Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 205


__ADS_3

Shawn sejak tadi memang mengawasi Robin dan juga Mel mulai dari mereka keluar dari rumah Dave hingga ada di butik bahkan tatapan tajam Shawn sejak tadi tidak bisa mereda sedikit pun juga apalagi dia terlihat juga mencengkram setir mobil cukup kuat menandakan jika dia benar-benar kesal dan marah sekali sekarang ini melihat kemesraan Mel dan Robin di hadapan nya


" Untuk saat ini aku masih membiarkan kalian berdua dan nanti lihat saja , aku yang akan bersanding dengan Mel di pelaminan bukan kau Robin ". Kata Shawn dengan dingin nya dan masih memantau mereka berdua . Dia tidak menyuruh Marvin melakukan nya karena dia ingin tahu sendiri bagaimana ekspresi Mel saat berada bersama dengan Robin dan itu cukup membuat nya sangat cemburu dan marah sekali.


" Sayang bagaimana kalau gaun putih ini , apa aku terlihat cantik jika memakai nya ?". Kata Mel bertanya pendapat kepada Robin dan dia kini juga sedang mencoba gaun nya


" Kamu cantik sayang tapi gaun itu terlalu terbuka jadi aku tidak suka jika orang menikmati indah nya bagian tubuh kamu sayang". Kata Robin


" Ya sudah aku akan mencari yang agak tertutup sesuai dengan apa yang kamu inginkan sayang ". Kata Mel sambil tersenyum kepada Robin dan dia pun kembali memilih gaun yang agak tertutup untuk dia gunakan nanti nya


" Kalau yang ini bagaimana ?". Tanya Mel


" Nah ini baru bagus dan sangat cocok sekali untuk bidadari ku ini . Pakai yang itu saja nanti ". kata Robin


Mel pun memberi kan nya kepada pelayan toko dan setelah dia mendapat kan baju serta sepatu Cinderella nya kini dia pun mengajak Robin untuk menuju tokoh perhiasan agar dia juga bisa memilih perhiasan untuk nya nanti .


" Uang kamu tidak akan habis kan jika membeli semua nya sayang ?". Tanya Mel ketika berada di dalam mobil


" tenang saja, tabungan ku sangat banyak sekali asal kamu tahu jadi kita bisa membeli semua keperluan pertunangan kita jadi kamu tidak perlu melihat harga nya juga . Tadi juga aku mendapat kan bonus dari calon kakak ipar ku karena pekerjaan ku selama ini jadi itu akan sangat cukup menunjang acara spesial kita dan kehidupan kita nanti nya ". Kata Robin dengan bangga nya


Tanpa dia tahu mungkin saja nanti pesta itu yang dia impikan bersama dengan Mel tidak akan terjadi karena Shawn sudah merencanakan hal besar untuk merebut Mel dari tangan nya dan akan menjadi kan Mel sebagai pendamping hidup nya


" Aku juga punya banyak uang di tabungan jadi jika memang kurang maka aku bisa menambah kan nya juga". kata Mel


" Tidak perlu sayang. Uang kamu itu kamu simpan saja untuk keperluan kamu yang lain nya sebelum kita menikah dan sesudah kita menikah nanti aku akan menafkahi kamu ". Kata Robin sambil mengelus rambut Mel dengan mesra nya


" Jika itu mau kamu baiklah aku akan menurut sebagai pacar yang baik ". Kata Mel


" Bagus sekali, itu membuat ku semakin cinta sama kamu sayang". Kata Robin mengecup kening Mel dan kini dia pun kembali menggenggam tangan Mel sambil menyetir juga Sekarang ini dan dari kejauhan Shawn masih saja mengikuti mereka berdua layak nya seperti seorang penguntit saja dia sekarang


Di rumah sakit, kini Felisha sedang cek kehamilan nya di dampingi Dave juga di sana


