Cinta Bos Mafia

Cinta Bos Mafia
Part 155


__ADS_3

Dave memang bisa melihat dengan jelas bahkan dia tahu Shawn sangat lah cinta Dengan adik nya bahkan dari tatapan mata nya saja sudah menunjukkan hal tersebut tapi Dave masih belum yakin karena dia merasa jika Shawn masih ikut andil dalam kematian orang tua nya


" Aku tidak akan melarang mu untuk membenci ku bahkan aku pun juga tidak bisa melakukan apapun kan untuk menghapus rasa benci itu tapi yang harus kau tahu bahwa aku memang benar-benar mencintai Mel dan tidak akan melepaskan nya sedikit pun ". Kata Shawn


" Jika Mel tidak menyukai mu maka kau tidak boleh memaksa nya karena itu sama saja jika kau akan menyakiti nya nanti ". Kata Dave


" Bahkan aku tidak perduli akan hal tersebut dan selama dia bisa bersama ku mengurung nya pun bisa ku lakukan ". Kata Shawn Dengan begitu keras kepala nya Bahkan dia tidak perduli jika Mel akan membenci nya jika dia melakukan hal tersebut yang terpenting adalah Mel tetap bersama nya dia akan melakukan cara apapun untuk mewujudkan nya


Di ruang rawat nya Mel masih bersama dengan Marvin bahkan dia pun masih tidak percaya jika teman nya itu adalah seorang dokter


" Yakin Lo itu dokter tapi kok tampang Lo tidak meyakinkan sama sekali ya ". Kata Mel


" Mulut pedas Lo itu ya sayang menyebalkan memang Mel tapi jika tidak ada ocehan dari Lo pun juga tidak rame Mel ". Kata Marvin


" Pasti Lo rindukan kebawelan gue jadi jangan banyak bicara dan mengatai gue deh Marvin ". Kata Mel


" Lo memang bisa banget ya menjawab ucapan gue sejak dulu hingga sekarang bahkan tidak berubah sama sekali ". Kata Marvin


" Sejak dulu , gila kali Lo ya bahkan kita kebal saja belum terlalu lama kenapa jadi sejak dulu bahasa Lo ". Kata Mel


" Ya ibaratkan saja kita kenal sudah lama dan pengobatan gue tidak lah murah Mel karena gue sangat hebat sekali ". Kata Marvin


" Sombong sekali ya Lo pantes saja gak punya teman ". Kata Mel mengejek membuat kedua nya tertawa bahkan tawa dari mereka berdua pun sampai terdengar ke depan membuat Dave yang mendengar pun heran kenapa Mel bisa tertawa seperti itu


" Kak Dari mana ?". tanya Mel


" Membelikan mu ini sayang , kan kamu bilang jika bosan makan makanan rumah sakit jadi kakak belikan ini tadi di luar ". Kata Dave sambil berjalan kearah Mel di ikuti oleh Robin juga


" Bagaimana pak dokter apa gue boleh memakan nya ?". Tanya Mel


" Jika gue larang pun percuma kan bahkan Lo juga tidak akan mendengar kan nya dan Lo adalah pasien pertama gue yang tidak bisa menurut sama sekali ". Kata Marvin


" Ya kan gue memang limited edition jadi berbahagia lah jika Lo Memiliki pasien seperti gue ". Kata Mel


Marvin tidak menjawab nya dan dia kini menghampiri Dave dan mengatakan jika dia tidak boleh memberikan makanan seperti itu kepada pasien agar proses penyembuhan nya berjalan dengan lancar nanti bahkan Marvin tidak segan juga memarahi Dave Karena dia sebagai dokter nya Mel dan tidak mau jika pasien nya selalu membantah apa yang dia katakan


" Gue pergi dulu Mel karena banyak pekerjaan juga yang harus gue selesaikan dan kita akan bertemu lagi ketika Lo sudah boleh pulang nanti ". Kata Marvin meninggalkan ruangan itu bahkan dia tidak melirik Shawn sama sekali karena dia tidak mau jika Dave nanti akan curiga dengan nya . Dan jika dia tahu maka Marvin akan sangat kesusahan karena dia akan mendapat kan kemarahan dari Shawn nanti nya


" Lo masih di sini juga , apa tidak ada kerjaan ?". Tanya Mel


" Tidak , gue tidak memiliki pekerjaan penting dan soal Kampus dan mata kuliah Lo semua sudah gue hendel jadi Lo tenang saja ". Kata Shawn


