
Suasana di dalam tokoh tersebut sangat lah tidak bersahabat bahkan semua pengunjung yang ada di sana tadi pun segera pergi ketika melihat tatapan tajam Dave yang sudah siap menerkam mangsa nya itu bahkan dia juga terlihat sangat tidak baik-baik saja kali ini dengan mata yang menatap Begitu tajam nya
" Kau ingin mati sekarang ya ". Kata Dave
Wanita tersebut masih memegang tangan nya yang terasa sakit akibat dari cengkraman Dave tadi bahkan dia merasa jika Dave saat ini sudah bukan seperti manusia dengan tatapan seperti itu
" Aku hanya mengatakan hal yang benar kan bahkan aku tahu dia adalah adik tiri dari model terkenal Jane Alexander ". Kata wanita Tersebut dengan bibir yang agak bergetar juga
Dave menyeringai menatap nya bahkan dia merasa jika wanita ini harus di kasih pelajaran karena Dengan berani menghina istri tercinta nya saat ini di depan banyak orang juga
" Lalu apa kau pikir kau hebat bisa menghina orang sesuka mu saat ini apalagi kau menghina istri ku , istri dari Dave Lawrence Miller ". Kata Dave menatap tajam wanita tersebut membuat nya sangat terkejut sekali karena dia menyebutkan nama nya . Dia tahu siapa Dave Lawrence Miller tapi dia tidak pernah bertemu dengan Dave sama sekali bahkan dia juga tidak tahu jika Felisha sudah menikah bahkan suami nya adalah Dave , jika dia tahu maka dia tidak akan melakukan hal bodoh seperti tadi yang tentu nya akan merusak semua kehidupan nya nanti
" Ma'af aku tidak tahu jika ini anda tuan Dave ". Kata wanita Tersebut yang sejak tadi menyombong kan diri nya bahkan dia kini sudah tunduk di depan Felisha menyadari kesalahannya . Lebih baik malu sekarang dari pada kehilangan segala nya nanti nya itulah yang dia pikirkan saat ini karena berurusan dengan Dave tentu akan membuat dia kehilangan seluruh harta nya nanti
" Sayang sudah lah jangan di perpanjang masalah ini , segera bayar saja kalung nya lalu ayo kita pulang ". Kata Felisha yang sudah cukup lelah melihat sandiwara wanita itu
Dave menuruti perkataan sang istri bahkan dia kini sudah membayar kalung tersebut lalu memakaikan nya langsung di leher istri nya saat ini . Terlihat Felisha Tersenyum senang bahkan harga dari kalung tersebut sangat lah mahal dan Dave mau membelikan nya
" Sudah ayo kita pulang ". Ajak Felisha sambil menggandeng tangan Dave
Dave tentu nya tidak akan melepaskan wanita tersebut dengan mudah bahkan dia juga akan memberikan dia pelajaran nanti nya yang akan membuat nya menyesal telah melakukan hal tersebut tadi
" Jangan memandang rendah orang hanya karena status nya saja karena di atas langit masih ada langit , ingat itu ". Kata Felisha Kepada wanita tersebut lalu kembali melangkah kan kaki nya
Bahkan semua orang menatap mereka sejak tadi dan kagum juga dengan Felisha yang tidak membalas dengan emosi juga bahkan dia terlihat tenang namun perkataan nya cukup mematikan juga untuk membungkam wanita tadi
" Apa kita tidak jadi mencari perlengkapan bayi ?". Tanya Dave
" Tidak usah , aku ingin pergi makan saja tapi tidak di sini sayang ". Kata Felisha
" Baik lah kita pergi mencari makan sesuai dengan selera kamu Sweety ". Kata Dave
" terima kasih ya sudah mau menuruti segala keinginan ku ". Kata Felisha
" Apapun bisa aku lakukan untuk mu swety jadi kamu jangan sungkan untuk meminta apapun dari ku ". Kata Dave
