Cinta Dalam Dendam Dan Benci

Cinta Dalam Dendam Dan Benci
pernikahan atau kematian


__ADS_3

Nenek Aisah dan kakek Sadli kini berada di kediaman tuan Hasmet. Sebagai orang yang dituakan di kota itu, dia merasa memiliki tanggung jawab atas kericuhan yang terjadi. Tuan Hasmet pun risih dengan permusuhan antar dua keluarga tersebut.


"Melihat kejadian tadi di alun alun, aku harus mengambil tindakan atas permusuhan keluarga kalian yang sudah begitu lama dan kalian harus patuh dengan keputusanku. Agar permusuhan ini mereda, aku ingin kalian berdua berbesan. Nikahkan Rayyan dengan Miran, agar tidak ada lagi pertumpahan darah." kata tuan Hasmet.


"Tidak!!! Aku tidak sudi memiliki besan seperti dia! Lebih baik ada pertumpahan darah di antara kami dari pada berbesan dengan dia!" kata kakek yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.


☘☘☘☘☘


Kakek tiba kembali di rumah peternakan. Setelah turun dari mobil, kakek memanggil Arga.


"Arga!!... Argaa!!" teriak kakek.


Arga dan yang lain datang menghampiri kakek.


"Kamu cepat bersiap siaplah pergi ke rumah kakekmu!" kata kakek.


"Untuk apa aku harus kesana?? Aku tidak akan pergi dari sini!!" jawab Arga menolaknya.


"Arga.. Kamu cucu laki lakiku satu satunya di keluarga ini, satu satunya penerusku nanti. Kakek tidak mau terjadi sesuatu terhadap kamu. Sekarang bersiap siaplah, jangan membantah lagi. Jangan kembali ke sini sebelum aku menyuruhmu" kata kakek tegas dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan protesan Arga lagi.


☘☘☘☘☘


Setelah tiba di rumah, nenek memanggil Miran.


"Miran.. Untuk sementara kamu pergilah ke rumah kita yang lama.." kata nenek.


"Untuk apa aku ke sana?? Aku tidak akan ke mana mana.. Aku akan tetap di sini!" jawab Miran menolaknya.


"Nenek tidak mau terjadi terhadapmu Miran. Pergilah!" perintah nenek.


Setelah kepergian nenek, Miran kembali teringat dengan ucapan Rayyan dan beberapa kejadian yang membuatnya salah paham. Miran ingin pergi ke rumah pertenakan iti untuk meluruskan masalahnya.


Riyan yang melihat Miran akan pergi, dia mencoba mencegahnya.


"Mau kamana kamu Miran!!" tanya Riyan.


"Aku mau bertemu dengan Rayyan.

__ADS_1


"Untuk apa?? Di sana sangat berbahaya Miran. Jangan sekarang Miran.." bujuk Riyan.


"Tidak aku harus menjelaskan sesuatu kepada Rayyan.. Aku ingin meluruskan masalah tadi siang" jawab Miran sambil berjalan meninggalkan Riyan.


Nenek menuju rooftop di mana Ria sedang menunggunya disana.


"Bertahun tahun aku menanam kebencian di hati Miran. Tapi semua itu seketika rusak karena Rayyan. Rayyan membuat Miran jatuh cinta, dan aku tidak dapat menghentikan cinta Miran. Aku harus menyusun rencana baru. Dan sore tadi, aku dan Sadli dipanggil tuan Hasmet. Dia meminta kami untuk berdamai dengan menikahkan Rayyan dengan Miran, jika tidak akan ada pertumpahan darah Miran atau Arga harus mati." jelas nenek.


Ria terkejut mendengarkan cerita nenek Aisah. Dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini dan Miran akan menjadi korbannya.


Tanpa mereka sadari Murni menguping mereka dan akan melaporkannya ke mama Sinta.


Melihat Ria akan menuju tangga, Murni langsung berlari kembali ke kamarnya.


☘☘☘☘☘


Rayyan tengah merenung di kebun samping rumah peternakan, di tangannya tengah memegang gelang pemberian Miran. Lalu dia mengubur gelang tersebut dengan kenangan bersama Miran.


Miran tiba di sana, dia melihat Rayyan tengah melamun. Miran mencari batu kerikil lalu melemparnya ke arah Rayyan.


Rayyan terkejut mendapati lemparan batu kerikil, Rayyan mencari sosok yang melempari dia.


Rayyan menoleh ke arah Miran dan terkejut Miran berada di sana. Lalu Rayyan mengamati sekelilingnya takut akan ada yang melihatnya. Setelah di rasa aman dia menghampiri Miran.


