Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
terpuruk


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu utama, Rayyan membuka pintu. Belum sempat masuk datang sebuah mobil mewah yang ternyata mobil milik Arga..


"Rayyan.." Arga panik melihat kondisi Rayyan saat ini dan turun dari mobil menghampiri Rayyan..


"Rayyan, apa yang terjadi dengan mu.. Di mana suami mu, kenapa kamu seperti ini?" Arga khawatir dengan keadaan Rayyan.


"Dia pergi.." hanya itu jawaban Rayyan.


"Rayyan ayo ikut aku" Arga mencoba memegang tangan Rayyan.


"Tidak...., aku mau masuk, aku mau pulang" jawab Rayyan hendak masuk kedalam rumah.


"Rayyan aku mohon jangan masuk, melihat kondisimu seperti ini kamu akan dalam masalah besar Rayyan... Kakek pasti akan murka" Arga mencoba mencegah Rayyan.


"Tidak kakak, aku akan tetap masuk.. Aku tidak takut" kata Rayyan pelan.


"Rayyan tolong, ayo ikut aku masuk lah kedalam mobil.. Aku akan membantumu" Arga terus mencoba membawa Rayyan pergi sebelum ketahuan.


Diwaktu yang bersamaan Rosa melihat Rayyan di depan pintu utama...


Rosa tersenyum melihat kondisi Rayyan, dia mendatangi Rayyan..


"Rayyan, kenapa kamu ada di sini" Rosa pura pura terkejut..


"Kakek!!! Kakek!!! Ibu!!! Cepat kemari ada Rayyan" teriak Rosa.


"Rosaaa, apa yang kamu lakukan... Diam!!!" Arga mencoba membekap Rosa namun Rosa terus berteriak.


Rayyan hanya diam, itu yang membuat Arga semakin panik..


Saat Arga dan Rosa sibuk, Rayyan menerobos masuk ke dalam rumah..


Arga terkejut dan mengejar Rayyan...


"Rayyan, ayo kembali.. Ikut saya masuk kemobil" Arga terus membujuk, dia sangat khawatir dengan keadaan Rayyan.


Rayyan terus berjalan, hingga berhenti tepat di dekat tangga..


kakek Sadli, Papa Bram dan mama Sinta turun dan melihat kondisi Rayyan..


Melihat itu kakek emosi..


"Apa yang kamu lakukan di sini?" nada kakek dingin menahan emosi..


Rayyan menceritakan semuanya lalu....


PLAKKK!!!


kakek menampar Rayyan hingga dia terjatuh dan ujung bibir Rayyan berdarah..


"Dimana dia sekarang?" tanya kakek sambil berjongkok..


"Dia pergi" jawab Rayyan sambil menangis..


Buggg...


Kakek menendang perut Rayyan..


Aghh.....hikss


Rayyan menahan rasa sakit yang luar biasa di perutnya, tidak hanya itu dia juga menahan sakit hatinya..

__ADS_1


Dia hancur, dan sudah tidak memiliki siapa siapa lagi..


Penderitaan demi penderitaan bertubi tubi menghampiri dia...


Rosa yang melihat itu tersenyum puas, mama Sinta yang melihat itu langsung berfikir ini pasti ada hubungannya dengan anak gadisnya itu..


"Kau susah mempermalukan nama baik keluarga Sadli!!! Dan gara gara kamu saya akan kehilangan cucu saya" kakek emosi dan tak ada sedikitpun ada rasa iba .elihat kondisi Rayyan.


"Maksud kakek apa?" tanya Rayyan pelan masih menahan sakit..


"Gendis masuk rumah sakit dan keadaannya sangat menghawatirkan... Ini semua gara gara kamu!!!" jawab kakek


"Aa...aapaa... Gendis di rumah sakit???" Rayyan terkejut.


☘☘☘☘☘


"Pa..." panggil mama Anna.


"Iya ma.." jawab papa Hazar yang sedang terbaring di sofa kamar rawat Gendis..


"Pulang lah, istirahat... Nanti kembali bawa kan baju ganti Gendis.. Biar aku yang menunggunya" kata mama Anna.


"Apa tidak apa apa kamu aku tinggal" papa Hazar bangun dan mendekati mama Anna..


Mama Anna hanya mengangguk dan tersenyum mengisaratkan bahwa tidak apa apa..


"Baiklah, aku tinggal sebentar nanti aku kembali lagi" papa Hazar berpamitan..


"Hati hati, dan beristirahatlah sebentar" kata mama Anna.


Papa Hazar hanya mengangguk dan kekuar dari kamar perawatan Gendis..


Tidak butuh waktu lama bagi pala Hazar untuk pulang kerumah..


Papa Hazar berjalan cepat dan langsung membuka pintu utama..


Papa Hazar terkejut melihat kondisi Rayyan yang masih mengenakan baju pengantinnya dan terkapar di lantai sambil memegangi perutnya..


Sepontan papa Hazar berlari mendekati Rayyan..


Semua yang berada di sana pun terkejut melihat kedatangannya papa Hazar..


"Ada apa ini pah? Kenapa Rayyan seperti ini? Apa yang kamu lakukan?" tanya papa Hazar sambil memeluk Rayyan.