" Kanapa Lo harus repot-repot melakukan nya bahkan ada Robin yang nanti akan mengurus nya ". Kata Mel


" Gue sudah mengurus nya jadi Lo gak usah banyak protes Mel ". Kata Shawn


" Gak berubah selalu saja memaksakan kehendak sendiri ". Kata Mel


" Ya memang itulah gue dan Lo Sudah tahu itu kan jadi Lo juga tidak akan bisa pergi dari gue Mel dengan cara dan alasan apapun ". Kata Shawn


Mel tidak terlalu memperdulikan nya dan kini dia pun memakan makanan yang di bawah oleh kakak nya tadi bahkan Mel terlihat sangat lahap sekali memakan nya kali ini membuat Dave yang melihat hal itu tersenyum senang Karena adik nya sudah bisa makan sendiri dengan lahap nya tanpa harus dipaksa lagi


Di kediaman Alexander kini Felisha dan juga Rafael tengah duduk dan mengobrol bersama bahkan mereka terlihat sangat akrab sekali sebab mereka memang sudah lama kenal


" Kak apa bisa kamu mengajari ku bela diri ?". Tanya Felisha


" Bahkan Dave lebih hebat dari ku jadi sebaik nya belajar lah dengan nya ". Kata Rafael


" Ya aku akan belajar dengan nya tapi sebelum itu latihlah aku sedikit kak agar ketika latihan dengan Dave nanti tinggal mudah nya saja ." Kata Felisha


" Aku akan melatih mu dasar nya saja agar nanti Dave bisa melatih mu dengan cepat ". Kata Rafael


" Aku setuju kalau itu dan kita mulai menembak saja bagaimana hari ini ?". Tanya Felisha


" Apa kau tidak lelah Felisha , sebaik nya istirahat saja dulu dan kini bisa berlatih kapan-kapan ". Kata Rafael


" tapi aku tidak ingin menunda nya kak bahkan aku ingin bisa dengan cepat mempelajari semua nya agar aku juga bisa melindungi diri ku nanti nya ". Kata Felisha

__ADS_1


Dia tidak mau banyak menyusahkan orang jadi dia akan berusaha dengan keras agar bisa berlatih dengan baik dan dia juga bisa menguat Dave bangga nanti nya


" Di sini tidak ada tempat latihan menembak jadi bagaimana kalau kita latihan pertahanan saja atau ilmu bela diri ?". Tanya Rafael


" Ya sudah kita latihan boxing saja sekarang kak ". Kata Felisha Dengan antusias nya bahkan dia terlihat sangat bersemangat sekali kali ini dia itu membuat Rafael senang sekali dan kini mengacak rambut Felisha gemas


" Kak apa sih , ya sudah aku siap-siap dulu ya ". Kata Felisha


" Aku akan menunggu mu di tempat olahraga Felisha ". kata Rafael


Felisha mengacung kan jempol nya dan kini dia pun segera menuju kamar nya untuk berganti pakaian lalu akan segera menemui Rafael untuk berlatih bersama nya . Felisha kini Sangat sadar sekali jika dirinya memang harus bisa bela diri karena mengingat kejadian kemarin yang tidak biasa bagi nya bahkan dia juga heran kenapa Sampai rumah Dave di serang seperti itu dan Dengan ganas pula


" Sudah siap Felisha ?". Tanya Rafael


" Ya kak sudah ". Kata Felisha


Kini dia pun mendapat kan ilmu bela diri dari Rafael bahkan Felisha terlihat sangat semangat sekali sekarang


" Pukul yang keras Felisha ". Kata Rafael


" Ini sudah keras kak ". Kata Felisha


" Tapi menurutku itu masih kurang bahkan seperti tidak ada tenaga Kau melakukan nya ". Kata Rafael


Dia tidak seperti Dave yang selalu sabar jika mengajari istri nya bahkan sejak tadi Rafael mengomel kepada nya tanpa henti . Dan dia juga sangat tidak sabaran jika Felisha salah sedikit saja dia langsung mengomeli nya


" Kak sabar sedikit kenapa sih , marah-marah Mulu ". Kata Felisha


" Kau sangat bodoh sekali Felisha bahkan aku hanya memberikan beberapa gerakan saja tali kau tidak bisa bahkan salah semua ". Kata Rafael


" Maka nya tunjukkan gerakan yang gampang saja kak agar aku bisa melakukan nya dan berikan satu persatu saja ". Kata Felisha


" Kenapa tidak bilang dari tadi . Kalau begitu perhatian sini awas jika nanti salah lagi ". Kata Rafael


Kini Felisha pun melihat Rafael bahkan dia terlihat sangat fokus sekali memperhatikan gerakan Rafael yang di ulang terus menerus agar dia bisa hafal bantu nya .


