Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 174


__ADS_3

Meski pun Marvin tahu tentang siapa kekasih Mel tapi dia tidak akan mengatakan nya dulu kepada Shawn karena dia ingin membereskan nya terlebih dahulu dan menghancurkan hubungan mereka agar Shawn tidak mengetahui jika mereka memiliki hubungan sebab jika dia tahu nanti bukan tidak mungkin lagi jika nanti Shawn akan menyerang Dave nanti nya untuk mendapatkan Mel dengan paksa


" Tuan apa anda masih belum bisa mendapatkan hati nona Mel , padahal anda sudah sering bersama dengan nya dan juga melindungi dia tapi kenapa anda masih gagal juga tuan ". kata Marvin


" Mulut mu itu kadang aku ingin menjahit nya Marvin karena Kau selalu saja bicara hal yang tidak berguna bagi ku ". Kata Shawn


" Tuan saya hanya bertanya saja dan tidak bermaksud apapun juga ". Kata Marvin


" Sekarang jangan banyak tanya dan lakukan saja tugas mu dengan benar Marvin karena aku paling tidak suka jika kau melakukan tugas mu dengan lambat ". Kata Shawn


" Jika benar nona Mel memiliki kekasih bagaimana tuan ?" Tanya Marvin


" Bunuh saja kekasih nya ". Kata Shawn


" Apa anda serius tuan , itu akan membuat nona Mel bersedih nanti nya ". Kata Marvin


" Dan kesedihan itu akan hilang jika aku selalu ada untuk nya ". Kata Shawn


" Kalau begitu jangan di bunuh tuan kekasih nya tapi ajak saja nona Mel kawin lari atau hamil saja dia duluan ". Kata Marvin


" Rencana mu memang bagus Marvin tapi tetap saja aku tidak akan mengampuni siapapun yang menjadi kan Mel sebagai kekasih nya dan dia tetap harus mati nanti nya ". Kata Shawn


" Anda sangat menyeramkan sekali tuan ya sudah lah saya akan menuruti apa yang anda katakan tuan ". Kata Marvin


" Tentu saja kau harus menuruti nya karena aku adalah bos mu dan kau pun ku gaji Marvin , dan awas saja jika kau lalai dalam tugas mu ". Kata Shawn


" Iya tuan baiklah saya tidak akan pernah lalai sama Sekali dalam mengerjakan tugas tapi ingat tuan untuk memberikan bonus kepada saya ". Kata Marvin


" Kau makin lama semakin kurang ajar sekali ya Marvin ". Kata Shawn namun Marvin kini sudah pergi meninggalkan dia dengan tidak sopan nya . Ya hanya Marvin saja yang bisa melakukan hal tersebut kepada Shawn karena mereka berdua sudah bekerja sama sejak lama sekali jadi baik Marvin atau Shawn sudah hafal sekali dengan sikap masing-masing.


Kini Shawn masih menunggu kedatangan para sahabat nya itu di markas setelah dia mendengar apa yang di katakan Sean tentang Jack yang menerima kerja sama Justin padahal Shawn sudah melarang nya untuk menerima hal tersebut


" Shawn tumben sekali kau mengajak kita berkumpul kembali , apa ada sesuatu ?". Tanya Dean yang kini sudah duduk dengan manis di ikuti juga dengan Edric dan Jack


" Kenapa muka mu terlihat sangat serius sekali Shawn, apa ada sesuatu yang terjadi kepada mu ?". Tanya Edric


Namun Shawn masih saja tetap terdiam sekarang ini dan dia hanya menatap tajam ke arah Jack saja yang duduk tepat di hadapan nya


Bug Bug Bug


Tiga kali pukulan Shawn layangan ke Jack dan tidak satu pun yang berhasil di tangkis oleh Jack sama sekali


" Shawn kau kenapa , kenapa memukul nya ?" Tanya Edric


" Apa kau sudah gila Shawn memukul rekan sendiri ?". Tanya Dean


" Sudah ku peringatkan bukan jangan menerima tawaran dari Justin tapi kenapa kau masih saja tidak memperdulikan apa yang aku katakan. Apa kau memang ingin mati di tangan ku Sekarang Jack ". Kata Shawn sambil menari kera baju Jack sekarang ini


" Shawn , aku tidak mengerti apa yang kau katakan dan ini lepaskan tangan mu ini Shawn". Kata Jack


