Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 165


__ADS_3

Mungkin saja Justin belum mengenal Shawn jadi dia kini Berani sekali membuntuti nya sejak tadi mulai dari keluar di kampus . Walaupun demikian Shawn tetap tenang seperti biasa nya dan kini dia mengajak Mel untuk pergi ke sebuah restoran agar mereka bisa makan bersama di sana


" Ke mall mau Mel ?". Tanya Shawn


" Boleh juga dan kebetulan juga gue mau shopping membeli beberapa kebutuhan gue ". Kata Mel


" Ok kita ke restoran dulu yang ada di mall setelah itu gue Antar Lo belanja sepuas nya nanti di mall dan gue juga akan mentraktir Lo ". kata Shawn


" Gue juga punya uang sendiri jadi tidak perlu juga Lo traktir gue ". Kata Mel


" Mentraktir Lo pun juga tidak akan membuat uang gue habis jadi terima saja apa yang gue berikan tanpa membantah sedikit pun ". Kata Shawn


" Mau ngatur gue nih cerita nya ?". Tanya Mel sambil menatap Shawn


" Bukan nya mengatur Mel hanya saja gue ingin membelikan sesuatu kepada Lo jadi terima saja ok ". Kata shawn


" Dan jika gue Tidak mau maka jangan memaksa ". Kata Mel


" Ya sudah ok gue tidak akan memaksa ". Kata Shawn mengalah dan untuk pertama kali nya juga dia mau mengalah dengan Orang dan itu hanya berlaku untuk Mel saja saat ini yang memang bisa membuat nya selalu luluh kepada nya setiap kali mereka berdebat di sana


Tak lama mereka sampai di mall dan Rose pun kini juga berdiri di dekat Mel bersama dengan Shawn dan juga dua sahabat nya di sana


" Kita makan dulu lalu belanja ya Rose ". Kata Mel


" Terserah Mel aku ngikut saja kok apa yang akan kamu lakukan". Kata Rose


" Ya sudah ayo masuk sekarang. Shawn ayo ". Ajak Mel


Mereka berjalan bersama sekarang dan Justin pun juga ikut masuk ke dalam mall dan tetap mengawasi Mel dan juga para sahabat nya di sana bersama dengan Demian asisten nya itu


Mereka berjalan masuk ke sebuah restoran di dalam mall dan kini Mel pun bergegas memesan beberapa makanan yang memang dia sukai juga


" Shawn pesan apapun kan terserah gue ?". Tanya Mel


" Ya terserah Lo saja Mel ". Kata Shawn


" Lo bertanya atau apa Mel tadi kok Lo sendiri yang menentukan ". Kata Eza


" Dia pasti nurut sekali dengan gue jadi apapun yang gue pesan tentu akan dia makan juga . Iya kan sahabat ". Kata Mel


Shawn mengangguk kan Kepala nya merespon Mel sambil dia juga melirik ke arah di mana Justin dan Demian berada saat ini. mereka dengan bodoh nya masih saja mengamati Mel di sana membuat Shawn pun mengirim kan pesan kepada Marvin saat ini untuk melakukan sesuatu kepada Justin sebagai pelajaran karena Berani mengikuti Mel


" Tuan seperti nya kita harus pergi sekarang". kata Demian


" Ada apa Demian ?". Tanya Justin


" Kondisi di sini tidak akan untuk kita tuan karena di sini ada beberapa anak buah tuan Dave jadi saya takut saja jika nanti kita akan ketahuan tengah mengikuti adik nya ". Kata Demian


Tanpa menoleh dan mencari tahu kini Justin pun segera bangkit dari duduk nya dan dia segera pergi dari restoran tersebut bersama dengan Demian juga . mereka berjalan dengan cepat nya dsn berharap jika anak buah Dave tidak akan mengetahui nya saat ini jika mereka ada di mall yang sama dengan Mel


" Kanapa bisa Meraka ada di sini atau jangan-jangan memang adik Dave juga mendapat kan pengawasan yang ketat juga ". Kata justin


" Seperti nya memang begitu tuan ". Kata Demian yang sudah membuka kan pintu mobil untuk Justin dan kini mereka segera pergi dari mall dengan kecepatan tinggi. terlihat dari spion jika mobil mereka ada yang mengikuti membuat Demian pun kembali menancap kan gas nya sekarang agar bisa menghindari kejaran mobil di Belakang nya saat ini juga


" Sial ternyata Dave memang benar-benar hebat bisa tahu jika kita sudah membuntuti adik nya ". Kata Justin


Tentu saja itu bukan anak buah Dave melainkan anak buah dari Shawn yang di kirim Marvin untuk memberikan pelajaran kepada Justin sekarang ini


Dor Dor Dor


Mereka menembak mobil Justin tepat di kaca dan di ban mobil nya membuat mobil tersebut pun hilang kendali dan kini oleh menabrak pohon