" Sekarang coba praktekkan Felisha ". Kata Rafael


Felisha segera memulai nya kini dan dia pun terlihat sudah mulai mempraktekkan apa yang di ajarkan Rafael tadi


" Felisha pukul yang keras jangan lemah seperti itu . Mana mungkin musuh akan terluka jika kau memukul nya hanya seperti itu saja ". Kata Rafael


" Ini sudah keras kak hanya saja kenapa Samsat nya tidak bergerak sama sekali ya ". Kata Felisha


" Itu karena kau tidak memiliki tenaga . Capek aku mengajari mu dari tadi tetapi tidak ada hasil sama sekali . Dasar bodoh ya kau ini ". Kata Rafael


" Kak jangan mengatai ku bodoh ya jika Dave tahu mulut mu itu pasti akan hilang nanti nya ". Kata Felisha


" Memang nya dia siapa bisa menghilangkan mulut ku , apa dia bos mafia bisa melakukan hal sesadis itu ". Kata Rafael memancing Felisha untuk melihat reaksi apa dia sudah tahu atau belum siapa Dave


" Dia lebih dari bos Mafia karena Dave sangat hebat ". kata Felisha


" Dan istri nya sangat bodoh sekali ". Kata Rafael sambil mengacak rambut Felisha karena dia kesal sekali Felisha masih belum bisa melakukan apa yang dia perintahkan dengan baik


" Dave saja selalu sabar jika mengajari ku tapi kau mengomel terus kak sajak tadi ". Kata Felisha


" Aku bukan Dave jadi jangan sama kan aku dengan nya bahkan aku tidak sesabar itu karena kau memang sangat susah sekali di ajarinya ". Kata Rafael


Mereka kini sudah keluar dari ruangan dan menuju halaman depan untuk bersantai bahkan sejak tadi mereka bercanda bersama juga sambil berjalan menuju gazebo halaman depan


" Kalian habis latihan ?". Tanya Jane yang rupanya ada di sana sejak tadi


" Ya bahkan kak Rafael selalu mengatai ku bodoh ". Kata Felisha


" Kan kau memang bodoh sekali jadi aku benar kan ". Kata Rafael


" Ah aku ngambek dengan mu kak ". Kata Felisha

__ADS_1


" Ngambek saja aku tidak akan memperdulikan nya ". Kata Rafael sambil memeluk istrinya dan mengelus perut nya bahkan Felisha juga memperhatikan nya membuat Jane pun melepaskan pelukan Rafael sebab melihat ekspresi wajah Felisha saat ini yang terlihat sedih


" Sabar saja nanti juga Dave junior akan segera hadir kembali kan Dave sangat tangguh bukan di atas ranjang ". Kata Jane membuat pupu Felisha merona sekarang ini bahkan dia terlihat sangat malu sekali sekarang membuat Rafael tertawa puas melihat nya


Di rumah sakit kini Dave juga masih menunggu adik nya dan Shawn tadi sudah meninggal rumah sakit karena memiliki beberapa keperluan juga yang harus dia selesai kan


" Kak , aku bosan sekali ". Kata Mel


" Sabar saja kan tinggal beberapa hari saja Mel di sini jadi kamu harus sabar sayang ". Kata Dave


" Apa tidak boleh jika aku jalan-jalan keluar kamar ini ?". Tanya Mel


" Jika kamu melakukan nya maka kamu akan ada di sini lebih lama lagi Mel ". Kata Dave


Langsung saja Mel menampak kan wajah cemberut nya bahkan dia sangat bosan hanya di tempat tidur saja bahkan kini tidak ada yang bisa di ajak sejak Shawn pergi tadi karena Dave juga terlihat sibuk sendiri dengan ponsel nya


" Tidur saja Mel jika bosan ". Kata Dave


" Baru bangun kenapa di suruh tidur lagi atau kau aku tidur untuk selamanya ". Kata Mel


