
Setelah menerima panggilan telefon dari Miran, papa Hazar menceritakannya kepada mama Anna.
"Ma.. Miran menghubungi ku. Dia mengajak bertemu." kata papa Hazar.
"Untuk apa?? Jangan jangan Miran merencanakan sesuatu untuk balas dendam pa.. Jangan temui dia pa.." kata mama Anna khawatir.
"Entahlah. Papa akan menemuinya, mama tidak perlu khawatir, Miran tidak akan melakukan apapun. Papa akan baik baik saja" jawab papa Hazar.
"Hati hati pa.." kata mama Anna.
Papa Hazar mengangguk lalu pergi meninggalkan rumah peternakan.
☘☘☘☘☘
Nenek Aisah menemui Rayyan di kamarnya. Rayyan terkejut melihat nenek sudah berada di dalam kamarnya. Rayyan bangun dari duduknya dan berdiri di depan nenek.
"Kamu jangan merasa menang Rayyan. Miran tidak akan berhenti untuk balas dendam. Miran sengaja memasangkan cicin Darnia agar dia selalu ingat bahwa papamu telah menodai dna membunuh mamanya" kata nenek sambil memegang tangan Rayyan yang terpasang cincin dari Miran.
Rayyan menarik kasar tangannya, dia tidka terima jika papanya terus di salahkan.
"Anda susah terlalu banyak bebohong kepada Miran. Anda terus saja mempengaruhinya dengan kebohongan kebohongan hingga membuatnya menyimpan sebuah dendam anda ciptakan sendiri." kata Rayyan.
Mendengar kata kata Rayyan, nenek memilih meninggalkan kamar Rayyan dan kembali ke kamarnya sendiri. Ada rasa kesal karena usahanya selamanya ini gagal dan dia harus membuat sebuah rencana baru.
☘☘☘☘☘
Miran sudah menunggu papa Hazar di tempat yang dijanjikan. Tidak lama kemudian tampak mobil papa Hazar menuju ke arah Miran. Miran mengajak bertemu papa Hazar di lokasi yang jauh dari keramaian juga pantauan dari siapapun.
Mereka sama sama turun dari mobil mereka masing masing. Dan mereka berjalan saling mendekat.
"Kita perlu bekerja sama untuk mengungkap semuanya kata Miran tanpa basa basi.
"Kenapa kamu tiba tiba berubah pikiran?? Kemarin kamu menolakku saat aku mengajakmu untuk bekerja sama hingga kamu marah kepadaku." tanya papa Hazar.
"Aku melakukan ini demi melindungi keselamatan Rayyan" jawab Miran dingin.
"Baiklah kalau begitu, kita akan bekerjasama untuk mengungkap siapa dalang penculikan Rayyan, dan siapa yang telah menembaki mobil mu" jawab papa Hazar.
Mereka berduapun kembali menuju ke mobil mereka masing masing dan meninggalkan tempat itu.
Tidak lama kemudian, Rayyan mencoba menghubungi Miran.
"Hallo Miran" kata Rayyan setelah panggilan teleponnya di terima oleh Miran.
"Ya hallo" jawab Miran.
"Miran, ijinkan aku untuk menemui papa." ijin Rayyan.
__ADS_1
"Baiklah.. Tapi kalian harus bertemu di restoran hotel Aslan" jawab Miran.
"Baiklah.. Terimakasih" kata Rayyan lalu mematikan panggilan teleponnya.
Lalu Rayyan mencoba menelpon sang papa.
Tuuutyy...ttuuuttt..
"Hallo papa.." kata Rayyan setelah panggilan teleponnya di terima.
"Ya hallo nak.." jawab papa Hazar.
"Bisakah kita bertemu sekarang?? Di hotel Aslan.." ajak Rayyan.
"Baiklah, pala akan kesana. Sampai bertemu nak." jawab papa Hazar.
Rayyan mematikan panggilan teleponnya dan mulai untuk bersiap siap.
☘☘☘☘☘
Kini Rayyan dan papa Hazar pun sudah bertemu di tempat janjian mereka. Mereka saling berbincang. Susah cukup lama mereka berada di sana.
"Pa..." kata Rayyan.
"Ya.." jawab papa Hazar setelah menyesap kopinya..
"Apa yang dia katakan tidaklah benar Rayyan. Dulu kami saling mencintai, tidak mungkin papa akan melakukan hal sekeji itu terhadap orang yang papa cintai" jawab papa Hazar.
