
Mia dia melangkah kan kaki entah kemana arah dan tujuannya..
Dia berjalan dengan melamun, dia merasa tidak nyaman berada di rumah itu.
Hingga di perempatan jalan, karena Mia sedang tidak fokus sehingga dia menyeberangi jalan tanpa menolah kanan dan kiri terlebih dahulu.
Tiiiiiiiiinnnnnnnnnn..
Suara klakson mengejutkannya hingga Mia terjatuh.
Ternyata mobil itu milik Arga, untung dia mengendarai mobilnya dalam kecepatan rendah sehingga masih bisa menghindari kecelakaan.
"Kamu tidak apa apa?" Arga turun dari mobilnya dan mendekati Mei bermaksud menolong.
"Sa...sa..saya baik baik saja.. Jangan menyentuh saya.. Saya baik baik saja" kata Mia masih merasa syok dan pergi meninggalkan Arga..
Arga hanya menatap bingung dengan sikap Mia yang terlihat ketakutan dan dia memilih untuk meneruskan perjalanan nya menuju kafe untuk menemui Rosa setelah menerima panggilan dari Rosa.
Di kafe Rosa dan Mei sudah menunggu, Arga menatap intens Mei dia merasa tidak asing dengan gadis di depannya itu.
"Kak, ini Mei istri Miran.. Dan Mei ini kakak ku Arga" Rosa memperkenalkan Mei dan Arga.
Mei dan Arga hanya bertukar senyum saja.
Saat Mei, Rosa dan Arga sedang berbincang di dalam Kafe tidak disengaja Mia melihat Mei sedang mengobrol dengan dua orang asing.
"Kenapa hanya aku yang tidak mengenali siapapun di sini" kata Mia lirih
Mia lalu menutupi kepalanya dengan jaket hoodienya agar mereka tidak menyadari keberadaanya.
☘☘☘☘☘
Hari semakin siang, saat Rosa baru saja tiba di rumah setelah pertemuan mereka bertiga.
Rosa memilih bersantai di kamarnya dan berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan.
"Ahhh iya, kenapa aku bisa melupakannya" kata Rosa setelah menemukan ide.
Dia mengambil ponsel di dalam tasnya, dan mengirim sebuah pesan.
Dan tidak butuh waktu lama Rosa menerima balasan dan dia langsung beranjak pergi.
Mama Eni mengetahui Rosa akan pergi, dia curiga anak gadisnya sekarang sering bepergian, dan akhirnya dia diam diam membuntuti kemana Rosa pergi.
Ternyata Rosa menuju kesebuah kafe, dan mama Eni terus memperhatikan gerak gerik Rosa. Dan tanpa diduga oleh mama Eni ternyata Rosa bertemu dengan Riyan.
"Haiii Riyan, maaf lama ya menunggu? Ohh ya ini tadi aku tidak sengaja lewat toko parfum dan melihat parfum ini sepertinya cocok buat kamu" kata Rosa merayu.
"Ohhh ya, terimakasih Rosa kenapa malah kamu yang membawakan sesutu untuk ku" kata Riyan tersenyum
Ting...
Ponsel Riyan berdering menandakan ada pesan masuk..
Rosa yang melihat itu mencoba mengintip isi pesan itu ketika Riyan sedang sibuk memesan.
Ternyata isi pesan itu bahwa saat ini Miran dengan Rayyan sedang berada di rumah perkebunan anggur milik Miran.
Rosa pun tersenyum merasa mendapatkan jack point.
Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang, Riyan dan Rosa pun mulai mengobrol ringan sambil menikmati pesanan mereka.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba mama Eni menghampiri mereka.
"Rosaa!!! Sedang apa kamu bertemu dengan dia" kata mama Eni sambil menunjuk ke arah Riyan.
"Mama.. Kenapa mama bisa berada di sini??" tanya Rosa yang terkejut.
__ADS_1
"Eee tante, tolong jangan salah paham dulu.." kata Riyan mencoba menjelaskan.
"Diamm kamu!!! Jangan pernah coba coba untuk menemui putriku.!!!" kata malam Eni marah.
Mama Eni menyeret Rosa untuk diam, Riyan hanya menatap kepergian mereka tanpa bisa berbuat sesuatu.
Sesampainya di kediaman Sadli, Rosa langsung di bawa ke kamarnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan dengan orang itu haah!! atau kamu merencanakan sesuatu???" tanya mama Eni curiga.
"Aku hanya ingin bertemu dengannya saja ma,.tidak ada hal lain" jawab Rosa..
"Awas jika kam berbohong. Ingat Rosa Jangan pernah coba coba untuk pergi lagi dari rumah ini," kata mama Eni dan mengunci Rosa dari luar.
Setelah merasa mamanya pergi meninggalkan kamarnya Rosa mengambil ponselnya dan menghubungi Arga dan Mei memberitahukan bahwa Miran sedang berada di rumah perkebunan anggur dan Rosa tersenyum puas karena rencana berjalan dengan baik.
"kita tunggu, apa yang akan terjadi hahahaha" batin Rosa senang..
Setelah mendapatkan informasi, Mei dan Arga segera menuju ke rumah tersebut.
☘☘☘☘☘
Dirumah perkebunan anggur, Miran baru saja sampai.
Dia dan Rayyan masuk kedalam rumah.
Suasana rumah masih sama seperti waktu terakhir kali Miran tinggali.
Melihat kondisi rumah sedikit berdebu, Rayyan berinisiatif untuk membersihkannya.
