Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
kesalah pahaman Rayyan dengan Miran


__ADS_3

Miran akhirnya memilih kembali ke kantornya. Saat memasuki ruang kerjanya, Riyan audah menunggunya di sana.


"Miran?" Riyan terkejut melihat Miran yang tampak kacau.


"Rayyan salah paham terhadapku Riyan, dia mengira akulah yang menyita aset keluarganya." kata Miran setelah mendaratkan bokongnya di sofa.


"Menyita aset?" Riyan tampak bingung.


"Iya, nenek yang memberi perintah itu tanpa sepengetahuan ku. Riyan.. Kamu harus membantu ku untuk membatalkan penyitaan itu bagaimanapun caranya" perintah Miran.


Riyan bingung harus bagaimana, satu sisi dia takut terhadap nenek Aisah dia tidak berani melawan nya.


☘☘☘☘☘


Suasana pagi itu di keluarga Sadli sangat hangat, mereka saling bercanda. Di tambah kedatangan Ihsan yang selalu menggoda Gendis hingga menimbulkan gelak tawa dari orang orang di sana.


Mama Sinta datang dengan wajah tertekuk.


"Aku juga akan merasa senang jika memiliki seorang putri seperti Rayyan, yang berhasil memikat Arga calon penerus keluarga Sadli. Tapi tidak akan ada seorang ibu yang akan rela memiliki menantu seperti dia! Apa lagi untuk putra tunggalnya" teriak mama Sinta.


"Apa kamu bilang? Kamu pikir kami mau dengan pernikahan ini hah!! Ini bukan kemauan kami!! Rayyan pun tidak pernah mencintai Arga, tapi Argalah yang sejak awal meminta Rayyan!" jawab mama Anna.


Mereka berdua terus beradu mulut di dapur, hingga suasan menjadi panas yang tadinya sangat hangat saling bersenda gurau.


☘☘☘☘☘


Merasa lelah karena dari semalam tidak bisa tidur, Miran memilih kembali ke rumahnya. Setibanya di rumah, Miran langsung menuju ke dalam kamarnya tanpa menyapa siapapun di sana.


Saat membuka pintu, Miran terkejut melihat Mei berada di dalam kamarnya. Mendengar pintu terbuka, Mei terbangun dari tidurnya.


"Miran kamu sudah pulang?? Jam berapanini?" tanya Nei dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Kenapa kamu berada di sini tanpa seijinku?" tanya Miran dingin tanpa menjawab pertanyaan Mei.


"Miran, susah 3 tahun kita menikah. Tidak pernah sekalipun aku tidur di sampingmu Miran. Apakah kamu membenciku?" tanya Mei kecewa.


"Hufhhhh.. Mei.." kata Miran mencoba mengatur emosinya untuk kembali menjelaskan perasaannya kepada Mei.


"Mei, aku sangat menyayangimu. Tapi sayangku padamu hanya sebatas saudara sepupu. Pernikahan ini pun bukan atas kemauanku Mei, aku hanya menjalankan perintah nenek untuk menikahimu. Maafkan aku Mei, tidak bisa mencintaimu sebagai istriku. Seharusnya dulu aku menolak perintah nenek untuk menikahimu agar kamu tidak tersakiti seperti ini. Maafkan aku Mei" kata Miran mencoba memberi pengertian kepada Mei.


"Miran hiksss... Masih ingatkah kamu saat dulu kita masih SD, saat kita berangkat sekolah atau pulang sekolah kita selalu bergandengan tangan. Kamu tau, saat itulah aku sudah mencintaimu Miran. Dan saat itu juga aku ingin suatu hari nanti kita bisa menikah. Ini tidak mudah bagiku Miran untuk melupakan perasaan ini" Mei menangis sejadi jadinya lalu pergi menunggalkan Miran.


Setelah kepergian Mei, Miran tampak berfikir keras agar bisa segera keluar dari masalah ini. Dia tidak tega melihat Mei terus terusan tersakiti, hingga lama kelamaan Miran tertidur.

__ADS_1


☘☘☘☘☘


Rayyan dan Arga duduk berdua di atas balkon. Arga memberikan sebuah cincin ke pada Rayyan.


"Rayyan, aku tidak menyangka kakek akhirnya merestui kita" kata Arga dengan wajah bahagianya.


"Kak.. Ini sangat tidak adil bagimu kak. Kamu sangat mencintaiku, tapu aku mau menerimamu hanya karena aku ingin tetap bersama keluargaku. Kak kamu bisa mencari gadis yang benar benar mencintaimu" jawab Rayyan sedih merasa memberi harapan palsu kepada Arga.


"Rayyan, aku tidak peduli dengan itu. Jangan pikirkan aku. Terimalah cincin ini, semoga kamu suka jika kamu tidak menyukainya tidak kamu pakai juga tidak apa apa. Aku sedang bersemangat sekarang, karena pernikahan ini impianku Rayyan" kata Arga meletakkan kotak merah di atas meja.


Rayyan hanya mengangguk sambil tersenyum yang di paksakan. Hatinya benar benar tak enak hati melihat Arga yang begitu sangat mencintainya.