" Jangan pura-pura bodoh bahkan tadi kau telah menemui Justin di rumah nya , apa kau pikir aku tidak akan mengetahui semua nya . Bodoh sekali kau jika menganggap seperti itu Jack ". Kata Shawn sambil kembali melayang Jan pukulan nya ke wajah Jack membuat Jack kembali tersungkur sekarang akibat pukulan Yang dia terima dari Shawn


" Jadi karena wanita itu kau memukul Jack . Ayolah Shawn , jangan karena wanita kau membuat persahabatan kita hancur ". Kata Edric


" Jika kalian masih ingin tetap di kelompok ini maka turuti saja apa yang ku katakan dan jika kalian berani melawan maka aku pun tidak akan segan untuk membunuh kalian nanti nya dengan tangan ku sendiri". Kata Shawn


" Sorry Shawn aku sudah lancang tapi percayalah jika aku pun tidak ada niatan untuk menyakiti adik Dave dan target ku hanya Dave saja bukan adik nya ". Kata Jack


" Apa kau bilang , target mu hanya Dave saja ". Kata Shawn lalu tertawa dengan keras nya membuat mereka semua terlihat waspada sekali jika Shawn sudah seperti itu


" Shawn sudah lah jangan meributkan hal seperti ini dan lagi Jack juga tidak mengambil pekerjaan ini kan ". Kata Dean


" Dan seperti nya Justin juga sudah mulai curiga kepada mu Shawn". Kata Jack


" Jika dia curiga dengan ku itu karena kebodohan mu ". Kata Shawn dengan kilatan amarah yang memuncak kali ini


" Sudah lah , tidak ada guna nya bukan jika kita saling menyalah kan Shawn". Kata Dean


" Ku peringatkan sekali lagi dan ini adalah yang terakhir kali nya , jangan pernah melakukan kerja sama untuk menyerang keluarga Dave Lawrence Miller jika kalian tidak ingin berurusan dengan ku ". Kata Shawn


" Iya kita paham dan kita tidak akan melakukan nya nanti ". Kata Dean

__ADS_1


Edric dan juga Jack pun mengangguk kan kepala nya menyetujui apa yang di katakan oleh Shawn tadi


Dan di kediaman Morgan kini terlihat Mel sedang berbicara bersama dengan Dave dan juga sahabat nya sekarang


" Mel , seperti nya Shawn memang tulus mencinta kamu. Kakak tidak meragukan cinta Robin hanya saja kakak perhatikan yang selalu ada untuk mu adalah Shawn". Kata Dave


" Iya benar apalagi melihat raut wajah Shawn yang selalu saja serius membuat kita semakin yakin jika Shawn memang baik untuk mu Mel ". Kata Morgan


" Kak , kalian kenapa sih kan aku juga sudah jadian sama Robin dan kenapa sekarang kalian malah menyuruh ku untuk putus dengan nya ". Kata Mel


" Kita tidak menyuruh begitu Mel hanya saja kita memberikan saran dan mungkin cinta Lo kepada Robin itu tumbuh karena kalian sudah terbiasa bersama sejak dulu dan Robin dulu selalu menjaga dan memanjangkan Lo dan sekarang gue melihat jika Lo seperti nya sangat cocok dengan Shawn ". Kata Revan


" Apa sih yang membuat kalian berpikir jika aku cocok dengan Shawn ". Kata Mel


" Dengan Robin pun kamu juga cocok sayang hanya saja kakak merasa jika seperti nya kamu lebih baik dengan Shawn ". Kata Dave


" Dave , aku baru saja mendapatkan kabar jika ada yang berusaha untuk mencelakai Robin tadi ". Kata Morgan tiba-tiba membuat mereka semua kaget apalagi Mel


" Siapa yang berani melakukan nya ?". Tanya Sean


" Masih belum di ketahui siapa orang yang ingin menabrak Robin tapi aksi nya itu gagal karena Kristal menyelamatkan nya tadi jadi kristal yang celaka bukan Robin ". Kata Morgan


" Nah aku takut jika ini adalah ulah dari Shawn karena dia sudah curiga jika Mel sudah memiliki kekasih ". Kata Revan


" Tapi kenapa harus mencelakai nya coba , apa dia selalu melakukan cara seperti itu ". Kata Mel dengan emosi nya


" Itu yang kita takutkan Mel jika Shawn tau kamu dan Robin sudah jadian pasti dia akan mencari cara untuk menghabisi Robin dan bukan tidak mungkin juga jika dia akan menyerang kita juga ". kata Morgan


