
Mereka semua mengobrol santai dan Beberapa kali juga Rafael mengajak Dave Untuk membahas bisnis walaupun dia juga terkadang tidak mau menanggapi nya tapi dia juga tidak bisa jika hanya diam Ketika bertanya sebab di sana ada istri nya yang akan selalu menyuruh nya menjawab pertanyaan mereka
" Dave seperti nya bekerja saja dengan mu akan sangat menyenangkan sekali ". Kata Rafael
" Dan aku tidak suka jika harus bekerja sama dengan mu dalam hal apapun ". Kata Dave
" Jangan begitu sayang , kalian adalah keluarga sekarang jadi jangan berkata seperti itu . Jika memang bisa bekerja sama kenapa tidak ". Kata Felisha
" Nah betul sekali itu Fel . Ternyata kamu memang sangat cerdas sekali tidak seperti suami mu ". Kata Rafael
" Jangan mengambil kesempatan karena sejak tadi istri ku membela mu Rafael ". kata Dave
" Apa salah nya jika kita bekerja sama , lagian tidak rugi juga kan bahkan perusahaan akan semakin kuat nanti nya ". Kata Rafael
" Aku tidak suka bekerja sama dengan mu ". Kata Dave
" Lupakan lah permusuhan kita dulu dan kita membuka lembaran baru saja sekarang . Iya kan Felisha ?". Tanya Rafael
" Iya kak , lagian jika kalian bekerja sama juga sangat cocok sekali dan kalian bisa membuat perusahaan Alexander semakin maju kedepan nya ". Kata Felisha
" Bahkan jika aku sendiri yang melakukan nya perusahaan itu juga bisa maju sweety ". Kata Dave
" Iya aku tahu jika kamu bisa melakukan nya tapi kan enak jika ada partner nya sayang . Pekerjaan kamu akan ringan nanti nya ". Kata Felisha sambil tersenyum dan bersandar di pundak Dave dan mereka kembali menunjukkan kemesraan nya di depan keluarga Felisha
" Bagaimana kalau malam ini kita menginap di sini ". Kata Rafael
" Rumah ku bukan penginapan dan kalian juga punya rumah sendiri kan jadi tidak perlu juga menginap di sini ". Kata Dave
" Ayolah sayang biarkan mereka menginap di sini malam ini saja bahkan di sini banyak kamar kosong kan ". Kata Felisha
Dan Dave pun kembali tunduk dengan permintaan sang istri . Kini dia menginginkan mereka berempat untuk menginap di rumah nya tapi hanya satu malam saja
" Ah tuan Dave memang sangat baik sekali ". kata Rafael
" Sayang kalau begitu kita tidur saja sudah malam juga ". Kata Felisha
Dave dan juga Felisha menujukkan kamar mana yang bisa mereka tempati lalu mereka segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sekarang
" Rumah Dave sangat megah sekali ya pa , bahkan penjaga nya sangat banyak dan ketat sekali ". kata Sheryl
" Ya maka dari itu jangan melakukan hal bodoh lagi ma Karena Dave tidak akan mengampuni mu lagi ". Kata Sonny
" Iya pa , mama sudah menyadari kesalahan mama jadi mama tidak akan bertindak bodoh lagi nanti nya . Bahkan hukuman Dave saja masih terngiang di pikiran mama sampai saat ini ". Kata Sheryl
Dia tidak mau lagi mendapat kan hukuman mengerikan dari Dave bahkan yang dulu saja sudah membuat nya kapok sekali dan tidak mau lagi berurusan dengan Dave apapun yang terjadi . Apalagi dia sudah mendengar jika Matthew sudah tiada dan Dave juga menepati janji nya untuk menyelamatkan nyawa nya dari Matthew waktu itu jadi kini dia pun sudah tidak akan menyakiti Felisha lagi Karena orang yang ada di depan dan belakang Felisha Sangat menakut kan sekali
" Sudah sebaik nya kita segera tidur ma sekarang biar besok bisa membantu Felisha di dapur mama dan juga Jane agar kalian semakin dekat ". Kata Sony
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan Dave kini keluar dari kamar nya . Dia bertemu dengan Rafael juga yang kini keluar dari kamar tanpa mereka berdua sengaja. Rafael mengajak Dave Untuk duduk bersama dan mengobrol di sana
