
" kau berbica seperti itu karna belum menemukan wanita yang membuatmu nyaman " ucap josh
" entahlah " ucap dimas dengan membuang napas kasar
" sudahlah tidak usah di bahas lagi. lebih baik kita masuk karna sudah waktunya makan siang " ucap dimas lagi yang langsung berdiri dan berjalan terlebih dahulu
mereka semua pun masuk ke dalam villa dan makan siang bersama.
setelah selesai makan siang mereka pun memilih masuk kamar untuk meletakan barang bawaan yang mereka bawa
villa itu memiliki 2 lantai yang memiliki 3 kamar di atas dan 3 kamar lgi di bawah. dan kolam renang yang cukup luas dia bagian belang villa dengan pemandangan cukup indah
nana dan josh menempati kamar utama yang tentunya lebih besar dan lebih bagus. sisil dan roy menempati kamar yang berada di sebelah kamar josh dan nana. sedangkan ke 3 pria jomblo memilih 3 kamar yang ada di bawah karna mereka tidak ingin terganggu dengan suara aneh saat malam nanti
matahari senja pun tiba dengan langit yang indah. dengan menemani mereka para pria yang saat ini sedang duduk bersantai di kursi yang berada tidak jauh dari kolam renang namun berbeda denga kedua wanita cantik itu yang saat ini justru sedang merendam tubuhnya di kolam renang sambil tertawa dengan riang
josh yang melihat kebahagiaan di wajah istrinya pun tersenyum dengan terus memandang wajah cantik istrinya
" gak usah di lihatin terus kali gak mungkin akan luntur juga wajahnya kalau kau berpaling " sindir dimas yang langsung mendapat tatapan tajam dari josh
" apa kau sudah tidak membutuhkan mulutmu itu lagi " ketus josh
dimas yang mendapat ancaman pun langsung diam dengan memutup mulutnya dengan kedua tangannya
" kemana william " tanya josh lagi ke pada mereka
" entah tadi sehabis makan siang dia langsung pergi dengan terburu buru " ucap roy yang sedang bersantai sambil menikmati pemandangan di depannya
josh pun mengangguk dan memalingkan wajahnya menatap istrinya lagi
malam pun tiba. mereka semua sudah berganti pakaian dan sedang mempersiapkan acara barbequan di taman belang villa tidak jauh dari kolam renang
dimas dan doni mendapatkan tugas untuk menyalahkan api dan memanggang daging yang sudah di siapkan oleh pengurus villa dengan banyak karna permintaan dari sang tuan
__ADS_1
namun berbeda dengab josh dan nana yang hanya duduk santai menunggu daging matang. sedangkan sisil dan roy belum turun dari kamar mereka. entah apa yang mereka lakukan karna sedari tadi mereka belum juga turun
" apa gua terlambat " ucap william yang menggandeng seorang wanita cantik di sampingnya dan membuat mereka yang melihat kehadirannya pun terkejut karna baru pertama kali mereka melihat william menggandeng seorang wanita dengan bergitu mesra
" kenapa kalian menatap gua seperti itu. memang ada yang aneh dari gua " ucap william yang bingung karna tatapan ke 4 orang yang berada di sana
" siapa itu " ucap dimas dengan menunjuk pakai spatula
william pun tersenyum karna dia mengerti syapa yang di maksud dimas
" kenalin ini siska willona dia tunangan gua "
" apa " teriak mereka serempak
" iya kenapa kalian terkejut seperti itu. memangnya ada yang salah " ucap william yang berjalan menggandeng tangan siska menuju meja makan yang mereka siapkan dan mendudukan siska di samping nana
" hai aku mesi kusuma tapi kamu panggil aku nana " ucap nana yang mengulurkan tangannya ke arah siska yang berada di samping nya
" hai aku siska wilona " ucap siska yang menjabat tangan nana
tidak lama pun sisil dan roy turun dengan jalan beriringan
" belum lama baru seminggu karna kita pun di jodohin " ucap william
" kenapa lo gak ngundang ngundang kita " tanya dimas lagi
" gua gak ngadain pesta saat tunangan dan tunangan pun hanya di hadirin kerabat terdekat doank " jawab william dengan masih menggenggam tangan siska
doni yang tersadar kalau dimas meninggalkannya terlalu lama pun berjalan mendekat
tok....
suara ketukan spatula pun begitu nyaring di telinga mereka hingga membuat mereka menoleh ke arah dimas yang berteriak
" aaawwww.... " meringis dimas memegangi kepalanya yang sakit akibat ketokan dari spatula
__ADS_1
" apa kau sudah gila mengetuk kepalaku dengan begitu keras menggunakan spatula itu " ucap dimas yang kesal karna perbuatan doni kepada nya
" lo pikir lo bisa bodohin gua dengan pura pura bertanya dan duduk santai di sini sedangkan gua sendirian lo tinggal di sana " ucap doni dengan mengangkat spatula ke arah pala dimas
dimas yang melihat doni mengangkat spatula lagi pun hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya karna rencananya untuk kabur dari tugasnya memanggang ke tauan oleh doni
" kan gua hanya penasaran " ucap dimas
" gak usah banyak alasan. karna gua tau itu cuma akal akalan lo doang untuk lari dari tugas lo. iya kan " ucap doni kesal dengan tingkah sahabat nya itu
" hehehehe. enggak koe " ucap dimas dengan cengengesan
" sudah ayo kembali ke sana nanti dagingnya gosong " doni menarik tangan dimas agar ikut kembali ke tempat pemanggangan
dimas yang rencananya ketahuan pun hanya bisa kesal dan memanyunkan bibirnya
mereka yang ada di meja makan pun tidak tahan lagi menahan ketawa dengan tingkah dimas dan doni pun tertawa terpingkal pingkal. namun tidak dengan josh yang hanya menggelengkan kepalanya
" pantes dulu lo lebih memilih doni yang lo jadikan asisten pribadimu. dari pada si bocah tengik dimas itu, ternyata dia pintar juga sampai tidak bisa di kelabui oleh bocah itu. bahkan kita yang sudah lebih dulu kenal dengannya pun masih sering di kerjain sama dia " ucap roy yang masih menahan tawa
" itulah kenapa gua menjadikannya asisten pribadi gua karna kecerdasannya dan instingnya yang kuat terhadap musuh " ucap josh
setelah beberapa menit pun daging yang sedang di panggang pun sudah matang semua dan dengan canda tawa yang menghiasi meja makan membuat mereka lupa akan waktu.
waktu sudah menunjukan tangah malam namun tidak membuat mereka yang sedang duduk santai sambil mendengarkan candaan yang di keluarkan oleh dimas. mereka tertawa dengan bahagia tanpa memikirkan musuh yang sedang menanti mereka lengah
" josh " ucap nana sedikit berbisik di telinga josh
" iya kenapa sayang " ucap josh mengelus pipi nana dengan lembut
" apa aku boleh kembali terlebih dahulu, aku sudah mengantuk " ucap nana
" ya sudah kita kembali ke kamar sekarang " ucap josh hendak bangun namun di cegah oleh nana
" tidak usah kamu tetaplah di sini. tidak enak dengan yang lain kalau kita kembali berdua " ucap nana
__ADS_1
" tidak apa apa sayang. dan aku akan menemani kamu tidur " ucap josh yang bangun dan menggenggam tanang nana
" gua ke kamar duluan. istri gua sudah ngantuk dan kalian lanjutkan saja " ucap josh ke pada mereka