Dave pun mendekati adik nya dan memeluk nya Dengan erat. " Jangan berkata seperti itu , kakak tidak akan sanggup jika kehilangan adik yang sangat bawel dan ceria ini ". Kata Dave memeluk dan mencium kening adik nya itu


" Jangan sok sweet kak jadi geli aku ". Kata Mel


" Kan sama adik sendiri jadi gak masalah kan Mel ". Kata Dave


" Ya ya ya terserah kakak saja ." Kata Mel


" Mel bagaimana jika kakak menjodoh kan kamu dengan Shawn apa kamu mau ?". Tanya Dave tiba-tiba membuat Mel menatap kakak nya sekarang ini


" Apa dia mengancam mu kak hingga kau mengatakan hal itu kepada ku ?". Tanya Mel curiga


" Mana mungkin juga dia mengancam Mel hanya saja kakak merasa jika dia juga bisa menjaga mu dengan baik nanti nya jadi Kakak tidak akan khawatir jika melepaskan mu menikah ". Kata Dave sambil menatap adik nya itu Dengan senyuman


" Revan bahkan kak Morgan juga bisa melindungi ku dan Robin juga jadi kenapa harus di jodoh kan dengan Shawn bukan mereka saja yang sudah lama kakak kenal ?". Tanya Mel


" Apa kamu menyukai sahabat kakak atau kamu suka dengan Robin ?". Tanya Dave


Dave akan menyetujui dengan sahabat nya atau dengan Robin nanti Mel menjatuhkan pilihan bahkan dengan Shawn pun kini dia juga sudah setuju tapi Dave juga ingin memastikan lelaki terbaik untuk adik nya itu


" Mel tidak memiliki rasa kepada mereka semua kak jadi tidak usah membahas nya lagi ". Kata Mel


" Wah Lo yakin jika tidak ada rasa dengan gue Mel ". Kata Revan yang baru saja masuk ke dalam saat ini


" Jelangkung Lo datang tak diundang ". Kata Mel


"Kebetulan ada Revan di sini kakak tinggal sebentar ya . Dan Revan jaga Mel dengan baik di sini karena aku ingin membeli sesuatu dulu di luar ". Kata Dave


Revan mengangguk kan Kepala nya dan kini dia pun duduk di dekat ranjang Mel sekarang bahkan kini Revan terlihat menatap mengejek Mel


" Apa harus gue katakan kepada Dave siapa lelaki yang Lo sukai Mel ". Kata Revan


" Mau mati Lo Revan . Dan mana mungkin Lo tahu siapa cowok yang gue sukai ". kata Mel


" Wah setelah koma ternyata Lo amnesia ya Mel bahkan Lo selalu curhat tentang nya kepada gue dan seperti nya Lo memang menang agar gue mengatakan kepada Dave ya ". Kata Revan


" Jangan macam-macam Revan , gue bunuh Lo jika berani mengatakan nya ". Kata Mel


" Bahkan Dave akan menyetujui nya Mel jika Lo mengatakan nya dan dia juga bisa menjaga Lo dengan baik juga jadi apa yang Lo takutkan ". Kata Revan


" Gue takut dia tidak suka dengan gue ". Kata Mel


Revan pun tertawa dengan keras membuat Mel memukul kepala nya dengan bantal karena Revan mengejek nya saat ini Dengan tawa nya itu


" Bahkan gue bisa menebak jika dia juga suka Lo Mel dan seperti nya Lo juga tahu akan hal itu tapi Lo masih ragu untuk menerima nya ". Kata Revan


" Ini nih cowok yang menyandang predikat sok tahu sepanjang masa yaitu Lo ". Kata Mel

__ADS_1


" Sok tahu , gue memang tahu dan bukan sok tahu ya Mel ". Kata Revan


Seperti inilah jika Revan membongkar rahasia Mel maka mereka akan selalu saja bisa bertengkar bahkan lebih dari Mel dsn Robin pertengkaran nya tapi itu semua juga karena mereka saling sayang dan menganggap sebagai sahabat saja jadi Revan dan Mel juga sudah tidak ada rasa cinta lagi karena mereka juga sudah berkomitmen sebagai sahabat saja sekarang ini . Bahkan ketika mereka putus pun Dave juga tidak marah kepada Revan Karena memang mereka berdua mengakhiri hubungan secara baik-baik juga tanpa ada perselingkuhan atau kekerasan di dalam hubungan mereka dulu


__ADS_2