Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 161


__ADS_3

Marvin kini memaksakan senyuman nya karena dia tahu arti tatapan dari Shawn saat ini bahkan dia pun tidak bisa berbuat apapun lagi Karena Mel menyuruh dia untuk duduk dan bergabung bersama dengan nya di meja itu


" Mel , gue banyak pekerjaan jadi kita bisa bertemu di lain waktu saja ". Kata Marvin


" Jangan sok sibuk Lo ya , gue tampol tahu rasa Lo ". Kata Mel


" Gue gak Sok sibuk Mel tapi memang beneran sibuk sekali ". kata Marvin mencoba untuk pergi dari sana namun Mel tetap saja menahan nya hingga dia pun terpaksa harus duduk bersama dengan Mel dan yang lain nya sekarang di sana


" Woy kenapa bengong ayo pesan saja karena hari ini Shawn yang akan membayar semua nya , Lo kenal kan dengan dia pemilik rumah sakit tempat gue di rawat dulu ". Kata Mel


" Ya gue ingat sekali dengan tuan Shawn dan senang bertemu dengan anda kembali tuan ". Kata Marvin hanya basa basi saja sekarang sebab Mel ada di sini dan jika dia tidak ada tentu Shawn akan menghajar Marvin kali ini karena dia berani sekali duduk di dekat Mel dan mengobrol bersama juga di sana


" Marvin Lo itu sebenarnya kerja apa sih , kenapa dokter bisa keliling gak jelas di sini atau jangan-jangan Lo adalah dokter palsu ya ". Kata Mel


" Tuh mulut selalu saja gak bisa di rem ya Mel minta di sobek memang ". Kata Marvin tanpa sadar dan seketika dia pun menyadari ucapan nya salah karena aura tidak enak kini tengah mengintai nya membuat dia pun meminta Ma'af Kepada Mel sekarang juga


Mereka sudah memesan makanan dan juga minuman nya lalu kembali mengobrol lagi juga di sana


" Kenapa kau sejak tadi melirik ku , apa ku ingin ku congkel mata mu itu ". kata shawn Kepada Marvin membuat Mel memukul kepala nya


" Sakit Mel ". Kata Shawn


" Lah salah sendiri kenapa bicara seperti itu kepada sahabat gue . Dia adalah sahabat gue jadi jangan mencoba untuk mengancam nya ". Kata Mel


Shawn hanya menatap Mel saja dan dia kini kembali menatap layar ponsel nya dan sesekali juga dia melirik ke arah Jack dan juga Justin di sana yang tengah berbicara berdua dengan serius nya


" Apa dia pacar Lo Mel Hingga Lo sedekat itu dengan nya ?". Tanya Eza tanpa basa basi . Mel langsung tertawa mendengar pertanyaan itu dan dia pun tidak berniat sama sekali menjadikan Marvin pacar sebab mereka adalah sahabat jadi jika orang yang baru tahu pun pasti akan mengira jika mereka pacaran sebab mereka sangat dekat sekali seperti layak nya seorang pacar .


" Budeg ya Lo Eza , sudah gue bilang kan jika dia adalah sahabat gue kenapa malah Lo pikir dia pacar gue . Aneh-aneh aja ya Lo". Kata Mel


" Tapi kalian sangat dekat sekali jadi wajar saja kita mengira jika kalian adalah Sepasang kekasih ". kata Rico


" Sudah lah terserah kalian saja mengira seperti apa yang penting gue dan Marvin hanya sahabatan saja ". kata Mel


Dia pun tidak memperdulikan lagi apa kata para sahabat Shawn dan ketika Shawn memberikan tatapan mengancam Marvin pun tidak ada yang melihat nya sama sekali dan mereka hanya sibuk sendiri.


Dan di tempat yang sama kini Jack pun membahas kerja sama nya dengan Justin sekarang sambil Mereka menikmati hidangan yang ada di sana


" Siapa yang akan menjadi target mu Justin hingga kau memerlukan bantuan ku . Aku akan menentukan harga nya sesuai dengan seberapa kuat target itu ". Kata Jack


" Dave Lawrence Miller. Aku memiliki urusan dengan nya saat ini jadi aku memerlukan bantuan mu untuk menjalankan rencana ku nanti nya Jack ". kata Justin


Dave tentu saja Jack tahu nama itu bahkan sahabat nya pun juga dekat dengan adik Dave jadi dia tahu siapa Dave apalagi dia juga bos Mafia yang di takuti juga


" Kenapa kau memiliki urusan dengan nya , apa dia menganggu bisnis mu ?". Tanya Jack


" Tidak , apa kau lupa jika aku memiliki saudara tiri dan dia sudah mati karena Dave ". Kata Justin