Rayyan kembali ke kamarnya, di dalam kamarnya dia kembali menatap cincin itu. Dia bingung harus bagaimana, hatinya benar benar kacau.


"Kakak" panggil Gendis yang tiba tiba masuk dengan wajah di tekuk.


"Haii sayang, kenapa kamu murung?" tanya Rayyan.


"Kakak, aku ingin es krim. Tapi tidak ada yang mau menemaniku untuk beli es krim" kata Gendis.


"Ayok, kaka temani" jawab Rayyan lalu mencium pipi Gendis gemas.


Rayyan membawa Gendis ke minimarket membeli es krim yang tidak jauh dari rumahnya. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Riyan. Melihat Riyan berada di sana Rayyan terkejut.


"Kakak, sepertinya sahabatnya kaka Miran ingin berbicara dengan mu. Aku akan membeli es krim dulu ya, kaka tunggulah di sini" kata Gendis.


"Ehh mau beli es krim? Ini kakak kasih uangnya" kata Riyan sigap memberikan beberapa lembar uang ke pada Gendis.


"Waahhhh terimakasih kakak" jawab Gendis kegirangan dan langsung berlari masuk ke dalam minimarket.


"Rayyan, beri saya waktu untuk menjelaskan sesuatu" kata Riyan mencoba menenangkan Rayyan yang terlihat tidak suka dengan kedatangannya.


"Apa lagi yang perlu kamu jelaskan?" tanya Rayyan dingin.


"Rayyan, Miran benar benar tidak mengetahui soal penyitaan itu jadi kamu jangan salah paham menyalahkan dia, dan dia tidak bermaksud untuk membelimu. Dia hanya ingin menyelamatkanmu dari kakekmu karena dia sangat mencintaimu. Dia sangat menyesali telah menyakitimu" kata Riyan menjelaskan.


"Cintanya hanya sebuah kebohongan, dia tidak tau bagaimana cara mencintai. Aku sudah tidak percaya kepada Miran, bagiku Miran sudah berakhir." kata Rayyan.


Dan saat itu juga datang Gendis dengan membawa sekantong plastik es krim.


"Kaka, terimakasih ya sudah beliin aku es krim" kata Gendis sambil memamerkan kantong plastiknya.


"Sama sama cantik" jawab Riyan lembut.

__ADS_1


Rayyan menarik lembut Gendis untuk berjalan pulang tanpa berpamitan kepada Riyan.


☘☘☘☘☘


Miran terbangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri. Setelah selesai, dia memilih keluar kamar.


Drrttt... Drrtttt.


Ada pesan masuk di ponsel Miran.


"Aku ingin bertemu dengan mu, aku menunggumu di samping rumahmu" pesan dari Ike.


Miran langsung berjalan pergi keluar rumah, dan nenek melihatnya namun nenek tidak memperdulikannya.


Nenek mencari Mia, namun saat memasuki kamarnya, Mia tidak ada. Saat nenek akan kembali keluar tanpa sengaja nenenk melihat sebuah cincin tergeletak di atas meja rias Mia. Nenek mengambil cincin tersebut dan mengamati.


"Nenek" Mia terkejut melihat sang nenek berada di dalam kamarnya.


"Ini cincin siapa Mia?" tanya nenek.


"Hmmm itu cincin Arga nek, aku menemukannya saat Arga membuang cincin tersebut" jawab Mia ragu.


"Kenapa kamu malah menyimpanya?" nenek kembali bertanya curiga.


"Aku hanya menemukannya dan menyimpanya saja, bukan sebuah kejahatan kan nek? Tidak seperti Mei yang bahkan diam diam bertemu dan berbicara dengan Arga." kata Mia polos.


Nenek terkejut mendengar kata kata Mia karena dia tidak tau diam diam Mei bertemu dengan Arga. Lalu nenek segera keluar dari kamar Mia dan pergi ke hall rumah, di sana ada Mei sedang duduk termenung.


"Untuk apa kamu bertemu dengan Arga?" tanya nenek tanpa basa basi.


"Aku bekerja sama kepada dia, karena aku ingin mendapatkan kembali Miran sedangkan Arga ingin mendapatkan Rayyan. Aku melakukan ini tanpa ijin siapapun, karena jika aku minta ini kepada nenek aku yakin nenek tidak akan mau membantuku untuk me dapatkan kembali Miranku." jawab Mei meluapkan semua isi hatinya.


"Mei, percayalah pada nenek. Aku sangat menyayangimu. Tapi aku mohon, turutilah semua aturan yang nenek buat. Aku akan membuat mu bahagia" kata nenek sambil memegang lembut tangan Mei.


☘☘☘☘☘


Miran berjalan menuju di samping rumahnya dan dia terkejut ternyata Rayyan berada di sana.


"Rayyan" Miran senang melihat Rayyan berada di sana.


"Aku ingin berbicara kepada mu, ikutlah dengan ku" kata Rayyan dingin.


Miran sangat senang, akhirnya Rayyan mau berbicara lagi dengannya. Tanpa basa basi Miran menyetujui ajakan Rayyan.

__ADS_1


__ADS_2