Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 152


__ADS_3

Kelalaian Dave hingga membuat istri nya keguguran pun kini juga menjadi kan nya sangat waspada sekali dan dia akan langsung bertindak jika mendengar ada musuh nya yang datang bahkan jika mereka hanya datang dan menampakkan wajah nya saja di kota yang sama dengan nya maka Dave akan langsung menghabisi nya . Dia memang kecolongan kali ini dan itu membuat dia semakin waspada dan terus saja mengasah bakat dan kemampuan nya untuk melindungi keluarga nya dari serangan musuh . Kematian Matthew pun membuat para musuh Dave takut baikan mereka juga kini tidak Berani menampak kan wajah nya di hadapan Dave bahkan tanpa sengaja mereka bertemu pun mereka akan segera menghindar agar tidak menjadi target berikut nya dan mengalami hal yang sama dengan Matthew . Sementara itu Mel sudah satu bulan belum juga sadar hal itu membuat Dave sangat lah frustasi sekali bahkan dia tidak pernah mau melakukan pekerjaan di kantor nya Karena masih saja menunggu sang adik . Felisha selalu menemani Dave bahkan mereka juga sering tidur di rumah sakit untuk menjaga Mel di sana


" Mel cepat lah sadar , lihat kakak mu itu sangat berantakan sekali ". Bisik Felisha


Setiap hari Felisha tak henti membisikkan berbagai macam kata tentang kondisi Dave Kepada Mel agar dia segera sadar dan kini Mel pun di tangani langsung oleh orang kepercayaan Shawn saat ini . Mereka tidak tahu jika Marvin adalah orang kepercayaan Shawn dan kini dialah yang menjadi dokter Mel di rumah sakit itu


" Bagaimana Marvin , apa dia tidak bisa sembuh dan kembali membuka mata nya ?". Tanya Shawn di ruang dokter bahkan mereka hanya berdua saja


" Satu suntikan lagi tuan dan saya yakin nona Mel akan segera sadar ". Kata Marvin


" jangan mengecewakan ku Marvin bahkan aku akan memberikan satu perusahaan ku untuk mu sebagai hadiah nanti ". Kata shawn


" Saya tidak membutuhkan itu tuan dan saya akan mengupayakan yang terbaik untuk nona Mel wanita yang anda cintai ". Kata Marvin


Marvin selain sebagai orang kepercayaan Shawn yang tidak di ketahui banyak orang dia adalah seorang dokter spesialis yang sangat terkenal sekali bahkan dia juga sering membuat beberapa penemuan yang nilainya sangat fantastis sekali jika di jual . Walaupun demikian dia masih saja bekerja dengan Shawn sana. karena Shawn yang membiayai segala nya hingga dia bisa sehebat ini jadi dia tidak mau meninggalkan Shawn dan akan selalu membantu nya


Kini Marvin segera menuju ruangan rawat Mel untuk menyuntikkan Obat terakhir yang dia yakini akan membuat Mel segera sadar nanti nya


" Bagaimana ?". Tanya Dave


" Tunggu saja setengah jam karena obat nya akan beraksi setengah jam lagi ". Kata Marvin


Mereka semua menunggu dan benar saja sesuai dengan apa yang Marvin katakan kini perlahan tapi pasti jari Mel bergerak di sana bahkan dia juga terlihat membuka matanya saat ini


" Mel kamu sudah sadar sayang ". Kata Dave tersenyum senang bahkan dia kini memeluk istrinya setelah melihat adik nya sadar . Bukan hanya Dave saja yang senang tapi mereka semua pun juga ikut senang ketika melihat Mel sadar saat ini


" Sebaik nya kita keluar saja dan biarkan dokter memeriksa Mel di sini ". Ajak Morgan


Mereka semua keluar dan akan menunggu Mel di luar saja . Terlihat kirstal dan juga Ericka baru saja datang bahkan mereka baru sempat menjenguk karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan


" Fel bagaimana keadaan Mel ?". Tanya Kristal


" Dia sudah siuman dan dokter sedang memeriksa nya sekarang ". Jawab Felisha


" Syukur lah kalau begitu , siapa dokter nya Fel ?". Tanya Kristal


" Dokter Marvin ". Jawab Felisha


" Marvin Sanders ?". Tanya Ericka


" Iya Marvin Sanders ". Jawab Revan


" Wah dia memang lah dokter yang sangat hebat dan terbaik di Dunia bahkan dia juga sangat sulit sekali untuk di temui , bagaimana bisa kalian meminta nya untuk merawat Mel bahkan dia jarang sekali menerima pasien jika memang bukan orang yang dia kenal dan dia juga tidak sembarang menerima pasien ". Kata Ericka