Felisha hanya mengangguk kan kepala nya saja dan kini mereka berdua berjalan Keluar dari mall . Terlihat Liam juga sudah menunggu mereka di depan tak lupa juga dia membuka kan pintu mobil untuk bos nya itu
" Kita cari makan dulu Liam sebelum pulang ". Kata Dave
" Baik tuan ". Jawab Liam
" Pelan saja Liam karena aku ingin makan di tempat yang dekat dengan jalan yang kita lewati tadi ". Kata Felisha
" Iya nyonya ". Kata Liam
Liam mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang saja bahkan kini dia juga terlihat sangat santai sekali karena Felisha juga mengatakan jika dia ingin makan di tempat ujung jalan tadi
Sementara itu di kediaman Dave terlihat Mel kini sedang bersantai di depan kamar nya bahkan kini dia hanya duduk sambil menonton drama favorit nya saja melalui laptop nya
" Sibuk sekali tuan putri ?". Tanya Robin yang kini sudah duduk di depan Mel membuat Mel menatap nya sekilas saja lalu kembali fokus pada drama yang dia tonton
" Jika ingin nonton pergi saja ke ruangan atas kan bisa nonton leluasa di sana ". Kata Robin
" Males banget bahkan nonton sendiri saja kenapa harus di sana ". kata Mel
" Mau ngode ya , ayo kalau mau aku temani ". Kata Robin sambil tersenyum kepada Mel membuat Mel menatap nya saat ini
" Jangan sok ganteng ya pakai senyum segala ". Kata Mel
" Apa lebih tampan Shawn dari pada aku ?". Tanya Robin sambil mengedipkan sebelah mata nya
__ADS_1
" Jangan mulai ya bahkan kalian berdua sama saja , sama-sama menyebalkan nya ". Kata Robin
Robin hanya tersenyum sambil menatap Mel saat ini bahkan dia juga selalu mendengar kan setiap Omelan Mel sejak dulu hingga sekarang dan dia juga suka sekali membelikan sesuatu untuk Mel jika mereka jalan berdua bahkan hampir semua barang yang Mel beli dari dulu juga memakai uang Robin karena Mel suka sekali membeli sesuatu dengan uang Robin
" Aku sangat lapar sekali Robin , ayo kita keluar cari makan ". Kata Mel mengajak Robin dan dia juga sudah menutup laptop nya lalu beranjak dari duduk nya sambil menggandeng tangan Robin sekarang
" Mau makan apa tuan putri ?". Tanya Robin
" Cari saja dulu , dan jangan memanggil ku dengan sebutan tuan putri tapi panggil aku Bu bos saja " Kata Mel
Dia hanya bercanda mengatakan nya dan Robin juga tahu akan hal tersebut sebab mereka juga sering bercanda juga dengan candaan seperti itu
" siap Bu bos kesayangan pak bos Robin ". Kata Robin
Mel hanya tersenyum saja dan kini dia segera pergi dengan Robin menggunakan mobil yang ada di garasi . Mel pergi berdua saja dan itu juga sudah biasa mereka lakukan sebelum Robin mengungkapkan isi hati nya bahkan saat ini tidak ada kecanggungan yang terjadi di sana yang ada hanya canda tawa kedua nya di dalam mobil tersebut
" Stop ". Kata Mel membuat Robin kaget lalu menghentikan mobil nya langsung saat ini
" Kenapa Mel , apa ada sesuatu ?". Tanya Robin
Mel tersenyum menatap Robin bahkan dia sekarang menunjuk tempat makan di sebrang jalan yang terlihat sangat ramai sekali itu . Robin Tahu maksud Mel dan dia pun segera mencari tempat parkir saat ini lalu segera turun dari mobil bersama dengan Mel
" Jangan membuat orang kaget , bahaya Mel jika rem mendadak seperti tadi ". Kata Robin
" Iya aku tahu dan Ma'af untuk itu pak bos ". kata Mel
Mereka berdua segera pergi ke tempat itu dan duduk di sana . Terlihat Mel memilih beberapa makanan saat ini dan Robin hanya mengikuti menu pesanan Mel saja
