Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
memaksa untuk bertemu Rayyan


__ADS_3

Samsul masuk ke dalam kamar nenek dan melaporkan jika Miran tadi menelpin papa Hazar dan di ajak kerja sama.


Setelah mendengar itu, nenek meminta samsul untuk menyiapkan mobil.


Mendegar perintah nenej, Samsul bergegas menyiapkan mobil.


Nenek turun ke bawah akan keluar. Saat di ruang keluarga, nenek mengamati mama Eni yang tersenyum melihatnya. Nenek sempat menaruh curiga bahwa mama Eni lah yang tengah mempermainkan dirinya dengan surat ancaman itu.


☘☘☘☘☘


Di tempat lain, Miran dan Riyan masih terus mencari siapa pelakunya dengan mendatangi kembali desa tersebut.


Miran mencoba menanyakan kepada salah satu pemuda di sana berharap dia mendapatkan informasi.


Salah satu pria di sana tiba tiba gugup saat sedang bertanya dengan temannya. Lalu di memilih kabur. Miran melihat itu lalu mencoba mengejarnya.


"Miran, aku lewat sini.. Aku akan memotong jalannya" teriak Riyan mencoba mencari jalan pintas.


Miran terus mengejar pria tersebut. Hingga dia kembali bertemu dengan Riyan yang ternyata sudah terlebih dahulu sampai di sana.


"Arrgghhh sial" teriak Riyan menedang botol kosong.


"Bagaimana Riyan.." tanya Miran ngos ngosan.


Riyan hanya menggelengkan kepalanya.


"Argghhh... Sedikit lagi Riyan sedikit lagi kita mendapatkan informasi" kesal Miran.


☘☘☘☘☘


Nenek tengah dalam perjalanan. Selama berada di mobilnya, nenek terus memikirkan tentang pesan itu.


Nenek kembali membuka pesan itu.


"Nyonya Aisah.. Ini telah saatnya anda harus membayar nyawa atas semua kejahatanmu" isi pesan itu.


Nenek meminta Samsul berhenti di tempat yang sepi, nenek turun dari mobilnya dan diikuti oleh Samsul.


Nenek ingin menguji kesetiaan anak buah kepercayaannya yang satu ini. Jika Samsuk setia kepadanya, maka dia akan rela bertaruh nyawa untuk dirinya.


Nenek memberikan sebuah pistol ke Samsul. Dan Samsul pun menerimanya.


"Aku ingin melihat kesetiaanmu Samsul.. Jika kau setia kepadaku, maka tembakkan pistol ini ke kepalamu" kata nenek.


"Aku bersumpah ibu, kau telah memberiku kehidupan sejak aku kecil hingga sekarang. Aku bersumpah mati untuk setia kepadamu" kata Samsul.


Samsuk pun mengarahkan pistol itu ke kepalanya.


Ceklek...

__ADS_1


Samsul menarik pelatuk itu namun ternyata kosong.. Tidak ada peluru di dalan pistol tersebut.


Samsul menatap nenek, dan nenek tersenyum melihat itu.


"Aku percaya kepadamu Samsul.. Kamu tidak akan pernah menghianati ku" kata nenek.


Nenek kembali berjalan meninggalkan tempat itu dan Samsul berjalan dibelakangnya.


Sedangkan di tempat lain, kakek tengah bertemu dengan beberapa pengacar yang bekerja dengan keluarga Aslan juga. Kakek meminta bantuan mereka untuk menyusun rencana agar aset milik keluarga Sadli dapat kembali ditangan kakek.


☘☘☘☘☘


Mia dan Arga kembali bertemu ditempat yang sama. Mia segera masuk ke dalam mobil Arga.


"Aku akan menjemput paksa Rayyan. Aku berfikir bahwa Rayyan terpaksa menikahi Miran karena suatu alasan." kata Arga saat Mia sudah duduk di dalam mobilnya.


"Arga, aku berani bersumpah, Rayyan datang sendiri ke rumah dan dia sendiri yang mengatakan bahwa mereka saling mencintai." kata Mia.


"Aku tidak percaya. Kamu kan keluarganya, kamu pasti akan membela Miran. Aku akan percaya jika kata kata itu keluar secara langsung dari mulut Rayyan. Jadi temukan aku dengan Rayyan maka aku akan mempercayainya." kata Arga yang tetap kukuh ingin menemui Rayyan.


Diam diam papa Bram mengikuti putranya itu yang tengah menemui Mia di suatu tempat.


"Kamu masih terus berusaha Arga dengan meminta bantuan Mia.. Kalau begitu, aku akan menikahkanmu dengannya menjadikan Mia menantu di keluarga kita dengan begitu, Aisah akan hancur melihat cucunya menjadi menantu keluarga Sadli" kata papa Bram.