" Wah kekasih mu ini mungkin saja lupa siapa Dave di sini Gerald ". kata Revan


" Aku tidak kenal dengan dokter tersebut dan yang membawa nya kemari adalah Shawn ". Kata Dave


" Kan Shawn juga hebat jadi wajar saja jika dia bisa membawa dokter tersebut kemari ". Kata Felisha


" Sudah tidak perlu membahas dokter nya dan yang penting Mel sudah sadar jadi kita tunggu saja bagaimana keadaan nya sekarang ini ". kata Morgan


Mereka menunggu dokter tersebut bahkan sudah setengah jam lama nya dia tidak keluar dari ruangan Mel membuat Dave kembali cemas sekali


" Bagaimana keadaan nya ?". Tanya Dave di sana sambil menatap dokter tersebut


" Kondisi nya baik-baik saja bahkan dia terlihat sangat bugar sekali hanya saja dia terlalu lama di atas ranjang jadi dia perlu meregangkan otot nya saat ini ". Kata Marvin


" Terima Kasih banyak dokter ". Kata Felisha


" Sama-sama dan tuan Shawn saya tunggu pembayaran dari anda nanti nya ". Kata Marvin sambil tersenyum menatap Shawn


" Biarkan Robin yang membayar nya nanti ". Kata Dave


Dia melihat sekitar dan ternyata Robin belum kelihatan sejak tadi tali itu sangat wajar karena dia memang kini sedang melakukan pekerjaan nya di perusahaan Dave sebab Dave ingin fokus dengan Mel saat ini


" Tidak apa-apa biar nanti aku saja yang akan membayar nya ". Kata Shawn


" Aku juga punya banyak uang jadi tunggu sebentar saja nanti Robin juga datang ". Kata Dave


Tidak lama setelah perdebatan mereka terlihat dari arah kejauhan Robin sedang berjalan menuju arah mereka semua bahkan dia masih saja menggunakan jas nya dan itu pertanda jika dia baru saja pulang bekerja dan langsung datang ke rumah sakit


" Tuan ". Kata Robin sambil membungkuk kan badan nya . Dia kini menatap Dave lalu pandangan nya beralih kepada sosok yang memakai baju dokter dan tidak asing sekali bagi nya


" Bukan nya kau adalah sahabat Mel ". Kata Robin spontan membuat Revan pun menatap Robin saat ini


" Dia sahabat Mel , Robin ? tanya Revan

__ADS_1


" Iya tuan dia memang sahabat Mel dan aku juga pernah bertemu dengan nya dan mengobrol bersama nya dan Mel di tempat makan ". Kata Robin


" Pantas saja dokter mau membantu Mel ternyata sudah mengenal nya ". Kata Ericka spontan juga Setelah tahu dari penjelasan Robin barusan


Bahkan Dave saja tidak mengetahui Jika dia adalah sahabat Mel dan Marvin juga tidak mengatakan nya sajak awal jadi Dave pun tidak terlalu memperdulikan nya juga


" Robin bayar biaya pengobatan Mel saat ini dan transfer ke rekening nya sekarang juga ". Kata Dave


" Baik tuan saya akan segera melakukan pembayaran ". Kata Robin


" Terima Kasih dan saya akan pergi dulu sebab banyak hal yang harus saya kerjakan saat ini ". Kata Marvin lalu pamit pergi bahkan dia tidak menatap Shawn sama sekali dan kini dia segera meninggalkan tempat tersebut untuk melakukan pekerjaan nya yang lain seperti apa yang di perintahkan Shawn Kepada nya


Mereka kini masuk ke dalam ruang rawat Mel bahkan setelah dia sadar dia juga sudah di pindah kan sekarang


" Mel bagaimana , apa masih ada yang sakit ?". Tanya Dave


" Tidak kak hanya saja badan ku terasa remuk semua nya ". Kata Mel


" Tentu saja remuk Mel bahkan Lo sebulan ini hanya berbaring saja di atas ranjang ini tanpa ingin membuka mata sedikit pun ". Kata Revan


