
Dan jika Dave melakukan hal tersebut tentu saja Shawn akan sangat curiga karena dia juga tidak bisa di remehkan kekuatan nya oleh siapapun juga jadi Dave juga harus berhati-hati juga walaupun jika bertarung dengan Shawn mereka sama kuat nya tapi sebisa mungkin dia harus menghindari nya agar tidak banyak korban berjatuhan nanti nya
" Sebaik nya kita bersikap biasa saja Dave dan memikirkan bagaimana cara nya nanti agar Shawn tidak curiga". kata Morgan
" Atau kita jodohkan saja dia dengan Kristal karena mereka sama-sama patah hati di tinggal pujaan hati nya ". Kata Carles
" Bodoh sekali jika kau berpikir bahwa Shawn akan mudah berpaling dari Mel ". Kata Revan yang sudah mengenal baik Shawn sahabat nya itu tapi sayang nya Revan tidak tahu jika dia adalah ketua Geng besar juga yang sangat di takuti di luar sana sama seperti Dave
" Siapa tahu kan bisa ". Kata Carles
" Aku rasa itu juga tidak mungkin Carles". Kata Sean
" Kenapa sekarang musuh kita jadi Shawn ya . Percintaan membuat kita menjadi musuh nanti nya ". Kata Gerald
" Tidak ada yang salah dengan semua nya dan jika memang harus berperang dengan Shawn pun akan aku lakukan asal Mel bahagia nanti nya ". Kata Dave
Mereka setuju saja jika memang itu harus terjadi dan tidak masalah juga bagi Revan jika harus melawan sahabat nya sendiri demi membela mantan kekasih yang tak lain adalah adik dari sahabat nya sendiri
Cinta memang tidak bisa di tebak akan ke mana larinya karena itu datang dengan sendiri nya jadi tidak salah juga jika Shawn mencintai Mel tapi Mel dan Robin sama-sama cinta . Itu adalah hal yang sangat wajar sekali jika ada cinta yang rumit seperti itu
Dan di kamar nya kini Mel melihat jika Felisha tertidur dengan lelap nya jadi dia tidak begitu berisik agar kakak ipar nya itu tidak terganggu sama sekali. Nanti Mel akan mengatakan kepada Dave jika Felisha tidur di kamar nya agar dia memindah kan nya nanti
" Meilani". Sapa Marvin di layar ponsel nya sekarang karena mereka berdua melakukan panggilan video call saat ini
" Tumben sekali telfon malam-malam ". Kata Mel
" Kangen gue sama Lo ". Kata Marvin bercanda
" Halah gaya banget Lo , padahal kita juga baru bertemu tadi jadi gak usah gombal ya Maryono ". Kata Mel
" Wah Lo markona gak percaya sekali ya jika gue berkata seperti itu ". Kata Marvin bercanda
Mereka memang Suka bercanda sejak dulu dan memang Marvin sudah menganggap Mel sebagai adik nya sendiri karena sifat Mel sangat lah baik dan tidak memandang rendah orang lain , itu yang membuat Marvin suka bersahabat dengan Mel
" Ya mana percaya gue buaya seperti Lo Maryono". kata Mel lalu tertawa membuat Felisha kaget dan terbangun dari tidur nya karena tawa Mel sangat keras sekali walau pun kamar nya kedap suara tapi Felisha ada di dan jadi dia pasti mendengar nya dan sangat terkejut sekali kali ini
" Mel ada apa ?". Tanya Felisha sambil setengah sadar menanyakan hal tersebut sekarang ini
" Ah tidak ada apa-apa kak , Ma'af membuat kakak terbangun". Kata Mel tersenyum menatap Felisha
" Oh begitu ya , kirain ada apa . Ya sudah kakak tidur lagi ya dan jangan terlalu berisik Mel ". Kata Felisha dan Mel hanya mengacung kan jempol nya saja mengiyakan apa yang di katakan Felisha