" Sebaik nya pikirkan dulu Mel sebelum semuanya terlambat dan jangan sampai ada yang menjadi korban dari keganasan Shawn sebab gue sangat tahu bagaimana dia ". kata Revan


Mel masih terdiam dan memikirkan ucapan mereka semua dan ini semua terasa sangat sulit sekali bagi Mel karena dia juga sudah menyatakan cinta nya kepada Robin tapi dia pun tidak ingin jika Robin terluka karena nya


" Sayang , kenapa kalian terlihat sangat serius sekali , apa ada sesuatu yang terjadi ?". Tanya Felisha yang datang sambil memeluk Dave dari belakang


" Tidak ada apa-apa, kita hanya mengobrol santai saja sekarang ini . Apa kamu sudah puas berkeliling di sini ?". Tanya Dave


" Sudah dan aku sangat bosan sekali melihat rumah ini yang sangat jadul sekali dan tidak ada bagus nya sama sekali ". Kata Felisha


" Iya Mel , mungkin efek dari pemilik nya yang kuno kali ya hingga membuat rumah ini pun menjadi terlihat kuno juga ". Kata Felisha


" Mulai kan menghina lagi , dasar nyonya Dave pandai sekali jika menghina orang ". Kata Sean


" Sudah lah Sean sebaik nya kau diam saja dan jangan banyak bicara lagi ". Kata Felisha


" Apa mau pulang sekarang sweety ?". Tanya Dave


" Apa kalian sudah selesai jika iya ayo kita pulang saja sekarang karena aku sudah puas melihat rumah jelek ini ". Kata Felisha


Dave pun segera mengajak istri nya itu untuk pergi dari rumah Morgan agar dia tidak terus menerus menghina rumah tersebut dan tak lupa juga Mel dia bawah bersama nya juga


Dalam perjalanan pulang pun Felisha tak henti nya banyak bicara dan dia masih saja mengomentari detail rumah Morgan


" Kak Felisha sehat kan ?". Tanya Mel


" Iya kau sehat Mel , eh sayang stop ". Kata Felisha membuat Dave langsung menghentikan kendaraan nya dan kaget di buat nya namun Felisha hanya tersenyum saja menatap Dave saat ini


" Aku ingin makan itu sayang jadi belikan dulu ya untuk ku ". Kata Felisha


" Makanan di pinggir jalan lagi ?". Tanya Dave


"Iya dan cepat lah keburu habis nanti , aku sangat ingin sekali memakan nya ". Kata Felisha


" Baik lah nyonya dan kalian berdua tunggu di sini saja ". Kata Dave yang kini turun untuk membelikan makanan yang di inginkan Felisha


" Oh astaga Kristal, kenapa dia sampai terluka begitu. Ya ampun siapa yang sudah membuat dia terluka berani sekali dia ". Kata Felisha sambil menatap layar ponsel nya yang terlihat Kristal sedang di gendong dan di suapi oleh Robin dan Mel pun melihat nya


" Kenapa kak Kristal ?". Tanya Mel pura-pura tidak tahu dan tidak terlalu perduli


" Dia habis tertabrak orang yang tidak bertanggung jawab dan Untung saja ada Robin yang membantu nya . Mereka memang sangat cocok ya Mel ". Kata Felisha


" Iya kak sangat cocok sekali mereka berdua ". Kata Mel

__ADS_1


Dave kini sudah masuk kembali ke dalam mobil dan dia pun juga membawa makanan yang diminta oleh Felisha tadi


" Ini makanan yang kamu inginkan sweety". Kata Dave


" Ah suamiku memang Sangat pengertian sekali . Aku mencintaimu Dave ". Kata Felisha


" Kak Felisha seperti orang hamil yang sedang ngidam saja ya ". Kata Mel membuat Felisha pun tidak jadi memakan nya sekarang dan menatap Mel


" Mana mungkin Mel aku Habil bahkan aku tidak mual sama sekali ". Kata Felisha


" Iya juga ya tapi kelakuan Kakak seperti orang hamil saja ". Kata Mel


" Mungkin masih belum ada untuk sekarang dan kita tidak tahu kedepannya bukan ". Kata Dave meyakinkan istri nya itu


" Iya juga sih oh ya sayang ayo kita ke rumah Kristal untuk menjenguk nya karena aku mendapat kan kabar jika dia sedang sakit ". Kata Felisha


