Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
eps 32


__ADS_3

" hhhmmm. terima kasih atas saranmu " ucap josh sinis


" iya sama sama tuan. oh ya saya kesini untuk mengantarkan pakaian dan makanan ini untuk tuan dan nyonya " ucap doni yabg langsung meletakan bawaannya di atas nakas samping tempat tidur nana


" terima kasih doni " ucap nana dengan tersenyum manis


josh yang melihat senyum istrinya langsung mengecup pelan bibir istrinya. " senyuman kamu hanya untuk aku sayang. jangan kamu berikan ke orang lain " ujar josh yang merasa cemburu karna istrinya memberikan senyuman manis untk doni


*******


malam telah menjelang. nana telah sampai ke mansion bersama suamj tercintanya


josh dan nana segera berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintunya


" kamu mau langsung istirahat sayang " tanya josh dengan menatap istrinya yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur


" iya josh. aku mau langsung istirahat saja " ucap nana langsung berdiri dan masuk ke ruang ganti pakaian


" baiklah " ucap josh


" apa kamu tidak ingin mengganti pakainanmu terlebih dahulu " tanya nana dengan melepas pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian tidur


" lihat aku lebih nyaman tidur seperti ini " ucap josh yang sudah tidak memakai pakaian atasnya


setelah mengganti pakaian. nana segera naik ke atas tempat tidur dan tiduran di samping suaminya


josh hanya terdiam dan menatap semua gerak gerik yang di lakukan oleh istrinya


" kamu kenapa josh " tanya nana dengan memasang wajah imut menggemaskan


josh langsung tersenyum. " aku tidak apa apa sayang " jawab josh yang langsung menarik istrinya agar mendekat dan membalikan tubuh istrinya agar ia bisa memeluk tubuh mungil istrinya yang membelakangi dirinya


" maafkan aku sayang " ucap josh yang langsung menyederkan kepalanya di bahu istrinya


" kenapa kamu meminta maaf " tanya nana dengan menggenggam tangan suaminya yang memeluk pinggangnya posesive


" maaf karan telah gagal menjagamu. dan maaf karna aku tidak becus melindungimu " ujar josh yang menenggelamkan wajahnya ke leher istrinya


rasa bersalah dan menyesal masih membayangkannya. jika saja dia bisa lebih becus menjaga istrinya pasti istrinya tidak akan merasakan penderitaan dan sakit akibat orang yang tidak suka dengan hubungan mereka


" kamu tidak perlu meminta maaf. karna itu bukan salah kamu. dan berhenti menyalahkan dirimu sendiri " ucap nana


tanpa di sadari bulir air mata jatuh membasahi kedua bola mata josh. josh sangat bersyukur memiliki istri seperti nana


di peluknya dengan erat tubuh istrinya


" terima kasih sayang. aku benar benar menyayangimu " ucap josh lirih dengan mengecup pelan leher jenjang isrtinya

__ADS_1


" sama-sama, aku juga sangat menyayangimu " jawab nana dengan tersenyum


" oh ya josh. apa aku boleh bertanya. tapi kamu harus menjawab dengan jujur " ucap nana dengan membalikan badan agar berhadapan dengan semuanya


" apa itu sayang " jawab josh dengan menatap wajah istrinya yang cantik


" apa yang terjadi dengan kakaknya putri dan apa kandungannya baik baik saja " tanya nana


josh langsung di buat terkejut dengan pertanyaan istrinya


" kamu tidak usah memikirkan mereka lagi. oke! " ucap josh


" josh aku ingin tau bagaimana pun aku bersalah. kalau sampai terjadi sesuatu pada kandungannya bagaimana " ucap nana lirih dan terlihat kesedihan di wajahnya


" mereka tidak apa apa sayang. dan anaknya pun baik baik saja " ucap josh yang terpaksa berbohong karna tidak mau melihat istrinya terpuruk akan penyesalan dan selalu menyalahi dirinya atas meninggalnya bayi mungil itu


" apa kamu nyakin " ucap nana


" apa kamu tidak percaya dengan suamimu ini " ucap josh


" aku hanya takut jika kakanya putri ke guguran karna aku " ucap nana


" sudah ayo sekarang kita tidur dan jangan terlalu memikirkan masa lalu " ucap josh yang langsung memeluk istrinya dan membenamkan kepala istrinya di dada bidangnya


******


dua bulan kemudian


nana menggoyangkan tubuh suaminya. " sayang bangun " ucap nana


" sayang ayo bangun " ucap nana lagi


" sebentar lagi " ucap josh dengan suar khas bangun tidur


" nyakin kamu gak mau tau ini " ucap nana menunjukan sesuatu kepada suaminya


" nanti saja aku cari taunya " ucap josh mqsih tetap memejamkan kedua matanya


nana yang geram langsung mencubit pinggang suaminya


" aaww. sakit sayang " josh meringis kesakitan sambil memegangi pinggang yang tadi di cubit istrinya


" makanya kamu bangun. aku sudah menyiapkan sarapan untuk kamu. tapi kamu tidak mau bangun. nanti kalau sudah dingin makanannya tidak enak lagi " gerutu nana sambil meninggalkan suaminya di kamar


josh melihat sebuah amplop coklat di atas nakas


" lebih baik aku mandi terlebih dahulu " ucap josh sambil berjalan ke kamar mandi dan tidak lupa meletakan kembali amplop coklat itu di nakas

__ADS_1


setelah selesai mandi ia memakai pakaian yang telah di siapkan istrinya. dia kembali melirik amplop yang ada di atas nakas


" apa isi amplop ini " gumam josh sambil membuka amplop


" sayang benda apa ini " teriak josh yang sambil menuruni anak tangga menuju istrinya yang sudah duduk di meja makam


" kamu bukalah bungkusnya. coba kamu lihat dulu isinya " ucap nana


" benda apa ini. seperti termometer " josh mengerutkan dahinya


" mana ada termometer seperti itu. coba kamu baca dulu baru ngomong " protes nana


josh membaca dengan cermat kemudian dia menunjukan ekspresi yang sangat senang.


" kamu hamil " ucap josh


" iya " ucap nana singkat


" terima kasih ya allah " ucap josh yang langsung menciumi istrinya berulang kai. dan mengelus perut istrinya


" sudah berapa lama kamu hamil " tanya josh senang


" gak tau. tadi pagi aku baru tes dan hasilnya garis dua " ucap nana


" kenapa kamu tidak bilang ke aku kalau kamu memgalami gejala kehamilan " ucap josh sewot


" bukannya aku gak mau bilqng. tapi aku masih ragu " ucap nana


" ya sudah ayo kita makan " ucap nana yang langsung mengambil piring di hadapan suaminya tapi josh melarangnya


" biarkan aku saja " ucap josh


" tapi itukan pekerjaan seorang istri " ucap nana


" kamu lagi hamil. aku gak mau kamu kelelahan. jadi biarkan aku yang menyediakan makanan ini " ucap josh


" sayang ini bukan pekerjaan yang berat. aku bisa melakukannya dan aku nyakin tidak akan membahayakan janinku " ucap nana


josh tidak memperdulikan. " makanlah. aku tidak jadi berangkat kerja. kita hari ini pergi kontrol ke rumah sakit " ucap josh


" tapi kerjaanmu bagaimana " ucap nana


" apa kamu lupa kalau aku pemilik wiratmaja grup " ucap josh


" hhmm.. sombong " ucap nana


doni masuk ke dalam rumah itu dan bergabung dengan pemilik rumah

__ADS_1


" makan don " ucap nana


" terima kasih nyonya tapi saya sudah sarapan tadi di jalan " ucap doni


__ADS_2