
Rafael terlihat sangat kesal sekali dengan kedekatan antara Mel dan juga Robin bahkan dia ingat sekali menarik Mel dan memisahkan nya dengan Robin namun dia tidak bisa melakukan hal tersebut karena ada Jane Sekarang dan dia juga tidak ingin jika rencana nya akan gagal nanti
"Robin kau ini lelet sekali sih , ayo jalan yang cepat". Kata Mel
"Kau ya Mel tidak bisa apa-apa pelan saja jalan nya bahkan kita akan berada di sini cukup lama juga kan " Kata Robin
"Huft capek sekali dari tadi berkeliling". Kata Mel
"Ya bahkan kamu sedari tadi berbicara tanpa henti Mel ". Kata Felisha
Mel pun tersenyum membuat dia terlihat semakin cantik saja di mata orang yang melihat nya saat ini
"Maklum lah kak, Mel sudah lama tidak data ke negara ini lagi ". Kata Mel
"Terlalu sibuk mencari pacar jadi lupa pulang". Kata Robin
"Tidak perlu mencari karena mereka yang akan mendatangi ku dengan sendiri nya". Kata Mel
"Percaya diri sekali kau nona Meilani Miller". Kata Robin
"Bahkan kau pun bisa saja menjadi suami ku tuan Robin jika aku menginginkan nya "
Goda Mel membuat Robin menatap nya dengan tajam dan Mel pun langsung tertawa melihat nya
"Sudah sebaik nya kita cari makan saja dulu ". kata Felisha
__ADS_1
Kini mereka berlima pun segera mencari kafe atau restoran terdekat untuk di jadikan tempat beristirahat sebentar sebelum kembali menjelajahi tempat di sana
Kini mereka sudah duduk manis di sebuah kafe yang terletak di dekat jalan bahkan Mel kini sudah duduk dengan manis nya dan dia juga sudah memesan beberapa makanan dan minuman di sana
"Banyak sekali Lo pesan nya, Maruk banget". Kata Jane
"Tidak usah protes dan meskipun makan gue banyak juga tidak ada masalah kan bagi Lo dan itu juga tidak merugikan Lo kan ". Kata Mel
Kini dia pun segera memainkan ponsel nya bahkan terlihat beberapa pesan dari Dave yang mengatakan jika dia tidak boleh jauh dari Robin dan jangan terlalu dekat dengan Rafael. Felisha hanya tersenyum saja membaca chat dari Dave bahkan dia terlihat tidak ingin membalas nya sama sekali
"Aku ke toilet dulu dan ingat jangan kemana-mana, tunggu di sini saja ". Kata Robin
mereka pun mengangguk kan kepala nya dan kini bukan hanya Robin saja yang ketoilet bahkan Jane dan juga Felisha pergi juga ke sana dan kini hanya tersisa Rafael dan Mel saja di meja kafe
Mel tidak peduli sama sekali dan terlihat sekali dia mengacuhkan Rafael dan masih saja menatap ponsel nya
"Mel aku ingin berbicara dengan mu ". Kata Rafael
"Dari tadi Lo kan sudah bicara". Kata Mel
"Apa kamu mempunyai hubungan khusus dengan Robin ?" Tanya Rafael
"Itu bukan urusan Lo ". Kata Mel
"Masih tetap sama galak tapi aku tetap suka". Kata Rafael
__ADS_1
"Di larang suka sama gue bahkan gue tidak pernah tertarik dengan Lo sama sekali dan ingat Lo adalah musuh kakak gue ". Kata Mel
"Mungkin saat ini aku memang musuh nya tapi kedepan nya kita tidak tahu kan apa yang terjadi dan bisa saja nanti aku menjadi adik ipar nya ". Kata Rafael sambil tersenyum kepada Mel dan Mel pun menatap nya dengan sinis
"Itu akan terjadi hanya dalam mimpi Lo saja "
Kata Mel
Tidak lama kemudian Robin pun kembali bergabung dengan Mel dan juga Rafael, dia terkejut melihat mereka hanya berdua saja
"Yang lain nya mana ?". Tanya Robin
"Ketoilet". Jawab Mel
Robin kini menatap Rafael sekarang bahkan dia terlihat menatap dengan tatapan permusuhan
"Jangan berdiri saja duduk Robin ". Kata Mel
Robin pun kini duduk di dekat Mel bahkan dia masih saja menatap Rafael dengan tajam nya
"Apa makanan nya masih belum datang juga ?". Tanya Jane yang baru saja datang lalu duduk kembali ke kursi nya
"Mungkin sebentar lagi". Kata Rafael
Terlihat kini Jane mulai bermanja ria kepada Rafael dan dia tanpa sungkan beberapa kali mencium Rafael di depan mereka semua di sana
__ADS_1