
Bahkan kini Dave dan Rafael sudah bisa pergi bersama ya walaupun selalu saja saling mengejek satu dengan yang lain nya tapi tidak ada masalah sama sekali bagi Felisha dan dia pun suka sekali melihat kedua nya saling mengejek karena itu bisa membuat suasana menjadi rame sekali .
" Kalian kenapa berisik sekali sih apa tidak bisa diam semenit saja ". Kata Jane
" Sayang adik ipar kamu ini yang memulai bahkan dia yang membuat ku kesal sejak tadi ". Kata Rafael
" Apa kau bilang , bukan nya kau yang memulai duluan bahkan aku sudah diam kau masih saja mengoceh seperti perempuan yang sedang ngerumpi sangat berisik sekali ". Kata Dave
" Jadi perempuan Sangat berisik sekali menurut kamu sayang ?". Tanya Felisha
" Perempuan yang lain nya swety bukan kamu". Kata Dave
" Wah seperti nya suami mu ini selingkuh Felisha hingga bisa mengatakan jika wanita lain berisik sekali ". Kata Rafael memanasi Keadaan bahkan Dave dapat melihat dari kaca spion di dalam mobil bagaimana tatapan istri nya saat ini membuat dia pun diam saja dan tidak Berani mengatakan apapun sekarang bahkan kini dia sudah mulai fokus menyetir dan tidak melakukan perbincangan apapun di sana . Tak lama kini mobil mereka sudah sampai di mall dan mereka segera masuk bersama bahkan mereka juga saling menggandeng pasangan masing-masing saat ini .
" Apa kita makan dulu atau mau belanja dulu ?". Tanya Dave
" Kita belanja saja dulu karena aku juga ingin belanja sekarang". Kata Felisha
" Baik lah kalau begitu kita akan belanja saja dulu . Sayang apa kita belanja keperluan bayi saja sekarang mumpung kita di sini ". Kata Rafael
" Tidak apa-apa jika kita belanja sekarang?". Tanya Jane yang merasa tidak enak dengan Felisha saat ini bahkan dia juga tahu bagaimana rasanya kehilangan anak walaupun dia tidak mengalami nya tapi dia juga bisa merasakan pasti itu akan sangat menyiksa sekali. Bahkan semenjak Jane hamil dia pun sangat mudah tersentuh hati nya dan gampang menangis juga
" Gak apa-apa belanja saja dan Dave akan membayar semua nya sebagai hadiah untuk calon keponakan kita nanti ". Kata Felisha sambil tersenyum
" Wah lumayan juga kita di bayari bos besar jadi tidak usah membuang kesempatan sayang ayo segera belanja sekarang ". Kata Rafael mengajak istri nya
Dave hanya diam saja dan dia pun mengikuti kemana pergi nya Felisha, dia juga menggandeng tangan Felisha juga sejak tadi sebab dia tidak mau jika Felisha pergi terlalu jauh dari nya . Dave sangat posesif sekali jadi dia tidak mau jika Felisha tidak berjalan bersama dengan nya sabab jika dia terlalu jauh maka banyak pasang mata yang memandang nya saat dia berjalan dan itu membuat Dave sangat tidak suka sekali
" Kau jangan memanfaatkan kebaikan istri ku Rafael jadi belanja seperlunya saja ". Kata Dave
" Aku juga hanya membeli barang yang diperlukan saja Dave dan mana mungkin juga aku memanfaatkan kebaikan Felisha Kepada ku dan istri ku ini ". Kata Rafael
" Apa calon anak mu itu butuh laptop , Dia saja belum lahir mana butuh barang seperti itu ". Kata Dave yang melihat jika sejak tadi Rafael tidak ke perlengkapan bayi malah pergi ke tokoh eletronik dan dia juga mengambil dua laptop Saat ini untuk di beli
" Ya setidak nya belikan aku ini agar bisa menunjang pekerjaan ku nanti nya dan juga aku bisa memberikan banyak uang untuk anak ku nanti agar mereka tidak kekurangan ". Kata Rafael sabil Tersenyum menggoda dan bagi Dave itu sangat lah mengerikan sekali dan dia pun sangat geli melihat nya
" Kamu jangan aneh-aneh, mana mungkin anak kita butuh itu sudah letakkan kembali barang nya ". Kata Jane
" Sudahlah kak gak apa-apa biar nanti Dave membayar nya ". Kata Felisha
Kini Dave pun segera membayar dengan kartu nya bahkan tak ada senyum yang terlihat di bibir nya ketika dia berada di kasir
" Jangan cemberut gitu dong ayo senyum agar penjaga kasir nya tidak takut dengan mu Dave ". Kata Rafael
Setelah membayar nya kini mereka berganti menuju perlengkapan bayi dan Jane serta Felisha pun sangat antusias sekali kali ini di sana untuk memilih beberapa perlengkapan yang akan di beli
" Apa sudah tahu jenis kelamin nya ?". Tanya Felisha
" Dokter mengatakan jika Bayi nya perempuan ". Kata Jane
" Wah pasti cantik sekali seperti ibunya dan dia juga nanti pasti akan menjadi model terkenal nanti nya ". Kata Felisha
Jane hanya tersenyum saja dan kini dia pun kembali memilih beberapa baju , pilihan dari Felisha pun juga dia terima . Setelah berbelanja keperluan bayi mereka kini Menuju restoran untuk makan dan yang membawa semua barang adalah Dave dan juga Rafael.
