Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
emosi Miran ke Mei


__ADS_3

"Kalian berdua lebih baik pergi dari sini... Aku butuh ketenangan.. Aku tidak mau lagi diusik oleh kalian berdua" kata Rayyan di hadapan Arga dan Miran.


"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu lagi setelah kejadian di rumah perkebunan anggur waktu itu. Saat Arga membawa mu pergi, dan saat itu kamu menusuk Mei lalu meninggalkannya begitu saja" jawab Miran.


"Apa!!! Mei tertusuk.. Dan kamu menuduhku??? Saat aku meninggalkannya, dia baik baik saja bahkan dia sendiri yang menyuruhku untuk segera pergi dari sana bersama Arga dan dia yang akan menjelaskannya kepadamu" kata Rayyan dengan wajah terkejut dan marah karena dituduh.


"Sebelum kamu menuduhnya, lebih baik kamu tanyakan dulu kepada istrimu itu jika tidak mengakui selidiki dia.. Jangan sebarkan fitnah tanpa bukti" kata Arga lirih namun penuh dengan penekanan.


"Miran!!!" panggil papa Hazar sesampainya di sana.


Arga, Rayyan dan Miran terkejut melihat kedatangan papa Hazar dengan wajah yang emosi bercampur cemas.


"Untuk apa kamu di sini hah!! Jauhi putri saya, saya tidak mau dia dalam kesulitan lagi.. Pergi tinggalkan dia... Cepat pergi!!!" bentak papa Hazar sambil mendorong dorong Miran.


"Paman.. Paman tenang lah!!" Arga berusaha menenangkan Arga.


"Kamu lagi...! Ngapain kamu juga di sini!!! Saya tidak akan pernah merestui pernikahan itu!! Kamu sekarang pergi dari sini!!" bentak papa Hazar kepada Arga.


"Kalian membuat saya menjadi gila.. Saya ingin Rayyan tenang... Jadi pergi dari sini!!!" bentak papa Hazar penuh emosi.


Akhirnya Miran dan Arga memilih meninggalkan tempat itu. Melihat dua pemuda itu sudah pergi, papa Hazar menatap sendu putrinya.


"Ayo nak kita pulang" lirih papa Hazar.


"Tapi pah.." kata Rayyan yang ingin menolaknya...


"Ayo Rayyan, di sini tidak aman lagi.. Ayo pulang.. Segera berpamitan lah" perintah papa Hazar.


Akhirnya Rayyan menuruti perintah papanya.. Mereka bertiga berpamitan kepada kakek dan nenek Ike setelah papa Hazar sedikit menjelaskan ada apa sebenarnya.


☘☘☘☘☘


Dalam perjalanan, Miran terus terpikirkan oleh ucapan Rayyan. Dan wajah Rayyan yang sangat terkejut saat dia mengatakan Rayyan menusuk Mei.


Sesampainya di rumah, Miran langsung saja masuk ke dalam rumah. Melihat itu Riyan terkejut melihat wajah Miran yang penuh dengan Amarah.

__ADS_1


"Mei!!! Mei!!!" teriak Miran.


"Iya Miran.. Kamu dah pulang" jawab Mei berjalan menghampiri Miran dari kamarnya.


"kamu membohongiku, dan kamu memfitnah Rayyan yang telah menusukmu hah!! Kamu sudah berani bersandiwara!!" kata Miran penuh dengan emosi hingga tanpa sadar Miran terus mencekik Mei hingga wajah Mei memerah seperti kepiting rebus.


"Egghhhh sa..saya ti..tidak bohong Miran eghhhh..." Mei masih sempat berbohong.


Riyan mencoba menahan Miran agar segera melepas cekikannya di leher Mei. Riyan terua menarik tangan Miran hingga terlepas. Dan Mia memegangi Mei yang hampir terjatuh.


"Cukup Miran!! Aku tidak mau putriku diperlakukan seperti ibumu yang disksa oleh ayahmu! Aku tidak akan rela" teriak mama Eni yang emosi melihat perlakuan Miran dan mendorong Miran menjauhi Mei.


"Nenek, apa benar yang di ucapkan dia hah!!! Benar nek??" tanya Miran saat melihat neneknya berada di sana.


"Tenang Miran.. Tenang.., semua yang di ucapkan tantemu tidak tenang" jawab nenek berusaha menenangkan Miran.


"Woaaahhhh... Woaaahhh... Aku merasa kalian semua sedang berbohong kepada ku!!! Kalian semua sedang menyembunyikan sesuatu dari ku Aarrgghhhhhhhh!" teriak Miran melampiaskan segala sesak di dadanya dan dia memilih pergi meninggalkan rumah itu.