__ADS_1


" Sialan ". Kata Justin


Untung nya dia dan juga Demian tidak terluka parah dan hanya terbentur pelan saja tadi jadi mereka berdua bisa keluar dengan selamat saat ini dari dalam mobil


Di rumah nya Dave masih melakukan pekerjaan nya di sana dan Felisha pun juga masih tertidur dengan pulas nya membuat Dave hanya mengulas senyuman saja melihat istri nya itu yang kini sangat pulas sekali di tempat tidur


" Sayang ". Panggil Felisha tiba-tiba membuat Dave kaget dan dia pun menatap ke atas ranjang dan ternyata istri nya itu sudah bangun padahal tadi dia masih tertidur dengan pulas nya dan kini sudah bangun rupanya


" Iya sweety, apa kamu memerlukan sesuatu?". Tanya Dave


" Ah tidak . Kemana Mel apa tidak sudah berangkat ke kampus?". Tanya Felisha yang sudah bangun dan duduk manis di ranjang nya


" Dia tadi sudah berangkat lebih awal karena ada tugas yang belum selesai kata nya ". Kata Dave


" Oh begitu ya . sayang aku sangat lapar sekali apa bisa kita pergi makan di luar karena aku sangat ingin sekali makan di luar ". Kata Felisha


Dave pun menuruti nya dan dia segera menutup laptopnya itu dan kini berjalan menghampiri istri nya di ranjang


" Tumben sekali sekarang kamu lebih suka makan di luar dari pada masak sendiri di rumah ". Kata Dave sambil mencium dan mengelus rambut istri nya itu di sana


" Entah lah aku sekarang hanya ingin makan sushi di restoran Dave jadi Ayo kita pergi sekarang juga ". Kata Felisha


Sebelum berangkat pun dia mencuci muka dulu lalu segera pergi turun ke bawah karena Dave juga sudah turun tadi . Ketika dia turun pun Beberapa anak buah Dave menyapa nya dengan hormat begitu juga dengan Liam di sana yang menyapa sambil membungkuk kan badan nya


" Apa Dave sudah di luar Liam ?". Tanya Felisha


" Benar nyonya, tuan sudah menunggu Anda di dalam mobil sekarang". Kata Liam


" Terima kasih informasinya Liam dan aku pergi dulu sebentar ". kata Felisha berpamitan


Kini Dengan riang nya dia berjalan keluar menuju mobil Dave dan Sampai di dalam mobil pun Dave segera melaju kan nya dengan kecepatan sedang saja . Dalam perjalanan tak henti nya Felisha berkata Ingin makan apa saja yang enak hari ini dan dia pun juga tak henti mengatakan jika dia suka sekali makan sushi padahal itu adalah makanan kesukaan Dave dan kini mungkin saja itu juga menjadi makanan favorit nya sekarang


" Kenapa ?". Tanya Dave


" Pengen gulali itu Dave ". kata Felisha sambil menunjuk penjual gulali di jalan


" Yakin ingin itu ?". Tanya Dave


" Yakin sekali tapi warna hijau ya dan beli lah dua Dave ". kata Felisha


Dave pun segera turun dari mobil nya dan menghampiri penjual tersebut untuk membelikan Felisha gulali dua sesuai dengan apa yang dia inginkan tadi . Setelah membeli Dave segera masuk kembali ke dalam mobil lalu memberikan nya kepada Felisha kedua gulali itu


Dengan antusias nya Felisha segera membuka dan memakan nya tak lupa juga dia menyuapi Dave saat ini


" Enak kan sayang ". kata Felisha


" Enak ". Jawab Dave singkat saja


Felisha Tersenyum dan kini dia pun lanjut memakan nya sendiri dan tak butuh waktu lama juga dia menghabiskan dua gulali itu membuat Dave heran dan hanya menggeleng kan Kepala nya saja melihat tingkah sang istri


" Sayang seperti nya aku tidak ingin pergi ke restoran karena aku sudah tidak ingin makan sushi ". Kata Felisha tiba-tiba


Dave menatap nya saat ini karena mereka juga sudah Sampai di restoran dan kini Felisha malah tidak mau makan di restoran itu sangat membingungkan bagi Dave


" Kita sudah sampai swety ". Kata Dave


" Iya aku tahu dan aku pun juga bisa melihat nya tapi aku sudah tidak mood lagi makan di sini jadi sebaiknya kita pergi saja dari sini ". kata Felisha


Dave masih diam dan menatap istrinya itu dengan dalam nya . Tadi Felisha terlihat sangat antusias sekali dan sekarang dia malah tidak mau , itu sangat aneh sekali bagi Dave yang melihat nya


" Lalu kamu mau kita ke mana ?". Tanya Dave

__ADS_1


" Ke taman . Aku ingin ada di taman sambil makan banyak jajan di jalan seperti tadi ". Kata Felisha dengan keinginan nya yang konyol sekali menurut Dave


" Kamu tidak mau mengantar aku pergi ke taman sekarang?". Tanya Felisha ketika melihat Dave masih diam saja di tempat


" Kita akan pergi sekarang". Kata Dave lalu kembali melaju kan kendaraan nya meninggal kan restoran dan kini menuju taman sesuai dengan apa Yang di inginkan oleh Felisha istri tercinta nya itu .