" Kenapa tadi tidak membawa bodyguard saja untuk membawa semua ini . menyusahkan sekali ". kata Rafael
" Semua ini adalah belanjaan istri mu tapi kenapa aku juga kena di suruh membawa nya ". Kata Dave
" Apa kau tadi tidak melihat jika Felisha juga belanja jadi di sana juga ada belanjaan dari istri mu juga . Sudah jangan protes dan bawah saja ini semua toh jika kita banyak bicara tidak ada guna nya juga ". kata Rafael
Dave hanya bisa pasrah saja bahkan seorang Bos Mafia Harus membawa barang belanjaan seperti ini itu lucu sekali menurut nya dan dia mau melakukan nya karena istri nya yang meminta hal tersebut jika bukan Felisha maka dia pun tidak akan perduli sama sekali tentang semua barang itu
" Sayang aku sudah memesankan makanan untuk kamu dan kenapa jalan nya lamban sekali sih apa tidak suka membawa semua barang itu ?". Tanya Felisha
" Jika akan tidak suka maka sejak tadi sudah ku tinggalkan semua barang nya swety ". Kata Dave
" Iya iya terima kasih sudah mau membawa semua barang nya suamiku tersayang ". Kata Felisha
" Dan semua ini tidak gratis jadi kamu harus membayar nya nanti ". Kata Dave sambil menampilkan senyuman menggoda nya saat ini
Sementara di kampus Mel terlihat sangat sibuk sekali beberapa hari ini bahkan dia selalu ada di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas nya yang menumpuk itu
" Huft efek dari gak masuk satu bulan segini banyak nya tugas gue . menyebalkan sekali ". Kata Mel
" Jangan banyak mengomel karena itu tidak akan membuat tugas Lo selesai". Kata Shawn yang kini duduk di depan Mel bahkan dia juga membawa makanan untuk Mel sebab dia tidak melihat Mel sejak tadi di kantin jadi dia pun membawakan nya untuk Mel sekarang
" Lihat lah masih banyak tugas gue bahkan mata gue sudah ngantuk sekali Shawn ". Kata Mel
" Mana yang belum selesai biar gue kerjakan dan Lo tidur saja dulu ". kata Shawn
" Ah Lo memang sahabat yang sangat baik sekali ingat ya hanya sahabat tidak lebih jadi jangan berharap banyak kepada gue ". Kata Mel
Shawn hanya menatap saja dan kemudian dia pun segera membantu Mel mengerjakan tugas nya . Walaupun mereka berbeda jurusan namun Shawn yang cerdas itu bisa mengerti dengan mudah tugas yang Mel terima bahkan dia juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakan semua nya saat ini hingga dia pekerjaan Mel pun selesai dengan cepat di tangan nya . Tampak Mel sudah tertidur pulas di meja perpustakaan dan tidak ada satu pun yang berani membangun kan nya karena Shawn sudah memberikan peringatan kepada semua nya di sana
" Apa dia masih tertidur Shawn?". Tanya Eza
" Ya dia tidur di perpustakaan dan kalian jaga dia jangan sampai ada yang menggangu tidur nya karena gue harus pergi sebentar untuk menemui seseorang". Kata shawn
Rico dan Eza pun mengerti dan mereka mengangguk kan Kepala nya menyetujui perintah dari Shawn di sana
" Lihat lah si Mel itu sangat Menjengkelkan sekali bukan bahkan dia juga Sok cantik mentang-mentang dia dekat dengan Shawn ". Kata Meta
__ADS_1
" Bahkan dia juga membuat wanita terpopuler di kampus ini yang tak lain adalah saudara Lo harus malu dan pindah dari sini karena kesombongan dia Julie". Kata Anya
Julie hanya menatap Mel yang sedang tertidur itu bahkan tatapan nya sangat tajam sekali saat ini . Dulu Julie sempat kuliah di kampus itu tapi karena ada hal penting dia harus pindah kampus bahkan dulu dia juga sempat dekat dengan Shawn dan menjalin hubungan cukup lama juga hingga akhir nya hubungan itu harus kandas begitu saja dan penyebab nya tidak ada yang mengetahui hal tersebut