" Sorry Dave jika aku tidak membantu waktu itu bahkan waktu itu aku sudah datang ke rumah mu dan ternyata semua sudah bersih dan aku hanya melihat anak buah Shawn saja yang meninggalkan rumah mu ini waktu itu ". Kata Rafael
" Aku tahu dan jangan membahas masalah itu lagi sebab aku juga tidak memperdulikan nya lagi ". Kata Dave
" Apa kau tahu saudara Matthew yang juga Mafia ?". Tanya Rafael
" Aku tahu dia tapi aku belum cukup mengenal nya karena kita memang tidak pernah bertemu . Justin Atkinson Cristian ". Kata Dave
Rafael mengangguk kan Kepala nya karena Dave ternyata sudah tahu tentang Justin bahkan dia juga jarang bertemu dengan nya walau pun dia berteman baik dengan Matthew
" Berhati-hatilah dengan nya Sebab dia lebih berbahaya dari Matthew ". Kata Rafael
" Bukan nya kau dekat dengan nya kenapa kau tidak ada di pihak nya malah membantu ku ?". Tanya Dave
" Kau memang pelupa Dave bahkan sekarang istri mu ini adalah Felisha seseorang yang sudah ku anggap sebagai adik sendiri dan aku pun sangat menyayangi nya sejak dulu layak nya kakak beradik ". Kata Rafael
" Jika kau benar menyayangi nya kenapa kau tidak membebaskan dia dari Jane dan juga mama nya dulu ?". Tanya Dave
" Jika orang sudah buta akan cinta maka apapun juga terasa benar walaupun sebenar nya salah bukan kah kau juga sudah mengalami nya ". Kata Rafael
Dave menyadarkan kepalanya kali ini di sofa bahkan dia memejamkan mata nya sebentar lalu kembali menatap lurus ke depan
" Aku memang sangat lalai menjaga Felisha tapi aku juga tidak bisa memutar kembali waktu ". Kata Dave
" Kau memang tidak bisa melakukan nya maka dari itu lakukan yang terbaik mulai sekarang dan rubah semua agar berjalan sesuai dengan keinginan mu nanti Dave . Aku percaya kau sangat hebat sekali dan bisa melakukan nya ". Kata Rafael
__ADS_1
" Rafael , aku ingin tanya sesuatu kepada mu ". Kata Dave membuat Rafael menatap nya sebab dia tahu jika kali ini Dave Sangat lah serius berbicara jadi dia akan serius juga kali ini menjawab setiap pertanyaan dari Dave jika dia memang bisa menjawab nya
" Apa yang ingin kau tanyakan ?". Tanya Rafael
" Kau mengenal Matthew dengan baik bukan jadi kau pasti juga tahu siapa yang membantu nya menyerang keluarga Miller dulu ?". Tanya Dave
Kini gantian Rafael menyadarkan kepalanya bahkan dia juga menghembus kan nafas nya kasar Mende pertanyaan Dave satu itu . Memang Satu pertanyaan nya dan itu pun sangat susah sekali untuk dia Jawab saat ini
"Jika kau mengira Shawn termasuk dalang nya itu salah Dave . Dan kau pasti tahu kan jika dia menyewakan jasa bodyguard . Jadi Matthew hanya menyewa nya saja dan mungkin saja Shawn tidak tahu jika itu di gunakan untuk menghabisi orang tua kalian ". Kata Rafael
Terlihat tangan Dave mengepal dengan kuat nya . Walaupun dia tahu jika mungkin memang Shawn tidak lah sengaja namun tetap saja karena bantuan dari anak buah nya Matthew bisa menghabisi keluarga Miller waktu itu dan itu sangat menyedihkan sekali jika dia mengingat nya . Dan kini Shawn menjatuhkan hati nya kepada Mel , apa Mel bisa menerima jika dia tahu yang sebenar nya terjadi itu Shawn memberikan anak buah nya untuk menyerang kediaman nya waktu itu , tentu Mel akan sangat terpukul apalagi jika dia sudah mencintai Shawn hati nya pasti akan sangat hancur sekali dan Dave tidak mau jika itu terjadi nanti nya
" Aku tidak bisa membiarkan dia mendekati Mel bahkan jika Mel tahu dia pasti akan sangat hancur sekali apalagi jika dia sudah mencintai nya ". Kata Dave
" jangan lah ikut campur urusan percintaan Mel bahkan dia sudah besar dan bisa mengatasi nya sendiri ". Kata Rafael
" Aku hanya tidak ingin jika dia sakit hati dan menetes kan Air mata untuk lelaki seperti Shawn ". Kata Dave