Semua yang berada di sana sangat tegang melihat emosi Miran yang meledak ledak tanpa bisa terkontrol. Terlebih Ira yang sebenarnya mengetahui segalanya. Diaerasa kasihan melihat Miran seperti orang yang tanpa arah tujuan.


Riyan mengejar Miran yang sedang tidak stabil secara emosi. Dia takut akan terjadi apa apa terhadap Miran, Riyan setia terus mengikuti Miran.


☘☘☘☘☘


Di rumah keluarga Alan, satu persatu mereka kembali dengan aktifitas mereka masing masing. Mama Ebi mengantar Mei memasuki kamarnya.


"Eni..." panggil nenek dan mama Eni berhenti.


Nenek menghampiri Eni dan melayangkan tangannya ingin memukul mama Eni. Namun mama Eni ternyata sigap menahan tangan nenek.


"Jangan pernah lagi mencoba mengintimidasi kami lagi bu.. Atau semua rahasiamu akan aku katakan kepada Miran.. Anda sudah terlalu menyakiti kami semua yang tidak memiliki salah" ancam mama Eni.


Ancaman mama Eni sukse membuat nenek terdiam. Jika mama Eni nekat membocorkan rahasianya, maka Miran akan berbalik memusuhinya dan semua rencananya selama ini akan hancur berantakan.


Mia yang sudah kembali ke dalam kamarnya, dia mengambil sebuah cincin di dalam laci nakasnya. Mia terus mengamati cincin itu dan teringat dengan kejadian Arga yang sengaja membuang cincin tersebut. Mia merebahkan dirinya sambil terus saja mengamati cincin itu, di putar putarnya hingga lama lama Mia tertidur dengan sendirinya dengan cincin masih dalam genggamannya.

__ADS_1


☘☘☘☘☘


Rayyan tiba di rumah kakek Sadli dan disambut oleh sang adik.


"Kaka, ternyata kenakalanku berhasil ya." kata Gendis dalam pelukan Rayyan.


"Apa yang kamu lakukan hmmm" tanya Rayyan.


"Aku menyuruh kak Miran mengirimmu pulang. Dan sekarang kakak pulang" jawab Gendis yang membuat Rayyan bingung dan menolehnke arah papanya.


"Papa yang membawa kakakmu pulang sayang.. Dan papa tidak mau lagi kamu pergi bertemu dengan Miran sendirian seperti itu.. Kenakalanmu itu sangat berbahaya" kata papa Hazar sambil menggendong Gendis.


Rayyan berdiri lalu memeluk papa dan adiknya di susul oleh mama Anna. Mereka berempat saling berpelukan, saling memeberikan kekuatan satu sama lain dan berbagi berbagai kesulitan yang akhir akhir ini terus menerpa mereka.


☘☘☘☘☘


Di dalam kamarnya, Rayyan terduduk di pinggir tempat tidurnya. Rayyan terdiam, pikirannya terus memutarkan setiap memori yang telah terjadi. Perlahan Rayyan merogoh kantong bajunya dan membuka sebuah foto pernikahan Miran dengan Mei. Melihat itu Rayyan merasakan sakit di hatinya bercampur dengan kekecewaan dan amarah.


"Kau membuatku tidak lagi memiliki rumah Miran. Dan kamu telah membohongiku" kata Rayyan emosi terus mengamati foto itu.


Ceklek...


Suara pintu terbuka, ternyata Rosa yang datang. Rayyan reflek menggulung foto itu dan memegangnya.


"Rayyan... Rayyan... Rayyan... Ternyata nasibmu seperti ya heehhh... Kamu bahkan tidam bisa mendapatkan siapun dari mereka berdua... Sungguh malang sekali nasibmu Rayyan" ejek Rosa.


"Apa ini?? Kamu benar benar tidak tau diri ya... Masih saja kamu memakai cincin dari seorang pria yang telah beristri... Dasar tidak tau malu" kata Rosa lagi saat melihat Rayyan masih memakai cincin kawinnya.


"Lebih baik kamu keluar dari kamarku.. Aku sedang tidak ingin meladeni mu" jawab Rayyan ketus.


Rayyan berusaha melepas cincin tersebut. Namun sayang, cincin itu masih sangat sulit untuk di lepaskan.


**semoga masih suka yaaa...


dan maaf juga jadi lelet up nya..

__ADS_1


jangan lupa like dan komentnya..


terimakasihhh 🙏🙏🙏☺☺☺**


__ADS_2