" Apa kau kau dapat kan Marvin Hingga menyuruh ku menemui mu saat ini ". Kata Shawn
" Ma'af tuan seperti nya tuan Vincent Ingin bermain-main dengan anda , dia sudah menghasut para klien untuk mencabut investasi nya dari perusahaan kita dan mengalihkan nya ke perusahaan tuan Vincent ". Kata Marvin
" Jadi si bodoh itu masih saja ingin berulah , apa dia memang bosan hidup ya ". Kata Shawn
" Bagaimana jika kita hancurkan saja perusahaan nya sekarang tuan agar dia tidak melakukan hal bodoh yang menyusahkan lagu ". Kata Marvin
" Jangan terlalu terburu-buru karena aku masih berbaik hati jadi buat saja Perusahaan nya mengalami pasang surut setiap hari karena itu akan lebih menyenangkan ". Kata Shawn
" Dan tadi saya juga melihat jika Demian Orang kepercayaan tuan Justin bertemu dengan Anatasya mantan tunangan tuan Dave ". Kata Marvin
" Apa yang mereka bicarakan , apa mereka bersatu untuk menghancurkan Dave ?". Tanya Shawn
" Tidak hanya saja Demian ingin tahu di mana alamat rumah tuan Dave karena dia sudah beberapa hari mencari dan tidak menemukan nya sama sekali ". Kata Marvin
" Kau harus memperketat penjagaan di sana dan jangan sampai kecolongan lagi Marvin atau aku akan memenggal kepala mu jika kejadian malam itu terluang kembali bahkan aki pun tidak segan membunuh kalian semua jika Mel kembali dalam bahaya ". Kata Shawn dan Marvin pun mengangguk paham akan perintah bos bucin nya itu
" CK padahal di sana banyak anak buah kakak nya kenapa juga harus kembali menyusahkan aku ". Gerutu Marvin
" Aku masih bisa mendengar nya Marvin ". Kata Shawn
" Hehehehe aku hanya bercanda tuan jadi jangan di anggap serius ya apa yang aku katakan tadi ". Kata Marvin menyengir
" Sudah pergi saja sana aku mau kembali ke kampus lagi ". Kata Shawn
" Rajin lah belajar tuan dan jangan mengejar cinta Mulu agar cepat lulus ". Teriak Marvin membuat Shawn hanya mengangkat tangan nya yang terkepal saja lalu dia berjalan pergi meninggalkan Marvin di sana untuk kembali ke kampus
Di perpustakaan Mel pun terkejut karena Shawn tidak ada tapi pekerjaan nya sudah selesai separuh , dia merasa jika shawn memang lah Sangat Genius sekali jadi cepat mengerjakan nya berbeda dengan diri nya yang agak lamban
" Shawn sedang pergi sebentar tadi setelah mengerjakan semua nya ". kata Rico
" Gue gak tanya ". Kata Mel
" Tapi gestur tubuh Lo itu seolah bertanya Mel ". Kata Eza
" Sok tahu banget deh Lo ". Kata Mel
" Mel aku cari dari tadi ternyata kamu ada di sini ". Kata Rose
" Iya gue sedang menyelesaikan pekerjaan yang banyak ini ". Kata Mel
" Apa masih belum selesai juga kalau iya sini biar aku bantu juga menyelesaikan nya ". Kata Rose
" Ini sudah hampir selesai jadi tidak apa-apa nanti akan gue kerjakan lagi . Oh ya ke mall yuk , gue butuh refreshing ". Ajak Mel
" Memang kalian tahu kapan dia kembali nya ?". Tanya Mel
Mereka berdua pun kompak menggeleng kan Kepala nya saja menjawab pertanyaan Mel
" Ya sudah tinggal saja dia dan suruh menyusul nanti ". Kata Mel
" Siapa yang mau di tinggal Mel ?". Tanya Shawn yang sudah berada bersama mereka saat ini
" Nah ini orang nya sudah datang , ayo berangkat sekarang ". kata Eza
" Mau kemana ?". Tanya Shawn
" Ke mall shopping ". Jawab Mel lalu menggandeng tangan Shawn dan mengajak nya pergi . Dan ketiga nya pun hanya mengikuti dari belakang saja ketika Mel dan Shawn berjalan bersama saat ini
" Tumben sekali mau shopping". Kata Shawn sambil berjalan bersama dengan Mel
" Karena gue capek ngerjain tugas Mulu dan butuh sekali refreshing". kata Mel