" Dia bahkan tidak membantu Dave jadi jangan lah mengambil kesimpulan dan keputusan terburu-buru karena itu akan membuat mu merasa kecewa saja jika ternyata keputusan mu salah ". Kata Rafael
Kini mereka berdua terlihat mengobrol tanpa ada permusuhan sama sekali bahkan sejak tadi juga Dave tidak pernah menolak setiap kata dan juga saran dari Rafael dan kini mereka jika berbicara terlihat seperti sahabat yang sangat akur sekali di sana
" Aku masuk ke dalam dulu dan ingat Dave untuk tidak mengambil keputusan yang salah nanti nya dan aku yakin jika Shawn sangat hebat dan bisa melindungi adik mu nanti nya ". kata Rafael sambil menepuk bahu Dave dan kini dia pun segera pergi menuju kamar nya untuk beristirahat dan Dave masih duduk di sana sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti . Dia tidak mungkin juga mengatakan kepada Mel dan dia juga akan menutupi kenyataan ini sebisa mungkin sampai dia bisa menemukan solusi yang tepat nanti nya
Di rumah nya Shawn kini sedang duduk bersama dengan Marvin bahkan tadi dia sempat memukul kepala Marvin sebab dia tidak datang ke rumah sakit waktu itu untuk mengobati Mel dan Shawn baru ingat setelah Mel di rawat hampir tiga Minggu
" Kau ingin ku bunuh ya Marvin maka nya kau tidak membantu ku menyembuhkan Mel waktu itu ". Kata Shawn
" Tuan bahkan aku ingin mengatakan untuk membantu mu tapi kau malah menyuruh ku ke Macau untuk mencari tahu tentang tuan Justin dan memastikan apa dia sudah menerima kabar kematian tuan Matthew ". Kata Marvin membela diri nya
" Sudah pintar menjawab ya kau ini . Bahkan kau bisa kan mengatakan nya lewat telfon ". Kata Shawn
" Tapi anda tidak menjawab panggilan telepon saya tuan ". Kata Marvin kembali menjawab setiap pertanyaan dari Shawn bahkan mereka terlihat seperti kakak beradik yang sedang berdebat saja kali ini .
" Kenapa tadi kau menerima uang yang di berikan Robin Kepada mu sebagai bayaran Karena menangani Mel ?". Tanya Shawn
" Itu karena anda tidak memberikan bayaran saya sebagai dokter dan wajar saja kan saya menerima nya karena waktu di rumah sakit saya adalah dokter dan bukan anak buah anda ". Kata Marvin
Plak
" Dasar kau ini memang benar-benar ya . Lalu apa informasi yang kau dapat kan dan awas Saja jika kau tidak mendapat kan apapun ". Kata shawn
" Tuan Justin sudah mendengar nya dan dia masih mempunyai banyak urusan di sana jadi belum bisa datang kemari ". Kata Marvin
" Jadi dia akan balas dendam atas kematian adik nya yang bodoh itu ". Kata Shawn
" Belum tentu juga dia balas dendam tuan karena informasi yang saya dapat kan Robin juga kenal dengan tuan Justin jadi mungkin saja tuan Dave dan tuan Justin berhubungan dekat jadi mereka tidak akan saling menyerang ". Kata Marvin
" Dan kata yang menurut mu itu aku anggap salah semua dan tidak mungkin juga Justin akan diam saja setelah adik nya meninggal dengan tragis bahkan karena hal tersebut juga Dave sangat di takuti saat ini ". Kata Shawn
Marvin memang belum menyelesaikan penyelidikan nya karena dia sudah mendapat kan telfon dari bos nya Shawn untuk segera membantu menolong Mel waktu itu jadi dia hanya mendapatkan informasi sedikit saja tentang Justin di Macau saat itu dan menurut nya juga masih tidak terlalu akurat sekali
Sementara di Macau kini Justin pun tengah duduk dengan santai nya di kursi kerja nya dan dia kini juga berada di rumah nya sendiri sekarang
" Apa yang di lakukan Matthew hingga Dave membunuh nya dengan begitu sadis nya ?". Tanya Justin dengan tatapan menyala nya
" Tuan Matthew membuat istri tuan Dave keguguran dan adik nya koma selama satu bulan ". Kata Demian
" Jadi karena hal itu Dave membunuh nya dengan cara seperti itu ". Kata Justin