Sedangkan Miran mengecek ke beberapa bagian di dalam rumah.
Setelah semua selesai Rayyan melihat hari sudah mulai sore, akhirnya dia memutuskan untuk mengecek ke dapur untuk melihat isi lemari es ada bahan makanan atau tidak.
"Miran, di dapur tidak ada stok bahan makanan dan aku harus menyiapkan untuk makan malam nanti.. Tapi aku tidak tau daerah sini" kata Rayyan.
"Tidak Miran, lebih baik kamu saja yang pergi, aku akan menyiapkan yang lain" kata Rayyan.
Miran merasa ragu, dia takut Rayyan akan pergi meninggalakan nya.
Entah mengapa dia merasa tidak bisa jauh dari Rayyan dan takut Rayyan meninggalkannya..
"Aku tidak akan kemana mana Miran, diluar juga mulai gelap ditambah aku tidak mengenali tempat ini.. Mana mungkin aku akan pergi dari sini seorang diri" kata Rayyan seolah tau apa yang dipikirkan Miran.
"Baiklah aku pergi dulu sebentar" jawab Miran akhirnya dan pergi meninggalkan Rayyan.
☘☘☘☘☘
Di luar Mei dan Arga baru tiba berbarengan.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Arga.
"Aku ingin mengambil yang jadi milikku" jawab Mei.
"Baiklah, ayo kita mendekat apa mereka ada atau tidak" kata Arga dan berjalan perlahan mengintai ke adaan.
"Di sana, ada mobil Miran" kata Mei.
"Aku yang akan masuk terlebih dahulu" Arga sudah tidak sabar.
"Ehhh tunggu dulu. Jangan ceroboh.. Kita tunggu di sini dulu tunggu apa ada pergerakan dari mereka" kata Mei lirih.
Mei dan Arga cukup lama menunggu, namun tiba tiba Mei melihat Miran keluar dari rumah tersebut dan pergi.
"Aku yang akan masuk duluan, tunggu beberapa saat." kata Mei.
Mei berjalan memasuki rumah tersebut.
__ADS_1
Terdengar suara pintu terbuka.
"Kenapa cepat sekali belum ada 10 menit, apa segitu dekatnya?" pikir Rayyan berjalan menuju ruang tamu.
Saat pintu terbuka, Rayyan terkejut karena Mei yang ada di balik pintu.
"Mei?, kenapa kamu kesini?" tanya Rayyan.
"Untuk membantumu pergi dari Miran." kata Mei.
"Tidak.. Saya tidak mau.. Jika saya harus pergi saya harus ijin dulu ke Miran" jawab Rayyan.
"Kakak" panggil Rayyan melihat Arga memasuki rumah.
"Ayoo Rayyan ikut dengan ku" Arga menggandeng tangan Rayyan.
Arga dan Rayyan pergi meninggalakan rumah itu.
Bertepatan dengan kepergian Rayyan, Miran datang dan membawa beberapa belanjaan.
Melihat pintu rumah terbuka, Miran langsung panik takut terjadi sesuatu.
Miran langsung berlari dan melepaskan belanjaannya begitu saja hingga berserakan di lantai.
Saat memasuki ruang tamu, Miran terkejut melihat Mei tergeletak bersimba darah.
"Mei..." panggil Miran dan mendekati Mei.
"Mi... Mi.. Miran, maafkan..akuuu... Tidak bisa menahan Rayyan. Dia pergi bersama Arga.." kata Mei terbata bata dan perlahan dia kehilangan kesadarannya.
Miran panik, dan langsung membawa Mei menuju rumah sakit terdekat.
☘☘☘☘☘
Di dalam mobil, Rayyan melamun dia memikirkan apa yang dikatakan Mei kepada nya. Tidak mudah untuk di percaya, dia bingung.
"Kak, cepat kembali kerumah tadi.. Aku tidak bisa pergi" kata Rayyan perasaannya tidak enak.
"Tidak bisa Rayyan, kamu tidak bisa kesana lagi.. Ikutlah dengan ku, aku akan membawamu pergi" kata Arga sambil terus melakukan mobilnya.
"Tidak kak, aku mohon berputar arah lah. Aku ingin menanyakan langsung kepada Miran kak" kata Rayyan.
"Maaf Rayyan aku tidak bisa" jawab Arga.
Mendengar jawaban Arga, Rayyan langsung memegang kemudi mobil.
"Ayoo kak, cepat putar arah" kata Rayyaan mencoba merebut kemudi mobil agar berputar arah..
"Apa yang kamu lakukan Rayyan," Arga terkejut dengan tingkah Rayyan hingga mobil melaju tidak beraturan.
Braaakkkkk..
Mobil menabrak pohon di pinggir jalan, mobil bagian depan ringsek dan kapnya terbuka mengeluarkan asap. Seketika orang orang menghampiri mobil Arga.
Orang orang sekitar membantu mengeluarkan Arga dan Rayyan dari dalam mobil.
Saat itu juga, Miran melewati temapat terjadinya kecelakaan.
Namun karena Miran panik dengan keadaan Mei dan dia sedang menelfon Riyan sehingga dia tidak memperhatikan siapa yang terlibat dalan kecelakaan tersebut.
**semoga masih suka ya teman teman.
dan maaf jika up nya sekarang jadi lama. 🙏🙏🙏🙏
author lagi nulis novel lagi, silahkan cek masuk ke akun author aja.
terimakasih ya yang udah tinggalin jejaknya.
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya.. ☺☺☺🙏🙏🙏🙏**