Seketika Jack pun teringat dengan kejadian yang menimpa Matthew dan itu pun juga menjadi pemberitaan yang sangat menggemparkan sekali di kalangan para mafia waktu itu bahkan Jack pun juga terkejut sekali karena menurut nya kenapa Matthew sangat bodoh sekali menyerang rumah Dave yang di jaga banyak orang apalagi dia sampai membuat adik Dave terluka juga hingga koma dan Dave harus kehilangan calon penerus nya jadi hal itu wajar saja di dapatkan oleh Matthew sebab dia Berani sekali mengusik kehidupan keluarga Dave


" Apa kau lupa siapa Dave , dia sangat terkenal sekali dan aku pun tahu kenapa sampai adik mu itu meninggal dan menurut ku itu memang wajar saja karena dia mengganggu anggota keluarga seorang Dave bos mafia". Kata Jack


" Aku di sini meminta bantuan mu Jack bukan untuk mendengar pendapat dari mu dan aku pun bisa membayar mahal jika kau mau membantu ku ". kata Justin


" Aku akan memikirkan nya terlebih dahulu sebab lawan mu ini bukan orang Sembarangan juga jadi nanti aku akan memberikan tahumu keputusan nya ". Kata Jack


Dan di kediaman Alexander sejak tadi pernah mulut Antara Dave dan juga Rafael pun tidak bisa di hindari dan sejak tadi mereka berdebat dengan sangat tidak jelas sekali menurut Felisha dan Jane

__ADS_1


" Apa sih sebenarnya yang kalian debat kan , semua nya juga tidak ada manfaatnya sama sekali ". Kata Jane mengomel sebab dia sudah tidak tahan mendengar mereka saling mengejek satu dengan yang lain nya


" Dave yang sombong ini selalu saja memamerkan kehebatan nya padahal yang mengerjakan semua nya adalah Robin jadi yang hebst kan Robin bukan diri nya kenapa malah dia membanggakan diri sendiri aneh bukan sayang ". kata Rafael


" Cih bilang saja saua jika kau iri dengan ku Rafael karena aku lebih hebat dari mu dari segala hal . Dan Robin memang yang mengurus semua Tapi dia juga belajar dari ku sebelum mengurus semua itu bodoh ". Kata Dave


" Sayang sudah jangan pedulikan apa kata kak Rafael biarkan saja dia Berkata sesuka hati nya karena mood dia sangat gampang sekali berubah nya ". Kata Felisha memeluk Dave sekarang ingin agar dia menghentikan perdebatan nya dengan Rafael karena itu juga tidak ada artinya sama sekali menurut dia dns itu juga membuang waktu Dave saja dengan sia-sia


" Makan saja ini dan jangan banyak bicara lagi ". Kata Jane sambil menyumpal mulut suami nya itu dengan roti yang dia beli tadi


Kini mereka makan sambil menonton film dan di sana mereka pun siap menjadi sasaran para istri ketika ada adegan yang sangat menjengkelkan sekali . Beberapa kali juga Dave mendapat kan jambakan dari Felisha begitu juga dengan Rafael yang sejak tadi di pukul oleh Jane hingga akhir nya film tersebut selesai juga dan kedua nya pun merasa sangat lega sekali mengetahui nya karena mereka akan berhenti menganiaya kedua sebab film sudah selesai di putar saat ini


" Aku ngantuk sekali sayang jadi aku tiduran sebentar ya di sini boleh kan ?". Tanya Felisha


" Jika sudah mengantuk ya tidur saja sekarang nanti sore atau malam kita baru pulang ke rumah ". kata Dave


" Aku juga mau tidur dulu sudah capek sekali badan ku dan ingin istirahat ". Kata Jane


Mereka berdua segera berjalan menuju lantai atas untuk segera beristirahat di sana dan tinggal lah Dave serta Rafael di sana yang kini tengah menyandarkan kepala di kursi sekarang sambil memejamkan mata nya secara bersamaan


" Tidak ku sangka Dave jika kita akan menjadi saudara ipar seperti saat ini ". Kata Rafael memulai percakapan mereka


" Ya aku pun tidak menyangka jika tidak mendapat kan Mel malah kau menikah dengan Jane dan kita pun kini menjadi kelurga ". Kata Dave


" Kehidupan memang sulit sekali di tebak jalan cerita nya Dave bahkan aku tidak menyangka juga bisa dekat dengan mu saat ini . Kau masih ingat kan bagaimana kita dulu saling bersaing untuk mendapat sesuatu dan aku pun tidak pernah mau kalah dari mu walau pun ujung-ujungnya kalah juga ". Kata Rafael


Dave hanya tersenyum ketika mendengar hal tersebut sebab jika membayangkan hal waktu itu sangat lah lucu sekali bagi diri nya karena dia juga sangat menghalangi Rafael untuk bisa mendekati Mel dulu sebab dia tidak mau memiliki adik ipar seperti Rafael dan kini kalau kebalikannya dia yang menjadi adik ipar Rafael sekarang


" Dan aku pun sungguh sangat tidak percaya jika kini kau adalah ipar ku ". kata Dave


Mereka sama-sama Masih saja saling tidak percaya dengan status mereka yang kini sudah menjadi kelurga sebab menikah dengan kakak beradik .