"Nenek Aisah mengatakan, cincin ini milik bu Darnia dari papanya Miran." Rayyan menunjukkan cincin tersebut.
"Cincin ini berada di jari bu Darnia saat meninggal, lalu Miran memberikan ini untukku agar dia selalu ingat akan belas dendamnya" kata Rayyan melanjutkan.
"Ti..tidak.. Cincin ini papa yang memberikannya kepada bu Darnia, papa sendiri yang memesan cincin ini" jawab Papa Hazar.
"Kalau begitu aku akan mengatakan ini kepada Miran pa." jawab Rayyan.
"Jangan nak.. Papa takut Miran tidak akan mempercayainya karena tidak ada bukti jika ini papa yang memebelinya. Biarkan saja, suatu saat nanti kebenaran itu akan terungkap dan Miran akan berhenti balas dendam" kata papa Hazar.
Rayyan memeluk papanya. Rayyan terharu dengan sikap papanya, papanya begitu baik, begitu sabar dan penyayang. Bahkan saat dia difitnahpun papa masih sangat begitu tegar dan sabar. Rayyan sangat bangga memiliki seorang ayah seperti papanya.
☘☘☘☘☘
Di kediaman keluarga Aslan, nenek memanggil Riyan.
"Riyan, kenapa aku tidak di beritahukan soal pesta rakyat yang di selenggarakan oleh Miran?" tanya nenek.
"Maaf nenek. Miran sangat mendadak saat meminta untuk mempersiapkan pesta rakyat tersebut." jawab Riyan.
__ADS_1
"Apa ada hal lain yang dilakukan Miran tanpa sepengetahuanku??" tanya Nenek.
"Hari ini Miran menemui Hazar untuk mengajak bekerja sama." jawab Riyan.
"Ya sudah, keluarlah.." kata nenek.
Setelah Riyan pergi dari kamarnya, nenej teringat dengan Darnia.
Flashback on.
Darnia sedang berlutut memohon dihadapan bu Aisah di ruang keluarga.
"Ibu, aku sangat mencintai Hazar.. Anak yang sedang aku kandung adalah anak dari Hazar. Aku mohon bu" kata Darnia terisak.
"Kamu harus tunduk kepadaku Darnia. Jangn katakan kepada siapapun jika itu anak Hazar. Semua orang akan tau jika anak itu adalah anak Satria" jawab bu Aisah lalu meningglakan Darnia.
Darnia masih dalam posisi berlutut. Dia terus menangis, dia sungguh tidak menginginkan pernikahan ini. Dia hanya menginginkan Hazar, mereka saling mencintai. Namun, harapan mereka untuk menikah harus sirna karena kini Darnia dipaksa menikah oleh Satria.
Flashback off.
☘☘☘☘☘
Papa Hazar menemui Ali, orang kepercayaannya untuk mencari tau siapa sebenarnya nenek Aisah.
"Dari hasil penyelidikan saya, ibu Aisah dahulu hanya seorang membantu di keluarga tersebut. Lalu dia menikah dengan salah satu putra dari keluarga Aslan hingga menjadi nyonya dalam keluarga tersebut" kata Ali.
Papa Hazar mendengarkan secara seksama info dari Ali.
"Ali, aku minta tolong bantuanmu untuk menyelidiki soal penembakan Miran" kata papa Hazar.
"Baik pak, saya sedang menyelidikinya. Untuk info lebih lanjut nanti akan saja kabari anda" jawab Ali .
Setelah dirasa cukup, papa Hazar memilih untuk kembali ke rumah. Setibanya di rumah papa Hazar langsung menceritakan informasi yang di berikan Ali.
"Pa.. Ali mendapat informasi tentang bu Aisah." kata Papa Hazar.
"Informasi apa??" tanya kakek.
"Bu Aisah ternyata dulunya hanya seorang pembantu dikeluarga Aslan. Dia menikahi salah satu putra dari keluarga itu setelah tuan Aslna meninggal dunia" kata Papa Hazar.
Kakek yang mendengar itu pun terkejut.
"Apa sebenarnya motif orang itu untuk balas dendam??" tanya kakek penasaran.
Papa Hazar hanya mengangkat kedua pundaknya.
"Pa.. Aku masuk kedalam dulu." pamit papa Hazar.
__ADS_1
Papa Hazar pun masuk kedalam rumah untuk melihat putri kecilnya.. Papa Jazár langsung masuk ke dalam kamar dan melihat putri kecilnya sedang merengek dengan sang mama.