
Mendengar ucapan Miran yang akan menceraikan Mei, mama Eni panik.
Dia langsung mencari nenek dan ternyata nenek sedang berada di kamarnya.
"Ini semua gara gara anda!!!" mama Eni masuk begitu saja ke dalam kamar nenek.
"Dengarkan saya, kami sudah banyak berkorban untuk balas dendam anda bu. Bahkan Mei sampai tersiksa dengan perasaannya sendiri. Sekarang lihat apa yang sudah terjadi!!! Jika Miran benar benar menceraikan Mei, akan saya pastikan rahasia Anda sampai ke Miran bahwa anda menyembunyikan Darnia mama Miran di suatu tempat dan anda telah menyiksanya. Ingat nyonya Aisah!!!" ancam mama Eni.
Nenek terkejut, seketika itu wajahnya yang terlihat berwibawa siapapun yang melihatnya pasti akan takut kini terlihat pucat pasi mendengar ancaman menantunya itu. Nenek terus merenung memikirkan jalannya.
Tok..tok..tok..
"Masuk" jawab nenek lemas.
"Bu, saya bawakan teh hangat" kata Ira.
"Ira.. Eni baru saja dari sini.. Dia mengancam saya" akhirnya nenek menceritakan semua yang di katakan mama Eni.
Diam diam Marni kembali menguping pembicaraan nenek, dia berencana akan menjual informasi ini ke mama Sinta.
☘☘☘☘☘
Papa Hazar menemui kakek yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Pa.. Aku tidak setuju dengan pernikahan ini.. Aku tidak bisa membiarkan Rayyan terus dalam masalah. Ijinkanlah aku membawa keluarga ku untuk pergi dari rumah ini. Kami akan menjalani kehidupan kami sendiri" kata papa Hazar berpamitan.
"Apa!!! Kamu ingin keluar dari rumah ini! Dengar Hazar, jika kamu berani selahkah saja keluar dari rumah ini, aku tidak akan memberikanmu sepersenpun warisanku. Dengar itu!!" bentak kakek yang langsung pergi meninggalkan papa Hazar.
Di dapur mama Anna sedang menyiapkan susu untuk Gendis.
"Anna!!!, jika sampai Hazar keluar dari rumah ini aku tidak segan segan mengatakan kepada Rayyan bahwa dia bukan putri kandung Hazar!!! Jika kau ingin pergi dari rumah ini silahkan kau bawa Rayyan tapi tidak Hazar dan Gendis!" kata kakek lirih namun dingin.
Mama Anna hanya terdiam, dia berjalan dengan lesu sambil membawa susu untuk Gendis..
"Pa.." panggil mama Anna di kamarnya.
"Iya ma.. Kamu kenapa?" tanya papa Hazar.
"Tidak.. Tidak apa apa, mama lelah pa.. Mama tidur dulu ya" jawab mama Anna sambil merebahkan tubuhnya dengan membelakangi papa Hazar setelah menggeletakkan susu di atas nakas.
"Ma.. Kamu kenapa?" tanya papa Hazar memegang pundak sang istri.
"Hmmmm.. Tidak apa apa pa, selamat malam" mama Anna menarik selimutnya hingga sebatas lehernya.
Papa Hazar menatap sendu sang istri, dia bingung harus bagaimana. Tapi tekatnya sudah bulat akan tetap membawa pergi keluarganya dari rumah itu..
☘☘☘☘☘
Di tempat yang berbeda, Miran duduk d ayunan dan Riyan sangat setia menemani Miran di sana.
"Rayyan akan menikah dengan Arga, aku harus menemukan cara untuk menggagalkannya" kata Miran dengan wajah dinginnya
__ADS_1
"Miran, kamu benar benar telah jatuh cinta kepadanya. Ungkapkanlah kepada Rayyan bahwa kamu telah mencintainya" kata Riyan yang duduk di depan Miran.
"Aku tidak tau bagaimana rasanya jatuh cinta" jawab Miran.
"Ya seperti yang kamu rasakan sekarang ini Miran. Kamu merasa kehilangan jika jauh dari wanita yang kamu cintai. Dan kamu akan gelisah bahkan emosi ketika wanita itu sedang bersama dengan laki laki lain" kata Riyan menjelaskan.
"Riyan, bisakah kamu tinggalkan aku sendiri. Saat ini aku ingin sendirian" kata Miran lirih setelah sejenak dia terdiam mendengarkan kata kata Riyan.
"Baiklah Miran, jangan berbuat yang aneh aneh. Aku pulang dulu dan cepat lah pulang hari sudah larut" pesan Riyan lalu pergi meninggalkan Miran sendirian.
Setelah kepergian Riyan, Miran teringat kejadian 2 tahun yang lalu.
Flashback on
Miran kini sedang berada di sebuah mall.
Dia melihat sosok gadis yang manis Rayyan. Miran mengikuti kemana Rayyan pergi bersama sang mama dan Ike, dan tanpa disadari Rayyan penjepit rambutnya terjatuh lalu Miran mengambilnya bermaksud untuk mengembalikannya. Namun Miran hanya mengikuti Rayyan diam diam. Saat Rayyan masuk ke toko baju, Miran mengikutinya.
Rayyan merasa bahwa sedari tadi ada yang mengikutinya, saat dia menoleh ke belakang, ada seorang pemuda yang terus memperhatikannya. Rayyan merasa risih terus ditatal seperti itu dan memilih pergi menghampiri sang mama.
Setelah berada di luar area parkir, Miran terus mengamati Rayyan.
