Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
mengakui telah jatuh cinta


__ADS_3

Papa Hazar frustasi.. Dia terus mencari Rayyan namun tidak juga ditemukan. Papa Hazar menepikan mobilnya dan turun dari mobil..


"Arghhhhhhh kamu di mana Rayyan!!!" teriak papa Hazar.


Papa Bram dan Kakek baru saja tiba.. Mereka selalu menemani papa Hazar kemanapun dia pergi.


"Kak.. Tenang lah.." kata lala Bram setelah turun dari mobilnya.


"Bagaimana bisa tenang, putriku berada di tangan Miran!!!" bentak papa Hazar.


Drrttt...drrrttt...drrttttt


Ponsel papa Hazar bergetar, tertera nama Arga di sana.


"Halo Arga.." papa Hazar menerima panggilan Arga.


"Paman.. Aku menyandra Mei. Selama Rayyan tidak kembali kepada ku, Mei yang akan menjadi jaminannya." kata Arga.


"Arga, apa kamu begitu bodoh haahh!!! Kembalikan Mei.. Kamu jangan menambah masalah!!" bentak papa Hazar yang tidak menyukai apa yang Arga lakukan.


Kakek dan papa Bram yang mendengar pembicaraan papa Hazar terkejut.. Tidak menyangka Arga akan nekat melakukan itu.


Arga tidak menjawab perkataan papa Hazar, dia malah mematikan panggilannya sepihak.


☘☘☘☘☘


Miran dan Rayyan tiba di sebuah hotel. Miran memesan sebuah kamar dengan nama samaran. Setelah memesan kamar, Miran memberikan tas bawaannya kepada petugas hotel dan meminta untuk diantarkan dahulu ke kamar karena dia akan pergi ke tempat makan terlebih dahulu.


Miran memesan sup Iga untuk menu malam ini.. Setelah pesanannya tiba, Miran makan dengan begitu lahapnya.. Berbanding terbalik dengan Rayyan yang sedikitpun tidak merasa lapar karena pikirannya sedang mengkhawatirkan keluarganya.


"Kenapa kamu bisa begitu lahapnya makan.." tanya Rayyan heran melihat tingkah Miran.


"Aku bahagia karena kamu bersama ku dan orang orang tidak bisa menemukan kita" jawab Miran enteng.


Rayyan memutarkan bola matanya bertanda sebal dengan jawaban Miran.


Setelah menghabiskan makanannya Miran menatap makanan Rayyan yang masih utuh.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak makan??" tanya Miran.


"Ga lapar" jawab singkat Rayyan.


"Yakin?? Makanlah, aku tunggu.." kata Miran lagi.


"Tidak.. Aku ingin istirahat" jawab Rayyan.


"Baiklah jika itu mau mu.. Ayo kita kembali ke kamar" jawab Miran akhirnya.


Mereka berdua pun pergi dari tempat makan tersebut dan menuju ke kamar yang sudah Miran pesan.


Kamar itu cukup luas, namun hanya ada satu tempat tidur di sana.


"Miran, aku ingin kamar lain.. Aku tidak mau satu kamar dengan mu" kata Rayyan.


"Tidak.. Kita akan satu kamar.. Aku tidak mau kamu kembali kabur.. Sekarang berganti bajulah.." kata Miran menyodorkan kembali tas yang berisi baju ganti Rayyan.


Rayyan pun pergi berganti pakaian dan Miran menunggunya. Tak butuh waktu yang lama, Rayyan keluar dari kamar mandi.


"Kamu tidurlah di atas tempat tidur biar aku tidur di sofa" kata Miran


Lama Rayyan tidak dapat memejamkan matanya. Rayyan mencoba mengecek Miran, dan ternyata Miran telah tertidur.


Rayyan merasa kasihan melihat Miran, ditambah udara sangat dingin. Rayyan turun dari tempat tidurnya dan mencoba mencari sebuah selimut di dalam lemari. Ternyata benar, di dalam lemari masih ada satu selimut yang di sediakan di sana.


