Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
ketahuan


__ADS_3

Saat papa Bram sedang mengobrol dengan kakek, Arga tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan mereka dan mengetahui rencana papanya...


Papa Hazar memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju alamat yang tertera...


Tanpa diketahui papa Hazar, kakek Sadlu mengikutinya dari belakang..


Begitu pun papa Bram dan Arga saling mengikuti satu sama lain tanpa saling mengetahui..


☘☘☘☘☘


Drrttt drrrtttt drrrtttt


Ada panggilan masuk dan Riyan menjawabnya..


"Haloo nek" Riyan menjawabnya.


"Riyan, kamu cepat menyusul Miran.. Karena keluarga Sadli sedang menuju kesana.." kata nenek tanpa basa basi..


"Dari mana nenek tau?" tanya Riyan terkejut.


"Memangnya kamu pikir nenek bisa kamu bohongi selama ini kamu menyembunyikan dia... CEPAT!!M susuk Miran sebelum keluarga Sadli!!" perintah nenek keras..


"Ba..baik nek" Riyan menutup panggilan itu.


Tuuuttt...tuuuutt...ttuuuutt..


"Arrggghhh kenapa saat genting gini kamu malah susah dihubungi Miran!!!" Riyan mencoba menghubungi Miran namun gagal..


Riyan panik dan langsung menuju ke tempat Miran berada...


☘☘☘☘☘


Setelah selesai menyuapi Miran, Rayyan meberesi sisa makanan Miran..


Tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti dan Miran terkejut karena dia tahu persis jika itu bukannlah Riyan..


Miran menyeret Rayyan bersembunyi..


"Rayyan!!! Rayyan!!!" papa Hazar memanggil..


"Itu papa ku!!" Rayyan akan mengahampirinya namun ditahan oleh Miran.


"Kenapa Miran!! Itu papa ku!! Lepaskan aku!" Rayyan berusaha lepas dari Miran namun malah di bekap oleh Miran dan menempelkan jari telunjuknya di mulutnya..


Sedangkan papa Hazar terus mencari cari Rayyan di dalam rumah tersebut..


Saat masuk kedalam ruang tamu, papa Hazar melihat ada bekas bercak darah di sebuah kain itu membuat dia yakin bahwa Rayyan memang berada di sana, di tambah lagi ada baju di kamar..


Papa Hazar terus mencari, hingga tiba tiba saat dia masuk di sebuah ruangan dibalik tangga..


"Papa..." ucap Rayyan


Papa Hazar dan Miran hanya saling menodongkan pistol..


Cukup lama mereka saling todong, sedangkan Rayyan bingung harus berbuat apa...


Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil berhenti dan ada suara kakek memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah tempat itu..


Papa Hazar dan Miran kaget dan saling menurunkan pistolnya, papa Hazar langsung menempelkan dirinya ke tembok untuk bersembunyi..

__ADS_1


"Cepat kalian pergi dari sini!!" lirih papa Hazar tetap terus mengawasi dari balik pintu.


"Tapi pa, sudah ada papa disini?" kata Rayyan bingung..


"Tidak Rayyan, mereka mengincar kalian berdua terutama kamu nak" mata papa Hazar mulai berkaca kaca..


"Tapi pa..." Rayyan mulai sedih..


"Nanti papa akan menjemput kamu sayang pergilah bersama Miran bersama dia kamu akan aman untuk sekarang.. Dan kamu Miran ingat, saya tidak menyerahkan putri saya kepadamu.. Tapi saya menitipkan putri saya ke pada Tuhan melalui kamu jadi saya akan mengambilnya kembali nanti!!" papa Hazar mengingatkan Miran..


"Ayooo Rayyan, ikut saya!" Miran sedikit menyeret Rayyan..


"Papa, hati hati" Rayyan mengenggam tangan papanya...


Papa Hazar mengangguk dengan senyum dipaksakan, setelah di anggap sang putri telah jauh dari sana papa Hazar menemui sang kakek..


"Di mana Rayyan Hazar??" tanya kakek..


Dan pada saat itu juga papa Bram baru datang, sedangkan Arga memperhatikan dari jarak cukup jauh namun pembicaraan mereka masih bisa didengar..


"Mereka sudah pergi" pelan kata papa Hazar...


"Bagaimana Bram, kita terlambat!! Heiii kalian cepat cari mereka jangan sampai kabur!!!"teriak kakek...


"Saya tidak menyangka Bram, kamu yag melakukan ini" kata Papa Hazar terkejut campur kecewa dan langsung meninggalkan mereka..


Riyan sudah melihat bahwa Miran dan Riyan sudah tidak berada di rumah itu hingga dia langsung memutar arah dan langsung mencari Miran..


Miran dan Rayyan terus berlari.


"Auwwwww ishhhh duuhhhh" kaki Rayyan mengenai tunggak pohon dan bekas lecet yang sebelumnya belum sembuh total mengakibatkan kembali lecet..