" Bukan hanya Tuan Dave saja bahkan tuan Shawn dan juga Robin orang yang anda kenal juga ikut andil dalam pembantaian Tersebut ". Kata Demian
Justin memang belum tahu siapa Robin dan dia kenal dengan Robin karena memang Melakukan kerja sama bisnis beberapa kali . Justin juga tertarik sekali dengan kepintaran Robin hingga membuat nya pun sering berkomunikasi dan bertemu dengan Robin ketika mereka berada di negara yang sama bahkan ide yang Robin miliki Sangat lah bagus menurut Justin untuk mengembangkan bisnis yang di jalankan
" Apa hubungan dia dengan Dave ?". Tanya Justin
" Dia adalah asisten dari tuan Dave dan perusahaan yang selalu bekerja sama dengan anda adalah milik tuan Dave juga tuan hanya saja memang Robin lah yang selalu menemui klien nya ". Kata Demian
Justin hanya mengangguk kan Kepala nya saja mendengar hal itu dan dia tidak menyuruh Demian untuk melakukan apapun , hanya dia ingin tahu saja apa alasan Dave membunuh Matthew . Entah dia akan menyerang atau tidak Demian masih belum tahu karena tidak ada instruksi dari bos nya itu jadi dia kini hanya diam saja dan kembali bekerja serta fokus dalam perusahaan Justin karena dia juga bertindak sebagai asisten Justin di sana jadi dia pun juga memiliki banyak sekali pekerjaan sama dengan Robin juga . Justin memang tidak menyuruh Demian melakukan apapun karena dia memiliki rencana tersendiri nanti untuk membalas kematian adik nya karena Dave
Cuaca cerah dapat terlihat dengan jelas bahkan di dapur yang biasa nya tenang kini sangat ramai sekali karena ada yang menemani Felisha memasak bahkan menurut Felisha ini adalah momen langkah sekali sebab pertama kali nya mama dan kakak tiri nya itu mau membantu nya turun ke dapur untuk memasak bersama di sana
" Kak sebaik nya kau duduk saja di sana nanti lelah ". Kata Felisha
" Tidak , aku akan membantu kalian bahkan ini terlihat sangat seru sekali dan tidak melelahkan sama sekali jadi aku mau membantu kalian hingga tuntas memasak nya sekalian belajar juga agar bisa memasak untuk Rafael nanti nya. ". Kata Jane
__ADS_1
Felisha tidak mengetahui apa yang membuat mereka berdua berubah tapi dia yakin jika semua itu karena Rafael bahkan dia sangat yakin jika Rafael memang bisa mengubah hati mereka menjadi lembut seperti sekarang ini .
Mereka bertiga bergantian memasak dan saling membantu bahkan tak jarang juga mereka bercanda bersama di sana .
" Wah Felisha kenapa ramai sekali , eh ada Tante dan juga Jane di sini ". Kata Kristal yang sudah masuk ke dapur . Dia sudah menaruh tas nya tadi dan kini bergabung dengan Felisha
" Mereka memang menginap di sini dan sekarang kita membuat makanan untuk sarapan , apa kamu mau membantu ?". Tanya Felisha
" Boleh juga , jika di izinkan aku akan membantu kalian memasak di sini ". Kata Kristal
" Tentu saja sangat di izinkan dan sekalian saja buat Makanan untuk Robin dan nanti kita bisa membawa nya ke rumah sakit sekalian menjenguk Mel di sana ". kata Felisha
" Jadi Robin masih ada di rumah sakit ?". Tanya Kristal
" Iya , dia di Tugas kan Dave menjaga Mel bersama dengan Liam di sana jadi pasti mereka berdua belum makan ". Kata Felisha
" Kalau begitu aku akan memasak untuk nya ". Kata Kristal
Dia kini terlihat sangat semangat sekali bahkan Felisha pun kalah semangat dari nya membuat Jane bingung dan menggeleng kan Kepala nya melihat bagaimana semangat nya Kristal
" Dia sedang jatuh cinta jadi sangat bersemangat sekali ". Kata Felisha kemudian mereka semua kembali melanjutkan memasak nya di dapur . Setelah mereka semua selesai kini segera menata dan menghidangkan nya di atas meja dan kini mereka segera duduk di sana sambil menunggu Dave dan yang lain nya juga
" Wah Makanan nya sudah siap ya , pantas saja aku sangat lapar sekali ". kata Rafael
