
Dalam perjalanan pulang Dave pun hanya terdiam saja apalagi hari ini dia bertemu dengan Rafael dua kali membuat nya sangat ingin sekali menghajar dia tadi namun dia tahan dulu karena menurut nya itu akan membuang tenaga saja nanti nya.
"Tuan seperti nya tuan Rafael masih ada hati dengan nona Mel ". Kata Robin
"Biarkan saja dan aku tidak perduli karena Mel juga tidak suka dengan dia ". Kata Dave
"Tapi seandainya jika nona Mel menyukai nya bagaimana tuan ?". Tanya Robin
"Aku akan membunuh dia dan menikah kan mu dengan Mel karena itu lebih baik ". Kata Dave
Robin pun kaget di buat nya bahkan mana bisa juga begitu, apa Dave tidak memikirkan perasaan Mel jika dia suka dengan Rafael dan malahan Dave membunuh nya. Sangat tidak baik sekali dia menjadi kakak kalau seperti itu
"Mana bisa saya menikah dengan nona Mel tuan , anda bercanda saja ". Kata Robin
"Aku sangat serius Robin bahkan aku lebih suak dengan mu dari pada para kekasih Mel terdahulu". Kata Dave
Meski pun dia berkata seperti itu tapi Dave tidak akan memaksakan kehendak nya untuk Mel agar menikah dengan Robin karena Dave memang tidak akan pernah bisa memaksa sang adik dan melihat nya bersedih nanti
Mobil mereka sudah sampai di kediaman Dave dan Robin pun Langsung turun begitu juga dengan Dave bahkan kini mereka masuk bersama ke dalam rumah. Terlihat kompak sekali Dave sekarang ini
"Mel ". Panggil Dave
Sedari tadi dia memanggil adik nya bahkan tidak ada tanda sahutan dari Mel dan kini Dave Hanya duduk saja di sofa sambil mengutak-atik handphone nya dan beberapa kali juga dia menelfon Mel
"Kemana dia , apa dia sedang pergi dari rumah". Kata Dave
"Tidak mungkin tuan bahkan mobil semua nya masih lengkap". Kata Dave
Ketika Dave sedang asik berbicara dengan Robin terlihat tangan seseorang melingkar di leher nya dan sebuah kecupan mendarat di pipi Dave
"Kenapa sih mencari Mel ". Kata Mel lalu duduk di samping Dave
"Dari mana saja kamu kenapa tidak menjawab ketika kakak panggil ". Kata Dave
"Mel memang sengaja gak menjawab panggilan kakak". Kata Mel dengan Santai nya
__ADS_1
"Oh ya kak , kita jalan yuk". Ajak Mel
"Besok saja sekalian bersama dengan Felisha". Kata Dave
Ketika nama Felisha di sebut membuat Mel pun kembali memikirkan nya sekarang ini dan dia pun tersenyum melihat Dave sekarang
"Kak apa wanita tadi adalah kekasih masa lalu mu yang kau cari selama ini ?". Tanya Mel membuat Dave dan juga Robin menoleh dan menatap nya sekarang ini
Mereka bingung bagaimana Mel bisa mengetahui hal itu padahal Dave tidak pernah memberi tahu dia sama sekali tentang masa lalu nya apalagi tentang Felisha
"Kamu tahu dari mana?". Tanya Dave
"Mel kak adik seorang Dave Lawrence Miller jadi apa yang tidak Mel tahu coba". Kata Mel dengan senyuman nya yang tersinggung di bibir nya
"Jangan bercanda Mel , kakak sedang serius ini ". Kata Dave
"Mel tidak bercanda kakak sayang kan itu memang kenyataan nya ". Kata Mel
"Sudah lah tidak usah di bahas juga". Kata Dave
"Harus di bahas kak , kan Mel ingin tahu ". Kata Mel
"Apa kakak sudah mengatakan kepada nya jika kakak adalah sahabat masa kecil nya dulu?". Tanya Mel
"Belum". Kata Dave
"Lalu kapan kakak akan mengatakan nya ?". Tanya Mel
"Tidak akan kakak katakan karena dia sebentar lagi sudah menjadi istri kakak". Kata Dave
"Ya tidak bisa gitu dong kak, kak Felisha juga harus tahu jika kakak adalah sahabat nya dulu yang sudah berjanji untuk menjaga dia ". Kata Mel
Kini adik nya itu terlihat sangat cerewet sekali bahkan Mel berceloteh tidak jelas dan Dave hanya diam saja mendengar kan apa yang di katakan Mel sambil mengecek cctv di rumah Alexander
"Sudah bicara nya, kakak mau ke dalam dulu dan jika kamu masih ingin lanjut bercerita katakan saja pada Robin ". Kata Dave lalu meninggal kan Mel dengan Robin
__ADS_1
"Benar-benar ya kak Dave itu ". Kata Mel
Robin hendak beranjak dari duduk nya namun Mel kini menahan dia dan tersenyum kepada nya
"Kenapa?". Tanya Robin
"Bagaimana bisa kak Dave menaklukkan kak Felisha jika dia belum mengatakan nya ?". Tanya Mel
"Tanya saja kepada tuan Dave ". Kata Robin
"Apa telinga mu ini bermasalah, tadi kak Dave sudah mengatakan jika aku harus bertanya dengan mu Robin ". Kata Mel
"Tuan hanya mengatakan jika harus bicara dengan ku saja bukan bertanya". Kata Robin lalu pergi meninggalkan Mel di sana membuat dia pun masih penasaran sekali bagaimana cara kakak nya itu menaklukan Felisha. Tidak mendapat kan jawaban dari kedua nya pun membuat Mel tidak menyerah dan kini dia mengikuti Robin masuk ke dalam ruang kerja nya sekarang ini
"Kenapa mengikuti, aku sedang sangat sibuk sekali Mel ". Kata Robin
"Kau selalu saja sibuk pantas saja jomblo". Kata Mel
"Jomblo itu pilihan Mel bukan karena aku sibuk saja ". Kata Robin
"Ya pilihan karena tidak ada yang mau jadi kekasih mu kan ". Kata Mel
"Kalau bukan adik tuan Dave sudah ku robek mulut mu itu Mel ". Kata Robin yang sudah mulai kesal kepada adik bos nya ini dan Mel masih saja menggoda nya sekarang ini
"Kenapa merobek nya lebih baik mencium nya saja kan lebih enak " Kata Mel membuat Robin pun memukul kepala nya karena dia sangat kesal sekali
"Keluar lah dari ruangan ku Mel karena aku banyak pekerjaan". Kata Robin
"Aku mau di sini saja menemani sahabat ku ini "
Kata Mel
"Sahabat? sejak kapan kita ber sahabat?". Tanya Robin
"Sejak dulu apa kau lupa tua Bangka" Kata Mel lalu tertawa dengan sangat keras nya Sete luas mengatai Robin seperti itu
__ADS_1
Robin menarik Mel untuk keluar dari ruangan nya karena dia sangat kesal sekali dengan wanita itu namun usaha nya sia-sia saja karena Mel tidak mau pergi dari sana bahkan dia kini terlihat memeluk Robin sekarang membuat Robin pun kini pasrah dan tidak perduli dengan nya lagi. Dia kini fokus dengan pekerjaan nya dan mengabaikan kehadiran Mel di sana walaupun gadis itu sedari tadi berbicara kepada nya tapi dia tidak pernah merespon sama sekali dan dia juga terlihat masih tetap saja fokus pada pekerjaan dia
"Asisten dengan bos nya sama saja menyebalkan nya ". Kata Mel lalu dia pun kini tiduran di sofa sambil memainkan ponsel nya