" Kau tahu kan siapa Robin jadi tak perlu meminta izin lagi dan langsung saja menyuruh nya untuk segera masuk ke dalam ". Kata Rafael kesal dengan anak buah nya itu sebab dia masih saja bertanya walau pun sudah tahu siapa yang datang dan Robin pun bukan orang asing juga di rumah itu karena dia adalah orang kepercayaan Dave


Robin berjalan masuk ke dalam dengan langka cepat nya dan kini dia segera membungkuk kan badan ketika melihat Dave di depan mata nya


" Apa ada hal penting Robin hingga kau menyusul ku kemari ?". Tanya Dave sambil menatap Robin sekarang


" Seperti nya tuan Justin sudah mengetahui alamat rumah anda tuan karena dia tadi bertemu dengan nona Anatasya jadi saya visa memastikan jika memang Demian Sudah mendapat kan alamat rumah anda ". Kata Robin melapor pada Dave


" Aku sudah menduga nya Robin jika dia akan menggunakan Anastasya untuk mengetahui semua nya ". Kata Dave


" Tapi tuan Justin sendiri juga meminta bantuan tuan Jack saat ini , entah bantuan yang bagaimana yang dia minta saya belum bisa memastikan nya juga ". Kata Robin


" Jack Austin?". Tanya Rafael


" Ya benar Jack Austin ". Kata Robin


" Bukan nya dia ada di Meksiko, kenapa dia bisa ada di sini sekarang ". Kata Rafael


" Wajar saja jika dia di sini karena dia pun memiliki banyak bisnis juga jadi mungkin saja dia kini mengelola bisnisnya yang ada di negara ini ". kata Dave


Dave tidak terlalu memperdulikan kerja sama Justin dengan Jack saat ini sebab dia tahu siapa Jack dan jika dia berani menerima kerja sama itu maka dia memang tidak memiliki solidaritas dengan sahabat nya dan dia hanya memikirkan uang saja


" Dave jangan terlalu santai karena aku tahu jika Jack bukan lah orang sembarangan dan dia termasuk dalam kategori hebat apalagi dia juga selalu menyewakan anak buah nya juga jika memang ada yang memerlukan bantuan nya sama seperti diri mu ". kata Rafael


" Kakak ipar kau begitu menggemaskan sekali jika mencemaskan duri ku dan aku pun sangat beruntung sekali memiliki mu kakak ipar ". Kata Dave membuat Rafael sangat geli sekali mendengar ucapan Dave barusan

__ADS_1


" Dave aku serius sekali dan jika kita bersatu pun belum tentu juga bisa mengalah kan Jack nanti nya ". Kata Rafael


" Itu karena anak buah mu sangat lemah sekali dan seharusnya kau melatih mereka lagi agar mereka siap berperang dan bisa menjaga keluarga ini dengan baik sekali nanti nya ". kata Dave


" Kau ini kenapa selalu saja menyombong kan diri di depan ku dan aku pun tahu bagaimana kehebatan mu jadi stop menyombong kan diri mu Dave ". Kata Rafael yang hanya di tertawa kan saja oleh Dave saat ini begitu juga dengan Robin yang min juga ikut menertawakan Rafael karena ucapan nya


Di kantor Marko kini Anatasya pun jadi ga menceritakan pertemuannya dengan Demian dan di sana juga ada Vincent yang memang masih saja bekerja sama dengan Marko agar dia bisa membawa kembali Shawn ke Amerika dan membantu nya


" Apa kau tahu dia siapa Vincent?". Tanya Marko setelah mendengar cerita dari Anatasya anak nya


" Aku tidak tahu dan itu juga sangat sulit sekali jika kita tidak tahu wajah nya dan bagaimana bisa kau mengenal nya Anatasya?". Tanya Vincent


" Beberapa waktu yang lalu aku tidak sengaja bertemu dengan nya dan dia juga yang menolong ku waktu itu pa dan beberapa hari setelah nya kami berdua kembali bertemu ketika dia keluar dari kantor Dave . Jadi dari situ lah kita jadi mengobrol bersama hingga tadi dia menanyakan alamat rumah Dave Kepada ku ". kata Anatasya kembali menjelaskan kepada mereka berdua bagaimana bisa dia bertemu dengan Demian