" Kondisi nya sangat baik sekali Dave anak kalian . Apa kamu suka meminum susu nya Fel ?". Tanya Ericka


" Setiap hari aku meminum nya karena Dave selalu membuat kan nya untuk ku ". Kata Felisha menjawab pertanyaan Ericka tadi


" Suami siaga Sekali ya dan itu memang sangat bagus sekali untuk kondisi kehamilan kamu juga Fel ". Kata Ericka


" Dia memang selalu Siaga sejak dulu hingga sekarang tapi terkadang aku nya saja yang bandel tidak mau menurut dengan nya ". Kata Felisha


" Itu wajar saja dan terkadang juga itu memang bawaan dari bayi nya jadi kamu terlihat tidak peduli dengan perkataan suami kamu sendiri. Apa kamu suka mual ?". Tanya Ericka


" Untuk kehamilan kali ini tidak terlalu merepotkan jadi aku dan Dave pun juga tidak terlalu kualahan menghadapi kehamilan kali ini ". Kata Felisha


" Itu berarti anak kalian ini memang sangat pengertian sekali dan dia juga tahu jika papa nya sangat sibuk jadi tidak ingin melakukan hal yang merugikan dan membuat papa nya kelihatan susah ". Kata Ericka


"Tapi aku pun tidak akan keberatan sama sekali jika Felisha ngidam atau mengalami hal sebagai nya ketika dia sedang hamil, Malah aku sangat suka sekali jika dia mengalami hal seperti itu agar aku bisa menunjukkan cinta dan kasih sayang ku kepada nya ". Kata Dave


" Tanpa ngidam pun kamu sudah menunjukkan semua nya setiap hari nya sayang ". Kata Felisha memeluk Dave


" Itu memang sudah menjadi tugas dan kebiasaan ku agar kamu tetap berada di sisi ku swety ". Kata Dave


" Lagi pula aku juga tidak akan kemana-mana jadi tidak perlu juga menghawatirkan aku tertarik dengan yang lain nya karena kamu sudah sangat perhatian sekali dan aku sangat suka di perhatikan dan di perlakukan seperti ratu oleh kamu setiap hari nya sayang ". Kata Felisha tersenyum menatap Dave hingga Dave pun mencium nya kali ini di depan Ericka


" Kalian memang selalu romantis dan tidak tahu tempat juga jika melakukan nya ". Kata Ericka

__ADS_1


" Sorry Ericka, kita lupa ". kata Felisha


" Tumben sakali Gerald tidak ada di sini , apa dia sangat sibuk sekali hingga tidak menemani kekasih nya sekarang. Biasa nya dia kan selalu ada di sini sebagai pasien khusus mu ". Kata Dave


" Dia juga punya pekerjaan jadi aku menyuruh nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya dan tidak terlalu sering datang kemari agar yang lain nya juga tidak menilai jelek terhadap ku ". Kata Ericka


" Kekasih pemilik rumah sakit jadi wajar saja kan melakukan apapun juga di sini ". Kata Dave


" Tidak begitu juga Dave , kan aku di sini juga bekerja dan di gaji pula jadi aku tidak mau jika harus makan gaji buta nanti nya ". Kata Ericka


" Nah itu memang benar sekali dan aku sangat mendukung kamu Ericka. Kita di sini sebagai karyawan rumah sakit jadi tidak boleh mencampur aduk kan pekerjaan dengan percintaan nanti jadi nya tidak profesional ". Kata Felisha


" Benar sekali itu . sejak dulu juga aku sudah mengatakan nya kepada Gerald namun sayang nya dia sangat keras kepala sekali dan tidak mau perduli akan ucapan ku ". Kata Ericka


" Ya sama seperti sahabat nya ini , dia kan juga seperti itu ". Kata Felisha membuat mereka berdua pun tertawa bersama ketika melihat raut wajah tidak suka dari Dave yang lucu sekali itu di depan mereka berdua