"Hati hati Miran, jangan sampai kamu jatuh cinta kepada gadis itu. Dialah putri musuhmu" kata Riyan memperingatkan dan Miran terlihat terkejut..
"Riyan, aku masih waras. Tidak mungkin aku akan jatuh cinta kepada putri musuhku" kata Miran sambil menggenggam jepitan rambut Rayyan.
Flasback off
☘☘☘☘☘
Rosa yang melihat Rayyan berdiri di sana dia menghampiri Rayyan.
"Rayyan, dulu kamu mengambil Miran cinta pertama ku. Dan kini kamu akan menikah dengan Arga. Aku sengaja menyatukanmu dengan Arga agar kamu tersiksa karena kamu hidup bersamanya setiap hari bersama pria yang tidak kamu cintai" kata Rosa dan pergi meninggalkan Rayyan dengan perasaan puas.
Rayyan yang mendengar kata kata Rosa merasa sedih, ternyata ini sudah diatur oleh Rosa. Rayyan kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa menutupnya kembali dia memilih berdiri di depan jendelanya dalam keremangan dan memandang keluar jendela. Tiba tiba ada tangan yang membekapnya dari belakang.
Di ruang makan papa Bram dan mama sedang duduk sambil menikmati kopi. Ternyata mereka berdualah yang menyuruh seseorang untuk membekap Rayyan karena mereka berdua tidak menyetujui pernikahan Arga dengan Rayyan. Papa Bram ingin terlihat baik dimata Arga, sehingga dia terpaksa bermain belakang untuk menjauhkan Arga dengan Rayyan.
Diwaktu yang bersamaan, Arga tampak begitu senang berjalan menuju ke kamar Rayyan.
Dia berdiri di dapan pintu kamar Rayyan dengan tersenyum sambil memegang kotak berwarna merah yang isinya cicin kawin mereka.
Arga berniat untuk memberitahukannya ke pada Rayyan. Arga mencoba mengetuk pintu Rayyan beberapa kali namun tidak ada sahutan dan dia mencoba masuk ke dalam kamar Rayyan ternyata kosong.
Saat itu juga Arga panik, dia takut terjadi sesuatu kepada Rayyan.
Dia mencari Rayyan ke beberapa ruangan, dan saat kan masuk ke ruang makan, Arga mendengar suara orang sedang mengobrol.
Arga mendekat berniat ingin menanyakan di mana Rayyan, namun justru dia mendengar bahwa kedua orang tuanya sedang mengirim Rayyan ke ayunan untuk bertemu dengan Miran. Arga bergegas menyusul Rayyan.
☘☘☘☘☘
__ADS_1
Dalam perjalanan, Rayyan merasa bingung kenapa Rudi membawanya pergi dari rumah.
"Paman, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rayyan namun Rudi terdiam.
"Paman, aku mau di bawa kemana?" tanya Rayyan, Rudi tetap terdiam terlihat dari raut wajahnya sebenarnya Rudi merasa bersalah namun harus bagaimana lagi dia hanya seorang pengawal.
Karena tidak ada jawaban dari Rudi, Rayyan akhirnya terdiam dan melihat ke arah luar jendela mobil.
☘☘☘☘☘
Di ayuman, Miran masih terdiam di sana. Dia menunggu kedatangan Rayyan.
Flashback on.
Di siang hari, mama Sinta mendatangi kator Miran.
"Untuk apa amlnda datang kemari?" tanya Miran tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Miran, saya berjanji membawa kembali Rayyan bersamamu asal kamu jangan memberitahukan ke siapapun soal ini." kata Mama Sinta, dia terus berusaha untuk menjauhkan Rayyan dari putranya.
Flashback off.
☘☘☘☘☘
Rayyan menyadari bahwa jalan yang dia lalui menuju ke ayunan. Rayyan langsung menatap Rudi dengan wajah yang penuh pertanyaan.
"Nona turunlah" kata Rudi setelah sampai di ayunan.
Miran melihat kedatangan Rayyan, dia begitu senang bisa melihat kembali Rayyan.
Miran menghampiri Rayyan begitupun Rayyan.
Rudi langsung pergi meninggalkan di tempat itu.
"Rayyan, aku sudah mengetahui semuanya. Kamu terpaksa menikahi Arga... Rayyan, jangan khawatir aku bisa membawamu pergi dari sini tanpa harus menikahi Arga." kata Miran berdiri di depan Rayyan.
"Maaf Miran, aku akan tetap menikah dengan Arga. Aku tidak bisa kembali bersamamu, sudah cukup kamu menyakiti aku. Dan satu hal lagi Miran... Aku tidak terpaksa menikah dengan Arga, tapi aki suka rela dan aku yakin aku akan bahagia bersamanya karena dia sangat menyayangiku" kata Rayyan.
Miran terdiam tidak berkomentar apa pun, sama Miran menggelengkan kepalanya dia tidak menyangka Rayyan berkata seperti itu.
Dan Arga telah sampai di tempat ayunan, Arga menghampiri Rayyan dan Miran.
Rayyan memilih berjalan mendekati Arga yang berdiri di belakangnya dan langsung menggandeng Arga pergi meninggalakan Miran yang berdiri termenung.
Rayyan tidak sedikitpun melihat ke arah Miran ketika dia meninggalakan Miran di sana.
Melihat Rayyan menggandeng Arga, hati Miran terasa panas.
"Argghhhhh!!!!" teriak Miran mengambil batu dan melemparnya dengan sekuat tenaganya.
semoga masih suka ya..
__ADS_1
jangan lupa like dan komentnya ya 😊😊😊🙏🙏🙏🙏