" Bagaimana kalau nanti saja ". kata Dave


" Aku mau nya sekarang jadi kita pergi sekarang saja ya sayang. Hanya sebentar saja kok ya ". Kata Felisha


" Ya sudah kita akan pergi ke sana tapi hanya sebentar saja ". kata Dave yang terpaksa mengiyakan permintaan Felisha walau pun dia tahu di sana pasti masih ada Robin dan tentu akan menyakiti adik nya tapi mau bagaimana lagi , Dave tidak bisa menolak permintaan istri nya sama sekali


" Mel mau coba gak , enak loh ". Kata Felisha


" Ah tidak kak , aku sudah kenyang sekali ". Kata Mel


" Ya sudah kalau kamu memang tidak mau , aku habiskan sendiri makanan nya ". Kata Felisha yang kini makan dengan sangat lahap nya dan dia pun sesekali juga menyuapi Dave juga


Kini mereka sudah sampai di kediaman Kristal dan Felisha pun langsung bergegas untuk turun sekarang ini


" Mama papa Felisha datang , Kristal kalian di mana ". Kata Felisha yang sudah terbiasa di rumah kristal apalagi keluarga kristal sudah menganggap nya seperti anak sendiri


" Nona Felisha, non kristal ada di dalam bersama dengan kekasih nya dan nyonya dan tuan sedang perjalanan bisnis keluar negeri nona ". Kata Pembantu rumah Kristal


" Ya sudah kalau begitu Felisha langsung ke dalam ya ". Kata Felisha yang kini sudah naik tangga menuju kamar Kristal dan di ikuti oleh Dave dan juga Mel


" Kristal ya ampun apa yang terjadi kenapa sampai seperti ini ". Kata Felisha membuat Robin yang hendak menyuapi kristal pun membatalkan niatnya karena dia melihat ada Mel juga di sana


" Fel kenapa datang kemari, aku tidak apa-apa hanya lecet saja ". Kata Kristal


" Robin bagaimana sih kenapa tidak menjaga Kristal dengan baik atau kau sengaja membiarkan dia celaka ya tadi ". kata Felisha menatap Robin dengan tajam nya


" Tidak nyonya, apa untung nya juga saya melakukan hal tersebut ". kata Robin


" Ya untung nya agar kalian bisa bermesraan seperti sekarang ini ". Kata Felisha kini duduk menatap Kristal yang sedang tersenyum kepada nya


" Sudah lah Fel nama nya juga musibah lagi pula aku juga tidak apa-apa kok ". Kata Kristal


" Jika papa dan mama tahu bagaimana, mereka pasti akan kepikiran kan apalagi di rumah ini kau hanya sendiri saja ". Kata Felisha


" Kan ada bibik di bawah jadi tidak apa-apa". Kata Kristal


" Sayang biarkan Robin di sini ya untuk menemai Kristal". Kata Felisha


" Nyonya itu tidak mungkin dan lagi tidak baik juga jika kita hanya berdua saja di rumah ini ". Kata Robin


" Kan ada pembantu di bawah dan beberapa penjaga jadi kalian tidak hanya berdua saja dan ingat ya kau harus tanggung jawab Robin karena sudah membuat Kristal celaka hari ini ". Kata Felisha


" Kau sebaik nya di sini saja Robin temani dia ". Kata Dave


" Nah kalau begini kan aku lega mendengar nya dan bisa meninggalkan Kristal pulang ke rumah ". Kata Felisha


" Jaga dia dengan baik Robin dan kau bisa datang terlambat besok ke kantor ". Kata Dave


" Baik tuan ". kata Robin


Dia tidak bisa menolak sedikit pun jika Dave sudah memberikan perintah bahkan terlihat juga Mel membuang muka dan tidak menatap nya sama sekali dan Robin hanya bisa diam saja saat ini karena dia pun tidak bisa menjelaskan semua nya Sekarang ini


" Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya kristal , manfaat kan dengan baik momen ini ". Kata Felisha dan Kristal pun mengangguk kan kepala nya mengiyakan ucapan Felisha


Kini mereka pun pergi dari kediaman Kristal sekarang dan terlihat di sana Marvin tersenyum menatap kepergian mereka

__ADS_1


" Ternyata ada untung nya aku membuat celaka wanita tadi karena seperti nya Mel cemburu dengan dia ". Kata Marvin tersenyum senang


__ADS_2