Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
Miran dan Rayyan tau


__ADS_3

Pada saat itu juga, Miran membawa Rayyan pindah ke rumah pondok yang pernah mereka tempati.


Waktu terus berjalan hingga akhirnya Miran dan Rayyan mendapatkan petunjuk dimana asal kelahiran mama Miran. Mereka berduapun mendatangi desa tersebut.


Di sana, Miran menemukan tempat tinggal. Dan ternyata nenek Miran tinggal di sana. Miran menanyakan banyak hal, dan Miran melihat lihat semua barang barang peninggalan sang mama. Di sanapun terdapat foto foto sang mama.


Miran menangis. Dia mendapatkan fakta baru, jika mamanya dulu tidak bahagia bersama papanya. Dan neneknya bilang, jika beliau tidak diperbolehkan untuk menemui sang mama.


Setelah mendapatkan informasi, Miran dan Rayyan memilih kembali oulang.


Waktu terus berjalan, niatan papa Hazar yang ingin memberikan surat tersebut ke Miran di ketahui oleh nenek. Akhirnya nenekpun merencanakan sebuah penculikan untuk papa Hazar.


Ketika papa Hazar tengah berada di perusahaan, tiba tiba papa Hazar mendapatkan telepon dari seseorang, dia memberikan informasi jika salah satu perusahaannya tengah mengalami masalah dan membutuhkannya segera.


Papa Hazarpun tanpa berfikir panjangpun pergi ke perusahaan tersebut tanpa menaruh curiga.


Saat dalam tengah perjalanan, tiba tiba mobil papa Hazar di hadang oleh mobil milik Samsul, yang papa Hazar ketahui milik nenek Aisah.


Papa Hazar turun dari mobil dengan tangan memegang pistol. Entah bagaimana ceritanya, papa Hazar kini tengah di sekap dengan posisi tangan dan kaki terikat lalu Samsul menyiramkan bahan bakar di sekitar papa Hazar.


Kabar berita hilangnya papa Hazarpun terdengar oleh kakek. Kakek segera meminta seluruh anak buahnya mencari keberadaan papa Hazar.


"Tuan, saya mendapat informasi jika tuan Hazar di culik oleh orang kepercayaan Aisah. Namun kami tidak mengetahui di mana posisinya. Kami hanya tahu jika Aisah tengah berada di rumah perkebunan. Dan satu lagi tuan.." kata orang kepercayaan kakek.


"Apa?? Cepat katakan!!" bentak kakek todak sabar.


"Aisah adalah kekasih tuan dahulu. Beliau beberapa kali telah menjalani operasi plastik karena luka bakar yang beliau alami waktu itu" jawab orang tersebut.


"Apa!!! Di dia.. Segera antar aku ke dia.. Jika tidak, dia akan membunuh putranya sendiri.. Cepat!!" kata kakek panik..


Kakekpun akhirnya menuju kerumah perkebunan, beliau mencari cari keberadaan nenek Aisah..


"Aisah.. Aisah.." teriak kakek saat melihat nenek Aisah.


"Apa yang kamu lakukan Aisah.. Maafkan aku maafkan aku jika membuatmu seperti ini.. Aku tidak tau jika kamu selamat dalam kebakaran itu.. Tapi aku mohon Aisah, jika kamu membenciku jangan kamu lampiaskan ke Hazar. Dia putramu.. Dia putramu yang selamat dari kebakaran itu.. Aku mohon.." kata kakek berlutut di depan nenek.


Nenek yang mendengar itu terkejut.


"Apa yang kamu bikang?? Ha.. Hazar putraku.. Kamu jangan bohong!!" bentak nenek.


"Aku tidak bohong Aisah.. Dia putramu.. Dia putramu.." tangis kakek.


"Tidak.. Tidak..." teriak nenek menangis.


Nenek langsung berlari menuju ke rumah belas reruntuhan rumah perkebunan yang lama belas terbakar. Dia terus berlari.

__ADS_1


"Samsul!! Hentikan!! Samsul!! "Teriak nenek.


Namu sayang, semua terlambat. Api sudah menjalar. Nenek berusaha masuki rumah tersebut. Namun sayang, pintu di pasang rantai oleh Samsul. Hingga akhirnya nenek mencari sebuah batu untuk membuka gembok yang terpasang dirantai tersebut.


"Aawwww Hazar.. Bertahan nak.." teriak nenek.


Nenek mengalami luka bakar pada tangannya karena batu yang dia gunakan ternyata sangat panas karena terbakar.


Nenek menerobos masuk dan melihat papa Hazar sudah tak sadarkan diri.


Bayangan masa di mana nenek tengah menggendong putranya itu masih bayi tiba tiba muncul. Dimana dia dengan lembut menggendongnya dengan menyusui.


Nenek menangis sejadi jadinya, nenek terus berusaha melepas ikatan pada tubuh papa Hazar. Setelah berhasil, dengan susah payah menyeret tubuh papa Hazar keluar dari sana sebelum benar benar runtuh di makan jago merah.


