ucap josh dengan mengacak ngacak rambut nana
nana yang mendapat jawaban dari josh pun hanya mencebikkan bibirnya
setelah menempuh perjalanan sekita 1 jam lebih. mereka pun sampai belum terlalu siang, sehingga masih sempat berjalan jalan di kebun teh yang ada di sekitar villa
nana yang melihat pemandangan pun dengan antusias, di kejutkan dengan seseorang yang dia kenal
" sisil " gumam nana
" nana " ucap sisil yang sama terkejutnya
" lo ko bisa ada di sini " ucap nana
" gua ke sini karna di ajak suami gua untk liburan " jawab sisil yang menunjuk ke arah suaminya
alangkah terkejutnya nana saat mengetahui suami dari sahabatnya itu adalah salah satu sahabat suaminya sekaligus anggota di kelompok mafia yang di ketuai oleh josh
" jadi suami lo roy " ucap nana dengan wajah yang masih tidak nyakin
" koe lo bisa kenal nama suami gua " tanya sisil yang berbalik menatap nana dengan kebingungan
" roy itu sahabat suami gua " jawab nana
" apa " teriak sisil. hingga membuat ke 5 pria itu menengok ke arah mereka
" bisa gak sih lo gak usah teriak, sakit tau kuping gua "ketus nana dengan kesal
josh yang melihat wajah istrinya kesal pun langsung menghampirinya dan merangkul pinggang istrinya agar lebih dekat
" kenapa sayang " tanya josh
" nggak apa apa ko " jawab nana dengan memberi senyuman ke pada suaminya
" apa kamu nyakin, tadi aku melihat kamj seperti sedang kesal "
" nggak tadi hanya sedang bercanda dengan sisil " ucap nana
__ADS_1
" oh ya josh apa aku boleh bertanya " ucap sisil yang sedari tadi seperti tidak di anggap oleh kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta
" shilakan " ucap josh dengan santai
" apa bener kamu sahabat roy " ucap sisil yang menengok ke arah roy dan roy pun melihat ke arah nya hingga mereka bertatapan
" dan apa kamu tau kalau sisil sudah menikah sama roy " sambung nana yang penasaran
" iya roy memang sahabatku dan aku juga tau kalau mereka sudah menikah " ucap josh yang memandang wajah istrinya
" kamu jahat " ucap nana yang langsung mendorong tubuh suaminya agar menjauh
josh menautkan kedua alisnya melihat reaksi nana atas jawaban dari pertanyaannya
" kenapa sayang. memangnya aku jahat kenapa "
" kenapa kamu tidak memberi tau aku kalau sisil menikah dengan roy " ucap nana yang mencebikkan bibirnya dan membalikan tubuhnya ke arah lain agar membelakangi josh
josh hanya tersenyum dengan tinggah istrinya
" abis kamu tidak bertanya. dan lagi juga aku baru tau belum lama saat sisil datang ke kantor untuk interview " ucap josh yang memeluk tubuh nana dari belakang
nana menautkan kedua alisnya nampak bingung dengan ucapan josh
" sebelum kita sampai di restoran aku melihat sisil sedang berdebat dengan roy " ucap josh
flasback on
siang itu saat nana dan josh yang berada di dalam mobil menuju restoran. tidak sengaja josh melihat keluar jendela dan matanya menangkap kedua orang yang ia kenal sedang berdebat di pinggir jalan
josh yang merasa ada ke anehan pun langsung mengirim pesan singkat ke roy
..." sedang apa lo di pinggir jalan dan berdebat dengan seorang wanita yang gua kenal " pesan singkat yang josh kirim...
tidak berselang lama handphone josh pun berbunyi menandakan pesan masuk
" tau dari mana lo gua sedang berdebat dengan seorang wanita dan lo kenal dari mana wanita ini " balas roy
" dia sahabat baik istri gua dan ada masalah apa lo sama dia " balas josh
" dia istri gua dan sejak kapan lo mau tau urusan orang " balas roy
" sejak kapan lo nikah dan kenapa gua gak tau " balas josh
__ADS_1
" apa gua nikah harus laporan dulu sama lo " balas roy
josh yang semakin lama kesal dengan balasan roy pun memutuskan tidak membalas dan memasukan handphone nya ke dalam saku jas
*fl**asback off*
" jadi kamu jangan marah laginya sama aku " ucap josh yang membalikan tubuh istrinya agar menghadapnya
nana pun langsung memeluk erat tubuh suaminya dengan merasa bersalah sudah marah dengan hal yang tidak jelas
" maaf " ucap nana yang masih berada di dalam pelukan josh
" maaf untuk apa sayang " ucap josh yang menangkup ke dua pipi nana dengan lembut
" karna aku sudah marah sama kamu " ucap nana dengan sendu
" tidak sayang, kamu tidak perlu minta maaf karna kamu berhak tau " ucap josh yang menepelkan keningnya ke kening nana hingga membuat nana merona
josh yang melihat istrinya merona pun semakin gemas dan mencium bibir istrinya dengan singkat
entah kenapa josh merasa bibir istrinya sangat manis dan lembut hingga dia selalu ingin melu*at bibir istrinya tanpa henti
" apa mereka menganggap kita ini patung sehingga bermesraan di hadapan kita yang jomblo ini " ucap dimas
" sory... gua udah gak jomblo " ucap roy yang merangkul pinggang sisil hingga membuag sisil merona karna malu
" sombong " ucap dimas dengan kesal
" kenapa kau mau sama pria jelek ini, jelas jelas aku lebih ganteng dari nya. kenapa kau tidak dengan ku saja dan tinggalkan suamimu itu " ucap dimas mengejek roy
" apa maksud lo berbicara seperti itu " ucap josh dengan wajah yang sudah kesal dengan dimas
" gak ada gua hanya menawarkan saja jika istri lo mau ya dengan senang hati gua terima " ucap dimas dengan berjalan santai menghampiri josh dan nana yang sedang duduk di bawah pohon dekan tebing
" dimas apa lo mau cari mati " bentak roy hingga membuat dimas terkekeh mendengarnya
josh yang melihat kehadiran dimas dengan tertawa pun merasa bingung karna apa lagi ulah yang di lakukan oleh anak itu
" kenapa kau tertawa seperti itu " ucap josh yang masih memeluk nana dari belakang sembari duduk berseder di bawah pohon
" gua abis menjahili roy. habis dia sombong mentang mentang sudah menikah, memang apa enaknya menikah " ucap dimas
" kau juga akan merasakannya nanti setelah menikah. bagi ku lebih indah menikah dari pada kita selalu hidup sendiri karna hidup kita akan lebih berwarna " ucap josh yang membelai rambut nana dengan lembut
__ADS_1
" entahlah gua rasa gua tidak ingin menikah karna buat gua wanita itu merepotkan apa lagi kalau sedang marah menyeramkan " ucap dimas dengan mengangkat kedua bahunya