
Mereka sekarang ini sedang berada di ruang tamu untuk mengobrol saja tapi malah berdebat dengan perdebatan yang tidak perlu juga tentu nya dan hal itu membuat Felisha pun menjadi pusing di buat nya karena ulah mereka yang kini berbicara hal yang tidak perlu juga
" Maaf tuan , di depan ada tuan Rico yang datang katanya ingin menjemput nona Kristal ". Kata Liam
" Rico , siapa dia aku tidak mengenal nya ". Kata Kristal
" Dia sahabat Shawn di kampus kak jadi mungkin saja kini dia yang di suruh untuk menjemput kakak di rumah ini ". Kata Mel
" Tapi aku tidak mengenal nya . Shawn ini memang benar-benar ya tidak mau datang sendiri tapi tidak memberi tahu ku soal itu ". Kata Kristal mengomel dan kini dia pun mencoba untuk memberikan pesan kepada Shawn
" Suruh saja dia masuk dulu Liam ". Kata Felisha
" Baik nona akan saya suruh masuk ke dalam orang nya sekarang ". Kata Liam
Dia kini memanggil Rico untuk menyuruh nya masuk ke dalam atas perintah Bu bos nya dan Rico pun masuk ke rumah Mel saat ini untuk menjemput Kristal atas perintah Shawn tadi ketika mereka berada di bar
" Rico, ngapain ke sini ?". Tanya Mel
" Mau menjemput nona Kristal di suruh Shawn ". Kata Rico
" memang nya dia kemana hingga tidak bisa menjemput ku sendiri ke sini ". Kata Kristal
" Shawn menunggu di kafe dan nanti aku yang akan mengantarkan anda ke kafe nona. Dia kesana duluan karena ada urusan penting katanya ". Kata Rico
" Aku tidak akan datang jika bukan dia yang menjemput ku dan juga kenapa juga dia meninggal kan aku padahal meeting nya kan harus ada aku juga ". Kata Kristal
" Ada projek apa kamu dengan tuan Shawn ?". Tanya Hendri
" Pembangunan hotel papa yang mengalami sedikit kendala jadi Kris meminta bantuan nya waktu itu dan akan dapat dengan nya nanti ". kata Kristal
" Maaf tuan , di depan ada tuan Shawn yang datang ke sini ". Kata Liam melapor kan nya lagi
" Suruh saja dia masuk sekarang ". Kata Dave
Shawn masuk ke dalam rumah itu dengan santai nya dan dia pun terlihat tampan dan berkarisma sekali sekarang ini namun terlihat dia tidak menatap Mel sama sekali
" Kau sudah di jemput Rico masih saja mengomel ". Kata Shawn langsung menatap Kristal
" Maaf tuan , bukan maksud anak saya berlaku kurang ajar kepada anda tapi itu Karena memang saya khawatir saja dengan lelaki ini yang kita tidak tahu siapa ". Kata Hendri mencoba membela anak nya padahal Shawn juga tidak akan melakukan apapun juga kepada nya tapi Hendri sudah takut lebih dulu sekarang ini
" Tidak masalah tuan Hendri dan untung nya kau adalah kekasih Dean jika bukan mana mungkin aku mau menjemput mu sekarang ini ". Kata Shawn sambil menatap ke arah Kristal
" Jangan sembarangan kalau bicara Shawn jaga itu mulut ". Kata Kristal
" Tuan ". Sapa Robin yang baru saja datang dan dia pun kini menatap Shawn dengan tajam nya sementara Shawn hanya santai saja menanggapi nya sekarang ini
" Apa ada berkas penting Robin Untuk ku ?". Tanya Dave
" Ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani sekarang tuan ". Kata Robin
" Shawn, apa maksud Lo dengan kata Kristal adalah kekasih nya Dean ?". tanya Revan
" Si tukang kepo mulai deh". Kata Shawn
" Gue hanya penasaran saja Shawn dan kenapa bisa dengan mudah nya dia melupakan Robin ". Kata Revan membuat Kristal pun memukul nya dengan bantal sofa sekarang ini
" Mulut mu itu selalu saja tidak bisa di jaga dengan baik Revan ". Kata Kristal
" Ayo , Dean dan yang lain nya sudah menunggu kita di kafe . Bisa marah nanti dia jika menunggu terlalu lama ". Kata Shawn
" Ya sudah ayo kita pergi saja sekarang dan aku bukan kekasih Dean ingat itu bodoh ". Kata Kristal memukul kepala Shawn tadi
" Aku pamit dulu tuan Hendri dan putri anda akan aman dengan ku .". Kata Shawn
__ADS_1
" Terima kasih tuan atas bantuan nya kepada perusahaan saya ". Kata Hendri
" Shawn kalau begitu gue pergi dulu ya sekarang ". Kata Rico
" Gak mau gabung sama gue , katanya Lo penasaran dengan Edric". kata Shawn
" Melihat tuan Dean saja tadi membuat gue takut apalagi dengan tuan Edric dan bagaimana bisa Lo kenal dengan mereka". Kata Rico