" Ada kakak ipar Lo di kamar ?" Tanya Marvin
" Iya dan sekarang dia sedang tidur di sana ". Kata Mel
" Lo kalau ketawa memang tidak bisa di kontrol sama sekali Mel ". Kata Marvin
" Ya nama nya juga kelepasan jadi gak bisa di rem juga ". Kata Mel
" Oh ya Mel , gue kepo sekali dengan hubungan Lo dengan Robin ". Kata Marvin mencoba memancing Mel untuk mendapat kan informasi kebenaran hubungan Mel dan Robin karena Marvin merasa jika mereka memiliki hubungan khusus sekarang ini tidak seperti anak buah dan bos nya melainkan seperti sepasang kekasih saja
"Tumben sekali Lo tanya hal tersebut". Kata Mel
" Ya karena tadi gue melihat ada yang aneh dengan hubungan kalian malah seperti sepasang kekasih". Kata Marvin
" Karena Lo sahabat baik gue maka gue akan mengatakan kepada Lo jika gue dan Robin memang lah berpacaran tapi ingat ya hanya Lo yang gue kasih tahu jadi jaga rahasia ". kata Mel
Marvin tidak bisa berkata-kata lagi saat ini karena jika shawn, bos nya itu tahu maka dia akan marah dan bisa melukai Robin untuk mendapat kan Mel . Marvin hanya diam membisu sekarang ini membuat Mel heran dengan sahabat nya itu
" Maryono, Lo kenapa ?". Tanya Mel
" Ah tidak Mel , gue hanya terkejut Saja mendengar nya karena gue mengira Lo adalah kekasih pemilik rumah sakit tempat Lo di rawat dulu ". Kata Marvin mencoba berpura-pura sekarang ini
__ADS_1
" Maksud Lo Shawn, dia hanya teman gue saja tidak lebih tapi gue juga sedikit takut jika dia sampai tahu hubungan gue dengan Robin ". Kata Mel jujur kepada Marvin
" Bukan cuma Lo saja Mel tapi gue juga takut jika bos akan berbuat nekad dan akan menyakiti kalian nanti nya ". Batin Marvin
" Lo kenapa sejak tadi melamun sih , banyak pikiran ya ". Tebak Mel
" Masalah pekerjaan biasa lah ". Kata Marvin memaksakan tersenyum di depan Mel sekarang ini
" Semangat ya Lo kerja nya dan jangan terlalu di buat beban santai saja Marvin ". Kata Mel
" Terima Kasih sahabat baik gue yang cantik dan Ma'af Mel gue tutup dulu ya panggilan nya karena gue harus menyelesaikan tugas gue dulu ". Kata Marvin
" Ya sudah semangat ya bro ". Kata Mel
Dan kini panggilan mereka berdua sudah terputus sekarang ini tapi di sana Marvin masih saja terdiam setelah mengetahui fakta nya dan ternyata tidak salah tebakan nya itu jika Mel dan Robin sudah berpacaran
" Bagaimana ini , apa yang harus gue lakukan nanti nya dan tidak mungkin juga gue menyakiti Mel karena gue sudah menganggap nya sebagai adik sendiri ". Kata Marvin
Dia masih berpikir keras apa harus mengatakan nya kepada Shawn atau menyembunyikan hal tersebut hingga nanti , siapa tahu saja mereka putus nanti nya Jadi Marvin tidak perlu bingung lagi menyembunyikan semua nya di sana
" Marvin". Panggil Shawn membuat lamunan Marvin buyar dan kini dia menatap bos nya itu di sana
" Iya tuan ada apa ?". Tanya Marvin
" Suruh anak buah mu mengawasi Jack dan jangan biarkan dia menyentuh Mel sedikit pun juga ". Kata Shawn
" Tuan Jack ?". Tanya Marvin
" Apa telinga mu itu budeg Marvin , sudah aku sebutkan nama nya tadi dan kenapa kau masih mengulangi nya ". Kata Shawn
" Ma'af tuan tadi saya hanya memastikan nya saja . Kenapa tuan Jack ada di sini dan apa hubungan nya dengan nona Mel ?". Tanya Marvin