Mereka bertiga kini duduk bersama dan terlihat Dave menatap Kristal yang ternyata sudah duduk manis di sana sambil tersenyum kearah nya sekarang ini
" Kau ada di sini pagi-pagi begini ?". Tanya Dave
" Dia sebenar nya hanya mencari Robin saja tapi Robin masih di rumah sakit ". Kata Felisha
" Masih saja mengejar Robin , coba saja ganti target kan teman Dave banyak ". Kata Rafael yang kini sudah memakan makanan nya terlebih dahulu bahkan dia mendahului Dave di sana
" Sebelum janur kuning melengkung jadi Robin masih milik umum dan aku akan terus memperjuangkan nya ". Kata Kristal
" Semangat kristal dan aku yakin kamu bisa ". Kata Felisha memberikan semangat kepada sahabat nya
" Kita makan sekarang setelah itu pergi ke rumah sakit untuk menemui Mel di sana ". kata Dave
Mereka semua makan Tapi kondisi di meja makan sangat lah gadu karena ulah Rafael tentu nya dan di tambah dengan adanya kristal membuat Dave hanya bisa menatap tajam mereka saja kali ini karena tidak bisa diam ketika sedang makan
Sementara di rumah sakit Mel sangat lah membuat Robin kerepotan karena dia banyak sekali meminta .
" Kau mau aku terus ada di rumah sakit ya Robin untuk itu aku minta bubur ayam saja tidak kau belikan ". Kata Mel
" Makan makanan rumah sakit saja agar kau cepat sembuh Mel ". Kata Robin
" Bahkan aku bosan jika harus memakan nya setiap hari dan Liam kenapa kau juga tidak mau menuruti perintah ku , siapa bos mu di sini aku atau Robin ". Kata Mel kesal
" Ma'af nona tapi sesuai dengan perintah tuan Dave jadi saya harus menurut Dengan apa yang Robin katakan kepada saya ". Kata Liam sopan
" Kalian memang dua lelaki yang sama , yaitu sama-sama menyebalkan nya ". Kata Mel
" Sudah jangan banyak bicara hal tidak penting dan makan saja yang ada Mel . Kau ingin cepat keluar dari sini kan ". kata Robin
Mel pun dengan terpaksa memakan nya walaupun itu dia lakukan dengan Berat hati bahkan dia memakan dengan malas nya sekarang
Ceklek
Pintu ruang rawat Mel terbuka dan terlihat Shawn berjalan menghampiri nya sekarang ini sambil membawa sesuatu di tangan nya
" Bagaimana kabar Lo ?". Tanya Shawn
" Baik hanya saja di sini sangat membosankan sekali apalagi makanan nya sangat tidak enak ". Kata Mel
Shawn pun memberikan kantong yang dia bawah dan Mel pun segera menerima dan membuka nya
" Bubur ayam , Lo membelikan ini untuk gue terima kasih ya ". Kata Mel langsung menyantap makanan nya bahkan dia tidak terlalu perduli dengan tatapan Robin Kepada nya saat ini
" Aku sudah bertanya kepada dokter dan dia mengatakan tidak apa-apa jika Mel memakan bubur ini ". Kata shawn
" Tuh dengarkan baik-baik Robin bahkan Shawn saja mau membawakan nya untuk ku tapi kau bahkan melarang Liam membelikan nya untuk ku . Jahat sekali kau ini memang lebih jahat dari mama tiri dalam sinetron ". Kata Mel
" Kenapa harus jauh-jauh melihat di sinetron jika di kenyataan ada seperti nyonya Sheryl dan nona Felisha ". Kata Robin
" Ah iya kau benar juga . Sudah diam lah sekarang dan kalian duduk lah Dengan tenang sambil melihat aku yang sedang makan ". kata Mel
__ADS_1
Mereka pun langsung menuruti nya dan kini terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing namun masih berada di ruang rawat Mel dan menunggu dia menghabiskan makanan nya juga di sana . Bahkan beberapa kali Robin juga melirik Mel yang masih saja senang makan bubur ayam itu dan Shawn juga melakukan hal yang sama dan dia menyunggingkan senyum nya ketiak melihat Mel senang saat ini bahkan kebahagiaan dia hanya hal yang sederhana saja itu membuat Shawn semakin mencintai nya kali ini dan akan terus memperjuangkan cinta Mel apapun yang akan terjadi kedepan nya