" Karena bisnis mungkin". Kata shawn dengan santai nya lalu dia pergi meninggalkan rumah itu
" Shawn tunggu gue mau ikut dengan Lo juga ". Kata Revan yang kini bergegas juga menyusul Shawn agar dia bisa ikut dengan nya sekarang ini
Sementara itu Dave masih menatap kepergian Shawn bersama dengan Kristal tadi dengan tatapan tajam nya seperti elang
" Sayang itu Robin ingin minta tanda tangan kamu , selesaikan saja dulu pekerjaan kamu setelah itu kita mengobrol lagi di sini ". Kata Felisha
" Kita ke ruang kerja ku Robin". Kata Dave
Mereka berdua kini naik ke atas untuk membahas pekerjaan dan mungkin bukan hanya pekerjaan saja yang akan Dave bahas namun juga tentang Shawn juga tentu nya
Dan di ruang tamu kini mereka masih mengobrol namun Mel tampak masih bengong sekarang ini setelah dia melihat Shawn yang sama sekali tidak menatap nya sama seperti ketika di kampus tadi bahkan Shawn mengabaikan keberadaan nya juga
" Mel kenapa bengong saja ?". Tanya Rose
" ah gue tidak apa-apa hanya saja kaget ". Kata Mel
" Kaget dengan kelakuan kak Shawn ya ". Kata Rose
" Tidak juga kan kita memang tidak ada hubungan apapun jadi ya tidak perlu kaget dengan nya kan gue ". Kata Mel
" Tapi kak Shawn tumben sekali bersikap seperti itu kepada mu dan itu seperti bukan diri nya saja ". Kata Rose
" tapi ini memang terbaik untuk kita jadi biarkan saja dia bersikap seperti itu ". kata Mel
Mel masih bingung dengan perkataan Shawn dulu bagaimana kejelasan nya dan apa Shawn sudah melupakan nya dan Mungkin saja sudah mengikhlaskan nya , Mel masih belum tahu akan hal tersebut dan dia hanya bisa menerka saja sekarang ini apa yang terjadi sebenar nya
" Sudah kak , tadi sudah Mel obati ". Kata Mel
" Bagus lah kalau begitu dan kamu harus hati-hati Mel ketika di kampus agar kakak kamu itu tidak marah lagi nanti nya . Aku merasa kasihan saja dengan Revan tadi karena Dave memarahi nya ". Kata Felisha
" Kakak jangan memikirkan hal tersebut sebab itu sudah biasa terjadi jadi kakak tidak usah pusing akan apa yang mereka lakukan dan perdebatkan". Kata Mel
Dave dan juga Revan memang selalu begitu jadi Mel pun sudah terbiasa mendengar nya dan dia tidak terkejut sama sekali akan hal tersebut bahkan dia juga sudah lama tidak mendengar pertengkaran mereka berdua
" Mel kak kalau begitu aku pamit pulang dulu ya sekarang". kata Rose
" Mau di antar atau bisa pulang sendiri Rose ". Kata Mel
" Pulang sendiri saja kan aku bawah mobil tadi ". Kata Rose
" Hati-hati ya Rose dan terima kasih banyak ". Kata Mel
Rose kini pergi meninggalkan rumah Mel dengan kendaraan nya sendiri sementara itu Mel kini masuk ke dalam kamar nya untuk segera beristirahat
Dan di ruang kerja nya kini Dave pun masih memeriksa berkas nya sekarang ini dan Robin pun masih menunggu di sana
" Bagaimana Robin, apa kau tidak ada niatan untuk mempercepat pernikahan mu dengan Mel sekarang ini ?". Tanya Dave sambil memeriksa dokumen nya dan menanda tangani nya juga
" Saya masih memikirkan nya tuan ". Kata Robin
" Jangan mengambil keputusan terluka lama Robin hingga nanti bisa saja kau akan menyesalinya". Kata Dave
" Iya tuan saya paham akan hal tersebut dan saya juga akan mengambil keputusan segera". Kata Robin
__ADS_1
" Apa kau tahu jika Kristal kini dekat dengan Shawn dan para sahabat nya bahkan tadi aku mendengar jika dia kini menjalin hubungan dengan Dean ". Kata Dave
" Saya tidak mengetahui nya tuan hanya saja saya tahu jika Kristal mengalami kesulitan kemarin di Singapura dan seperti nya yang membantu dia adalah tuan Dean dan tuan Shawn". Kata Robin
" Kenapa kau tidak membantu nya Robin padahal kau tahu bukan bagaimana Felisha sayang kepada Kristal dan juga keluarga nya ". Kata Dave
" Maaf kan saya tuan tapi saya waktu itu juga banyak pekerjaan jadi saya tidak bisa membantu nya juga ketika itu ". Kata Robin
Robin juga menyesal ketika dia tidak bisa membantu Kristal sedikit pun juga bahkan dia merasa bersalah juga waktu itu namun untungnya ada Dean yang bisa menolong nya jadi dia lepas dari lelaki kurang ajar itu ketika di Singapura