" Jack ingin bekerja sama dengan Justin untuk menyerang Dave dan dia berjanji tidak akan mengusik Mel tapi aku tidak percaya jika Mel tidak akan terluka karena kejadian malam itu saja dia sampai tidak sadarkan diri beberapa Minggu ". Kata Shawn bercerita panjang lebar dan Marvin hanya diam melamun saja saat ini sambil menatap bos nya itu
" Marvin apa kau mendengar apa yang ku katakan". Teriak Shawn ketika dia melihat jika Marvin hanya bengong saja sekarang ini
" Saya mendengar nya tuan jadi jangan berteriak seperti itu di telinga saya ". kata Marvin
" Aku pikir kau tidak fokus dan tuli maka dari itu aku berteriak di depan muka mu ". Kata Shawn
" Anda selalu saja suka seenak nya sendiri tuan ". Kata Marvin
" Dan hanya kau saja Marvin yang suka melawan dan menjawab setiap perkataan Ku tapi aku tetap selalu memaklumi dirimu ". kata Shawn membuat senyum Marvin kini mengembang di sana
" Ma'af tuan jika saya sangat lancang sekali ". kata Marvin
" Karena kau adalah orang yang sangat aku percaya maka aku tidak mempermasalahkan hal tersebut Marvin tapi ingat jaga Mel dengan baik karena nyawa mu adalah taruhan nya ". Kata Shawn
" Kenapa tidak cari wanita lain saja sih bos kan masih banyak di luar sana yang mengantri dan bisa anda dapat kan dengan mudah seperti nona Julie ". Kata Marvin
Plak
Shawn memukul kepala Marvin sekarang dengan kencang membuat Marvin pun mengelus kepala nya saat ini bahkan dia juga tidak habis pikir dengan bos nya itu yang langsung memukul nya dengan keras
" Tuan sakit sekali , anda selalu suka menganiaya ku ". Kata Marvin
" Kau selalu bodoh Marvin mana mungkin Mel bisa di samakan dengan Julie yang tidak setia itu walaupun sekarang aku masih berteman dengan nya tapi sudah tidak ada rasa lagi dengan nya sama sekali ". Kata Shawn
" Iya bos maaf saya salah ". kata Marvin membuat Shawn mengangguk kan kepala nya memaafkan anak buah nya yang selalu dia percaya itu sajak dulu mengatasi semua nya
Dan di rumah Dave mereka masih ada di sana untuk membahas bisnis sekarang ini karena di sana Robin juga sudah datang bergabung
" Tuan , seperti nya tuan Justin ingin mengajak anda kerja sama ". kata Robin
__ADS_1
" Jangan memanggil nya tuan Robin , panggil saja kakak ipar kan di sini hanya ada kita saja jadi jangan sungkan mengatakan nya ". Kata Revan membuat Robin menatap nya sekarang ini dengan tajam
" Kita semua sudah tahu Robin jadi santai saja ". kata Carles
" Lagi pula Dave juga merestui kalian jadi tidak perlu sungkan dan khawatir Robin ". kata Morgan
" Aku percaya jika kau bisa membahagiakan Mel dan tadi Mel juga sudah mengatakan nya kepada ku . Aku tidak ada masalah Robin jika kau dan Mel menjalin hubungan dan peringatan ku tetap sama , jika kau melukai Mel maka aku tidak akan segan menghabisi mu nanti nya dengan tangan ku sendiri ". Kata Dave
" Saya tidak akan mungkin melakukan nya tuan ". kata Robin
" Jelas saja kau tidak akan melakukan nya karena kau sudah tergila-gila dengan Mel sejak dulu dan memendam nya dalam diam ". Kata Sean
" Hebat sekali kau Robin bisa melakukan nya dengan baik tanpa kita ketahui sedikit pun perasaan mu itu ". kata Gerald