Rayyan mengambil selimut itu dan menyelimuti Miran.


"Ternyata kamu begitu perhatian kepada ku Rayyan" kata Miran tiba tiba memegang tangan Rayyan.


"Kamu belum tidur?" kata Rayyan menutupi rasa malunya.


"Aku senang kamu memperhatikanku.. Apa kamu takut aku jatuh sakit karena kedinginan??" kata Miran menggoda Rayyan.


"Aku ingin tidur.." kata Rayyan melepas tangannya dari Miran dan kembali ketempat tidur.


Rayyan merebahkan kembali tubuhnya dengan memunggungi Miran agar tidak terlihat raut wajahnya yang sudah memerah menahan malu.

__ADS_1


☘☘☘☘☘


Pagi harinya, papa Hazar, kakek dan papa Bram baru kembali ke rumah.


"Bagaimana pa??" kata mama Anna.


"Papa belum berhasil menemukan Rayyan ma" kata papa Hazar dengan raut wajah sedih.


"Ya Tuhaann Rayyan.. Kamu di mana nak" kata mama Anna khawatir.


Tidak berapa lama nenek Aisah datang dengan memasuki kediaman keluarga Sadli tanpa permisi.


Melihat kedatangan nenek, mereka terkejut.. Telebih papa Hazar berfikir nenek Aisah akan menuntut Arga untuk mengembalikan Mei.


"Di mana Arga?? Di mana dia menyembunyikan Mei?" kata nenek sesuai dengan perkiraan papa Hazar.


"Aku tidak tahu... Dari semalam dia tidak dapat kami hubungi" jawab kakek dingin.


"Jika kalian tidak segera mengembalikan segera cucuku, aku akan melakuakn sesuatu untuk kalian tanpa kalian duga" ancam nenek tepat didepan wajah kakek.


Nenek berbalik badan dan berjalan keluar dengan wajahnya yang dingin.


"Tunggu..." papa Hazar mengejar nenek.


"Kenapa anda meracuni pikiran Miran tentang pembunuhan Alan dan Darnia.. Bahkan anda lah yang memisahkan saya dengan Darnia. Saya tidak bersalah.." kata papa Hazar di hadapan nenek.


"Aku tidak peduli.. Aku akan tetap menjalankan balas dendamku atas kematian Alan putraku" jawab nenek.


"Saya tidak bersalah atas kematian putra anda.. Dan satu lagi saya peringatkan kepada anda, segera kembalikan Rayyan. Jika anda tidak segera kembalikan Rayyan, maka saya tidak bisa menjamin keselamatan Mei." papa Hazae mengancam.


"Saya tidak takut dengan ancaman mu.. Lihat apa yang akan saya lakukan jika Mei tidak segera kalian kembalikan" nenek membalas ancaman papa Hazar lalu pergi meninggalkan papa Hazar.


☘☘☘☘☘


Miran terbangun dari tidurnya dan melihat Rayyan masih tertidur Miran mendekati Rayyan. Miran menatap wajah Rayyan yang tengah tertidur.. Miran teringat dengan kenangan indah saat bersama Rayyan dulu.


Perlahan Miran membaringkan tubuhnya di samping Rayyan dan kembali tidur. Beberapa saat kemudian, Rayyan terbangun dari tidurnya dan membuka matanya.

__ADS_1


Rayyan menatap wajah Miran yang tengah terpejam.. Di dalam hatinya Rayyan mengakui bahwa dia sangat mencintai Miran, andai saja Miran tidak membohonginya bahkan menyakitinya dia tidak akan membenci Miran. Karena baru kali ini Rayyan merasa sangat jatuh cinta kepada seseorang.


Pelan Rayyan memegang wajah Miran. Sepintas wajah Mei muncul, Rayyan tersadar Miran suami orang. Pada akhirnya Rayyan berencana untuk pergi dari sanam sebelum pergi, Rayyan sempat mencium pipi Miran.


__ADS_2