" Seharus nya kau tahu mana yang harus kau jadikan prioritas mu Robin sebab Kristal sudah seperti keluarga sendiri bagi Felisha and aku pun juga akan menganggap nya begitu". Kata Dave
" Sekali lagi saya minta maaf tuan dan saya pun tidak akan mengulangi nya lagi kedepannya ". kata Robin
" Jika kau ada kesempatan maka jangan mengulangi nya lagi nanti karena aku pun tidak Setuju dengan apa yang kau lakukan waktu itu dengan Kristal ". Kata Dave
"Baik tuan , saya akan mengingat nya agar kejadian itu tidak akan terulang kembali nanti nya dan anda bisa mempercayai saya akan hal tersebut ". Kata Robin
Dave hanya mengangguk saja dan dia pun juga hanya tidak ingin jika nanti Kristal di manfaat kan dan kru akan membuat Felisha menjadi sedih dan mungkin saja nanti mereka akan terpecah dan bertengkar, Dave tidak menginginkan hal tersebut terjadi nanti nya dan dia juga pasti nya tidak ingin jika Felisha istri tercinta nya itu akan bersedih nanti jika dia akan kehilangan sahabat sejati nya
" Kalau begitu saya pamit pergi dulu tuan untuk mengurus semua berkas ini ". Kata Robin
Dave hanya mengangguk saja dan kini dia pun masih di dalam ruangan nya dan berdiam diri saja di sana sekarang ini sebab dia juga masih memikirkan apa yang di rencanakan Shawn nanti nya dan Dave harus segera mengetahui nya agar dia tidak lah kecolongan nanti nya
Di tempat lain nya tepat nya di kafe kini Shawn dan yang lain nya tengah berkumpul bersama sekarang di sana bahkan Revan pun juga ikut serta di sana
" Lo kenapa ikut ke sini , apa Lo ada pekerjaan bisnis dengan kita di sini ". Kata Edric
" Memang nya Kristal ada pekerjaan bisnis dengan Lo sekarang ini hingga dia datang kemari menemui Lo ". Kata Revan balik
" Tentu saja ada karena perusahaan nya bekerja sama dengan Dean ". Kata Edric
" Dengan Dean bukan dengan Lo kan jadi tidak ada hubungan nya dengan Lo juga Kristal". Kata Revan
" Susah jika bicara dengan Lo memang dan Lo pun tidak pernah bisa di percaya sama sekali juga dasar mulut bocor ". Kata Edric
" Lo pikir gue cewek apa hingga sering bercerita kemanapun juga ". Kata Revan
" Ya seperti nya Lo memang seperti itu ". Kata Edric
" Kalian berdua keluar saja jika masih saja bertengkar membuat konsentrasi buyar saja di sini dan kalian berdua juga tidak ada gunanya bukan di sini jadi mending pergi saja sana ". Kata Dean
" Revan saja yang kita usir kan dia tidak ada hubungan nya juga di sini ". Kata Edric
" Gue di sini menemani Kristal agar dia tidak kenapa-kenapa nanti nya ". Kata Revan
" Memang nya kita akan memutilasi dia hingga Lo harus menunggu di sini ". Kata Edric
" Lo kenapa ikut ke sini Revan ?". Tanya Shawn
" Gue hanya penasaran saja dengan kata Lo tadi apa benar Dean jadian dengan Kristal". Kata Revan membuat Dean menatap Shawn dengan tajam nya sekarang ini dan Shawn hanya tersenyum saja menanggapi tatapan dari sahabat nya itu
" Kenapa Lo berkata seperti itu Shawn dan perkataan nya kenapa Lo percaya begitu saja bukan nya Shawn suka berbohong ya jadi tidak perlu mempercayai nya juga". Kata Dean
" Jika dia berbohong lalu apa alasan Lo membantu perusahaan Kristal bahkan kalian tidak dekat dan tidak juga saling mengenal ". kata Revan
" Nah pertanyaan yang bagus sekali Revan dan Dean silahkan menjawab nya ". Kata Shawn
" Kalian berdua memang sangat kurang ajar sekali ya dan berani sekali memojokkan gue saat ini ". Kata Dean
" Gue hanya bertanya Dean bukan menonjok Kan Lo juga ". Kata Revan
" Dan mungkin saja pertanyaan Lo itu di rasa memojokkan nya Revan maka dari itu dia marah dengan Lo sekarang ini ". Kata Shawn
__ADS_1
" Anatar marah dan menutupi perasaannya itu beda jauh sekali loh Shawn tapi gue masih bingung bagaimana cara untuk membedakan nya ". Kata Revan
Yang lain hanya bisa tertawa saja dengan ucapan Revan dan Shawn yang memang terlihat sangat kompak sekali sementara itu Dean yang menjadi sasaran mereka pun di buat kesal sekali Oleg mereka berdua karena ucapan Shawn itu tidak bisa di duga dan dia juga tidak bisa di percaya untuk menjaga rahasia nya maka dari itu kini Dean terlihat sangat kesal sekali dengan Shawn sahabat nya