"Pergilah Miran, jangan sampai ada yang melihatmu di sini. Mereka pasti akan membunuhmu" kata Rayyan.


"Asal aku tetap bersamamu, apapun akan aku lalui Rayyan. Aku akan melakukan apapun agar bisa tetap bersamamu. Aku tidak tau nenek benar benar menyita rumah. Saat aku mengetahuinya aku mencoba mencegahnya. Tapi aku tidak bisa." kata Miran.


"Itulah sebabnya aku menolak lamaranmu. Sebab, nenekmu akan terus menyakiti kami dan dia akan selalu menang.. Sekarang pergilah sebelum ada yang menyadari kamu berada di sini. Jangan datang kembali mencari ku. Kita tidak mungkin menyatu" kata Rayyan.


Rayyan pergi meninggalkan Miran yang diam terpaku di sana melihat Rayyan meninggalkannya sendiri. Miran tidak peduli dengan kata kata Rayyan, dia sangat yakin mereka masih ada kesempatan untuk bersama.


Saat Rayyan ingin masuk ke dalam rumah, tiba tiba papa Bram menariknya dari arah belakang.


Plakk....


Papa Bram menampar Rayyan cukup keras.

__ADS_1


"Ternyata kamu secar diam diam masih bertemu dengan dia!! Apa kamu tidak mengerti, keluarganya akan terus menghancurkan keluarga kita!! Tapi aku tidak akan tinggal diam, aku akan membalas perbuatan keluarga Aslan" kata papa Bram.


Rayyan hanya diam, mau di sanggahpun akan terasa percumah. Sebab tidak ada seorangpun percaya dengannya bahkan peduli sekalipun.


Di dalam rumah, mama Sinta mendapat kabar dari Murni tentang nenek Aisah dan kakek Sadli dipanggil oleh tuan Hasmet soal perdamaian, jika mereka tidak mau menikahkan Rayyan dan Miran maka Arga yang akan menjadi korbannya.


Mendengar itu, mama Sinta terkejut. Dia tidak mau putra satu satunya menjadi korban.


Mama Sinta lalu keluar rumah ke arah kebun samping rumah dan dia melihat Rayyan duduk di sana.


"Rayyan... Kakekmu tadi dipanggil oleh tuan Hasmet dan menyuruhnya untuk berdamai sama keluarga Aslan dengan menikahkanmu dengan Miran. Jika mereka tidak mau, maka Arga yang akan menjadi korbannya. Aku mohon kepadamu datanglah menemui tuan Hasmet. Aku tidak mau Arga menjadi korbannya" mama Sinta menangis memohon kepada Rayyan.


"Bi.. Bibi tenanglah. Iya, besok Rayyan akan mencoba menemui tuan Hasmet dan membicarakannya." kata Rayyan menyanggupi permintaan mama Sinta.


Pagi pagi sekali Rayyan menuju ke kediaman tuan Hasmet diantar oleh Rudi.


Rayyan turun dari mobil sendirian dan Rudi diminta untuk menunggunya di dalam mobil.


Tok..tok..tok..


Ceklek... Ceklekk...


"Ada perlu apa???" tanya salah satu penjaga di sana.


"Aku ingin bertemu dengan tuan Hasmet" jawab Rayyan.


"Apa sudah membuat janji" tanya penjaga itu lagi.


"Belum.. Aku Rayyan dari keluarga Sadli, aku mohon. Aku sangat butuh bertemu dengan tuan Hasmet" jawab Rayyan memohon.


"Baiklah, tunggu sebentar" jawab penjaga itu yang langsung masuk.


Beberapa saat kemudian penjaga itu kembali dan menyuruh Rayyan untuk masuk.


"Rayyan.. Ada apa kamu datang kemari nak?" tanya tuan Hasmet.


"Apa benar Arga akan mati karena permusuhan ini??" tanya Rayyan.

__ADS_1


"Rayyan, keluarga Aslan dan Sadli sudah lama bermusuhan. Aku menyuruh mereka untuk menikahkanmu dengan Miran agar kalian menjadi keluarga. Tapi jika tidak, mungkin akan menjadi pertumpahan darah antara Miran atau Arga. Entah Arga yang akan membunuh Miran, atau Miran yang akan membunuh Arga." tuan Hasmet menjelaskan.


Mendengar itu Rayyan menangis. Dia tidak mau siapapun menjadi korban dari perang antar dua keluarga ini.


__ADS_2