" Apa jadi aku selama itu tidak sadarkan diri ?". Tanya Mel dengan ekspresi kaget nya bahkan dia sama sekali tidak percaya jika Sampai selama itu tidak sadar kan diri . Mel menatap perut Felisha yang kini terlihat rata sekali


" Kak bayi nya ?". Tanya Mel


Felisha tersenyum walaupun hati nya sakit jika mengingat nya tapi dia memaksa kan untuk tetap tersenyum kali ini dan melihat ke arah Mel bahkan Dave pun kini merangkul istri nya


" Dia sudah bahagia di surga Mel bersama dengan mama ku ". Kata Felisha


Seketika air mata Mel pun jatuh tanpa di komando bahkan dia tidak menyangka jika kejadian itu membuat kakak dan kakak ipar nya kehilangan calon buah hati mereka dan Mel pun menyalah kan diri nya atas semua yang terjadi kepada Felisha


" Kak maafkan Mel ". Kata Mel sambil tertunduk pilu


Felisha mendekati nya dan mengangkat kepala Mel saat ini . Tatapan mereka saling beradu , Felisha tersenyum di depan Mel


" Semua nya sudah terjadi Mel dan ini semua bisa menjadi pelajaran buat kita agar bisa lebih baik lagi ". Kata Felisha


Mel langsung memeluk kakak ipar nya itu dengan sangat erat bahkan kini dia pun menangis di pelukan kakak ipar nya


Setelah penyerangan itu juga kini rumah Dave di bangun ulang dengan beberapa perlengkapan yang canggih juga agar musuh tidak muda menyerang dan meruntuhkan rumah Dave . Bahkan jika ada musuh yang datang jarah lima puluh meter dari rumah sudah terdeteksi saat ini jadi Dave pun mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membuat semua nya agar keluarga nya aman nanti di dalam rumah tersebut


" Sudah Mel istirahat saja dan kita akan keluar sebentar agar kamu bisa beristirahat ". Kata Felisha


" Terima Kasih sudah datang tepat waktu". Kata Mel


Shawn tersenyum lalu mengangguk kan Kepala nya bahkan dia mendekati Mel lalu mencium kening nya . " Istirahat lah agar cepat sembuh ". Kata shawn lalu pergi keluar kamar inap Mel


Mereka kini akan bergantian saja berjaga di rumah sakit dan sekarang giliran Robin yang ada di sana sementara yang lain nya akan menyelesaikan pekerjaan nya . Robin masuk ke dalam bahkan terlihat kini dia Sendang menyuapi Mel makan di sana


" Makan yang banyak sayang agar segera pulih ". Kata Robin


" Sayang sayang bahkan ketika aku butuh juga kau tidak ada di sana Robin , dasar menyebalkan ". Kata Mel sambil memukul tangan Robin


" Bahkan tangan mu saja masih belum cukup kuat untuk memukul ku dan kau sok melakukan nya ". Kata Robin mengejek Mel


" Lihat saja jika nanti aku sudah keluar dari sini maka akan Ku patah kan tangan dan kaki mu agar kau tidak bisa pergi kemana-mana lagi ". Mel


" Ingin sekali ya aku menemani mu sepanjang hari ". Kata Robin menggoda


" Siapa juga yang mau jangan kepedean ya Robin jelek ". kata Mel


robin hanya bisa menggeleng kan Kepala nya saja mendengar Mel mengoceh bahkan satu bulan dia tidak mendengar nya membuat Robin sangat kesepian sekali bahkan dia juga rindu dengan Omelan Mel kepada nya


Di kediaman nya Dave kini tengah memeluk istrinya dengan erat bahkan pelukan Dave lun terasa sangat berbeda dari biasanya menurut Felisha


" Mel sudah sadar swety jadi saat nya kita berproduksi Dave junior lagi ". Kata Dave


" Kamu ya jika ada kesempatan selalu saja dapat memanfaatkan nya dengan baik , dasar mesum ". Kata Felisha


" Aku lelaki normal jadi wajar saja jika memiliki hasrat swety ". Kata Dave


Tidak menunggu lama juga dia segera membawa Felisha kedalam ranjang dan kini dia pun segera melakukan proyek membuat calon penerus nya bersama dengan wanita yang dia cintai bahkan kali ini dia melakukan nya dengan sangat buas sekali sebab sudah satu bulan juga Dave berpuasa dan kini saat nya dia pun melampiaskan nya dengan kenikmatan