"Tinggalkan aku Miran, aku sudah tidak sanggup lagi" Rayyan sangat kesakitan dengan kaki penuh dengan luka...


"Ayooo Rayyan sebentar lagi, di balik pagar itu sudah jalan raya" Miran berusaha memapah Rayyan sedangkan dirinya pun sedang menahan rasa sakit yang terluka mengakibatkan kembali berdarah...


Dari kejauhan Riyan melihat Miran sedang memapah Rayyan, dia langsung tancap gas agar segera menolong mereka..


Riyan berhenti tepat di depan Miran, dan Miran langsung masuk kedalam mobil.


Saat Riyan akan tancap gas, tiba tiba ada salah satu mobil anak buah kakek mencegat Riyan.


Riyan kembali turun dan orang itu pun ikut turun, Riyan sudah siap siap akan mengambil pistolnya namun Rayyan keluar dari mobil.


"Hati hati Nona, "kata orang itu sambil mengangguk..


Rayyan paham apa maksudnya, dan dia kembali masuk kedalam mobil..


Riyan mengurungkan niatnya untuk mengambil pistolnya dan segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan orang itu..


Orang tersebut mengorbankan dirinya untuk menolong Rayyan karena dia tau betul bahwa Rayyan tidak pernah melakukan kesalahan dan hanya ini yang bisa dia bantu..


Arga melihat Miran membawa Rayyan masuk kedalam mobil dan anak buah kakeknya membiarkan mereka pergi membawa Rayya, akhirnya dia langsung membelokan mobilnya mengambil jalan lain untuk memotong jalan...


Tidak lama kemudian Arga sudah berada di pertigaan jalan dan menghentikan mobilnya sedikit ketengah..


Arga turun dari mobil dan berdiri di depan mobilnya dengan tangan yang sudah memegang pistol bersiap menghadang mobil yang membawa Rayyan..


Kurang lebih Arga berdiri menunggu hingga dari kejauhan dia melihat mobil itu..

__ADS_1


Rayyan pun melihat Arga berdiri berada ditengah tengah jalan sambil menodongkan pistol ke arah mereka..


Semakin dekat dan semakin dekat, namun Riyan tanpa sedikit pun mengurangi kecepatannya..


"Riyannn...Riyannn... Apa yang sedang kau lakukan..." panik Rayyan takut Riyan akan menabrak Arga..


Semakin dekat dan semakin dekat daannnn..


"Arghhhhh" Rayyan menutup matanya...


Riyan dapat menghindari Arga dan Arga tidak menembakkan pistolnya hanya membiarkan mereka lolos melewati dirinya...


"Belum saatnya Rayyan, aku pastikan aku akan menjemputmu" batin Arga...


Rayyan perlahan membuka matanya, langsung menoleh kebelakang dan ternyata tidak terjadi apapun...


Ada sedikit kelegaan dihati Rayyan, namun ada sedikit kecewa karena harus meninggalkan sang papa di sana..


"Riyan, kita pulang ke rumah" perintah Miran sambil terus memegangi dadanya yang terluka kini kembali terasa nyeri..


"Kamu yakin?" tanya Riyan..


"Memang kenapa?" Miran malah balik tanya sambil menahan sakit


"Kamu yakin membawa dia kerumah??" Riyan mengingatkan..


"Tidak ada yang bisa menganggu dia selama dia bersama ku" jawab Miran..


"Aku tidak mau ikut dengan kalian!!! Lebih baik turunkan saya di sini!!" ketus Rayyan..


"Hehhh, kamu tidak ingat kata papa kamu tadi?? Dia sudah menitipkan kamu ke saya... Jadi sekarang kamu tanggung jawab saya.." jawab Miran..


"Bukan ke kamu tapi ke Tuhan..!!!" sanggah Rayyan.


"Iya, tapi perantaranya aku paham!" Miran tak maukalah..


Riyan hanya mendengarkan saja keributan yang berada di belakangnya..


Miran terus memegangi dadanya, sedari tadi dia sudah menahannya..


"Eghmmm shhhhh duuhh" rintih Miran..


Rayyan menoleh, yang tadinya sebal melihat ke adaan Miran kembali memegangi dadanya menjadi panik.


"Miran... Kamu tidak apa apa" Rayyan mulai kebingungan melihat Miran mulai pucat.


Riyan pun melirik ke belakang melalui kaca sepion...


"Miran kamu kenapa?kamu baik baik saja?? Kita ke rumah sakit ya" Riyan mulai khawatir..


"Cepatt...kita pulang sa...ja" Miran mulai terbata..


"Miran, luka mu berdarah lagi.. Gimana ini??" Rayyan terus mencoba menekan luka Miran agar tidak terus mengeluarkan darah...


Riyan semakin tancap gas agar segera sampai di rumah.


**semoga masih suka ya...


jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen..

__ADS_1


terimakasih teman teman 🙏🙏🙏☺☺☺**


__ADS_2