Nenek menahan rasa sakit pada kedua tangannya demi menolong pala Hazar. Nenek menjatuhkan tubuh papa Hazar tepat berada di halaman rumah tersebut, kakek yang sedari tadi berusaha mengguyur air untuk sedikit mengurangi kobaran api.


Melihat nenek kesulitan, kakek membantu posisikan tubuh papa Hazar agar lebih nyaman.


"Kamu tidak membohongiku kan Sadli??" tangis nenek.


"Aku tidak membohongimu. Aku memang menikah lagi, tapi Hazar putra kandungmu.." jawab kakek.


"Hazar... Maafkan ibumu ini nak.." tangis nenek.


"Aku berfikir kamu dengan teganya memberikan nama putraku dengan putramu yang lain, dan dari situlah aku memiliki rasa dendam itu. Maafkan aku, maafkan aku.. Putraku.. Maafkan aku" tangis nenek semakin jadi.


######


Sedangkan mama Anna yang mendapatkan kabar jika papa Hazar hilang, mama Anna segera memutarkan otaknya. Doa mencari surat itu dan ketemu.


Mama Anna segera menuju kerumah pondok dengan perut membuncit. Dia menaiki taxi, tiba tiba perutnya merasa kram.


"Aww...." pekik mama Anna.


"Nyonya.. Anda baik baik saja??" tanya sang sopir.


"Ya.. Ya.. Saya baik baik saja.. Cepat pak.." kata mama Anna menahan rasa sakit itu.


Satu jam perjalanan menuju kerumah pondolk itu, mama Anna turun dari taxi dan segera menuju ke rumah tersebut.


"Rayyan... Rayyan.." panggil mama Anna.


Rayyan yang berada di rumah segera keluar dan menyambut sang mama. Melihat kondisi mamanya, Rayyan menjadi panik.


"Mama.. Mama.. Ada apa ini?? Kita kerumah sakit.." kata Rayyan.

__ADS_1


Rayyan mengantar sang mama ke rumah sakit menggunakan taxi yang tadi sang mama tumpangi. Rayyan sudah menghubungi Miran untuk menemuinya di rumah sakit sesuai permintaan sang mama.


"Rayyan, tolong berikan ini kepada Miran." kata mama Anna memberikan surat itu.


"Apa ini ma?" tanya Rayyan.


"Berikan saja kepadanya. Dan ini" mama Anna memperlihatkan sebuah foto laki laki kepada Rayyan.


"I.. Ini siapa ma??" tanya Rayyan lagi.


"Ayahmu nak.. Papa Hazar bukan papa kandungmu.. Maafkan kami selama ini menutupi semua ini dari kamu.." kata mama Anna menangis.


Rayyan tercengang mendengarkan ucapan sang mama.


"Mama berbohing!!" kata Rayyan menahan degupan jantung yang bertelu telu.


"Mama tidak berbohong nak.. Maafkan mamamu ini. Ayahmu kala itu tidak mau bertanggung jawab atas kehadiranmu nak. Lalu datang papa Hazar yang kala itu juga tengah patah hati karena mama Miran menikah dengan orang lain. Hingga akhirnya membuat kami dekat, bahkan papa Hazar siap bertanggung jawab atas kamu" isak tangis mama.


"Awwww asshh huuffff perut mama sakit" pekik mama Anna.


"Mama.. Mama bertahanlah.. Sebentar lagi ma.. Pak tolong dipercepat pak" Rayyan panik.


Tak berapa lama kemudian, mereka tiba di rumah sakit. Di sana Miran sudah menunggu dan membantu Rayyan memapah mama Anna. Petugas rumah sakitpun sigap memebrikan brankar dorongnya dan segera membawa mama Anna keruang UGD.


Mereka diminta untuk menunggu di depan rumah tersebut. Rayyan duduk dibangku tunggu disusul oleh Miran.


"Kemana papa mu?" tanya Miran.


Rayyan hanya menggeleng.


"Ini surat dari mama" kata Rayyan sedih.


Miran menerima surat itu dan membacanya. Tiba tiba tangannya bergetar hebat. Dia tidak percaya apa yang dia baca, namu dia hafal betul tulisan tangan dari sang mama.


"Kita bukan saudara" kata Rayyan tanpa menatap Miran.


"Aku bukan putri kandung papa" tangis Rayyanpu pecah.


Miran segera memeluk Rayyan.


"Dimana papa?" tanya Miran.


"Aku tidak tau, terakhir kata mama papa menuju ke pabrik daur ulang. Tapi kata pegawai di sana papa tidak ada" jawab Rayyan.


"Aku harus mencari tau ini, kamu jaga mama di sini" kata Miran.

__ADS_1


"Aku akan tetap mencintaimu, kita akan tetap bersama" kata Miran sebelum meninggalkan Rayyan dan mengecup kening Rayyan.


__ADS_2