" Sudah kan Ericka cek nya , sekarang aku akan pergi ke kantor jadi ayo swety kita pergi sekarang. Jika lama di sini itu akan tidak baik untuk kesehatan kamu nanti ". Kata Dave


" Bukan aku kali sayang yang akan terganggu tapi kamu , iya kan ". Kata Felisha menggoda suami nya


" Jika menggoda ku seperti itu sebaik nya lakukan di ranjang saja jangan di sini swety nanti Ericka akan iri lagi dengan keromantisan kita ". Kata Dave


" Dasar tukang mesum, ya sudah ayo kita pergi sekarang dan jangan lupa bayar dulu sebelum pergi ". Kata Felisha


" Seperti biasa nya , aku akan mentransfer nya jadi kamu jangan khawatir sama sekali akan hal itu swety ". Kata Dave


Dia kini menggandeng Felisha dan segera keluar dari ruangan Ericka terlihat sekali jika Dave sangat telaten di sana menjaga istri nya dan sedari tadi pun genggaman tangan nya pun juga tak pernah lepas sedikit pun membuat yang melihat iri sekali dengan keromantisan mereka berdua


" Jadi ikut ke kantor atau pulang saja ?". Tanya Dave


" Kamu tidak perlu membantu swety , cukup duduk manis saja agar tidak lelah dan di sana juga ada ruang tidur nya jika nanti kamu lelah kamu bisa istirahat di sana ". Kata Dave menjelaskan kepada istri nya itu


" Tempat tidur di dalam kantor?". Tanya Felisha sambil menatap ke arah Dave dengan tajam nya


" Jangan salah paham dulu , itu memang selalu aku gunakan untuk beristirahat jika lelah swety dan itu dulu . Tidak di gunakan untuk mesum dengan wanita swety ". Jelas Dave sambil tersenyum menatap istrinya karena dia tahu apa yang di maksud sang istri tadi


" Oh benar kah memang begitu?". Tanya Felisha


" Iya itu benar sekali dan jika kamu tidak percaya bisa menanyakan nya kepada Robin karena dia tahu semua nya dan dia juga lah yang membuat kan kamar kecil untuk ku di kantor swety ". Kata Dave


Felisha hanya tersenyum saja dan kini Dave pun terlihat mengelus perut sang istri lalu mencium nya perlahan


" Cepat lahir sayang karena papa juga sudah tidak sabar ingin bermain bersama dengan mu nanti nya ". Kata Dave


Mobil mereka sudah sampai di gedung megah nan tinggi itu . Liam pun segera keluar dan membuka kan pintu untuk Dave . Dave dan Felisha segera keluar dan kembali lagi Dave kini menggandeng tangan sang istri dengan mesra nya lalu mengajak nya untuk masuk ke dalam kantor sekarang


" Selamat pagi bos ". Sapa mereka bergantian dengan wajah tersenyum namun Dave tidak membalas nya sama sekali malah Felisha yang membalas senyuman karyawan nya tadi


Mereka kini segera masuk ke dalam lift menuju ruangan Dave yang terletak di lantai atas dan hanya Robin saja lah yang bisa berinteraksi dengan nya selama ini di lantai atas


" Apa di sini semua karyawan nya hebat semua sayang atau ada yang bodoh tapi tetap kamu terima untuk bekerja di sini ?". Tanya Felisha


" Tidak ada karyawan yang bodoh swety karena jika ada tentu saja itu akan sangat merugikan sekali untuk perusahaan nanti jadi seleksi masuk ke kantor ini begitu ketat dan tidak lah mudah ". Kata Dave


" Ah itu benar karena dulu aku juga gagal masuk ke kantor ini dan itu menandakan jika aku ini bodoh ya maka nya tidak bisa bekerja di sini walau hanya sebagai office girl saja ". Kata Felisha

__ADS_1


" Jangan menyesali perbuatan dulu karena jika tidak ada kejadian di masa lalu maka kamu dan aku tidak akan sampai berada di titik ini ". kata Dave