Sore pun sudah berganti malam dan Felisha pun sudah berpakaian rapi bahkan dia juga baru bangun setelah melakukan pertempuran panas dengan Dave tadi dan itu juga sangat melelahkan sekali untuk nya bahkan Dave saja masih tertidur lelap di ranjang


Felisha segera turun kebawah dan memasak untuk makan malam dia dan juga suami nya, kali ini Felisha terlihat sangat cantik sekali bahkan makeup tipis yang dia pakai Terlihat sangat natural sekali dan cocok dengan diri nya


" Nyonya". Kata Chef yang ada di sana menyapa Felisha

__ADS_1


" Aku ingin memasak untuk makan malam ". Kata Felisha


" Baik nona saya akan menyiapkan semua nya ". Kata sang Chef


Felisha mengangguk kan Kepala nya dan kini dia pun mengambil celmek nya lalu mulai memasak di sana bahkan sang Chef pun dia larang membantu jadi dia pun kini hanya sendiri saja di dapur untuk membuat makanan . Felisha sudah lama tidak melakukan nya tapi dia masih saja terlihat sangat lihai sekali ketika memasak bahkan tanpa bantuan siapapun dia tidak merasa kerepotan di saja dan sangat senang kali ini . Felisha memasak beberapa makanan kesukaan Dave dan diri nya setelah selesai pun dia juga Segera menata nya di meja makan sambil menunggu Dave keluar dari kamar nya bahkan ketika dia tinggal turun saja tadi dia masih belum bangun


" Masak apa sweety ?". Tanya Dave sambil memeluk Felisha dari belakang ketika dia sedang menyiapkan hidangan nya saat ini


" Makanan kesukaan kamu . Ayo duduk dan segera makan ". Kata Felisha


Kini mereka hanya berdua saja makan di sana karena Mel juga masih di rumah sakit dan Robin juga ada di sana serta Liam pun baru saja berangkat ke rumah sakit menyusul robin untuk menemani nya juga karena hari ini Dave tidak akan datang ke rumah sakit jadi Liam dia perintah kan untuk menemani Robin di sana menjaga Mel


" Ma'af tuan , di luar ada keluarga nona Felisha yang ingin datang menjenguk ". Kata anak buah Dave melapor kan


" Suruh saja mereka semua masuk ke dalam ". Kata Felisha


Anak buah Dave pun mengangguk kan Kepala nya dan kini dia segera menghampiri Sonny dan juga keluarga nya untuk mempersilahkan nya masuk ke dalam . Bahkan mereka juga bari di izin kan untuk menjenguk Felisha setelah satu bulan dari kejadian itu bahkan Sheryl pun terlihat sangat takut sekali dengan Dave sebab Dave juga sudah pernah memberikan nya pelajaran yang mengerikan sekali


" Papa kenapa malam-malam datang kemari ". Kata Felisha yang kini sudah berdiri Lal memeluk papa nya bahkan terlihat sekali Sonny memeluk nya dengan erat sekali dan tampak wajah bahagia dia ketika melihat Felisha baik-baik saja saat ini


" Kau baik-baik saja Felisha ?". Tanya Rafael


" Iya kak aku baik-baik saja . Wah kak Jane perut mu sudah membesar ya dan semoga nanti selamat Hingga lahiran ". Kata Felisha sambil mengusap perut Jane bahkan dia kini kembali teringat dengan bayi nya namun dia berusaha untuk tetap tegar saat ini


" Semoga kau juga lekas di berikan momongan lagi untuk menggantikan yang kemarin ". Kata Jane


Kali ini dia pun tulus sekali mengucap kan nya karena dia juga tidak ingin jika hal yang sama dengan Felisha terjadi juga dengan diri nya bahkan dia juga merasa kasihan waktu itu kepada Felisha , meskipun dia memang membenci Felisha tapi dia juga masih mempunyai rasa kemanusiaan jadi dia pun juga ikut bersedih atas apa yang menimpa Felisha dulu


" Apa kalian sudah makan , jika belum ayo ikut makan juga ". Ajak Felisha


" Kebetulan juga kami belum makan jadi makan di sini saja dan seperti nya juga makanan nya sangat enak Sekali ". Kata Rafael


Mereka kembali duduk di sana dan kini terlihat sang ramai sekali karena kehadiran keluarga Felisha di sana bahkan Rafael tidak sungkan sama sekali walau sejak tadi Dave menatap nya