Semua orang kini menatap ke arah Mel yang sedang menggandeng tangan Shawn entah dia sengaja atau tidak tapi hal tersebut membuat para mahasiswi di sana sangat iri dengan Mel
" Shawn, lama tidak bertemu". Kata Julie ketika melihat Shawn
" Gue baik sekali dan kapan Lo datang ke sini kenapa gue bisa gak tahu ". Kata Shawn yang spontan memeluk Julie sekarang bahkan Mel ada di sana dan menatap mereka berdua saat ini
" Lo sok sibuk sih jadi gak tahu kan kalau gue sudah ada di sini ". Kata Julie
" Bukan nya Lo ya yang sok sibuk sekali hingga lupa dengan gue bahkan chat gue saja gak Lo bales Julie". Kata Shawn sambil tersenyum menatap mantan kekasih nya itu yang terlihat makin cantik saja dan tanpa Shawn sadari jika Mel sudah pergi lebih dulu meninggalkan dia sekarang yang sedang asik mengobrol di sana
" Shawn". Panggil Eza membuat Shawn menatap nya
" Mel sudah pergi apa Lo tidak jadi ikut dengan nya ?". Tanya Eza
Shawn pun menatap ke depan dan benar saja saat ini Mel sudah pergi meninggalkan dunia a bersama dengan Rose
" Gue tinggal dulu ke mall atau Lo mau ikut juga ?". Tanya Shawn
" Gue masih banyak pekerjaan jadi Next time saja kita bisa mengobrol bersama". Kata Jullie
Shawn pun mengangguk kepala dsn dia pun melambaikan tangan nya serta Segera menyusul Mel di sana
" Kenapa di tinggal Mel kan kita mau pergi bersama". Kata Rico
__ADS_1
" Ya kan gue tidak meninggalkan dan masih di sini bodoh , jadi pakai mobil siapa ?". Tanya Mel
" Mobil gue saja ayo ". Ajak Shawn
Mel pun menurut saja dan dia serta Rose ku ni masuk ke dalam mobil Shawn sementara dua sahabat Shawn menggunakan mobil berbeda sekarang
" Ke mall mana Mel ?". Tanya Shawn
" Jangan ke mall restoran atau coffe shop saja karena gua mau nongkrong di sana , jenuh juga mengerjakan banyak tugas ". Kata Mel
Shawn setuju dan kini dia melajukan mobil nya menuju tempat tongkrongan dia biasa nya bersama para anggota Geng nya bahkan tak banyak orang tahu siapa saja anggota Geng milik Shawn
Dan kini di rumah keluarga Alexander Felisha masih ada di sana setelah mereka jalan bersama bahkan Rafael pun tadi sempat mendapat kan pukulan juga dari Felisha karena dia berani sekali membohongi nya tentang markas Dave
" Kenapa pukulan mu sangat menyakitkan sekali Felisha ". Kata Rafael
" Itu karena aku sudah belajar dengan baik kak bahkan aku juga bisa mengalahkan mu dengan mudah ". Kata Felisha sambil tersenyum
" Sombong nya diri mu Felisha ". Kata Rafael
" Dan kau pun lebih sombong Dari ku kak dan juga pembohong sekali ". Kata Felisha
" Kau berani sekali mengatakan jika markas ku banyak hantu dan sangat menyeramkan sekali ". Kata Dave
" Itu aku hanya bercanda Dave bahkan aku tidak bermaksud sama sekali membohongi nya ". Kata Rafael
" Tapi kemarin kau membohongi ku kak bahkan kau mengatakan jika markas Dave sangat jelek sekali tapi nyatanya di sana saat bagus sekali ". Kata Felisha yang memang takjub dengan markas milik Dave
" Jadi kau sudah pernah ke sana hingga bisa mengatakan jika di sana sangat bagus sekali ". Kata Rafael
" Ya tadi aku dari sana sebelum kita pergi untuk jalan bersama tadi ke mall ". Kata Felisha
" Wah ternyata Dave sudah mengatakan siapa dia sebenarnya ". Kata Rafael
" Tidak ada gunanya juga menutupi nya karena dia pun tidak mempermasalahkan nya juga ". Kata Dave
" Sombong sekali kau Dave bahkan kau saja takut dengan nya karena jika dia tahu kau bukan nya takut akan di tinggal kan ". Kata Rafael
" Dan kau pun juga sama dengan ku Rafael jadi jangan mengejek ku tentang hal itu ". Kata Dave