"Lihat apa yang anak kamu lakukan Hazar...!!! Ini masih hari pernikahan dia, tapi dia sudah ditinggalkan oleh suaminya dan di buang di tengah tengah masyarakat!!!!" jelas kakek Sadli..


"Rayyan, di mana suami mu???" pandangan papa Hazar kembali ke Rayyan..


Rayyan hanya menggeleng menandakan dia tidak tau...


"Apa salah kuz kenapa kedua putri ku mengalami masih seperti ini" papa Hazar menangis mengingat kejadian Gendis ditambah sekarang Rayyan..


"Bagaimana keadaan Gendis pa..." isak tangis Rayyan..


☘☘☘☘☘


Dilain tempat, Miran dan Riyan terus mencoba mencari Rayyan.


Drrttt drrtttt


hp Riyan berdering...

__ADS_1


Riyan langsung mengakat telefon tersebut, dan setelah mendengar kabar dari seseorang yang menelfon dia, Riyan langsung menatap Miran dan mematikan sambungan telefonnya..


"Miran..., Rayyan kembali ke kediaman keluarga Sadli" kata Riyan menyampaikan sesuai info yang dia dapat.


"Ayoo kita kesana" kata Miran..


Miran dan Riyan pun langsung menuju ke kediaman keluarha Sadli...


Saat sudah berada di persimpangan jalan, Miran turun dari mobil dan berjalan menuju ke kediaman keluarga Sadli..


Miran melihat keadaan Rayyan saat Rayyan masih berada di depan pintu utama rumah itu...


Melihat itu, Miran merasa hatinya seperti diiris sebuah pisau lalu disiram dengan air cuka, sangat ngilu dan perih...


Tiba tiba datang sebuah mobil mewah yang ternyata milik Arga..


Miran melihat semua kejadian di mana Arga mencoba menolong Rayyan membawa pergi dari sana, hinga kejadian Rayyan ditendang oleh sang kakek...


Kini posisi Miran berada di atap rumah kosong samping kediaman keluarga Sadli, hingga dia mendengar jelas semua percakapan dan kejadian di sana.


"Sebagai hukuman apa yang telah Rayyan lakukan pada keluarga ini... Rayyan harus mati dengan tangan ku sendiri!!!" kata kakek yang langsung mengambil pistolnya dan menodongnya tepat di kepala Rayyan.


Rayyan hanya diam saja, dan papa Hazar reflek langsung berdiri di depan Rayyan..


Melihat itu Miran ingin turun dan membawa pergi Rayyan, namun dicegah oleh Riyan..


"Apa yang akan kamu lakukan Miran... Ingat ini kediaman Sadli, kamu tidak bisa berbuat apa apa.. Atau kamu akan ikut mati di sini?" bisik Riyan..


"Tapi Rayyan akan di bunuh.." kata Miran terus mengamati dari atas...


"Kita lihat aja dulu dari sini, kita awasi lalu kita atur rencana.. Lihat di sana ada pak Hazar dan Arga... Aku yakin mereka akan.melindungi Rayyan" Riyan mencoba menenangkan Miran.


Miran terus mengawasi dari atas..


"Papa, apa yang akan papa lakukan... Jika papa menembaknya di sini apa kata para tetangga kita pa.. Itu akan membuat semakin jatuh nama keluarga kita" kata Papa Hazar mencoba mengulur waktu..


"Baiklah kalau begitu, secepat mungkin kamu carikan pengantin pria dan nikahkan untuk dia agar dia segera pergi dari sini" kata kakek lalu pergi meninggalkan tempat itu..


Rosa melihat itu tersenyum senang dan mengejek Rayyan lalu mengikuti kakek pergi meninggalkan tempat itu..


Papa Hazar langsung memeluk Rayyan, dan membawa Rayyan ke kamarnya..


Miran melihat itu sedikit lega, namun masih terus berfikir bagaimana cara dia membawa kembali Rayyan..


"Rayyan beristirahatlah dulu" kata papa Hazar setelah mendudukannya Rayyan ditepi tempat tidur..


"Pahh, aku ingin bertemu dengan Gendis" kata Rayyan yang masih terisak..


"Nanti sayang, tidak untuk sekarang.


Kamu istirahatlah" kata papa Hazar mencium kening Rayyan lalu mengelus kepala Rayyan dan pergi menunggalkan Rayyan..


Rayyan terus menangis, hingga esok harinya Rayyan masih terus menangis bahkan makanan pun tak sedikitpun dia colek...


Kondisi Rayyan sangat buruk, wajahnya begitu sembab karena menangis tiada henti mengingat semua kejadian yang menimpanya membuat dia tak lagi bersemangat ditambah kondisi sang adik yang berada di rumah sakit...


Sudah satu hari satu malam Rayyan tidak keluar dari kamar, selain dilarang oleh sang kakek, Rayyan pun semakin enggan hanya untuk turun dari tempat tidurnya...


maaf jika masih kurang greget critanya...


mohon masukan dan saranya, masih butuh banyak belajar dan butuh saran saran dari para rieders semua...

__ADS_1


semoga suka dan jangan lupa juga di like...


trima kasiihhh 😊😊😊🙏🙏🙏🙏


__ADS_2