Dalam perjalanan ke taman pun terhitung juga tiga kali Dave berhenti untuk membeli makanan yang di inginkan Felisha ketika mereka melewati nya di jalan tadi dan Felisha pun menghabiskan nya seorang diri seperti sebelum nya


" Sweety apa kamu sangat lapar sekali hingga semua makanan itu habis begitu cepat?". Tanya Dave


" Aku sangat suka jajan itu Dave jadi aku pun menghabiskan nya dengan cepat ". Kata Felisha


" Tapi itu sangat tidak higienis sekali dan aku pun juga meragukan kebersihan nya ". Kata Dave


" Aku tahu kamu memang sudah kaya tapi jangan lah seperti itu dan coba makan makanan seperti ini juga pasti nanti kamu akan ketagihan. Bukan nya dulu sewaktu kecil kita juga suka makan seperti ini ". Kata Felisha


" Iya itu dulu dan sekarang pun berbeda". Kata Dave


" Menurut ku tidak ada beda nya sama sekali dan aku pun heran kenapa kamu jadi kuat sekali ya sekarang ". Kata Felisha


" Itu karena mending papa Mel yang mengajari ku swety jadi aku bisa sehebat ini ". Kata Dave


" Dan kamu beruntung sekali mengenal keluarga Mel yang aku rasa sangat baik itu ". kata Felisha


" Mereka memang sangat baik hanya saja mereka kurang beruntung karena selalu saja di manfaatkan oleh orang sekitar nya saja ". kata Dave


" Berarti aku juga tidak harus menjadi orang baik dong agar tidak mudah di manfaatkan juga ". Kata Felisha dengan wajah polos nya membuat Dave gemas sekali aku mencium pipi nya saat ini


" Kamu memang sangat baik sekali sejak dulu jadi karena itulah aku sangat mencintaimu swety ". Kata Dave


" Bilang nya sangat mencintai ku tapi nyatanya pernah bertunangan dengan wanita lain . Dasar buaya ". Kata Felisha


" Itu terjadi karena sesuatu hal yang penting dan aku pun juga tidak senang ketika bertunangan waktu itu ". Kata Dave jujur


" Padahal dia sangat cantik dan kecantikan nya melebihi ku tapi kenapa kamu malah melepaskan nya begitu saja ". kata Felisha


" Jangan membahas masa lalu ku dulu dengan wanita lain nya karena sejak dulu hingga sekarang hanya kamu yang ada di hati dan pikiran ku ". kata Dave membuat Felisha mencubit lengan nya Karena dia sudah berani menggombali diri nya saat ini


Dan di markas kini Jack sedang berada dengan Dean dan juga Edric di sana . Mereka mengobrol bersama saat ini di markas tanpa Shawn


" Apa kalian yakin jika Dave tidak memanfaatkan Shawn karena dia mencintai adik nya ?". Tanya Jack


" Gue rasa tidak karena Dave tidak tahu juga jika Shawn adalah leader kelompok ini ". Kata Dean


" Tapi gue tidak yakin sama sekali Dean dan kita semua juga tahu bagaimana kehebatan Dave bukan ". kata Jack masih saja tidak percaya jika Dave tidak mengetahui semua nya tentang Shawn


" Dan Lo bodoh jika mengira ada yang bisa mendapatkan data Shawn dengan mudah ". kata Dean


" Itu benar Jack , mana mungkin juga mereka tahu tentang Shawn sementara dia sangat menutup dengan rapat informasi tentang diri nya jadi jangan lah Lo bertindak gegabah Karena itu akan merugikan Lo sendiri nanti nya ". Kata Edric


"Bukan nya gue akan bertindak bodoh hanya saja gue masih tidak percaya dan mana mungkin juga gue mau hancur di tangan Shawn nanti nya ". Kata Jack


" Maka dari itu jangan menerima tawaran dari Justin karena yang Lo lawan nanti pun di rumah Dave adalah anak buah Shawn dan juga Shawn tentu nya ". Kata Edric


" Justin kenapa bodoh sekali ingin balas dendam, apa dia tidak tahu siapa Shawn hingga dia ingin melakukan hal tersebut ". Kata Dean


" Seperti nya dia memang tidak tahu siapa Shawn jadi dia melakukan nya dan bahkan sahabat nya yang juga termasuk dalam anggota Dave pun juga tidak mengetahui siapa Shawn sebenar nya ". Kata Edric


" Dia memang lah pandai menyembunyikan segala nya ". Kata Dean


Ya memang Revan belum tahu siapa Shawn yang sebenar nya dan dia pun juga tidak mencari tahu akan hal tersebut karena dia tidak terlalu memerlukan nya juga sebab pertemanan mereka memang lah sangat tulus tanpa melihat seberapa kuat mereka

__ADS_1


__ADS_2