" Suami ku ini memang bijak sekali ya dan hebat juga ". Kata Felisha Memeluk lengan Dave lalu bersandar di pundak nya


Tring


Pintu lift terbuka dan mereka berdua pun keluar bersama di ikuti oleh Liam juga karena hari ini dia akan bekerja menggantikan Robin yang tengah sibuk dengan acara pernikahan nya nanti jadi untuk sementara Liam lah yang akan menggantikan pekerjaan Robin hingga acara pertunangan mereka selesai


Setelah selesai mengintai Mel tadi kini Shawn pun sudah kembali ke rumah nya dan ternyata di sana masih ada Revan yang terlihat baru bangun dari tidur nya


" Lo masih di sini Revan , gue kira sudah pergi ". Kata Shawn


" Ah gue kesiangan dan Lo tidak membangun kan gue tadi Shawn". Kata Revan


" Lo biasa nya kan sudah pergi pagi-pagi setelah tidur di rumah gue dan itu pun juga tanpa pamit jadi tadi gue pun berpikir jika Lo akan seperti biasa nya , se enak nya saja jika datang dan pergi dari rumah gue ". Kata Shawn


" Sialan Lo ya ". Kata Revan meninju pelan Shawn tadi


" Gak kerja Lo ?". Tanya Shawn


" Bos mah bebas sama seperti Lo kan ". Kata Revan


" Gue tidak memiliki perusahaan jadi mana bisa gue bekerja ". Kata Shawn


" Halah kalau bohong itu di anak kecil saja jangan di gue karena itu tidak akan mempan sama sekali ". Kata Revan


Shawn hanya tersenyum saja dan tadi pun dia juga bercanda saja jika tidak memiliki perusahaan padahal perusahaan dia juga cukup banyak dan maju juga . Terlihat kini Marvin datang ke rumah Shawn dan dari kejauhan tadi dia juga menatap seorang yang sedang berbincang dengan bos nya itu


" Bos ". Panggil Marvin sambil menunduk hormat kepada Shawn


" Gue tidak akan ke kantor dan hari ini karena gue ada urusan jadi Lo urus dulu kantor Marvin dan jika Vincent datang usir saja dia ". kata Shawn


" Baik bos , kalau begitu saya berangkat ke kantor dulu ". Kata Marvin berpamitan lalu membungkuk kan badan nya kembali


Dia pergi berlalu dari rumah Shawn dan kini pergi ke kantor untuk menghendel pekerja bis nya saat ini


" Lo ada urusan apa hingga tidak ke kantor dan ke kampus ?". Tanya Revan sambil meminum kopi nya


" Gue mau santai saja di rumah , kan gue bos jadi tidak perlu bekerja keras kan seperti apa kata Lo tadi ". Kata Shawn


" Gue serius tapi Lo malah bercanda Shawn. Gue nanya serius Lo mau kemana ?". Tanya Revan


" Lo mau ikut gue gak sekarang ?". Tanya Shawn


" Kemana dulu ?". Tanya Revan


" Ke tempat yang asik dan menyenangkan sekali . Mau ikut atau enggak ?". Tanya Shawn


Revan tampak berpikir sejenak sebelum dia menjawab nya karena Shawn juga tidak mengatakan kepada nya akan pergi ke mana mereka hari ini


" Ya sudah aku akan ikut dengan Lo tapi awas saja jika nanti tempat nya sangat tidak menarik maka gue akan memukul kepala Lo itu Shawn". Kata Revan


" Gue jamin Lo pasti suka dengan tempat nya nanti ". Kata Shawn


Kini mereka berdua segera pergi menuju tempat yang di katakan Shawn tadi dan Shawn pun mengemudi kan mobil nya sendiri tanpa ada sopir dan bodyguard yang mengawal nya sekarang

__ADS_1


__ADS_2