Robin hanya diam saja karena dia juga tidak tahu harus berkata apalagi, padahal dia tidak ingin jika Dave tahu karena dia masih belum siap untuk memberi tahu yang sebenar nya tapi kini bukan hanya Dave saja yang tahu tapi mereka semua sudah mengetahui nya jadi Robin hanya bisa diam mendengarkan candaan mereka saat ini kepada nya
" Jangan terlalu kerja berat Robin karena m sangat lah kaya jadi kau bisa memanfaatkan harta nya nanti ". Kata Revan
" Mana mungkin aku melakukan nya tuan Revan ". kata Robin
" Ya siapa tahu saja kau ingin lebih kaya dari kita ". kata Revan
" Kau ini mata duitan sekali ya Revan pantas dulu Mel meninggalkan mu ". Kata Carles
" Eh kita putus baik-baik ya dan tidak ada masalah apapun juga ". Kata Revan
" Dan bodoh nya kenapa dulu Mel mau dengan mu ya ". kata Morgan
" Kita jika seperti ini bukan lah sebagai anggota Geng Mafia malah lebih tepat nya seperti ibu-ibu sedang mengerumpi saja saat ini ". kata Revan
" Lo kan memang Suka sekali bergosip Revan jadi Lo cocok di sebut sebagai emak-emak tukang gosip ". kata Sean
" Kurang ajar sekali memang kau ini Sean suka sekali ya mengatakan jika aku emak tukang gosip ". Kata Revan
" Karena kau slalu saja mendapat kan berita heboh lebih dulu dari pada kita ". Kata Sean
" Itu benar sekali dan kau juga suka bergosip bukan jadi itu julukan yang pas sekali untuk mu Revan ". kata Morgan membenarkan hal tersebut
" Jangan membahas itu lagi sekarang dan Robin lanjut kan apa yang ingin kau lapor kan tadi ". kata Dave
" Ya tuan . Tadi tuan Justin mengubungi ku melalui Demian dan dia mengatakan ingin bertemu dan membahas kerja sama dengan perusahaan nya yang ada di sini ". kata Robin
" Aneh , bukan nya dia ingin mengajak mu perang Dave , tapi kenapa dia malah ingin bekerja sama dengan perusahaan mu sekarang ". Kata Morgan
" Mungkin ini adalah strategi dia untuk menghancurkan Dave melalui perusahaan nya karena jika secara terang-terangan tentu saja dia akan kalah bukan ". Kata Sean
" Jangan lupa dengan bantuan Jack nanti nya kepada Justin ". Kata Carles
" Dia tidak akan mendapat kan nya tuan karena kabar yang saya dapat bahwa tuan Jack menolak kerja sama dia dengan bayaran besar sekali pun dia tetap menolak nya ". kata Robin
" Bukan kah ini malah semakin aneh jadi nya jika si gila uang itu menolak kerja sama Justin ". Kata Revan
Dave masih memikirkan laporan yang di sampaikan oleh Robin sekarang ini dan dia pun juga masih berpikir apa rencana Justin kedepan nya karena Dave tidak mau juga kecolongan untuk kedua kali nya nanti ketika mereka melakukan penyerangan di rumah nya ini . Sudah cukup bagi Dave penyerangan waktu itu dan dia tidak akan membiarkan ini terjadi lagi nanti nya
" Apa kau sudah tahu penyebab Jack menolak nya ?". Tanya Dave
" Saya masih belum tahu tuan tapi yang jelas kali ini tuan Justin memang ingin menyerang perusahaan". Kata Robin
" Dia mungkin saja tidak tahu sekarang berhadapan dengan siapa jadi dengan bodoh nya merencanakan hal tersebut ". Kata Carles
" Jangan menerima nya dan Jika dia ingin bertemu dengan ku jangan kau berikan izin Robin ". kata Dave
" Baik tuan saya akan menghalangi nya dan menolak tawarannya ". Kata Robin mengiyakan perintah Dave
__ADS_1