" Kita adalah ipar Dave jadi jangan menatap ku seperti itu ". Kata Rafael


" Aku tidak tertarik dengan mu jadi untuk apa juga aku menatap mu ". kata Dave yang kembali makan saat ini bahkan Felisha Tersenyum mendengar nya karena dia tadi juga melihat dengan jelas jika Dave memang lah Menatap Rafael namun dia tidak mau mengakui nya saat ini dan malah mengalihkan semua nya , terlalu gengsi mengakui nya itu yang Felisha tebak dari Dave


" Sudah kak jangan banyak bicara lagi makan saja mumpung masih hangat ". Kata Felisha


" Apa kamu sendiri yang memasak nya Fel ?". Tanya Rafael


" Iya aku sendiri yang memasang nya jadi Mungkin tidak terlalu enak seperti masakan di rumah mu kak ". Kata Felisha


" Justru ini akan sangat enak sekali jika memang kau yang memasak nya sendiri karena aku tahu bagaimana rasa masakan mu sebelum Dave mencicipi nya kan aku yang lebih dulu makan masakan mu ". Kata Rafael


Dia memang benar-benar sengaja sekali memancing emosi Dave bahkan dia mengatakan nya sambil tersenyum jahil membuat Felisha pun mengelus tangan sang suami agar tidak terpancing dengan ucapan Rafael . Selesai makan pun kini mereka semua kini duduk di sofa bersama untuk sekedar mengobrol saja


" Bagaimana keadaan Mel , apa dia sudah sadar ?". Tanya Sonny


" Hari ini dia sudah sadar dan sekarang masih di rumah sakit bersama Robin dan Liam ". Kata Felisha


" Kenapa kau menjadi ceroboh lagi bahkan hanya meninggalkan mereka berdua saja di sana , apa itu cukup ". kata Rafael


" Jangan menggurui ku bahkan anak buah ku juga berjaga di sana jadi diam lah , dan bukan nya kau kenal dengan Matthew bahkan dekat dengan nya juga dan mama mertua mu juga kan ". Kata Dave


" Kau ternyata amnesia Dave bahkan mama mertua ku kan mama mertua mu juga ". Kata Rafael


" Mama mertua ku sudah ada di surga jadi tidak sama dengan mama mertua mu ". Kata Dave


Perdebatan yang mereka lakukan seperti anak kecil saja menurut Felisha bahkan setiap kali Dave bertemu dengan Rafael ya seperti ini lah selalu saja berdebat bahkan Rafael selalu sengaja mencari gara-gara Kepada Dave agar dia marah namun hal itu juga membuat Felisha bisa tertawa senang


" Rumah ini seperti nya sudah di bangun ulang ya , kaya sekali ternyata kau adik ipar ". Kata Rafael


" Aku memang lebih kaya darimu sejak dulu dan jangan memanggil ku adik ipar ". Kata Dave sambil meminum kopi nya


" Lihat lah Felisha suami mu ini sangat tidak sopan sekali bahkan dia tidak mau aku panggil adik ipar lalu mau aku panggil apa , bos ". Kata Rafael


" Jika dia tidak mau kak cari saja adik ipar baru". Kata Felisha


" Jika aku mencari nya berarti kamu harus menikah lagi dong ". Kata Rafael membuat tatapan tajam Dave mengarah kepada nya dan baik Felisha maupun Rafael kini tertawa bersama melihat nya bahkan mereka berdua dengan berani menertawakan Dave saat ini


" Jangan marah kita hanya bercanda saja ". Kata Felisha


" Itu tidak lucu sama sekali kenapa kamu malah tertawa bersama dia ". Kata Dave kesal


" Sensitif sekali sih kau ini Dave ". Kata Rafael

__ADS_1


Dave memang selalu tidak suka jika ada lelaki yang mendekati istri nya bahkan cemburu nya dia terlalu berlebihan tapi Felisha sangat menyukai nya karena jika seperti itu berarti tidak akan ada yang bisa menggoda suami nya di manapun dia berada dan bahkan Felisha sangat yakin jika Dave akan selalu setia kepada nya sampai kapanpun . Kini suasana di rumah Dave memang terdengar sangat ramai dengan candaan Felisha dan juga Rafael yang selalu kompak menggoda Dave bahkan Felisha tidak perduli dengan tatapan suami nya itu


__ADS_2