" Tuh kan Mulai lagi deh kalian jika bersama seperti ini ". Kata Jane
" Mereka lebih cerewet dari kita jika bersama ". Kata Felisha
" Iya dan kalian pun juga sangat berisik sekali mengganggu saja ". kata Jane
Mereka berdua kompak sekali menyalahkan suami nya bahkan Dave dan Rafael pun tidak bisa menjawab perkataan mereka sama sekali saat ini dan mereka hanya mendengar kan dalam diam setiap perkataan istri mereka berdua
Di rumah nya Justin kini tengah bersiap untuk keluar karena dia juga ada janji dengan seseorang sekarang ini
" Bagaimana Demian apa kau sudah menemukan nya ?". Tanya Justin
" Sudah tuan saya sudah menemukan alamat rumah tuan Dave ". Kata Demian yang sedang mengemudi kan mobil nya
" Bagus dan nanti setelah kita pulang lewati rumah Dave Karena aku ingin tahu bagaimana rumah dia ". kata Justin
" Baik tuan saya akan mengantar anda ke sana nanti ". Kata Demian
"Sekarang kita ke Coffe shop Demian karena aku harus bertemu dengan orang penting di sana ". Kata Justin
Demian kini menambah kecepatan laju mobil nya agar mereka cepat sampai di coffe shop bahkan dia terlihat sangat lihai sekali kali ini berada di jalanan
Tak lama juga mereka sudah sampai dan Justin segera masuk ke dalam untuk menemui orang penting di sana . " Ternyata dia belum datang ". Kata Justin yang sudah duduk di meja yang sudah dia pesan Sementara Demian berada tak jauh dari meja Justin sekarang
Lama dia menunggu orang yang dia ajak untuk bertemu dan kini belum juga datang . " Justin Atkinson Cristian". Panggil seseorang yang melangkah menuju meja nya . Justin langsung berdiri dan mengulurkan tangan menjabat orang tersebut
" Jack Austin lama kita tidak bertemu". Kata Justin sambil tersenyum menatap partner lama nya itu bahkan setiap kali dia melakukan perjudian atau perdagangan ilegal maka dia akan meminta bantuan Jack untuk mengawal nya agar semua berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana nya
" Apa kau sudah lama di sini Justin ?". Tanya Jack
" Aku baru beberapa hari di sini dan aku sangat membutuhkan bantuan mu sekarang". kata Justin
" Jika bayaran nya cocok maka aku akan membantu mu ". Kata Jack
Mereka berdua pun memesan minuman di sana bahkan terlihat juga Jack seperti nya sudah sering datang ke mari karena pelayan tidak bertanya apa yang akan di pesan Jack saat ini
" Apa tempat ini milik mu Jack hingga mereka tidak perlu bertanya tentang pesanan mu ?". Tanya Justin
" Bukan hanya saja aku sering datang kemari dengan para sahabat ku ". Kata Jack
Dan di tempat yang sama juga di sana ada Mel dan yang lain nya yang kini sedang asik berbicara dan bercanda dan Mel pun juga sangat senang sekali berada di tempat ini sedang kan sejak tadi Shawn menatap ke arah di mana Justin dan Jack berada karena secara kebetulan tadi dia melihat nya di sana
" Marvin ". Panggil Mel ketika dia melihat Marvin di sana bahkan Mel melambai kan tangan nya menyuruh Marvin untuk bergabung bersama dengan nya
" Lo ada di sini juga . sini duduk ". Kata Mel
Marvin pun dengan terpaksa harus mau duduk di samping Mel walau pun dia tahu tentu saja nanti dia akan mendapat kan amukan dari bos yang ada di depan nya itu
" Lo ada di sini juga Mel , apa tidak kuliah ?". Tanya Marvin
" Sudah selesai dan gue butuh refreshing jadi datang ke sini . tempat nya bagus banget gila ". kata Mel
__ADS_1
" Kok Lo tahu tempat ini?". Tanya Marvin
" Shawn yang mengajak kemari dan gak rugi juga kita di sini ". Kata Mel dengan senyuman yang sejak tadi terukir di bibir indahnya itu