" Asik kan tempat nya , bahkan sudah berapa lama ya kita tidak datang kemari lagi ?". Tanya Mel kepada Robin
" Sudah sangat lama sekali bahkan beberapa tahun ". Kata Robin
" Ya sudah beberapa tahun tapi tempat ini masih bagus sekali " Kata Mel
****
Di lain tempat Dave kini sudah selesai makan bersama sang istri dan dia juga kini mengajak istri nya untuk pulang sebab sudah malam juga dan saat nya Felisha untuk beristirahat sekarang ini
" apa kamu tidak mau membungkus kan makanan untuk Mel juga ?". Tanya Felisha
" Tidak perlu , kalau dia lapar atau ingin makan di luar tentu dia sudah pergi Dengan Robin karena mereka berdua sering begitu ". Kata Dave
" Ya sudah kalau begitu kita segera pulang saja karena aku juga sudah mulai mengantuk saat ini ". Kata Felisha
Mereka pergi kembali ke rumah bahkan belum sampai di rumah Felisha sudah tertidur dengan pulas nya sekarang ini dan Dave lun membenarkan posisi tubuh sang istri agar dia bisa nyaman berada di dalam mobil saat ini sambil tertidur
" Liam agak cepat sedikit jalan nya ". Kata Dave
" Baik tuan ". Jawab Liam
Liam menambah kan kecepatan nya dan Dave pun kini masih mengelus rambut sang istri sambil merangkul nya juga saat ini bahkan tak henti Dave tersenyum ketika menatap wajah cantik istri nya itu yang kini sedang terlelap dalam tidur nya
Mobil kini sudah sampai di halaman rumah dan Liam segera membuka pintu mobil tersebut lali Dave segera menggendong sang istri untuk dia bawah ke dalam kamar saat ini juga
Dave membaringkan tubuh istri nya dengan hati-hati agar dia tidak bangun nanti nya bahkan kini dia pun melepas kan sendal yang di pakai oleh Felisha dengan perlahan nya lalu Dave mengecup dan menyelimuti tubuh istri nya sekarang
Dave pergi keluar dari kamar dan menuju ruang tamu yang di saja sudah ada Liam
" Robin tidak ada di rumah ?". Tanya Dave
" Seperti nya tidak tuan karena mobil di garasi juga tidak ada satu ". Kata Liam
__ADS_1
" Mungkin saja dia kini pergi dengan Robin . Bagaimana keamanan rumah Liam ?". Tanya Dave
" Sejauh ini masih aman tuan dan orang yang beberapa waktu mengamati rumah ini juga sudah tidak terlihat beberapa hari ini ". Kata Liam melapor kan
" Apa kau tahu siapa mereka ?". Tanya Dave
" saya masih belum tahu bahkan keterangan tentang mereka pun menghilang tuan seiring menghilang nya mereka dari dekat rumah ini ". kata Liam
Dave hanya mengangguk kan kepala nya saja , dan yang terpenting adalah Felisha dan Mel masih aman itu sudah tidak masalah namun dia akan tetap waspada karena tidak ingin hal buruk terjadi nanti nya . Mereka tidak tahu saja jika mata-mata itu kini sudah ada dalam genggaman Shawn bahkan Shawn juga sudah menyiksa mereka habis-habisan karena berani menguntit wanita yang dia cintai dan mencoba mencelakai nya juga
" Jangan lengah Liam dan ingat jika siapapun mengirim kan makanan periksa dengan benar bila perlu buang saja makanan itu ". Kata Dave
" Baik tuan saya akan melakukan sesuai dengan perintah anda dan akan memberitahu kan kepada yang lain nya juga nanti agar mereka tidak sembarang menerima makanan yang di kirim ke rumah ini ". Kata Liam
" Bagus lakukan dengan benar karena satu kesalahan saja akan menghilangkan nyawa mu Liam ". Kata Dave
Kini dia segera beranjak dari duduk nya untuk kembali ke dalam kamar nya menemani sang istri tertidur di sana . Dave tidak khawatir dengan Mel Karena dia tahu jika adik nya itu kini sedang bersama dengan Robin .
