Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
Rosa mencari informasi


__ADS_3

Rosa mengambil ponselnya, dia mencari cari sebuah kontak telephone untuk melancarkan rencananya..


Setelah mendapatkan yang dia mau, Rosa mengirim sebuah pesan untuk seseorang..


☘☘☘☘☘


Di kediaman keluarga Alan, Riyan sedang berada di dapur hanya untuk meminum teh hangat dan sejenak beristirahat sebelum kembali ke aktivitasnya..


Ting..


Sebuah notifikasi pesan masuk


"Haii.. Riyan.., ini saya Rosa.. Ingat" pesan dari Rosa.


Riyan mengingat ingat nama itu, dan perlahan senyum Riyan terukir mengingat siapa nama itu..


"Iya saya ingat,.." balas Riyan..


Ting...


"Bisakah kita bertemu besok pagi?" balasan dari Rosa.


"Akan aku usahakan" balas Riyan...


Setelah berkirim pesan dengan Rosa, Riyan hampir saja melupakan sesuatu..


"Astaga, aku hampir saja lupa" Riyan menepuk jidatnya lalu bangkit berdiri dan mengambil pesanan Miran di kamarnya..


Tok..tok..tok..


"Masuk.." kata Miran..


Riyan masuk dan membawa beberapa paper bag yang tadi Miran pisan.


"Lama sekali, dari mana saja kamu?!!" ketus Miran.


"Hehe maaf Miran, aku kelupaan.. Tadi abis beli ini semua aku melipir ke dapur dulu hehe maaf ya" Riyan memamerkan barisan giginya sambil menggaruk garukan kepalanya padahal tidak gatal..


"Dasarr kamu!! Ya udah sana pergi!!" usir Miran yang langsung menerimanya dan meninggalkan Riyan..


☘☘☘☘☘


Ceklek...ceklek...ceklek...


Suara kunci pintu kamar di buka.. Sedangkan Rayyan hanya acuh saja di dalam kamar sembari duduk di kursi..


Dia sudah tidak peduli lagi karena dia yakin itu pasti Miran karena hanya dia yang bisa melewati pintu itu...


Pintu terbuka, Miran masuk dengan membawa beberapa paper bag di tangannya dan ditaruh di atas tempat tidurnya..

__ADS_1


"Ini aku belikan baju ganti untuk mu, semoga cocok" kata Miran.


Rayyan bangkit berdiri dan mendekati Miran, seolah olah ingin melihat apa yang Miran bawa..


"Aku tidak butuh ini!!! Yang aku mau kamu membiarkan aku pergi dari neraka ini!!!" jawab ketus Rayyan.


"Sudah berulang kali aku bilang ke kamu, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu!! Papa mu sudah menitipkanmu ke aku dan itu jadi tanggung jawab ku!" jawab Miran.


"Aku yang mau pergi jadi tidak perlu lagi kamu merasa tanggung jawab terhadap aku, aku mohon Miran lepaskan aku... Biarkan aku pergi dari sini" Riyan melunakan nada bicara nya..


"Sampai kapan pun tidak, aku tidak akan membiarkanmu di sakiti oleh siapa pun!!! Miran mulai meninggikan nadanya.


"Tapi kamu yang terus menyakiti aku Miran!!!" Rayyan mulai terpancing..


Miran meninggalkan Rayyan keluar dan segera mengunci pintunya, Rayyan mencoba mengejar Miran namun terlambat pintu sudah terkunci..


"Miraannn!!! Miraaaannn!!! Doorr...doorr....doorr..!" Rayyan menggedor gedor pintunya.


"Miraaaannn!! Lepaskan aku Miraannn!!! Miraann!!!" Rayyan pun menangis dan terduduk di depan pintu memeluk kakinya..


Miran terus melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kamarnya dan menuju kamar tamu, dia tidak mau terpancing emosi dan ingin beristirahat...


☘☘☘☘☘


Di malam hari, saat semua orang sudah tertidur..


Perlahan seseorang memasuki kamar di mana Miran tertidur pulas..


Sungguh sangat sunyi malam itu, hingga orang itu harus sangat berhati hati...


Pelan dia mendekati celana Miran yang tersampir di bangku samping tempat tidur..


Orang itu merogoh kantong celana itu dan menemukan sebuah kunci dan di ambilnya...


Dia langsung pergi meninggalkan kamar itu..


Dengan cepat orang itu menuju ke kamar di mana Rayyan berada, dia membuka pintunya perlahan dan memasukkan kembali kuncinya kedalam saku baju tidurnya.


Remang remang dia melihat Rayyan terbaring tidur pulas di sana..


Orang itu melangkah mendekati Rayyan pelan dan berhenti sejenak tepat di samping Rayyan..


Perlahan dia mengambik sebuah bantal yang berada di samping kepala Rayyan dan seketika itu juga dia membekap kepala Rayyan dengan bantal itu..


Rayyan berusaha meronta ronta dengan sekuat tenaganya, nafasnya mulai sesak, namun orang itu begitu kuat membekap dia..


Rayyan terus meronta ronta sambil terus bergumam minta tolong..


Dannn......

__ADS_1


"Tolong....tolong....tolong..." teriak Rayyan sambil terus berusaha mengambil nafas sebanyak banyak nya..


Miran yang terkejut dengan suara teriakan Rayyan, melonjak langsung berlari menuju sumber suara..


Miran terus berlari tanpa menyadari di sana sudah ada Mei yang juga terengah engah ketakutan...


"Ada yang mencoba membunuhku Miran hiksss.." Rayyan seketika itu langsung memeluk Miran..


"Apa kamu melihat wajahnya" tanya Miran sambil memeluk Rayyan.


"Tidak Miran, semua begitu gelap" jawab Rayyan..


Seketika itu semua terbangun dan menuju ke kamar Rayyan..


Mama Eni melihat putrinya berdiri sambil bergetar dan langsung merangkul sang putri..


Nenek yang baru saja keluar dari kamarnya hanya melirik sang menantu dan cucunya itu..


Miran dan Rayyan keluar dari kamar dan mengumpulkan semua orang yang di sana..


"Penjagaaaa!!!!" teriak Miran...


Seketika penjaga pun berlarian mendekati Miran..


"Apa yang kalian kerjakan haahh!!! Rayyan hampir saja dibunuh oleh seseorang, apa kalian tidur!!!" bentak Miran..


"Ti..tidak tuan, ka...kami tidak melihat siapapun yang masuk" jawab salah satu penjaga sambil menundukkan kepalanya...


Miran mengamati setiap orang yang berdiri di sana..


"Miran, bukankah kunci kamar hanya kamu yang megang???" kata mama Eni.


Miran pun tersadar akan itu..


"Bu Ira coba tolong ambilkan celana saya" perintah Miran sambil terus mengamati orang orang di sana..


Semua yang ada di sana terdiam membisu menunggu Ira yang sedang mengambil celana Miran. Sedangkan Miran matanya tidak berhenti sedetikpun untuk terus mengamati mereka semua..


Saat Ira kembali, Miran segera meminta celananya dan memeriksa kantong celananya dan ternyata....


**hmmmm kira kira apa yaaa???😊😊😊


segini dulu ya...


dan terimakasih sekali lagi buat temen2 yang sudah meninggalkan jejaknya...


ditunggu episode berikutnya ya...


jangan lupa tinggalkan like dan komen nya...

__ADS_1


maaf juga masih banyak kekurangannya...


trimakasihhh ☺☺🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2