Papa Bram kembali bersembunyi saat melihat Mia keluar dari mobil Arga. Mia kembali ke rumahnya.


Sesampainya dia di rumah, Mia mencoba menemui Rayyan yang tengah berada di kamarnya.


"Rayyan, ini aku Mia.." panggil Mia.


"Masuk Mia, pinyu tidak di kunci.." jawab Rayyan.


Mia membuka pintunya dan mendekati Rayyan.


"Ada apa Mia." tanya Rayyan.


"Rayyan, Arga ingin sekali bertemu dengan mu" kata Mia.


"Tidak Mia, aku takut Miran akan marah jika aku menemui nya.. Aku tidak ingin membuat masalah" jawab Rayyan.


"Rayyan, coba lah minta ijin dahulu.. Karena jika kamu tidak menemuinya dia akan nekat dan akan membuat keributan dengan keluarha ini" kata Mia.


Tiba tiba, Marni membuka pintu kamar Rayyan sehingga memoting pembicaraan Rayyan dan Mia.


"Nona, di bawah ada kiriman dari tuan Miran." kata Marni.


Rayyan pun turun dna melihat beratap banyaknya kiriman dari Miran untuk dirinya. Rayyan merasa bahagia, ditambah melihat kedatangan Ike di sana..


"Ike??" panggil Rayyan.

__ADS_1


"Haii Rayyan, aku di suruh datang oleh Miran" kata Ike.


"Haiii.. Mia" sapa Mia ramah..


"Aku Ike" jawab Ike tersenyum.


"Heiiiii kamu pembantu dari keluarga Sadli kan?? Untuk apa datang kemari haahh!!! Kami tidak menerima tamu dari keluarga musuh!!" kata mama Eni.


Mama eni menyeret Ike untuk keluar, dan saat di depan pintu utama, berbarengan dengan datangnya nenek.


"Kamu!!! Siapa yang berani menerima dia di sini hahh!!! Suruh dia pergi!" kata nenek.


"Dia teman ku, jadi dia di bolehkan untuk datang ke sini" kata Rayyan mencoba membela.


"Suruh dia keluar!!" bentak nenek.


Saat yang bersamaan Miran datang.


"Ada apa ini" tanya Miran.


"Lihat, pihak musuh datang ke sini.. Dan siapa yang mengijinkannya untuk masuk kerumah ini" kata nenek.


"Saya yang memberikan ijin Ike untuk datang ke sini.. Dan saya akan memberikan ijin mama Anna dan Gendis datang kemari jika Rayyan menginginkannya" kata Miran emosi.


Rayyan terkejut dengan kata kata Miran. Dan dia baru menyadari, jika Ike telah pergi dari sana dan mencoba mengejarnya.


Nenek dan mama Eni keberatan dengan kata kata Miran. Mereka tidak suka dengan kedatangan orang orang dari keluarga Sadli ke rumah mereka.


"Ike... Ike.. Tunggu" panggil Rayyan.


Mendengar panggilan Rayyan, Ike berbalik badan. Rayyan langsung memeluk Ike.


"Maafkan aku.. Maaf soal kejadian tadi.. Kamu tidak apa apa kan?" tanya Rayyan.


"Aku tidak apa apa.. Aku hanya merasa takut di sana.. Dan tidak pantas untuk menemuimu di sana." kata Ike.


"Ike, jangan berkata seperti itu.. Maafkan aku soal kejadian tadi.. Kamu boleh datang kapanpun." kata Rayyan.


"Aku kembali dulu ya Rayyan.. Lain kali aku akan menghubungimu terlebih dahulu" kata Ike.


Akhirnya Ike pun memilih pulang dan Rayyan kembali ke rumah Miran.


Setibanya di kamar, Rayyan mencoba berbicara dengan Miran.


"Miran.. Ijinkan aku untuk menemui Arga.. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya." ijin Rayyan.


"Tidak... Untuk apa lagi kamu menemuinya Rayyan.. Aku tidak mau dia memaksamu untuk pergi meninggalkanku lagi.. Tidak aku tidak mengijinkannya" kata Miran.


Miran tau Arga sangat mencintai Rayyan. Dna Miran tau, akan berbagai cara Arga lakukan untuk mendapatkan lagi Rayyan.

__ADS_1


Pada akhirnya, mereja verduapun bertengkar. Dan pertengkaran mereka terdengar hingga keluar kamar mereka yang membuat orang ornag di snaa keluar dan mendekati kamar mereka.


__ADS_2