" Lalu kau memberikan alamat Dave Kepada nya tadi ?". Tanya Vincent


" Tentu saja aku memberikan nya om karena dia meminta dan pertemuan kita juga memang untuk membahas hal itu". kata Anatasya


Kini Marko dan Vincent pun masih terlihat bingung siapa orang yang kini sedang mencari tahu tentang Dave dan jika dia adalah musuh Dave maka mereka berdua ingin bekerja sama dengan orang tersebut nanti nya agar mereka bisa mengalahkan Dave


" Bagaimana jika kau hubungi dia lagi dan mengajak nya bertemu lalu kenalkan dia kepada kami Anatasya". kata Vincent


" Benar saya coba hubungi dia dan katakan kepada nya jika papa dan om Vincent Ingin bertemu dengan nya ". kata Marko


" Dia sangat sulit sekali pa Untuk di ajak bertemu jadi Anatasya tidak bisa berjanji apa dia mau bertemu atau tidak nanti nya ". Kata Anatasya


" Itu tidak masalah sama sekali dan coba saja dulu siapa tahu kita beruntung nanti nya ". kata Vincent


Anatasya mencoba menghubungi nomer Demian namun sial nya nomer tersebut tidak aktif jadi dia pun tidak bisa berbicara untuk membuat janji hati ini namun Anatasya sudah mengirim pesan kepada Demian untuk mengajak nya bertemu jika dia tidak sibuk nanti di suatu tempat.


Masih di coffe shop Mel dan yang lain nya dan sejak tadi pun Shawn hanya diam saja semenjak Marvin datang dan bergabung bersama dengan mereka di sana


" Kenapa Lo Shawn, sariawan ?". tanya Mel


" Tidak ". Jawab Shawn singkat


" Jangan cemburu , muka Lo sudah jelek jadi jika cemburu pun makin jelek sekali Shawn ". kata Mel


Seketika itu Marvin pun menatap tawa nya karena memang hanya Mel saja yang berani mengatakan jika Shawn itu jelek dan tidak tampan . Kini Marvin menatap Mel beberapa saat ketika melihat Mel sedang asik memainkan ponsel nya . Terbesit di pikiran Marvin untuk bertanya siapa lelaki yang di cintai Mel saat ini


" Mel apa dia cowok Lo hingga sejak tadi melirik gue dengan tatapan tajam nya ?". Tanya Marvin


" Apa Lo juga ikutan budeg Marvin. sudah gue katakan bukan jika gue dan Shawn hanya sebatas teman saja dan kita juga baru berteman beberapa hari yang lalu tidak selama pertemanan kita ". Kata Mel sambil mengedipkan sebelah mata nya membuat Shawn sangat terbakar sekali dengan api cemburu yang Mel ciptakan bersama dengan Marvin tepat di hadapan nya


" Lalu siapa lelaki yang Lo suami Mel saat ini jika bukan dia dan gue pun bukan ?". Tanya Marvin pura-pura bingung agar Mel mau memberi tahu nya sekarang juga


" Lo kepo banget ya Marvin ". kata Mel sambil menjitak Kepala Marvin


" Gue sangat penasaran sekali Mel jadi tidak ada salah nya bukan jika gue bertanya agar nanti tidak mati penasaran gue ". kata Marvin


" Apa ketika Lo melakukan pembedahan waktu itu tidak melihat nama nya terukir di hati gue ?". Tanya Mel


" Di tanya serius malah ngelawak nih bocah dasar Lo Mel ya selalu saja tidak bisa serius sedikit pun jika menjawab ". Kata Marvin


" Lo sudah tahu gue gak mau jawab masih saja tanya ". Kata Mel


Ya memang sangat sulit sekali mengetahui siapa lelaki yang Mel sukai dan Shawn pun sempat bertanya juga kepada Revan namun Revan tidak memberikan jawaban apapun dan dia malah hanya berbelit saja menjawab nya

__ADS_1


" Sorry Mel gue ada panggilan kerja mendadak yang penting jadi gue cabut dulu dan kita mengobrol lagi nanti bye ". Kata Marvin segera pergi meninggalkan tempat ketika tahu Justin sudah pergi juga dari Coffe shop setelah kepergian Jack terlebih dahulu meninggalkan tempat tersebut. Marvin segera mengikuti Justin untuk mengetahui apa yang akan dia lakukan setelah bertemu dengan Jack tadi karena itu adalah perintah dari Shawn untuk mengikuti Justin saat ini


__ADS_2