Di tempat makan dekat jalan Robin dan Mel sedang menikmati suasana malam yang dingin di sana bahkan Mel dengan senang nya memakan makanan yang sudah mereka pesan tadi
" Kalau makan Jangan seperti anak kecil gini , belepotan di mana-mana ". Kata Robin sambil mengusap bibir Mel yang terdapat beberapa bekas makanan di sana
" Bilang saja modus , dasar ". Kata Mel
" Tapi senang kan jika aku modusin ". Kata Robin
" Kepedean sekali ya kau ini Robin ". Kata Mel memukul lengan Robin membuat Robin hanya tersenyum saja menatap Mel
" Meilani ". Sapa seseorang yang mengenal Mel dan dia kini berada di depan Mel sekarang
" Marvin , apa kabar . Ada di sini juga . duduk duduk ". Kata Mel mempersilahkan Marvin duduk di sana dan Robin hanya diam sambil menatap Marvin saja
" Lama tidak bertemu dengan Lo Mel bahkan tidak ada yang berubah sama sekali ". Kata Marvin
" Kita memang lama tidak bertemu tapi kan selalu berkabar . Oh ya kenalin dia Robin pelindung gue ". Kata Mel memperkenalkan Robin kepada Marvin
" Jadi dia pacar Lo yang sekarang Mel ?". Tanya Marvin
" Bukan kali gue masih jomblo kan gue juga sudah sering bilang kepada Lo jika gue jomblo ". Kata Mel
" Lah tadi Lo bilang jika dia pelindung Lo , otomatis dia kekasih Lo kan ". Kata Marvin mencoba mencari tahu
" Pelindung belum tentu pacar kan , bisa jadi dia kakak atau sepupu ku ". Kata Mel
" Iya juga ya . ngomong-ngomong gak apa-apa jika gue gabung dengan kalian di sini , atau mungkin saja gue ganggu kalian berdua ?". Tanya Marvin
" Santai saja bahkan Lo tidak mengganggu sama sekali ". Kata Robin yang terlihat sangat welcome sekali kepada Marvin
Kini mereka bertiga terlihat mengobrol bersama dengan akrab nya bahkan sesekali juga Mel memukul kepala Marvin karena ucapan nya itu
Marvin tampak mengirim kan pesan kepada seseorang setelah itu dia pun kembali berbicara dengan Mel dan juga Robin di sana .
" Sudah malam sekali dan makanan nya juga sudah habis , ayo Robin kita pulang ". Ajak Mel
" Kebiasaan sekali selesai makan langsung minta pulang ". Kata Robin
" Sudah kenyang jadi ngantuk aku . Marvin kita pulang dulu ya dan kapan-kapan ayo jalan bareng nanti ". Kata Mel
" Ok , kabari saja Mel nanti jika Lo ada waktu luang ". Kata Marvin
Robin dan Mel segera pergi dari sana untuk pulang . Kini Robin juga melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi juga sabab di sana jalanan juga sudah sepi sekali karena ini juga sudah lewat tengah malam dan mereka baru pulang sekarang
__ADS_1
" Terima kasih traktiran nya dan di tunggu traktiran selanjut nya nanti ". kata Mel ketika dia sudah turun dari mobil nya dan segera pergi masuk ke dalam untuk beristirahat
" Hanya terima kasih saja , kiss nya mana ?". goda Robin membuat Mel hanya menunjukkan kepalan tangan nya saja kepada Robin lalu dia kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar nya untuk segera istirahat karena besok dia juga ada kuliah pagi jadi Mel tidak ingin terlambat nanti nya